Girl_and_Girl!
Saat itu tanggal 9 Januari, sekitar pukul 4 sore.
Di Distrik 23 sepulang sekolah. Tepatnya, di lobi bandara internasional. Tempat itu terasa sangat luas, bukan karena liburan panjang telah berakhir dan keramaian telah menghilang, tapi karena tempat itu baru saja dibuka kembali setelah kerusuhan yang baru-baru ini terjadi.
Di sana ada seorang siswa SMA berambut jabrik bernama Kamijou Touma yang tampak kebingungan.
Dia bertemu dengan seseorang yang kehadirannya mengartikan adanya sebuah masalah.
Dan bukan hanya satu. Ada dua.
“Mengapa kalian berdua berada di Jepang?”
Gadis berambut hitam dengan pakaian rok mini ala seragam lakrose itu adalah Lessar dari N∴L∴, alias New Light.
|Sauk bola atau lakrose adalah suatu olahraga tim menggunakan bola kecil dan tongkat berjaring.
Gadis berambut pirang yang mengenakan blus dan rok berwarna seperti tut-tut piano yang elegan itu adalah Leivinia Birdway dari Dawn-Colored Sunlight.
Mereka berdua adalah penyihir yang tergabung dalam cabal sihir terkenal(?) di Inggris Raya. Tapi, Birdway yang tampak tidak lebih tua dari 12 tahun, malah memiliki kedudukan sebagai bos cabal sihir terbesar di Inggris. …Dan entah karena pengalaman Kamijou dengan mereka selalu sial, Kamijou merasakan ancaman besar terhadap kemungkinan kehidupan damai di masa depannya. Seolah-olah mereka berasal dari dunia film gangster luar negeri.
Ketika dihadapkan dengan orang-orang dari dunia yang tak ingin Kamijou masuki, apa yang bisa dilakukan seorang anak lelaki yang cinta damai selain berteriak?
“Petugas Bea Cukai Jepang kerjanya ngapain sih?! Kalian tidak boleh membiarkan orang-orang seperti ini masuk ke negara ini! Demi perdamaian dunia!!”
“Hei, jangan perlakukan kami seolah-olah kami adalah barang. Kata yang tepat adalah petugas imigrasi.”
“Orang-orang seperti ini(wkwk)? Dan, yah, memang benar ini adalah urusan luar negeri. Tapi bagaimanapun juga, yang kita bicarakan di sini adalah pejabat pemerintah dari luar kota, jadi mereka tidak bisa berbuat banyak dengan apa pun yang terjadi di dalam tembok kota. Astaga. Apa ini berarti kita bebas memanfaatkan celah yang bahkan lebih berbahaya daripada celah lubang yang ada di pakaian dalam seksi seorang istri muda? ☆”
Lessar tertawa terbahak-bahak.
…Patroli perbatasan di tembok kota seharusnya bekerja keras setiap hari untuk mencegah orang-orang berbahaya seperti ini masuk, tapi ada apa dengan perpaduan aneh antara keduanya? Jika mereka mendarat di bandara yang berada di dalam tembok Academy City, apakah mereka benar-benar lolos pemeriksaan? Apa yang sebenarnya terjadi di kota ini?
“Selain itu, apa kau lihat bendera Union Jack Inggris di sana?”
Leivinia Birdway mengacungkan ibu jarinya ke arah kaca tempered yang membentuk salah satu dinding. Beberapa pesawat dengan berbagai ukuran terlihat di landasan yang luas dan salah satunya memang memiliki bendera nasional yang digambar di sirip ekornya.
Pesawat kecil itu tampak seperti pesawat pribadi atau jet sewaan. Ya, jenis pesawat yang kadang-kadang terlihat di film dan disebut sebagai jet bisnis. ...Kamijou tidak menyangka dia punya waktu selama liburan Tahun Baru karena dia telah mati lalu hidup kembali, jadi dia terkejut menyadari bahwa dia sebenarnya telah menonton film di TV.
“Ini namanya pesawat pemerintah. Kami membantu menjemput seorang penjahat yang akan di-ekstradisi ke Inggris. …Anglikan memang sialan, mereka hanya mengirim undangan padaku secara pribadi, jadi yang lain harus tetap tinggal di London.”
Kalau dipikir-pikir, Kamijou tidak melihat orang-orang yang mengenakan tuksedo (jas ekor?) yang tampak seperti pakaian untuk pesta (tapi tidak terlihat seperti tipe orang yang suka berpesta).
Birdway menunjuk ke arah Lessar, dengan ekspresi kurang senang.
“Jadi dia di sini sebagai pengawalku. Jika aku sampai terluka sedikit saja, Mark dan yang lainnya akan mengelilinginya dan 'memberi hadiah' padanya begitu kembali, jadi silakan saja memerintah si payah itu sesuka hatimu.”
“Yah, perinsipku adalah melakukan apa pun yang aku bisa untuk Inggris, mau baik ataupun buruk, tapi aku ragu bahwa mengasuh anak nakal ini akan banyak membantu negara kita.”
Rupanya itulah kesepakatannya.
Itu memang masuk akal.
…Namun pada saat yang sama, Kamijou sangat meragukan bahwa hanya itu saja masalahnya. Pengalaman liarnya di masa lalu membuktikan sebaliknya.
“Kalian beneran tidak sedang merencanakan sesuatu, kan? Kalian tidak membawa sesuatu yang berbahaya ke Academy City karena inspeksi untuk pesawat pribadinya longgar, kan? Tidak, aku tahu! Kalian membawa seorang penyihir Inggris dengan mumi atau topeng emas dan Academy City akan kembali berada di ambang kehancuran!!”
“Baiklah. Aku akui aku telah membelakangi dunia yang diterangi matahari untuk mempelajari sihir, jadi jika kau ingin menjadikanku sasaran perburuan penyihir yang tak berdasar, ayo silakan saja.”
“?”
Lessar dengan hati-hati menekan telapak tangannya ke dinding kaca di dekatnya.
Gadis berambut hitam pendek itu tersenyum lebar.
Dia menyodorkan pantat kecilnya ke arah Kamijou tanpa sedikit pun mempedulikan rok pendeknya dan meninggikan suaranya.
Dengan ekor iblis palsunya yang bergoyang-goyang ke kanan dan kiri.
“Aku bersedia membuktikan ketidakbersalahanku. Silakan lakukan penggeledahan tubuh cabulnya!!”
“Aku beri tahu ya, aku nggak bakal mengikuti omong kosongmu ini.”
Dunia tampak gelap di depan mata Kamijou.
Mengapa ini terjadi?
Untuk menjawab misteri yang kompleks dan aneh itu, kita harus menemukan awal mula masalahnya!
Hamazura Shiage terjebak.
Dia berada di dalam sebuah kotak perak kecil dan sempit.
Berdasarkan layar ponselnya yang rusak, kejadian itu terjadi sesaat sebelum pukul 4 sore pada tanggal 9 Januari.
Ruangan itu berbentuk kubus seperti dadu dengan sisi selebar dua atau tiga meter. Mungkin itu hanyalah kontainer kargo dengan kunci terpasang sehingga berfungsi sebagai sel transfer tahanan. Mengangkut manusia selayaknya kargo melanggar hukum penerbangan dan hukum internasional, tapi Hamazura tampaknya telah ditangkap oleh pemerintah Inggris(?). Ketika perjanjian antar negara terlibat, tampaknya aturan dapat dengan mudah dilanggar.
Keadilan memang murah.
Dari individu hingga seluruh populasi, interpretasi tentang hal itu mudah diubah oleh keadaan dan kenyamanan. Dalam konteks itu, upaya Coronzon untuk menghancurkan dunia berdasarkan gagasan samar tentang baik dan jahat tampaknya tidak terlalu buruk.
…Atau mungkin justru itulah alasannya. Coronzon telah memihak kejahatan, yang memungkinkannya untuk secara akurat mencium skema kotor tersebut. Apakah dia ingin menstabilkan dunia dengan berfokus pada sistem nilai absolut yang terpisah dari kebaikan dan kejahatan?
Tapi, ternyata ada banyak orang yang menolak hal itu.
Mungkin Coronzon memang benar-benar Iblis Agung.
Tapi, dunia ini dipenuhi dengan kejahatan-kejahatan kecil, bukan? Jika digabung, mungkin jumlahnya cukup untuk membunuh dan melampaui kekuatan Iblis Agung.
“Kh.”
Hamazura memegang sebuah ponsel pintar murah dengan layar yang rusak.
Perangkat kecil itu berisi AI bernama Aneri.
Hamazura bukan sekedar Level 0.
Jadi, dia tidak bisa lagi memakai kurangnya kekuatan dan bakatnya sebagai alasan untuk mengabaikan pilihan untuk bertarung.
Hamazura marah.
Hamazura merasa itu adalah perbuatan yang tak termaafkan.
…Perasaannya ditujukan kepada seluruh dunia yang tidak ragu untuk membunuh Coronzon demi mengembalikan keseimbangan.
Tak dapat dipungkiri, Hamazura telah mendapatkan kartu as. Dia tahu itu. Bagaimana dia memanfaatkan kesempatan sekali seumur hidup ini akan sangat mengubah apa yang terjadi setelahnya. Dia bisa merasakan bahwa dia berada di persimpangan jalan.
Hamazura tidak sanggup menerimanya.
Mereka menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung, bersekongkol menyerangnya secara berkelompok, dan merayakan dunia tanpa dirinya. Mereka bersukacita atas kembalinya zaman damai. Mungkin tidak ada yang terluka adalah hal yang baik, tapi bukan berarti Hamazura bisa sepenuhnya menerima apa yang telah terjadi.
(Tapi…)
Dia menundukkan kepala.
Aneri sedang menunggu. Seperti seorang pelayan atau pembantu yang terlatih dengan baik. Jika dia memberi perintah, Aneri kemungkinan akan melakukan apa pun untuknya. Aneri tidak akan ragu meskipun melanggar hukum Jepang atau peraturan Academy City.
Namun.
Itulah masalahnya.
Melakukan aksi brutal tanpa tujuan untuk menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya tidak akan memuaskan Hamazura. Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan menyerang orang-orang yang tidak bersalah secara membabi buta.
Hamazura membenci dunia ini.
Tapi, dia merasa metode itu tidak akan memuaskan.
Coronzon telah mencoba menciptakan dunia yang lebih baik.
Sebuah dunia baru yang dipenuhi dengan hal-hal adil, baik, dan indah.
Metodenya mungkin ekstrem, tapi pada akhirnya Coronzon menyukai dunia yang konyol dan tidak sempurna ini. Jadi, mengambil jalan mudah dan tanpa pandang bulu menuju kejahatan jatuhnya terasa salah.
(Apa sebenarnya yang ingin kulakukan dengan dunia ini? Aku punya alasan untuk mengubahnya dan aku telah diberi kekuatan untuk melakukannya… tapi apa sebenarnya yang harus kulakukan dengan Aneri? Apa cara terbaik untuk menghormati kenangan Coronzon?!)
Jadi, untuk memperjelas, Hamazura Shiage sebenarnya belum mengambil keputusan. Tanpa tujuan yang jelas, dia tidak berniat memerintahkan AI Aneri untuk melakukan apa pun.
Namun…
Ting ting.
Bocah nakal itu mendengar bunyi dentingan.
Bunyi aneh yang tidak ada hubungannya dengan kehendaknya sendiri.
Pintu sel yang terkunci rapat tiba-tiba terbuka. Lebih tepatnya, penutup logam untuk kontainer kargo berbentuk dadu itu terbuka lurus ke atas.
Tapi tidak ada seorang pun di sana.
Yang dilihatnya di luar sel hanyalah ruangan yang tampak dipenuhi cahaya buatan.
Hamazura menatap melewati pintu baja yang tidak dia minta untuk dibuka, ke arah secuil dunia terang yang terlihat, dan mengajukan sebuah pertanyaan.
“Aneri, apa kau yang melakukannya?”
Ponselnya berdering dua kali. Seolah menggelengkan kepala tanda mengatakan tidak.
Rupanya Aneri tidak melakukan apa pun.
…Lalu mengapa ini terjadi? Kontainer berbentuk kubus ini telah dimodifikasi menjadi sel, sehingga tidak akan pernah terbuka dengan sendirinya. Atau apakah orang Inggris yang bertanggung jawab atas sel itu sengaja membukanya? Apakah mereka ingin menembak mati dirinya sebagai buronan begitu melangkah keluar?
“Tidak, aku pasti terlalu banyak berpikir…” katanya pada diri sendiri.
Ya. Berpikir sejauh itu memang berlebihan, tapi bukan berarti dia tidak takut. Kebetulan atau tidak, dia tahu meninggalkan sel tanpa berpikir panjang hanya akan memperburuk situasi.
Pertanyaannya bukanlah ke mana dia harus pergi. Melainkan mengapa dia harus pergi.
“…”
Dia membutuhkan sebuah gol.
Apa yang bisa dia lakukan untuk Coronzon?
Bahkan dengan Aneri sekalipun, dia seharusnya tidak melakukan gerakan apa pun tanpa tujuan yang jelas.
(Apakah mereka mau menyalahkanku juga atas ini? Sialan, sungguh menyebalkan. Yah, aku tahu para 'pahlawan suci' itu berkonspirasi untuk membuatku dinyatakan bersalah, jadi apa salahnya menambah satu atau dua tuduhan lagi?)
Alur pemikiran spontan itu terputus.
“Wah!!”
Hamazura mendengar suara benturan tumpul.
Di area penyimpanan kontainer tempat para pelancong biasa tidak diizinkan masuk.
Apakah orang itu tersesat?
Seorang gadis kecil berusia sekitar 13 tahun tersandung dan jatuh tepat di luar pintu yang terbuka. Dia mengenakan pakaian ukuran dewasa karena lengan bajunya menutupi seluruh tangannya dan panjangnya sampai ke pergelangan kaki, sehingga sulit untuk menjaga keseimbangan. Gadis berambut cokelat itu mengenakan mantel tebal yang kebesaran.
Tapi, dia tidak mengeluh kesakitan atau mulai menangis.
Gadis itu bahkan tidak bangkit berdiri saat menatap titik tertentu.
Tatapan mata gadis yang ketakutan itu tidak tertuju ke dalam sel yang terbuka. Dia sedang melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat Hamazura dari posisinya.
Suara berderak yang didengarnya jelas bukan langkah kaki manusia.
“T-tidak… Tolong.”
Sosok itu perlahan mendekati si gadis yang gemetar dan membeku.
Hamazura akhirnya bisa melihatnya.
Entah itu anjing polisi, atau anjing pelacak narkoba yang lebih spesial. Apa pun itu, salah satu Dobermann besar yang digunakan untuk keamanan bandara berkeliaran tanpa tali pengikat. Dan tidak sendirian. Jumlahnya ada lima ekor. Pada saat itu, mereka tampak seperti sekumpulan hewan liar.
Parahnya lagi, lengan baju gadis itu yang longgar bergoyang-goyang.
Rasa takut bukanlah sesuatu yang bisa ditekan hanya dengan kemauan. Tapi ketika anjing-anjing terlatih itu melihat "ancaman" dari gerakan lengannya, mereka akan bereaksi dengan menggigit dan menyeretnya. Rahang Dobermann yang terlatih dengan baik dapat menyebabkan kerusakan kritis pada lengan kurus si gadis kecil itu.
Hamazura yang pernah dikejar oleh anjing Anti-Skill melalui gang-gang belakang Academy City tahu.
Hamazura tahu betul apa yang akan terjadi jika tidak ada yang ikut campur.
Dan Hamazura sudah tahu sedetik sebelum kejadian.
…Saatnya memutuskan apa yang baik dan apa yang jahat.
Pertanyaannya bukanlah apakah pintu logam itu terbuka atau tidak.
Jika Hamazura mematuhi aturan, maka tetap berada di dalam sel jelas merupakan pilihan yang tepat.
Tidak ada keadaan tambahan yang mengubah fakta bahwa Hamazura Shiage adalah seorang kriminal dan peraturan menyatakan bahwa dia tidak dapat meninggalkan sel ini tanpa izin dari Academy City atau Inggris yang menahannya.
Sekalipun taring tajam seekor Dobermann menancap di lengan gadis berusia 13 tahun dan menyeretnya, dan sekalipun sekawanan anjing mencabik-cabik si gadis seperti kain lusuh, pilihan yang tepat tetaplah di tempat dan menunggu sampai orang yang bertanggung jawab datang.
Hal itu akan membuktikan bahwa dia adalah orang yang taat aturan, dunia yang diatur oleh keadilan secara bertahap akan menerimanya kembali, kejahatannya akan dimaafkan sampai batas tertentu, dan dia akan dapat kembali ke masyarakat lebih cepat.
Dia akan bisa hidup sebagai salah satu "orang baik" yang tidak berbahaya dan tidak berperasaan.
“Persetan dengan aturan.”
Dbuk!
Terdengar bunyi tumpul.
Sumber suara itu berasal dari dalam sel yang terbuka. Hamazura Shiage melempar ponselnya, tepat mengenai wajah anjing Dobermann. Mungkin tidak perlu dikatakan lagi, tapi jika kita tidak takut merusaknya, ponsel pintar bisa menjadi senjata yang cukup solid. Perbandingan dengan batu bata bukanlah tanpa alasan.
Untuk sesaat, anjing-anjing itu tersentak.
Bukan hanya anjing Dobermann yang berotot, tapi juga si gadis yang ketakutan dan gemetar.
Hamazura perlahan muncul dari sel berbentuk kubus itu.
Setelah ditolak oleh masyarakat dan hidup di gang-gang kumuh, dia tahu bahwa tersentak seperti ini akan membuat lawan terpaku di tempat seolah lumpuh, tetapi itu tidak akan berlangsung selamanya. Jika kita benar-benar ingin menyelamatkan seseorang dan bukan hanya menampilkan pertunjukan yang mengharukan, satu pukulan saja tidak cukup.
Jadi…
“Pergilah.”
Hamazura berbicara singkat.
Lalu dia bergerak berdiri di antara anjing-anjing Dobermann dan gadis yang namanya tidak diketahui.
“Buruan.”
Hamazura mendengar bunyi “au”, mungkin itu sebuah kata atau tarikan napas.
Si gadis berlari sempoyongan dan tidak stabil. Hamazura bisa saja mengejarnya dengan berjalan cepat. Lagipula, sebenarnya gadis itu lari dari apa? Sekumpulan anjing besar, atau penjahat berbahaya yang keluar dari sel?
(Itu tidak penting.)
Gadis itu tidak akan salah jika menganggap Hamazura sebagai penjahat keji.
Hamazura telah kehilangan semua minat pada apa yang dianggap "benar".
Hamazura tidak ingin mengumpulkan banyak perbuatan baik agar dikenal sebagai orang baik.
Lagipula, anjing-anjing Dobermann yang berkeliaran di bandara tanpa tali pengikat pun bukanlah kejahatan mutlak di benaknya. Ini semua hanyalah penderitaan dan kekerasan yang tidak perlu. Jika para pekerja bandara yang menjaga keadilan di tempat ini benar-benar menjalankan tugasnya, sejak awal anjing-anjing ini tidak perlu dicap sebagai makhluk jahat.
“…”
Ada sesuatu di sana.
Hamazura merasakan rangsangan kecil namun tidak menyenangkan di dalam pikirannya.
Karena hal ini mengingatkannya pada Coronzon yang pernah menyesalkan bahwa dunia tidak akan bisa berfungsi tanpa seseorang seperti dia yang mampu merusak ikatan antar manusia.
Alarm elektronik berbunyi dari jarak dekat. Dari ponselnya yang tergeletak di lantai.
Aneri sedang mengirimkan peringatan kepadanya.
Saat perhatiannya terfokus ke sana, anjing-anjing Dobermann pun bergerak.
Mungkin anjing-anjing Doberman itu bahkan tidak menyadari keberadaan Hamazura. Anjing-anjing itu seolah terpikat oleh punggung si gadis yang telah melarikan diri.
Hamazura berteriak ke ponsel retak yang tergeletak di lantai.
“ANERI!!”
→PK→→PGP←→KKPKT
|P=punch(tonjok), K=kick(tendang), G=guard(tangkis), T=throw(banting), →=kanan, ←=kiri.
Layar LCD industri di dinding dan pilar semuanya diretas secara bersamaan.
(Aku ngerti P dan K, tapi G? Dan apa itu T? Throw?!)
Apa pun itu, Hamazura memiliki jawaban yang paling tepat.
Dia hanya perlu menghafalnya dan mengikuti intruksinya.
Ini lebih seperti bermain gim dansa di arkade daripada mengertakkan gigi dan bertarung dengan musuh. Dia menggerakkan tangan dan kakinya sesuai instruksi dan mendapati anjing-anjing Dobermann yang kuat itu sudah tergeletak di lantai.
Sensasinya seperti terkena hantaman tumpul tapi efeknya baru muncul beberapa saat kemudian.
“Oh maaf…”
Kelima anjing Dobermann itu semuanya pingsan hanya dalam waktu tiga detik. Itu kurang dari satu detik per anjing.
Andai saja Coronzon dihentikan seperti ini. Andai saja ada yang melakukan itu.
Dia tahu itu hanya angan-angan konyol, tapi tetap saja.
“…”
Dan dia tidak bisa melupakan bahwa ini adalah kekuatan AI Aneri, bukan kekuatannya sendiri.
“Aku merasa suatu hari nanti kau bisa meningkatkan kecepatan otakku secara drastis.”
Hamazura dijawab dengan bunyi dengung singkat.
Hamazura tidak yakin bagaimana harus bereaksi terhadap jawaban "Ya, haruskah aku melakukannya sekarang?"
Ancaman langsung dari anjing-anjing Dobermann telah dinetralisir dan gadis yang sayangnya menjadi sasaran telah berhasil melarikan diri. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.
Kembali ke sel kematian mungkin adalah hal yang tepat untuk dilakukan… mungkin.
Hamazura mengambil ponselnya dari lantai dan bersembunyi di balik kontainer lain.
Hamazura sendiri pun tidak yakin mengapa dia melakukan itu.
Perubahan selanjutnya sudah dimulai.
“Kamijou-chaaaan, kali ini kau benar-benar akan tinggal kelas.”
Guru setinggi 135 cm bernama Tsukuyomi Komoe tersenyum padanya.
Di dalam ruang guru sepulang sekolah.
Kamijou Touma bercucuran keringat.
“Wow, selamat. Ibu sangat tersanjung kau begitu ingin menghabiskan banyak waktu belajar bersama ibu sampai rela mengulang seluruh hidupmu selama setahun.”
“Tunggu, tunggu, tolong tunggu!! Jangan memperbesar masalah ini. Aku punya pertanyaan yang lebih mendasar yang ingin kutanyakan. Aku tinggal kelas? Benar-benar tidak naik kelas? Lalu apa gunanya aku mati dan hidup kembali lalu melindungi dunia?! Seharusnya tidak berakhir seperti ini!!”
“Tak peduli seberapa kacaunya keadaanmu, Kamijou-chan, tapi ibu adalah seorang pegawai negeri. Pekerjaan pemerintah di mana urusan administrasi adalah segalanya, memang kejam, tapi kau akan tetap tinggal kelas jika kau tidak segera memperbaikinya. Ingatkah bagaimana kau secara resmi dianggap mati bahkan kami telah mengadakan upacara pemakaman untukmu?”
“Ya, tapi aku sudah meminta si dokter berwajah katak untuk menjamin kalau aku masih hidup!!”
“Dokumen yang menyatakan hal itu tidak pernah sampai ke sini. Apa yang kau lakukan dengan dokumen sepenting itu? Tanpa itu, ibu tidak bisa menghitung kehadiranmu meskipun kau ada di kelas. Kita tidak menjalankan sekolah hantu di mana orang mati diperbolehkan mengikuti kelas.”
“Tapi aku sudah mengirimnya.”
“Barang itu tidak pernah sampai.”
“Aku memasukkannya ke dalam salah satu amplop dokumen besar, menempelkan banyak perangko, dan menyelipkannya ke dalam kotak pos!!”
“Ibu beritahu lagi, surat itu tidak pernah sampai. Selain itu, kau tidak seharusnya memasukkan amplop dokumen tebal itu ke dalam kotak pos merah di pinggir jalan. Kau seharusnya mengirimkannya langsung ke kantor pos.”
…Apakah ini berarti seperti yang Kamijou pikirkan?
Kamijou telah mengirimkan dokumen penting itu, tetapi dokumen tersebut hilang selama proses pengiriman dan tidak pernah sampai ke sekolah?
“B-bagaimana aku bisa menemukannya? Ahhh, andai saja ada sistem seperti belanja online yang bisa melacak lokasi paket saat ini lewat GPS.”
Kamijou sudah memiliki firasat buruk sejak saat dia mengetahui bahwa itu adalah dokumen kertas. Sejak ponsel pintar menjadi hal yang umum, dokumen fisik mulai terasa asing. Jika dia bisa mengirimkannya secara online dalam hitungan detik, mengapa mereka masih memakai sistem yang ketinggalan zaman?! Pemerintah seharusnya lebih memikirkan perasaan orang-orang yang baru saja menghadapi kematian, menerobos neraka, dan kembali hidup!!
Tapi Komoe-sensei tampaknya tidak terlalu khawatir.
“Mungkin sekarang ada di Distrik 23?”
“Hah? Itu kan tempat bandara dan landasan peluncuran roket? Kenapa di sana?”
“Karena sistem manajemen kargo dan surat berteknologi tinggi paling canggih ada di sana. Dan juga pemrosesan bea cukai. Mereka punya mesin yang membaca label dan secara otomatis memilah surat, tapi ibu pernah dengar kalau surat yang tidak bisa dibaca dan hilang akan berakhir di distrik itu. Kadang-kadang mereka terus mencoba mengirimkan salah satu paket ketika ibu tidak di rumah sampai ibu terpaksa harus mengambilnya sendiri ke sana.”
Ya. Itu alasannya Kamijou Touma mengunjungi Distrik 23 sepulang sekolah.
…Yang kemudian berujung tertangkap oleh dua gadis berbahaya di bandara internasional yang konon sangat aman.
“Tatemiya-san.”
“Iya?”
Tatemiya Saiji yang bertubuh sangat besar dengan santai mengangkat tangan untuk menyapa biarawati mungil yang mengenakan sandal khusus dengan sol setebal lebih dari 20 cm.
Mereka berada di area khusus karyawan di bandara internasional yang sangat besar.
Lebih tepatnya, di area penyimpanan kontainer kargo udara.
“Dia berhasil mengecoh kita. Aku yakin dia akan menunggu sampai kita berada di luar Academy City jika dia berniat melarikan diri… tapi mungkin kita tidak bisa mengharapkan seorang buronan untuk berpikir rasional ketika dia tidak punya apa-apa lagi. Kita tidak akan bisa memprediksi apa yang akan dia lakukan selanjutnya.”
Sekilas, benda itu hanya tampak seperti dadu perak dengan sisi selebar dua atau tiga meter, tapi sebenarnya itu adalah sel yang dibuat dengan teknik terbaik Anglikan. Bahkan penyihir profesional seperti Tatemiya dan Agnese pun tidak yakin mereka bisa kabur sendirian jika dikurung di dalam… tapi pintu besi itu dengan mudah terbuka.
Agnese Sanctis meletakkan tangannya di pinggul.
“Dia hanyalah seorang anak SMA yang tersesat karena Coronzon. …Ketika pertama kali mendengarnya, kupikir teknik setingkat perburuan penyihir terlalu berlebihan untuk sel itu. Maksudku, lubang kuncinya menggunakan kunci berbentuk lingkaran bengkok berbentuk Möbius. Mencoba mendobraknya hanya akan membuang-buang waktu.”
“Tapi dia berhasil melarikan diri. Apa kau benar-benar berpikir seorang 'siswa SMA biasa' bisa melakukan itu?”
Tatemiya memperhatikan Itsuwa, Nomozaki, dan Amakusa lainnya perlahan mengelilingi wadah berbentuk dadu tersebut. Mereka menggambar lingkaran besar di lantai dengan garam halus, mendirikan penghalang di sekitar wadah tersebut.
Mereka sengaja membuat penghalang itu sangat lemah.
Jejak energi sihir sekecil apa pun akan menembus penghalang, memungkinkan mereka untuk mendeteksi keberadaannya.
Setidaknya, pembacaan ini akan memberi tahu mereka ke arah mana si buronan melarikan diri… tapi harapan mereka tidak tinggi.
Melarikan diri atas kemauannya sendiri berarti Hamazura Shiage tidak berniat untuk mendapatkan pengadilan yang adil. Mereka harus berasumsi bahwa si buronan memiliki niat permusuhan terhadap Anglikan.
Pertanyaannya adalah, bahaya apa yang akan ditimbulkan oleh emosi negatifnya.
“Aku sudah melakukan riset sebisa mungkin tentang Hamazura Shiage setelah dia berpihak pada Coronzon, tapi dia bukan siapa-siapa. Dalam istilah sains, dia hanyalah Level 0, yang berarti dia tidak bisa melakukan apa pun sendirian. Dan sebagai Level 0, perubahan pada tubuhnya mencegahnya menggunakan sihir. Dalam hal itu, dia bukanlah ancaman besar.”
“Jangan remehkan Level 0.”
Ekspresi wajah Agnese menunjukkan bahwa dia tahu contoh yang sangat jelas mengapa itu adalah pemikiran yang buruk.
“Ya, memang itu masalahnya, kan?”
Tatemiya menghela napas pelan.
Meskipun bocah berambut jabrik itu sangat tidak normal, tapi dia tak bisa dijadikan acuan.
“Masalahnya, pada akhirnya ada pada Coronzon.”
“Tapi seharusnya iblis itu sudah mati. …Apakah maksudmu dia terkena sindrom Stockholm dan masih berusaha untuk membantu iblis itu?”
|Sindrom Stockholm adalah respons psikologis di mana korban penyanderaan atau kekerasan mengembangkan ikatan emosional, simpati, hingga rasa sayang terhadap pelakunya.
“Lebih buruk dari itu.” Tatemiya langsung menolak gagasan itu. “Iblis dengan tubuh fisik adalah sebuah pengecualian ekstrem, pada dasarnya malaikat dan iblis adalah kumpulan energi.”
“Sitra Achra.”
Materi yang menjadi akar dari segala kejahatan.
Sisa-sisa dunia lama yang tertinggal di dunia saat ini, yang konon telah dirancang dengan sempurna. Keberadaannya menyebabkan dunia mengalami kerusakan dan mendatangkan segala macam kemalangan dan tragedi.
Agnese pernah mendengar bahwa Iblis Agung Coronzon sendiri yang menyebut istilah itu. Meskipun saat itu bentuknya seperti kristal kecil dan menggunakannya seperti granat kejut.
Tatemiya Saiji mengangguk.
“Dan Telesma dapat dimasukkan ke dalam semua bentuk materi di dunia fisik. Seperti jimat, azimat, pakaian, lingkaran sihir, bangunan…dan bahkan manusia.”
Atmosfer ynag tegang tidak hanya berasal dari Agnese.
Dia adalah seorang pemimpin yang membawahi hampir 250 eks Gereja Katolik. Dia harus menghindari reaksi berlebihan dan menyebarkan kebingungan yang berlebihan kepada orang lain.
Jadi, dia mengajukan pertanyaan dengan hati-hati.
“Maksudmu Sitra Achra Coronzon telah menyatu dengan Hamazura Shiage?”
“Aku tidak tahu.” Tatemiya menggelengkan kepalanya. “Lagipula, catatan menunjukkan ini bukan kontak pertamanya dengan Coronzon. Sejujurnya, aku rasa dia tidak punya waktu untuk jalan memutar dengan semua hal lain yang terjadi di Academy City. Belum lagi, mereka berdua mungkin hanya berkontak fisik selama sekitar satu jam.”
“Tapi…”
“Ya, bagaimana jika Coronzon merencanakan ini saat mereka masih bersama di Inggris? Itu akan mengubah segalanya.”
Analogi tersebut jauh dari sempurna, tapi mirip dengan hipnotis.
Setelah lama waktu dihabiskan untuk mempersiapkan segala sesuatunya di benak target, hanya dengan menjentikkan jari saja sudah cukup untuk menghasilkan efek yang diinginkan. Dalam hal ini, batasan waktu menjadi tidak relevan.
Hamazura Shiage telah menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Iblis Agung Coronzon di Inggris dan Skotlandia. Bahkan Anglikan pun tidak tahu apa yang mereka berdua bicarakan selama waktu tersebut. Ada kemungkinan dia telah menerima sesuatu dari Coronzon selama waktu yang tidak teramati itu.
Dan Hamazura sendiri pun mungkin tidak menyadarinya.
“Jika Telesma milik Coronzon — yakni Sitra Achra — ditempatkan di dalam Hamazura Shiage, tingkat ancamannya akan berubah secara signifikan. Hamazura memang tidak bisa menembakkan Adikalika hanya dengan kekuatan Coronzon… tapi jika dia menutupi beberapa kekurangan dalam kemampuannya, maka itu bisa menjadi mungkin.”
Esper tidak bisa menggunakan sihir.
…Begitulah kata mereka, tapi lebih tepatnya perbedaan pada tubuh para esper berarti proses yang digunakan untuk memurnikan energi kehidupan mereka menjadi energi sihir akan menyebabkan kerusakan dan efek samping yang merusak pembuluh darah dan saraf mereka.
Jadi itu bukanlah sesuatu yang mutlak.
Dengan sumber energi terpisah seperti Coronzon, dia tidak perlu menggunakan energi kehidupannya sendiri. Jadi, tetap ada kemungkinan dia dapat menggunakan mantra Iblis super tanpa efek samping apa pun.
Belum lagi, jika Hamazura memilih untuk menggunakan sihir dengan merusak diri sendiri, efek sampingnya bisa diabaikan.
Hal itu akan menyebabkan sihir penghancur dunia aktif dengan mengorbankan nyawa seorang anak lelaki.
Agnese menghela napas.
“Meskipun dia Level 0, jika seorang siswa Academy City melancarkan serangan ke Vatikan menggunakan Adikalika, kita akan kembali ke titik awal. Tidak, mungkin lebih buruk ketimbang saat kekuatan luar seperti Coronzon membajak kota ini.”
Sitra Achra bertindak seperti virus komputer yang kita kira telah sepenuhnya dihapus dari sistem tapi kembali setelah proses pemulihan selesai. Mereka telah mengalahkan Coronzon, tapi ancaman Adikalika tetap ada.
Ancaman yang terus-menerus dan tidak jelas bukanlah lingkungan yang baik untuk diplomasi.
“Meskipun begitu… kita pernah mengalahkan Coronzon sekali. Bahkan jika Hamazura Shiage menerima sebagian kekuatannya sebagai Sitra Achra, dia tidak akan seburuk Coronzon, kan?”
“Jangan terlalu yakin.”
Agnese sepertinya berusaha memaksakan interpretasi positif pada gagasan itu, tapi Tatemiya menolaknya mentah-mentah. Bahkan…
“Itu mungkin batasan Coronzon sebagai makhluk yang sepenuhnya magis, tetapi Hamazura Shiage mungkin memiliki lebih banyak pengetahuan tentang sisi sains daripada Coronzon. Hamazura mengacu pada sumber pengetahuan yang berbeda. Jika campuran sihir dan sains memicu reaksi kimia yang abnormal, peringkat kekuatan yang biasa saja mungkin menjadi tidak berarti.”
Ukuran sampel terlalu kecil untuk mengatakan sesuatu dengan pasti.
Dan Tatemiya bukanlah satu-satunya yang ingin mengisi kekosongan dengan prediksi pesimistis sebagai tindakan defensif.
“Lagipula… kemenangan kita atas Coronzon pertama kali hampir merupakan keajaiban. Menurutmu, ada berapa banyak kelompok dan rencana berbeda yang beroperasi malam itu? Apa kau yakin kita bisa dengan sengaja mengumpulkan semua itu di sekitar Kamijou Touma untuk kedua kalinya?”
Anggap saja seperti PR liburan musim panas. Itu adalah puncak kemampuan mereka, jadi rencana jangka panjang mereka akan berantakan jika mereka menganggap itu sebagai patokan.
Mereka harus bertindak dengan asumsi bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi.
Agnese juga seorang bawahan yang bukan berasal dari kalangan atas, jadi dia pasti mencium bau pekerjaan kotor. Dia meringis.
“Lalu kita harus menangani tahanan yang melarikan diri… seperti itu?”
“Aku ragu Priestess kami akan memberikan perintah semacam itu.”
Pemimpin Amakusa memang tipe orang yang seperti itu.
Sekilas melihat Nama Sihir Kanzaki Kaori sudah cukup untuk mengetahui bahwa dia tidak akan pernah mengizinkan pembunuhan. Orang jahat pun tidak terkecuali.
Akan tetapi.
Itu bukan alasan untuk berdiam diri?
Mata Tatemiya Saiji tertuju pada dua orang lain yang berdiri tidak jauh darinya.
Stiyl Magnus dan Isabella Teisme.
Suasana mereka… tidak, dunia mereka berbeda.
“Kedua orang itu adalah anggota Necessarius sejati. Jadi mereka mungkin akan memerintahkan perburuan penyihir. …Dengan kata lain, membunuhnya begitu kita menemukannya.”
“Aneri, apa kau tahu apa yang mereka bicarakan?”
Ponsel yang retak itu berdengung dua kali.
Artinya tidak.
“Aku juga tidak bisa mengatakan apa-apa.”
Hamazura Shiage berada di area penyimpanan kontainer.
Dia bersembunyi di balik kontainer di dekatnya.
Siapakah kedua orang itu? Para biarawati dan gadis-gadis berpakaian ala anak jalanan bergegas dan bergabung dengan mereka. Mereka tampak berasal dari berbagai etnis dan negara.
Bagaimanapun, ini memberitahunya tentang kebijakan Inggris terkait dirinya.
Bunuh dia begitu menemukannya.
“…”
Mereka sepertinya menganggap dirinya sebagai penjahat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, karena Aneri tidak melakukan apa pun, dia tidak tahu bagaimana pintu sel itu bisa terbuka.
Sepertinya mereka tidak mau mendengarkan apa yang ingin dia katakan.
Jika dia mengangkat tangan dan menyerah, dia cukup yakin mereka akan langsung menembak kepalanya.
(Materi yang menjadi akar segala kejahatan. Sitra Achra. Kekuatan Coronzon, ya?)
Dia mengulang-ulang kata itu dalam benaknya.
Lalu tersenyum sambil menunduk.
(Akan sangat bagus jika tiket spesial seperti itu benar-benar ada... tapi beginilah kenyataan. Seorang Level 0 tidak akan diberikan kemampuan instan yang super kuat tanpa harus berusaha keras. Mereka terlalu berlebihan dalam menafsirkan sesuatu.)
Hamazura adalah sumber masalah bagi mereka. Dia bisa mempertaruhkan nyawanya dan menyelamatkan orang asing, tapi para penegak hukum tidak peduli. Mereka bisa dengan santai membunuh "penjahat buron" tanpa mendapat hukuman dan diberikan medali oleh para VIP. Dengan ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan mereka dari kesulitan lalu menghabiskan pajak rakyat untuk memenjarakannya.
Hamazura merasakan dua getaran di tangannya.
Berasal dari ponselnya yang retak. AI Aneri meminta instruksi baru.
(Jika aku menyerah, mereka akan membunuhku. Jadi apa yang harus kulakukan?)
Hamazura tidak memiliki tujuan tertentu dalam pikirannya.
Dia telah berhasil keluar dari sel dan kembali bebas bertindak, tapi apa yang bisa dia lakukan?
Pulang?
Akankah dia menemukan kehidupan yang damai di sana?
Lagipula, apakah kehidupan yang damai adalah apa yang benar-benar dia inginkan?
Dia harus mempertimbangkan apa yang sebenarnya dia inginkan.
…Ya, benar. Dia hanya menginginkan satu hal: mencari tahu apa yang bisa dia lakukan dengan sisa hidupnya untuk Coronzon yang telah mati. Jika dia memiliki kebebasan, dia perlu berjuang dan mencari jawaban tersebut.
Gadis itu sedang makan kari.
Apakah orang-orang yang lewat di sekitarnya sedang dalam perjalanan menuju atau pulang dari salah satu lembaga kemitraan luar negeri? Di antara semua pebisnis yang datang dan pergi, Leivinia Birdway sedang makan kari daging sapi di ruang tunggu bandara internasional.
Kamijou Touma tidak bisa mengimbangi kecepatannya.
“Kenapa malah makan nasi kari? Dua orang berbahaya seperti kalian sudah jauh-jauh datang ke Jepang, jadi jelas sekali akan terjadi sesuatu!”
“Salah sendiri bandara-bandara di Jepang punya nasi kari yang enak! Ini makanan khas Jepang, sama seperti sushi dan tempura. Kau tidak bisa menemukan nasi kari di India dan kau juga tidak bisa mencari kari 'ala Eropa' yang hanya dibuat di Jepang ini di Eropa!!”
Lessar juga sangat antusias. Ngomong-ngomong dia memesan kari seafood. Dia mati-matian mempertahankan piringnya setiap kali sendok Birdway mendekat untuk mencuri sedikit makanan.
Apakah pesawat pemerintahan mereka tidak menyediakan makanan dalam penerbangan?
“Tanpa Mark dan yang lainnya bersamaku, aku butuh seseorang yang siap sedia melayaniku. Kau bisa menghindari tugas itu jika mau, tapi jika orang-orang bodohku menganggapmu bersikap tidak sopan kepada bos cabal mereka, kau mungkin akan menerima 'hadiah' dari sekelompok orang berjas dan berkacamata hitam, jadi berhati-hatilah.”
Reaksi yang bisa dikeluarkan Kamijou hanyalah gemetar.
…Tapi mengapa Kamijou harus melayani Birdway? Bukankah Lessar dikirim bersamanya untuk hal semacam itu???
Tapi kemudian ekspresi wajah Nona Birdway menjadi kosong.
Dan dia berbicara dengan suara yang sangat rendah dan mengerikan.
“Kalau kau tidak mau, tidak apa-apa. Aku selalu bisa melakukannya sendiri. Hmm, aku mengerti.”
“Eh? Tunggu, dari mana datangnya suasana menakutkan ini, Birdway-san? A-ayo, berhenti menggembungkan pipi dan memonyongkan bibirmu, dan tatap aku. Bisakah kau tersenyum?”
“Jangan memprovokasinya. Jika bos cabal Dawn-Colored Sunlight yang terkenal itu memutuskan untuk menanggapi ini dengan serius dan mengerahkan seluruh kekuatannya, seluruh wilayah ini akan hancur lebur!”
“Tunggu?! Tapi semua surat yang hilang di seluruh Academy City dikumpulkan di sini, di Distrik 23. Bahkan termasuk paket berisi sebatang sabun yang dipesan orang secara online, yang berarti ada puluhan ribu barang per hari! Jika aku harus mencari dokumen bukti kalau aku masih hidup di setiap gedung, ruangan, rak, dan kotak, maka aku tidak akan pernah menemukannya. Jika aku tidak bisa memeriksa komputer raksasa mereka, maka dokumen itu akan hilang selamanya, jadi jangan hancurkan! Hidupku akan berakhir!!”
“Hmph.”
Gadis yang suka makan kari itu tidak mau menatap mata Kamijou, apalagi tersenyum.
Kurang lebih, dia telah menyandera masa depan Kamijou! Berbagai pikiran berkecamuk di benak Kamijou. …Birdway dan Lessar pada dasarnya adalah sepasang bom kecil dan Kamijou tidak bisa membiarkan mereka lepas dari pandangan. Akan lebih baik untuk tetap bersama mereka sampai Kamijou mendapatkan dokumennya.
Lessar tertawa terbahak-bahak seolah-olah ini tidak ada hubungannya dengan dirinya.
“Ngomong-ngomong, ke mana teman-teman yang biasa bersamamu hari ini, Kamijou-san? Itu loh, biarawati dan Dewa yang sama-sama besar kepala itu.”
“Jangan sampai mereka berdua dengar itu…”
“Apa, kau ingin kita merahasiakannya hanya berdua saja? Selamat datang di awal kehidupan baru yang kotor dan tidak bermoral!!”
Kamijou datang ke Distrik 23 karena dia telah dijatuhi "vonis mati" berupa tinggal kelas oleh Komoe-sensei dan perlu segera mengajukan banding. Jadi dia datang ke sini langsung setelah sekolah tanpa mampir ke asramanya tempat Index dan Othinus menunggu.
Dengan ekspresi yang menunjukkan kesadaran yang perlahan muncul, candaan itu lenyap dari mata Lessar.
“…Tunggu, maksudmu ini adalah kesempatanku?”
“Hei, kok matamu jadi seram.”
Meminta Lessar untuk merawat Birdway tampaknya hanya sekedar mimpi.
Birdway sendiri dengan penasaran mengaduk-aduk beberapa fukujinzuke merah dengan sendoknya sambil berbicara.
|Semacam acar yang digunakan sebagai pelengkap kari.
“Hamazura Shiage, ya? Sebuah bidak yang cukup menarik untuk muncul di papan catur.”
Birdway mengatakannya seolah sedang menikmati mengemut permen keras di dalam mulutnya.
Dan dengan senyum tipis.
Birdway pernah bertemu Hamazura sebelumnya, kan? Di asrama Kamijou dan di tempat yang lainnya.
…Nama itu juga mulai memiliki arti penting bagi Kamijou .
Hamazura Shiage telah menyaksikan saat kematian Iblis Agung Coronzon. Di galangan kapal yang berisi kapal induk nirawak yang telah hancur, Hamazura berteriak "tunggu". Dan Kamijou tidak mengindahkannya.
Kamijou telah membunuh Coronzon untuk melindungi dunia.
Tapi, seperti apa dunia di mata Hamazura?
“Jadi, penjahat yang mereka tangkap ternyata dia… Lalu bagaimana nasibnya sekarang?”
“Yah, dia memang ancaman. Lagipula, dia tahu hal-hal tentang Coronzon yang tidak diketahui orang lain. Bisa jadi Coronzon sebenarnya adalah gadis manis polos yang kesepian. Jika Hamazura mulai menyebarkan informasi tentang Coronzon, dan mulai mendapatkan pendukung. Tidak, jika itu terjadi, itu namanya sudah penyebaran agama dan penginjilan, bukan? Heh heh. Mungkin bakal jadi Gereja Coronzon? Wajar bila Anglikan begitu waspada sehingga mereka membangun sel khusus untuknya.”
“…Benarkah?”
Itu sangat berbeda dari ekspektasi Kamijou.
Gereja…Coronzon?
Kematian Coronzon telah mengubah Hamazura menjadi ancaman. …Kamijou mengira itu adalah masalah sains, seperti memulai baku tembak atau meledakkan bom.
Birdway mengangkat bahu.
“Kau tidak berpikir bahwa membunuh Coronzon akan langsung membersihkan semua masalah yang dia sebar, kan? Pengaruh manusia di dunia tidak akan lenyap seketika mereka mati. Dan di sini kita berbicara tentang Iblis Agung yang keluar dari mitos. Aku tidak akan terkejut jika kematiannya justru menyebabkan kehadirannya tumbuh. …Dan di setiap era, ada sebagian kecil populasi yang muak dengan kehidupan mereka. Jika orang-orang itu mulai berkumpul di bawah panji Coronzon, itu bisa menyebabkan ideologi apokaliptik menyebar ke seluruh dunia. Sudah bisa terbayang kalau Anglikan dan Academy City tidak menyukai ide itu.”
“Kau yakin? Dari sudut pandang bisnis, krisis global tampaknya merupakan peluang besar untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan. Ha ha ha. Kiamat adalah peluang bisnis terbaik!”
Dengan kecenderungannya yang biasa untuk memberikan komentar yang tidak pantas, Lessar tampak seperti sedang melihat tanda dolar di matanya. Tapi tunggu. Apakah mereka menggunakan dolar di Inggris?
“Hamazura Shiage memihak Coronzon. Hal itu membawa kerugian baginya dan membuatnya diperlakukan sebagai penjahat, tapi sikap psikologisnya tidak berubah. Itu menjadikannya bukti nyata bahwa seseorang dapat menyembah kejahatan absolut. Jika ada satu orang telah melakukannya, maka kemungkinan ada lebih banyak lagi yang akan melakukannya selama kondisinya mendukung.”
Tidak ada iblis murni. "Iblis" adalah kata yang digunakan orang ketika mereka ingin mencemooh dewa-dewa dari orang yang mereka benci.
…Menurut Index, itulah teori Aleister.
Coronzon dikenal sebagai Iblis Agung, tapi berdasarkan teori itu, dia mungkin memiliki sifat-sifat yang diperlukan untuk menarik orang-orang di luar mitologi tertentu.
Benih yang ditanam di Hamazura adalah kabar buruk, baik dia menaburnya di sekitar orang lain atau membiarkannya tumbuh di dalam dirinya.
Dalam beberapa hal, mereka bahkan lebih berbahaya daripada Adikalika atau Dakshina Kalika.
Hamazura Shiage menelan ludah.
Deretan detektor logam dan pemindai bagasi itu persis seperti yang pernah dilihatnya di TV dan film.
“Kh.”
(Ini buruk. Aku pasti sedang berada di gerbang imigrasi untuk penerbangan internasional.)
Keamanan di sini akan lebih ketat daripada tempat lain di bandara internasional. Dia akan berada dalam masalah besar jika dia tidak berhenti berlarian tanpa tujuan dan benar-benar menghafal tata letak bandara. Sikap umum AI Aneri adalah membantunya dengan apa pun yang ingin dia lakukan, jadi AI tersebut tidak dapat membunyikan alarm pada tahap ke mana dia pergi atau apa yang sedang dia lakukan.
Tapi, ini tetap buruk. Dia harus segera pergi ke tempat lain.
Tentu saja dia tidak tahu persis apa yang akan dia lakukan setelah melarikan diri. Tapi untuk saat ini dia tidak ingin ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang Inggris itu.
Apa yang bisa dia lakukan untuk mendiang Coronzon?
Lampu hijau di pintu keluar darurat menarik perhatiannya.
Andai saja ada pintu yang memungkinkannya melarikan diri dari seluruh hidupnya.
Sebuah jalan keluar yang memungkinkan dia dan pacarnya, Takitsubo, lolos dari bahaya dan hidup di sebuah pulau tropis yang jauh.
“Tunggu!!”
Sebuah suara keras memanggilnya dari belakang. Suara seorang gadis yang familiar.
“Kh.”
Di saat-saat seperti ini, akan lebih baik kalau itu adalah seseorang yang tidak dia kenal.
Hamazura berbalik dengan kaku dan berbicara, suaranya serak.
“Dion… Fortune?”
“Benar, Hamazura.”
Gadis bertubuh pendek itu menatapnya langsung dan mengangguk.
“Bisakah kau bayangkan betapa berbahayanya posisi yang kau tempati? Tidak, maaf. Kau tidak akan melakukan hal seceroboh itu jika kau punya pilihan. Melarikan diri, dari semua hal, sama saja dengan menawarkan kepalamu dan meminta untuk dibunuh. Kalau tidak salah ada pepatah di negara ini yang berbunyi ‘jangan berpegangan pada jerami’? Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi kau hanya berlarian tanpa tahu harus pergi ke mana, kan?”
|Artinya jangan berpegang pada harapan yang tipis atau hampir mustahil. Pepatah lengkapnya adalah “di kala terhanyut, jangan berpegang pada jerami”
Hamazura tidak bisa menjawab.
Dion Fortune benar… tapi Hamazura tidak yakin apakah dia harus memberitahunya.
“Aku bisa menunjukkan jalannya. Aku akan bertindak sebagai penopangmu dan menyelesaikan semua ini untukmu.”
“…Tapi kau bersama mereka. Kau salah satu dari orang-orang Inggris atau apalah namanya itu.”
“Ya, benar. Dan intinya, aku bisa melindungimu sebagai pemimpin tertinggi Gereja Anglikan.”
“Melindungiku?”
“Aku adalah pemimpin organisasi mereka. Uskup Agung mereka. Meski hanya sebagai simbol dan hanya untuk sementara, tapi selama aku masih menduduki jabatan itu, aku bisa memakai otoritasku. Yang berarti aku tidak akan membiarkan para bawahanku menyentuhmu. …Jika kau masih ragu mengenai kematian Coronzon, aku dapat menggunakan semua sumber daya Gereja Anglikan untuk menyelidikinya. Hamazura, apa kau memiliki cara yang lebih baik untuk mengubah ketidakpuasan samarmu menjadi tujuan yang konkret?”
“…”
“Kalau begitu, ikutlah denganku!! Meninggalkan selmu dan berkeliaran sama saja dengan meminta untuk dibunuh. Dan jika kau ingin mencapai sesuatu, pertama-tama kau harus memastikan dirimu aman. Aku bisa melakukannya untukmu. Kau punya aku, Dion Fortune, sebagai kartu asmu! Bukan Anglikan ataupun Academy City!”
Kata-kata menenangkan Dion Fortune hampir membuat anak lelaki itu meraih tangannya yang terulur.
Hingga akhirnya Hamazura terganggu oleh bunyi bip yang memekakkan telinga.
Berasal dari ponselnya yang retak.
AI Aneri telah membunyikan alarm maksimal.
Hamazura secara naluriah menarik tangan kanannya sedikit ke belakang.
Fwoosh!!!
Tiba-tiba, sesuatu yang tajam melesat di antara dia dan Fortune. Itu tampak seperti anak panah yang terbuat dari cahaya.
Dan ketika dia menoleh, dia melihat mereka.
Awalnya sulit untuk memastikan karena mereka tampak seperti anak jalanan, tapi Hamazura sedang diawasi oleh sekelompok orang bermata jahat yang menjaga jarak. Dan sepertinya mereka siap menembaknya dengan… kekuatan esper? Sihir? Yah, semacam kekuatan paranormal yang tidak bergantung pada senjata api.
Seorang wanita muda dengan rambut hitam yang dikuncir kuda mengulurkan telapak tangannya ke arah Hamazura.
Hamazura cukup yakin bahwa wanita itu berpihak pada Anglikan.
Apakah Hamazura benar-benar jahat di mata mereka? Dion Fortune pasti bisa melihat perasaan Hamazura dengan cepat menjauh darinya karena kini dia berteriak dengan panik.
“T-tidak, Hamazura! Aku tidak tahu apa yang terjadi! Aku tidak memerintahkan mereka untuk melakukan itu!!”
“Maaf, Fortune…”
Dion Fortune bukanlah orang jahat. Hamazura tahu itu.
Tapi, Hamazura tidak menerima uluran tangan gadis itu. Karena dia akan dibunuh jika melakukannya.
Ekspresi terkejut gadis itu terukir di benak Hamazura.
Tapi dia tetap mengatakannya.
“Aku sudah berhenti bergantung pada kebenaran dan keadilan.”
Hamazura Shiage telah melarikan diri.
Dion Fortune memandangi kepergiannya.
Dengan tangannya yang belum digenggam masih terulur di udara kosong.
Meskipun Hamazura pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan dirinya ketika hancur berkeping-keping menjadi kartu.
Tindakan Fortune di sini… malah menjadikannya musuh Gereja Anglikan, anggota dari tiga sekte Kristen besar yang khusus memerangi para penyihir manusia. Itu adalah pilihan yang bodoh, amatir, dan tindakan bunuh diri. Seorang penyihir profesional yang cerdas akan menyembunyikan segala permusuhan yang mungkin mereka miliki.
Dengan kata lain, Hamazura tidak bertindak seperti seorang profesional.
Jadi, apakah dia benar-benar orang yang mesti diincar oleh Gereja Anglikan dan para profesionalnya dari seluruh dunia?
Apa yang mereka lakukan terhadap salah satu orang biasa yang seharusnya mereka selamatkan?
(Apa-apaan itu…)
Dion Fortune membentak Kanzaki karena bertindak tanpa izin.
“Apa yang kalian lakukan?! Apa kalian lupa bahwa aku adalah Uskup Agung yang berada di puncak Gereja Anglikan? Aku tidak akan membiarkan siapa pun dari kalian membunuh Hamazura! Aku akan menggunakan seluruh wewenangku untuk memastikannya!!”
“Justru di situlah masalahnya.”
Suara muram yang menyela itu milik sang Ahli Nekromansi Isabella Theism.
Dion Fortune tidak menegur. Menginterupsi Uskup Agung itu sendiri sudah merupakan tindakan tidak sopan, tapi dia tampaknya tidak peduli.
“Kau terlalu berlebihan dalam mendukungnya. Siapa yang akan mengikuti perintah seorang pemimpin yang tidak mampu bersikap objektif dan tidak memihak karena perasaan pribadinya? Terutama di antara kita umat Anglikan yang melindungi dunia dari para penyihir jahat.”
“Apa—?”
“Lagipula, bukankah kau adalah grimoire asli yang mengambil bentuk kartu tarot? Kau adalah penyihir Golden yang diciptakan oleh Iblis Agung Coronzon. Aku tidak akan terkejut jika kau telah dimanipulasi untuk secara tidak sadar mendukung Hamazura Shiage… atau lebih tepatnya, sisa-sisa Coronzon.”
Topik itu pun kini keluar.
Pikiran Dion Fortune memang murni miliknya sendiri, tapi bersikeras akan hal itu dalam menghadapi seseorang yang menentangnya jatuhnya percuma. Isabella tahu itu, jadi dia mencibir tipis. Sambil menyaksikan kejatuhan bosnya.
Tampaknya Isabella bukan satu-satunya yang berpendapat demikian.
Meskipun ada banyak orang berkumpul di sini, tak seorang pun dari mereka bergerak untuk membela Fortune. Pada akhirnya, apakah dia tidak lebih dari orang asing di mata mereka?
Stiyl Magnus melirik tanda "dilarang merokok" di dinding dan menyalakan sebatang rokok baru sambil berbicara.
“Anggota-anggota berpengaruh dari Keluarga Kerajaan dan Pasukan Ksatria juga telah menyatakan keprihatinan mereka. Itu berarti kau tidak lagi mendapat dukungan dari orang-orang. …Sudah waktunya, Dion Fortune. Kau ditempatkan sebagai figur sementara untuk mencegah kekacauan karena tidak adanya Uskup Agung setelah kejatuhan Lola Stuart. Aku dengar kau sendiri yang mengusulkan ide tersebut dan meyakinkan Yang Mulia Ratu. Jadi sebaiknya kau menghilang sebelum kau mulai menimbulkan kekacauan.”
Dion Fortune tidak tertarik pada kekuasaan politik. Dia sudah tahu sejak awal bahwa pada akhirnya dia akan kehilangan kekuasaan itu.
Tapi Hamazura Shiage adalah masalah yang berbeda.
Hamazura bukan seorang penyihir, jadi dia seharusnya tidak dibunuh berdasarkan aturan dunia sihir. Dia tidak bisa membiarkan orang-orang ini menghukum Hamazura demi kepentingan mereka sendiri seperti ini.
Dion Fortune tidak bisa melakukannya sebagai Uskup Agung, meskipun dia hanya sebagai figur simbolis sementara.
Dion Fortune tidak mungkin melakukannya karena dia adalah salah satu penyihir Golden asli yang telah meletakkan dasar sistem sihir yang ada hingga hari ini.
…Dan yang terpenting, Dion Fortune tidak bisa melakukannya sebagai temannya.
Lalu Dion Fortune pun mulai mencemooh.
“Kalian kira bisa menghentikanku, dasar orang-orang bodoh.”
“Kalau begitu, matilah kau.”
Stiyl tidak ragu untuk menjawab.
Tempat itu tiba-tiba menjadi ramai.
Suster Lucia memegang roda kayu raksasa di depannya dan roda itu pecah dengan sendirinya. Serpihan-serpihan tajam membentuk dinding yang berhamburan dan melesat ke arah Dion Fortune. Dan kantong-kantong koin emas — yang lebih berat daripada palu — menggunakan sayap bercahaya untuk terbang di antara celah-celah serpihan dan menuju kepala serta ulu hati Fortune. Itu milik Angelene.
Tapi dia tidak terluka.
Dion Fortune hanya perlu mengulurkan tangan kanannya.
Di dalamnya terdapat sebuah kotak hitam.
“Terjemahkan, sederhanakan, dan buat baru.”
Semuanya tertelan.
Baik itu dinding yang dipenuhi serpihan kayu yang berserakan maupun kantong koin yang beterbangan.
“Archetype Processor. …Aku tak percaya kalian berani menantangku dengan sihir biasa tanpa trik apa-apa. Jangan remehkan anggota asli dari cabal Golden, dasar bocah-bocah ingusan!!”
Bwaam!!
Ketika tutup kotaknya terbuka sendiri, lumpur kotor menyembur seolah-olah keluar dari selang. Dan lumpur ini mengandung tumpukan serpihan logam seukuran pick gitar yang akan mengupas daging dari tulang siapa pun yang disentuhnya. Jika Kanzaki tidak memasang banyak kawat untuk membuat penghalang, itulah yang pasti akan terjadi.
(Hadeh… mengapa kau tidak mengarahkan belas kasih yang mengharukan itu kepada si domba amatir yang tidak tahu apa-apa tentang dunia sihir dan telah dimanipulasi oleh Iblis Agung?)
Jika mereka tidak mampu melakukan hal itu, Dion Fortune harus mengalahkan mereka dan merampas hak mereka untuk menegakkan keadilan.
Dengan menggunakan tugas dan wewenangnya sebagai Uskup Agung Gereja Anglikan.
Dia meringis sambil meraung.
“Tidak seperti tangan kanan tertentu, ini tidak hanya meniadakan sihir dengan aman dan mudah. Ini adalah spiritual item yang dapat mengubah semua sihir menjadi bentuk random yang bahkan penggunanya sendiri tidak bisa tebak. Intiplah ke dalam kotak yang terbuka itu dengan risikomu sendiri. Di sana kau akan menemukan dosa dan karma yang kau arahkan kepada orang lain!!”
Karena outputnya acak, hanya ada satu alasan mengapa Fortune tidak terjebak dalam ledakan dan ikut terbunuh: keberuntungan semata. Dan faktor yang tak terhitung seperti itulah yang paling menakutkan dalam pertempuran.
Dan.
Isabella Theism, seorang Ahli Nekromansi berkulit gelap, berbisik pelan sambil mengabaikan bahaya yang menimpa sekutunya. Dia tampak sangat tenang.
Kata-katanya jelas-jelas merupakan sebuah kutukan.
“Engkaulah raja kegelapan yang memerintah semua yang ada di bawah cakrawala. Engkaulah penguasa rumah yang menyambut dewa matahari. Engkaulah pengelola malam yang perkasa, penguasa separuh hari, penguasa separuh dunia. Engkaulah dewa yang selalu dapat dibangkitkan jika ritual yang tepat dilakukan meskipun tubuhmu hancur, tercabik-cabik, dan tersebar di seluruh negeri. Engkaulah raja agung kematian, kesetaraan, keadilan, dan pengorbananmu sendiri. Aku siap menyambut Engkau.”
Keringat dingin mengalir di dahi Dion Fortune.
Ini… yang ini benar-benar buruk.
Ini adalah salah satu simbol mitologi yang bahkan sangat dihargai oleh Penyihir Crowley. Aeon Isis, Aeon Osiris, dan Aeon Horus… Bahkan seorang siswa SMP atau SMA yang pernah sedikit menelusuri halaman beranda R&C Occultics akan familiar dengan istilah-istilah tersebut.
Lebih dari itu, Dion Fortune sendiri pernah bertemu dengan seorang wanita yang menyebut dirinya Dewa Sihir Nephthys di London. Bukan berarti dia tidak mampu menandinginya. Perbedaannya begitu mencolok sehingga dia bahkan tidak mampu mengumpulkan kemauan untuk mencoba melawan. Dan Dewa ini bahkan memiliki peringkat lebih tinggi daripada Nephthys dalam mitos kuno.
Dion Fortune berteriak, matanya melotot.
Dia menyebut nama musuh bebuyutan yang menghalangi jalannya.
“Dewa Dunia Bawah Osiris?!”
Kedua gadis kecil itu, Lessar dan Birdway, berjalan ke toko-toko suvenir di area bebas bea dekat ruang tunggu. Mata mereka tertuju pada rak produk tertentu dengan penuh minat.
“Wah, mereka punya begitu banyak jenis kondom yang berbeda-beda.”
“Yah, Jepang dikenal sebagai raja karet. Kudengar teknologi silikon mereka sangat mengesankan. Sungguh penggunaan teknologi yang sia-sia. Mungkinkah ini sebabnya angka kelahiran mereka sangat rendah?”
“…”
Mereka melakukan perjalanan jauh ke Jepang dan mereka malah fokus ke situ? Kamijou tidak bisa memahami alasan mereka.
Lessar sedikit gemetar.
“Tapi kenapa ada orang yang membutuhkan benda itu di bandara? …Ahh!! A-apakah mereka semua menggunakannya di pesawat? Itu ide yang menarik!!”
“Baiklah, percakapannya cukup sampai sini.”
Birdway mencoba-coba sepasang teropong, meskipun tidak jelas apa gunanya di bandara.
Tapi perhatiannya beralih ke tempat lain.
“Hmm, ada sesuatu yang terjadi di sini.”
“Lihat, kan sudah kubilang hal itu akan terjadi.”
“?”
Kamijou mengerutkan kening.
Seperti ekspektasinya kah?
Rencananya Hamazura Shiage akan diserahkan, kan? Kedua orang ini telah menaiki pesawat pemerintah Inggris ke Academy City, tapi mereka belum bergabung dengan Anglikan. Apakah ini terkait dengan alasan mereka yang bertindak secara mandiri?
“Hei… Ini tidak lucu. Semua surat yang hilang di Academy City berakhir di sini. Jika sekelompok penyihir macho berbadan besar mengamuk di Distrik 23, aku tidak akan bisa mencari dokumenku!!”
“Jika itu adalah kekhawatiran terburukmu, maka bisa dianggap kalau kau sedang beruntung.”
Kamijou tidak menyukai hal itu.
Apa maksudnya mereka akan memasuki fase genting di mana mereka akan menghadapai masalah yang jauh lebih besar?!
Birdway mengambil satu set spidol permanen lima warna dari rak dan berbicara.
“Dengar, Kamijou Touma. Hari ini akan menjadi hari yang sibuk. Banyak hal tak terduga akan terjadi. Tapi apa pun yang terjadi, ingat satu hal ini.”
Birdway memberikan ramalan yang suram.
“Buruan kita adalah seorang penyihir. Menangkap Hamazura Shiage sayangnya tidak akan menyelesaikan masalah ini.”
Dia melarikan diri.
Menolak uluran tangan Dion Fortune.
Kini Hamazura Shiage benar-benar sendirian. Dia masih menjadi buronan yang bisa dibunuh sebagai penjahat kapan saja.
Dan meskipun dia tidak bisa bekerja sama dengan Fortune, dalam beberapa hal, Fortune benar. Begitu benarnya sehingga kata-katanya menusuk hatinya dengan tajam.
…Orang yang tenggelam akan berpegangan pada jerami.
Itu menggambarkan dengan sempurna apa yang saat ini terjadi pada Hamazura. Mungkin siapa pun akan melakukan hal yang sama ketika nyawa mereka dipertaruhkan, tapi dia perlu melakukan sesuatu terhadap proses berpikir yang membuatnya bertindak begitu sembarangan. Jika dia benar-benar ingin bertahan hidup, bukan harapan yang mengambang di permukaan air yang perlu dia raih menggunakan salah satu dari sedikit tiket yang tersisa. Dia perlu mengungsi ke tujuan yang lebih pasti dan kokoh, seperti perahu, pulau, atau benua.
Tapi sebenarnya apa yang ada di sana?
Pacarnya akan sedih jika dia mati. Karena dia sudah memilih untuk bertindak, dia harus memastikan hasilnya sepadan.
“Aneri, cari jalan menuju lobi yang terbuka!”
Ponselnya yang retak bergetar dua kali. Rupanya Aneri khawatir dia akan dilihat oleh terlalu banyak orang. Tapi getaran negatif itu tidak mengubah pikiran Hamazura.
Tidak ada rute yang benar-benar aman di sini.
“Tentu, tidak akan ada yang melihatku jika aku bersembunyi di jalan buntu yang sempit dan sepi, tapi itu sama saja dengan menawarkan diriku untuk dibunuh. Aku butuh lebih banyak orang bersih di sekitar sini agar mereka tidak bisa mendekatiku!!”
Dia bekerja berdasarkan prinsip dasar yaitu tidak ingin mati.
Karena Anglikan berencana membunuhnya begitu melihatnya, dia tidak bisa begitu saja mendekati mereka dengan tangan terangkat. Mereka akan membunuhnya sesuai rencana.
Kalau begitu…
“Ditangkap oleh aparat penegak hukum Academy City seperti Anti-Skill atau Judgment akan menjadi pilihan terbaik. Buatku.”
Ponsel yang retak itu bergetar dua kali.
Aneri rupanya bertanya mengapa.
“Seperti yang kukatakan, aku ragu orang-orang Inggris itu akan ragu untuk membunuhku jika mereka menemukanku dan tidak ada orang lain di sekitar,” kata Hamazura. “Tapi bagaimana jika ada orang lain yang mengawasi? Academy City pasti telah menerima semacam penjelasan untuk menyerahkanku ke Inggris. Mereka mengharapkan orang-orang Inggris untuk memberiku pengadilan yang adil. Jadi, bisakah mereka memilih untuk mengeksekusi langsung diriku di sini hanya karena itu akan lebih mudah? Dengan menempatkan penduduk Academy City di antara aku dan orang-orang Inggris, mereka tidak akan bisa membunuhku bahkan jika mereka mau.”
Dan sementara pihak Inggris hanya duduk-duduk mencoba mencari solusi, Hamazura bisa masuk ke dalam sel dan membiarkan dirinya ditangkap. Itu akan menghilangkan alasan Inggris untuk membunuhnya karena dia adalah buronan berbahaya.
Musuh dari negara adidaya bisa menakutkan, tapi itu juga berarti bahwa mereka harus mematuhi aturan negara asal mereka. Dan mereka tidak berhak membunuh seorang penjahat yang dikelola dengan baik atas kebijakan mereka sendiri.
(Sepertinya Aneri tidak tahu banyak tentang politik dan diplomasi. Yah, itu masuk akal untuk AI yang hanya perlu akurasi. Ketika yang kau miliki hanyalah data untuk memahami dunia yang penuh dengan hal-hal yang tidak tepat seperti dugaan dan membaca situasi, membuat prediksi yang tepat bukanlah hal yang mudah.)
“Jadi, cara tercepat apa agar Anti-Skill menangkapku? Gerbang imigrasi untuk penerbangan internasional? Tidak, di situlah Fortune berada. Aku tidak bisa kembali ke sana. Selain itu, mungkin kantor yang menangani masalah narkotika? Pokoknya, Ane—”
Dia hendak memberi perintah, tapi mulutnya membeku di tengah kata.
Dia memperhatikan bau yang tidak seharusnya ada di fasilitas umum. Dia mencium samar-samar aroma asap rokok.
Bingung, dia melihat sekeliling… dan matanya tertuju pada sebuah kolom hias.
Apa itu “Kartu?”
Ada sesuatu yang ditempel di sana. Benda berlaminasi itu kira-kira sebesar kartu kredit biasa. Tapi yang digambar di atasnya itu apa? Itu tampak seperti huruf yang terdiri dari garis-garis lurus, tapi dia bisa tahu itu bukan bahasa Inggris.
Kartu itu tidak cuma satu.
Dia melihat yang kedua dan ketiga. …Tidak, stiker-stiker itu ditempel di seluruh lobi. Di lantai, di dinding, dan bahkan di langit-langit yang letaknya lebih tinggi daripada di tempat gym?! Mungkin dia tidak terlalu memikirkannya jika hanya ada satu, tetapi jumlahnya yang begitu banyak membuatnya menjadi menakutkan. Apa sebenarnya stiker-stiker itu?
Dan itu bukan satu-satunya hal yang tidak biasa.
Ini adalah lobi luas sebuah bandara internasional, namun dia sudah lama tidak melihat orang lain?!
Wiu wiu wiu wiu!!!
Ponsel yang retak itu tiba-tiba membunyikan alarm dengan suara nyaring.
“Aneri, ada apa?!” teriak Hamazura sambil langsung berjongkok.
Dia sudah terbiasa menuruti Aneri sebelum bertanya apa yang sedang terjadi, yang terbukti menguntungkan buat dirinya sekarang.
Jika tidak, sesuatu pasti sudah mengenai kepalanya.
Sesuatu berwarna oranye melesat secara horizontal, membakar udara dan meledak. Api menyembur ke satu arah seperti longsoran api. Udara kosong hangus. Jika Hamazura tetap berdiri, dia tidak hanya akan kehilangan kepalanya, tubuhnya yang hangus akan berserakan di area tersebut.
Dia yakin bahwa tidak ada seorang pun di sana sedetik sebelumnya.
Hamazura dengan panik berguling-guling di lantai. Dia sibuk menyelamatkan diri, jadi dia tidak peduli bagaimana penampilannya.
“Hiik?!”
Seseorang muncul seolah-olah dari udara kosong.
Tanpa peringatan apa pun, orang itu muncul kurang dari tiga meter darinya.
Tepat di tengah lobi bandara raksasa tanpa ada tempat untuk bersembunyi.
Hamazura mendengar suara yang muram.
“Termo? Bukan, itu sinyal ponselnya? Apa kau melihatku dengan radar anti-personnel rakitan menggunakan gelombang mikro? …Jujur saja, inilah yang membuat Academy City begitu ganjil dan mengerikan.”
(Itu bukan metamaterial?! Apa dia menggunakan panas atau sesuatu untuk mengembangkan udara dan membengkokkan cahaya?!)
Sederhananya, itu adalah fatamorgana.
Meskipun Hamazura sudah familiar dengan fenomena alam tersebut, tetap saja terasa aneh melihat seseorang memanfaatkannya dengan begitu terampil. Sesuatu terasa sangat aneh hingga membuatnya merinding.
Apakah pria setinggi 2 meter itu… seorang pendeta? Dia memiliki rambut panjang yang dicat merah, tato barcode di bawah salah satu matanya, dan sebatang rokok di mulutnya. Tak satu pun dari hal-hal itu tampak seperti ciri seorang pendeta, tapi matanya lah yang paling bertentangan dengan identitas tersebut. Jelas ini bukan tipe orang yang dengan ramah mendengarkan keluh-kesah orang lain dan memberikan nasihat. Itu adalah mata seorang predator.
“Yah, setidaknya sihir pengusir sudah selesai. Sekarang kita tidak perlu khawatir akan ada orang biasa yang terlibat di area ini. Jadi mari kita nikmati ini, wahai musuh seluruh ciptaan yang memilih untuk menyimpang dari jalan yang benar.”
(Perasaan yang mengganggu ini… Aku tidak yakin, tapi kurasa dia bukan seorang esper!!)
“Kh!! Aneri, bantu aku sedikit!”
Suara gemuruh yang tumpul dan dalam mengaduk udara.
Pemandangan di depan Hamazura terhalang dari kanan ke kiri oleh dinding baja tebal dan besar yang membentang seperti tongkat polisi. Sebuah penutup tahan api. Langit-langit di sini bahkan lebih tinggi daripada di gimnasium, tapi bandara harus melindungi para tamunya dari ancaman kebakaran dan asap. Dinding tebal ini berfungsi seperti rolling door raksasa di hanggar karena memisahkan ruang antara Hamazura dan pria besar itu.
“Oke, aku harus keluar dari sini sebelum orang itu bisa menemukan jalan memutar! Aneri!!”
Ini adalah bandara internasional. Mereka menangani bahan bakar jet di sini, jadi penutup tahan apinya sangat tebal.
Setidaknya itulah yang Hamazura pikirkan.
Sampai dia mendengar semacam suara… yang membuat risih… dan sangat lengket.
“…”
Rolling door tahan api yang dibangun sesuai standar kecelakaan penerbangan berubah menjadi oranye dan meleleh di depan matanya. Seolah-olah Rolling door itu telah dilempar ke dalam tungku peleburan.
Terbentuk lubang besar.
Dan pendeta jangkung itu tanpa ragu melangkah maju dengan pedang api merah dan biru di tangannya.
“Yang benar saja!” teriak Hamazura dengan mata terbelalak.
Sesaat kemudian…
Bwaam!!!
Sesuatu datang dari samping.
Sebuah truk tangki seberat 10 ton menerobos tembok bandara dan menabrak Stiyl Magnus.
Mungkin karena kebiasaan, tapi pendeta berambut merah itu mengayunkan pedang api secara refleks ke arah truk yang datang… dan baru kemudian sadar bahwa itu adalah truk tangki.
Stiyl menghentikan gerakannya, tapi semua sudah terlambat.
Dan ini adalah kendaraan khusus yang dimuat dengan jenis bahan bakar jet khusus yang digunakan di bandara internasional.
Truk itu pun meledak.
Hamazura mengamati dari jarak yang cukup jauh, tapi dia pun terlempar secara horizontal ketika dinding udara bertekanan menghantamnya. Dia tahu dia telah membentur lantai kurang dari satu detik kemudian, tapi rasa sakitnya hilang begitu saja.
Dia mengabaikan suara dering yang lantang di telinganya dan mengumpulkan semua tenaganya untuk berteriak ke ponselnya yang retak dari lantai.
“Aneeeri?!!!”
Dia merasakan dua getaran.
Dia melihat ke layar yang retak untuk melihat foto truk tangki beberapa saat sebelum meledak. Aneri mungkin mencoba menunjukkan kepadanya bahwa tidak ada siapa pun di kursi pengemudi, tapi itu bukan satu-satunya kekhawatirannya.
Pendeta itu belum mati, kan?
Hamazura berusaha berdiri dan mengkhawatirkan kemungkinan ledakan sekunder dan tersier ketika lautan api membubung keluar dari dalam dan kembali meledak.
“Majulah, Innocentius.”
Jantung Hamazura membeku.
Dia mendengar sesuatu. Dia pikir dia mendengar suara dari balik kobaran api berwarna oranye.
Dia melihat sosok gelap. Sosok yang besar. Tidak mungkin ada manusia yang sebesar itu! Mungkin pencahayaan menciptakan ilusi optik, tapi dia tidak punya waktu untuk memastikannya!
“Tak usah pedulikan nyawa orang asing itu!! Aku harus segera pergi dari sini!!”
Apakah pria itu seorang penyihir? Sejujurnya, pria itu terlalu menakutkan bagi Hamazura. Setelah tinggal di gang-gang kumuh Academy City, dia tahu bahwa esper memang menakutkan, tapi ada yang berbeda dengan penyihir. Mereka menimbulkan ketakutan yang lebih mengerikan yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan membuka buku teks fisika atau kimia. Ketakutan akan tabu, kutukan, hukuman ilahi, dan mantra jahat.
Mungkin memang begitu adanya.
Tapi kemudian.
Tiba-tiba, seorang wanita ada di sana.
Hamazura bahkan tidak sempat berkedip.
Itu bukan kiasan. Tanpa sadar, seorang wanita dengan kuncir kuda hitam panjang sudah berlari di sampingnya. Tapi ini bukan kasus di mana dia mengabaikan jarak di antara mereka dengan berteleportasi. Ledakan angin dahsyat yang menerpa beberapa saat kemudian tak dapat disangkal adalah ledakan sonik yang diciptakan oleh wanita itu saat dia memampatkan dan mendorong udara keluar dari jalannya.
Dengan kata lain, wanita itu telah menembus batas kecepatan suara.
Tanpa menggunakan alat bantu apa pun. Jika buku teks yang toh tidak pernah dia baca pun tidak bisa menjelaskan orang-orang ini, bisakah seseorang memberitahunya apa yang bisa dia andalkan untuk memahami mereka?!
“Jangan bercan—”
Dia bahkan tidak punya waktu untuk mengeluh kepada dunia betapa tidak adilnya ini.
Pedang yang dibawa wanita itu berkilauan.
Fakta bahwa wanita itu mengenakan katana sepanjang hampir 2 meter di pinggangnya di bandara yang seharusnya aman saja sudah cukup buruk, tapi sekarang wanita itu malah menyerangnya, dan saking cepatnya sampai-sampai mata Hamazura tidak bisa mengikutinya. Dia bahkan tidak bisa berekspektasi untuk bisa menghindar atau bertahan dari serangannya. Sebelum dia menyadari apa yang terjadi, dunia seolah berputar di sekelilingnya dan punggungnya membentur lantai.
Bagaimana cara wanita itu memutarbalikkan tubuh Hamazura dengan menggunakan pedang?
Hamazura berharap setidaknya ada seseorang yang bisa menjelaskan hal itu kepadanya.
“Gah!!”
Nafasnyanya sesak. Alur waktu kembali normal, tapi dia sama sekali tidak senang. Dia tidak terbiasa merasakan sakit dan penderitaan dari dalam tubuhnya, bukan hanya di permukaan kulit. Dengan kata lain, dia ketakutan. Konsep roh keluar dari tubuh seperti proyeksi astral mulai dia dambakan.
Terengah-engah, Hamazura menggunakan sedikit udara yang tersisa di paru-parunya untuk berteriak.
“Lakukan, Aneri!! Apa saja boleh, lakukan sekarang juga!”
Sebuah truk tangki kosong lainnya menabrak dari arah luar.
Itu tidak mengubah apa-apa.
Wanita berambut kuncir kuda itu bahkan tidak mengayunkan katana yang sangat panjang. Dengan santai dia mengulurkan tangan kosongnya untuk meraih kendaraan seberat 10 ton yang melaju kencang ke arahnya dan menghentikannya. Dengan mudah.
Dwoom!!
Suara hantaman menggelegar, bemper dan gril mesin truk besar itu penyok. Wipernya bengkok dan kaca depan pecah berkeping-keping. Sementara itu, wanita pembawa katana itu tampaknya tidak terluka sedikit pun.
…Dia berada di level yang benar-benar berbeda.
Bahkan Aneri pun terdiam. AI itu dengan lancar menjawab setiap pertanyaan yang diajukan manusia, jadi dia tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan bahwa AI itu tidak memiliki sebuah jawaban. Betapa mengerikannya wanita itu?!
Hamazura tidak bisa lagi mengandalkan Aneri.
Orang-orang berbahaya itu telah dilepaskan. Dion Fortune mengaku mengendalikan pasukan Inggris, tapi di mana dia sekarang? Hamazura sangat meragukan keselamatannya.
Apa yang bisa dilakukan Hamazura sendirian?
Dia tidak bisa terus melarikan diri.
Sebagian dari masalah itu adalah ketidakmampuannya untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan AI Aneri. ...Tapi pada akhirnya, masalah terbesar dari semuanya adalah dia tidak memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang ingin dia lakukan sekarang setelah dia keluar dari selnya.
Apa yang bisa dia lakukan untuk Coronzon dengan mengertakkan gigi dan bertahan hidup?
Dia tidak akan pernah bisa mengalahkan siapa pun jika dia tidak menetapkan suatu tujuan.
(Sialan.)
Apa yang sedang Hamazura lakukan?
Pertanyaan mendasar dan penting itu muncul di benaknya.
Seluruh kejadian ini tidak akan terjadi jika dia tetap di tempatnya. Tidak akan ada yang perlu menggunakan berbagai kekuatan mematikan. Komedi slapstick bertema pembantaian tanpa arti ini tidak akan membantu siapa pun di luar sana.
Dia ingin hidup. Ingin bertahan hidup.
Semakin besar keinginannya akan hal itu, semakin banyak kebingungan dan kekacauan yang dia sebarkan di dunia. Semakin banyak masalah yang dia timbulkan pada orang-orang, semakin mereka membencinya, dan semakin dia terpinggirkan dari dunia.
…Sama seperti yang terjadi pada Iblis Agung Coronzon.
(Sialan!!)
Dia tidak tahu apa "sesuatu" yang tak terlihat ini. Ranjau macam apa yang telah diinjaknya di sini? Dia jelas bisa merasakan garis besar sesuatu yang tidak adil dan tidak masuk akal, tapi kosakata yang terbatas tidak mampu menghasilkan kata-kata yang dibutuhkannya untuk memberitahunya apa itu!!
Hamazura bahkan tidak memiliki kekuatan lagi untuk memejamkan matanya di saat-saat terakhir.
Saat itulah sesuatu terjadi.
Suara benturan yang sangat tumpul pun terdengar.
Dia tercengang.
Hamazura sudah terbiasa menerima kekerasan, tapi bahkan dia pun diam membeku.
Itu bukanlah suara yang dikeluarkan manusia saat dipukul. Nada logam yang berat itu lebih mirip dentingan lonceng raksasa.
Dan wanita berambut kuncir kuda dengan katana yang tadinya tampak sebagai ancaman tak terkalahkan tiba-tiba terlempar ke samping. Monster itu telah menghentikan truk tangki seberat 10 ton hanya dengan satu tangan… tapi monster lain telah mendorongnya mundur lebih dari 15 meter hanya dengan satu pukulan?
“Hwa ha ha☆”
Itu adalah seorang perempuan.
Gadis pirang berbadan sangat kurus itu mengenakan celemek dan mantel tebal tahan ledak yang dilapisi lembaran tembaga. Mungkin aroma manisnya berasal dari terarium dari berbagai bunga yang ada di dalam mantelnya? Dan suara metalik tadi sepertinya adalah deru seseorang yang terkena lengan besar dari mantel yang dikenakannya. Lengan-lengan mantelnya tampak bergerak sendiri bahkan tanpa lengan manusia di dalamnya.
Hamazura tidak tahu namanya.
Tapi, anak lelaki lain yang dibenci Hamazura pasti akan langsung mengenalinya.
Dia adalah salah satu dari para Transenden.
Persisnya, Blodeuwedd the Bouquet.
Hamazura datang terlambat ke pertempuran melawan Iblis Agung Coronzon, jadi dia tidak tahu semua yang terjadi di sana. tapi, bukankah gadis itu bekerja sama dengan Kamijou Touma? Bukankah itu berarti dia salah satu dari mereka yang memburu Coronzon, dan menyebutnya Iblis Agung?!
“Apa-apaan ini?! Kepada siapa kau berpihak?!”
“Hah? Apa kau pikir aku berpihak pada orang lain? Ah ha ha! Aku jelas-jelas baru saja menyelamatkanmu, tapi kau masih tidak percaya? Kau pasti sangat dibenci sampai punya masalah kepercayaan seperti itu!”
Bahkan Hamazura pun bisa tahu bahwa gadis itu meremehkannya.
Dan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mendukung sikapnya tersebut.
Lagipula, fokus di sini telah sepenuhnya bergeser dari si wanita pembawa katana. Seluruh dunia telah menerima bahwa gadis inilah bintang dari adegan ini.
Rupanya dia bisa bercanda dalam situasi tanpa harapan karena gadis itu bahkan mengirimkan ciuman jarak jauh kepada Hamazura.
“Sejujurnya, Coronzon juga cukup menggoda, tapi sebenarnya dia menolak cinta yang diberikan kepadanya. Jika bukan karena itu, aku bisa melindunginya bersama dengan orang-orang yang dibenci di dunia. Aku memang membiarkan para amatir menangani semuanya malam itu, tapi bukan berarti aku memberi nilai sempurna pada keputusan itu atau semacamnya.”
“Apa—?”
“Jika kau ingin tahu mengapa aku bertarung di sisi Kamijou Touma sebelumnya, maka yah, itulah alasannya. Aku hanya ingin mencegah kekacauan konyol itu melukai banyak orang tak dikenal yang dibenci di belahan dunia lain, yang bahkan tak akan terhitung dalam statistik. Jadi yang kuinginkan hanyalah mencegah kiamat. Aku sebenarnya tidak membenci Coronzon sampai ingin dia mati. Tapi sekarang Coronzon tidak lagi menjadi ancaman terbesar bagi dunia. Kurasa itu juga menghapus tingkat ancamanmu. Dan jika dunia masih akan membenci sisa-sisa tak berbahaya sepertimu secara tidak adil… Yah, maka ini adalah tugasku. Kuharap kau siap, wahai dunia. Karena aku punya pelajaran ringan, seru, dan lucu untuk diajarkan padamu. Jangan pikir kau bisa tetap dingin dan tidak berperasaan selamanya☆”
Hamazura terdiam.
Ini tidak masuk akal.
Itu benar-benar konyol, tapi Hamazura masih merasa tubuhnya gemetar.
Masih ada seseorang di dunia ini yang mau berbicara secara adil tentang Coronzon, alih-alih hanya menyebutnya sebagai Iblis Agung!
“Aku hanya punya satu syarat keselamatan: seseorang yang benar-benar dibenci oleh seluruh dunia.”
Gadis itu meletakkan jari telunjuknya di bibir.
Gadis kurus itu berbisik menggoda. Dengan ekspresi wajah yang meleleh, yang terasa bertentangan dengan penampilannya.
Monster itu menjelaskan tujuan utama hidupnya.
“Seorang anak lelaki yang berpihak pada Iblis Agung, kalah, dan masih tidak tega meludahi orang yang dia pertaruhkan? Seorang manusia yang memutuskan untuk tetap teguh pada pendiriannya meskipun itu membuat seluruh dunia membencinya? …Itulah cara hidup yang bisa aku dukung. Jadi, aku kini mengakui bahwa kau telah memenuhi syarat keselamatan Transendenku. Isolasi yang ditimbulkan oleh pilihanmu mungkin merupakan akibat dari dirimu sendiri, tapi aku, Blodeuwedd the Bouquet, akan menunjukkan padamu bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang sia-sia atau tak berharga☆”
Lobi bandara telah hancur total.
Lebih dari seratus langkah kaki bergemuruh bersamaan. Anglikan, Amakusa dan Eks Katolik Roma, berbagai kelompok menyesuaikan formasi mereka dengan berbagai spiritual item di tangan. Mereka mengatur ulang posisi mereka untuk mengerubungi Blodeuwedd the Bouquet.
Dengan langkah yang goyah, tapi jelas dengan kekuatannya sendiri, Kanzaki Kaori kembali berdiri.
Dia adalah salah satu dari kurang dari dua puluh Saint di dunia.
“Kh, aku akan… tutup mata soal yang itu.”
“Ohh? Kau baik-baik saja setelah menerima serangan Transenden di kepala? Tengkorakmu keras sekali, ya? Atau otakmu yang keras? Atau kau hanya punya lebih banyak otot di dalam kepalamu?”
“Serahkan Hamazura Shiage kepada kami. Dengan itu kau tidak akan terluka.”
“Hoi hoi! Aku baru saja memakimu. Masa kau bersikap sesantai itu.”
“Kau bertarung bersama kami untuk melindungi dunia dari Iblis Agung Coronzon. Kami mungkin tidak tahu siapa kalian, para Transenden, tapi aku tetap merasa tidak enak jika harus menebas kalian keesokan harinya.”
“Oh? …Kau pikir kau lebih hebat dariku?”
Hamazura menelan ludah dan mendongak menatap Blodeuwedd the Bouquet dari tempat duduknya di lantai.
Ya, pada akhirnya gadis kurus itu adalah salah satu dari orang-orang yang berkumpul untuk memburu Coronzon.
Monster itu sendiri mendesah melihat tatapan ketakutan Hamazura. Dengan wajah seorang gadis yang terluka. Seolah ingin mengatakan bahwa tatapan Hamazura lebih menyakitinya daripada kelompok bersenjata yang mengelilinginya.
Kanzaki melanjutkan pembicaraannya.
“Sebagai seorang Saint dan Transenden, kita berdua adalah penyihir abnormal. Kita memiliki terlalu sedikit data untuk memprediksi apa yang akan terjadi jika kita berbenturan secara langsung. Bagaimana jika Hamazura Shiage, yang kau coba lindungi secara ilegal, terluka akibat efek samping dari pertempuran kita?”
Itu adalah upaya persuasi yang menyentuh hati.
Namun, Blodeuwedd the Bouquet yang menyeringai tidak melewatkan fakta bahwa Kanzaki Kaori meletakkan tangannya di gagang pedang di pinggangnya. Dan pengamatan yang cermat juga menunjukkan bahwa ujung jarinya dengan tepat memanipulasi kawat tipis, bukan pedang itu sendiri.
“Kau bersikap seolah baik hati, tapi kau hanya mengalihkan perhatianku agar kau bisa melancarkan serangan supersonik dadakan.”
“Terserah kau mau bilang apa.”
(Hmm. Apa ini sebabnya si Hamazura itu jatuh terbalik tanpa berdarah saat wanita itu menyerang dengan pedangnya? Wanita itu pasti bisa menangkap dan melemparnya dengan kawat. Aku yakin wanita itu menggunakan trik serupa untuk menghentikan truk tangki itu dengan satu tangan.)
Rupanya Kanzaki Kaori bersedia melakukan pekerjaan kotor demi bisa mencegah musuh mati. Sangat mulia, tapi Blodeuwedd the Bouquet tidak suka seorang pemimpin yang begitu dicintai oleh para pengikutnya.
“Membuat orang membencimu seperti itu bukanlah hal buruk, tapi apa kau tidak memperhatikan? Saat ini aku berpihak pada Hamazura Shiage.”
Jadi.
Blodeuwedd the Bouquet maju selangkah.
Dengan santainya.
Fwoosh!!!
Kegelapan meraung keluar.
Kegelapan itu sebenarnya adalah ribuan, atau puluhan ribu, burung gagak yang menghancurkan kaca tempered untuk masuk melalui jendela-jendela besar. Dalam insiden tabrakan burung, gagak yang tersedot ke dalam mesin pesawat penumpang bahkan dapat menyebabkan pesawat jatuh, sehingga mereka dibenci di bandara internasional walaupun mereka tidak melakukannya dengan sengaja.
Pengepungan yang khusus ditujukan untuk memerangi para penyihir itu runtuh.
Pasukan Anglikan sebelumnya memiliki keunggulan jumlah yang sangat besar, tapi pada saat ini mereka menjadi minoritas.
Terjadi perubahan cepat dalam situasi pertempuran.
“Ah ha ha ha ha ha ha ha!!”
Blodeuwedd the Bouquet adalah Transenden. Kehadirannya saja bisa mengubah segalanya.
Pasukan Anglikan segera dihapus.
Tentu saja, pasukan Anglikan tidak akan begitu saja menerima hal itu.
“Cih!”
“Tolong jangan marah kalau aku melakukannya terlalu berlebihan! Pengalamanku mencari makanan di gang-gang belakang tidak meninggalkan banyak kenangan indah tentang gagak dan tikus.”
Kobaran api menyembur dari pedang flamberge besar milik Tatemiya Saiji dan Agnese mengayunkan Tongkat Lotus untuk menjatuhkan sekelompok gagak di kejauhan seolah-olah mereka dihantam palu.
Lagipula, itu hanyalah burung gagak. Jumlah mereka memang banyak, tapi setiap dari mereka tetaplah lemah. Sihir mematikan dapat dengan mudah melenyapkan ancaman tersebut. Tapi…
“Apa kalian yakin pemikiran picik seperti itu bisa membantu kalian melewati ini? Kalian bebas membunuh mereka, tapi jangan lupa bahwa semua kehidupan itu setara.”
Gadis kurus itu tertawa terbahak-bahak.
Blodeuwedd the Bouquet memandang rendah para Anglikan dengan seringai sinis di bibirnya.
“Setiap nyawa yang direnggut akan masuk ke tabungan dosa kalian, jadi hati-hati. Hitunglah dengan cermat. Kalian tidak bisa mengakalinya. Risiko paling berbahaya adalah risiko yang ancamannya tidak terlihat. Dan begitu terjebak, maka sudah terlambat untuk bertindak☆”
Saat mengutuk seseorang, galilah dua kuburan.
Pepatah itu mungkin terdengar seperti sistem yang adil dan setara dengan hukum aksi dan reaksi, tapi sebenarnya ada celah. …Ketika jumlah nyawa di satu sisi jauh lebih besar, sistem tersebut berhenti menjadi adil.
Deg!!
Terdengar suara aneh, seperti detak jantung. Tidak, mungkin itu memang detak jantung.
Wajah para penyihir dan biarawati berubah warna.
Dari merah ke biru lalu ke ungu.
Hamazura tidak memiliki pengetahuan khusus untuk mengetahui apa yang terjadi jauh di dalam diri mereka.
Tapi, dia bisa melihat mata mereka terbuka lebar.
Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi bahkan orang bodoh seperti dia pun bisa tahu bahwa orang-orang itu sedang menderita. Dia tidak bisa merayakan kelicikan dan kecurangan ini!
Wajah seseorang tidak akan berubah warna seperti itu meskipun kita mencekiknya dengan tali yang tebal.
Tentu saja Blodeuwedd the Bouquet-lah yang diteriaki Hamazura.
“Hei!! Yang harus kau lakukan hanyalah menjagaku. Aku tidak memintamu untuk membunuh mereka!”
Sang Transenden memiringkan kepalanya.
Blodeuwedd bingung. Dia benar-benar tampak bingung.
“Umm, tapi mereka kan berusaha membunuhmu.”
“Memangnya kenapa?”
“Mereka tidak berusaha mencari tahu seperti apa dirimu sebenarnya dan langsung memutuskan untuk membunuhmu karena kau punya teman yang jahat.”
“Sekali lagi, memangnya kenapa?! Aku tidak ingin melihat orang mati. Apa itu salah? Mereka mungkin bodoh, tapi bukan berarti kita harus berpikir seperti mereka! Jadi hentikan saja ini!! Kau bilang kau membela aku, kan?!”
Hamazura mendengar suara pelan.
Tidak, itu tawa.
Blodeuwedd the Bouquet… ini benar dia kan? Gadis kurus itu membungkuk dan bahunya bergetar karena tertawa.
“Ohh… bagus, bagus sekali. Memihakmu adalah keputusan yang tepat. Mungkin kali ini aku menemukan hadiah yang sesungguhnya.”
Saat Blodeuwedd kembali mengangkat kepalanya, wajah gadis pendek yang memerah itu menunjukkan sedikit sensualitas yang tak pantas.
“Aku suka sekali orang yang dibenci seperti itu☆”
Kepadatan warna hitam meningkat.
Rupanya upaya Hamazura malah berbalik menjadi bumerang.
Tapi tekanan yang kuat mendorong balik badai gagak hitam itu.
Apakah itu ulah wanita pengguna katana?
“Nwa ha ha! Ayo, Hamazura!! Biarkan penyihir yang urus penyihir. Biar aku yang bereskan! Lagipula, aku tidak suka cara orang-orang Anglikan yang sok suci itu menyeret seorang amatir, mengeroyoknya sebelum dia memahami aturannya demi meraih kemenangan mutlak!!”
“Apa maksudmu Anglikan atau siapa pun itu masih bisa membalikkan keadaan? Tapi mereka menganggapku sebagai penjahat. Dan tidak ada alasan mengapa kau harus sejauh itu untuk membantuku!”
Hamazura tidak bisa membiarkan Blodeuwedd the Bouquet menangani semuanya. Dia secara resmi dikenal sebagai buronan kotor. Dia menghargai bahwa Blodeuwedd tidak memandang rendah Coronzon sebagai Iblis Agung dan dukungannya membuat air mata menggenang di matanya, tapi jika Blodeuwedd membantunya, itu bisa membuat dia ikut menjadi buronan.
“Hei, kalau kau tetap di sini, kau akan terkena tembakan nyasar dan terbunuh. Serius.”
Dan Hamazura pun memutuskan untuk melarikan diri.
Itsuwa dari Gereja Amakusa memucat saat dia bersandar pada tombaknya.
Dia menelan ludah.
Tapi bukan karena sihir Blodeuwedd yang mengharuskan seseorang untuk membunuh agar tetap hidup.
Dia melihat sesuatu yang tak dapat dijelaskan dari sudut matanya.
Sudah berapa lama wanita itu berada di sana?
Bagaimana wanita itu bisa sedekat ini tanpa ada satu pun penyihir Anglikan profesional yang menyadarinya?
Tiba-tiba saja tanpa Itsuwa sadari, wanita itu sudah berdiri di sana.
Dia adalah wanita yang sangat tinggi. Dia memiliki rambut pirang yang sangat panjang dan mengenakan gaun putih longgar serta topi bertepi lebar yang besar.
Dia adalah Sang Transenden yang dikenal sebagai Good Old Mary.
“Hmm. Mama kira mama akan membela anak lelaki yang kesepian itu, tapi sepertinya situasinya telah berubah.”
Apa yang wanita itu lakukan di sini? Tidak ada yang punya jawaban.
Bagaimana wanita itu bisa tiba-tiba muncul di sini? Sekali lagi, tidak ada jawaban.
“Dia melanjutkan pelariannya dengan bantuan AI yang luar biasa mumpuni yang bahkan mampu membuat deduksi di bidang sihir meskipun materi pembelajarannya terbatas, dan sekarang dia telah menarik perhatian Transenden dan menerima kekuatan tempur sihir khusus. Bocah itu dengan cepat meninggalkan syarat keselamatan mama. Yang berarti… meskipun ini sepenuhnya bertentangan dengan rencana awal mama, mama mungkin akan memihak sisi ini.”
Dia berbicara.
Dengan tenang.
Dia mengatakan bahwa baginya sama sekali tidak masalah jika dia melakukan hal yang benar-benar berlawanan dengan rencana awalnya.
Para transenden berdandan sebagai Dewa untuk memanfaatkan kekuatan para Dewa tersebut.
Teater dan mantra pemanggilan ilahi mereka hanyalah sebuah metode. Itu bukanlah inti dari jati diri mereka.
Jadi mungkin inilah hal yang paling menakutkan dari mereka.
…Tidak ada alasan mengapa harus Hamazura Shiage.
Selama mereka memenuhi syarat keselamatan mereka, para Transenden akan membantu siapa pun apapun yang terjadi.
Hal itu berlaku untuk Good Old Mary dan juga untuk Blodeuwedd the Bouquet yang saat ini membantu Hamazura. Siapa pun yang menginginkan bantuan dari kekuatan di atas normal sang Transenden, maka mereka harus menerima satu batasan penting: mereka tidak boleh meninggalkan syarat keselamatan Transenden tersebut. Jika tidak, sekutu mereka yang sangat kuat akan menyerang dan membunuh mereka.
“Sekelompok individu tak penting yang telah meningkatkan kuasanya dengan menerapkan berbagai syarat khusus, yang mana telah menghilangkan kedudukan mereka. Sekumpulan individu yang tidak dapat memperoleh syarat khusus yang tidak adil tersebut, hingga keyakinan dan keadilan mereka sendiri ditolak.”
Dan begitulah, dia — sang Transenden Good Old Mary — berbisik.
“Baiklah. Para Anglikan, kalian telah memenuhi syarat keselamatan mama. …Jangan anggap mukjizat hanya diberikan kepada segelintir orang terpilih, wahai dunia.”
Terdengar seperti suara gelembung karbonasi yang meledak.
Namun, ini jauh lebih brutal.
Ribuan atau puluhan ribu burung gagak yang tampak seperti dinding hitam pekat itu lemas dan jatuh ke lantai bandara. Blodeuwedd the Bouquet mengerutkan kening dan, untuk pertama kalinya, memfokuskan pandangannya pada satu individu dalam kelompok musuh tersebut.
“Itu tadi gas.”
Good Old Mary.
Bibir indah di balik topi bertepi lebar itu sedikit terbuka untuk berbicara. Salah satu tangannya memainkan pisau multifungsi.
“Sederhana, bukan? Jika membunuh mereka menambah dosamu dan membatasi pergerakanmu, aku hanya perlu menghentikan mereka tanpa membunuh mereka. Mama meracik ramuan di dapur. Mama adalah Transenden yang menggunakan peralatan berbasis realitas biasa untuk meracik ramuan yang dapat menghasilkan segala fenomena, termasuk misteri kehidupan. Jika mama kekurangan sesuatu, mama hanya perlu menciptakannya. Simpel.”
“Ohh? Jadi kau memihak pihak sana?”
“Apakah itu salah?”
“Tidak, sebenarnya tidak. Aku hanya tidak mengerti mengapa harus mempertaruhkan nyawa untuk melindungi struktur kekuasaan raksasa yang tak berwujud. Sepertinya itu syarat keselamatan yang sangat membosankan bagiku.”
Blodeuwedd the Bouquet disambut dengan getaran yang mengguncang seluruh bandara internasional.
Semacam debu halus berjatuhan dari langit-langit.
Tidak, lebih dari itu.
Apakah penghinaan terhadap orang-orang yang menjadi sasaran keselamatannya merupakan masalah besar bagi Good Old Mary?
“Risk 4: Terobos segel tunggal — tinggalkan wilayah manusia.”
Perubahannya sangat jelas terlihat.
Dengan ketinggian lebih dari 200 meter, objek kolosal itu menjulang tinggi melebihi stadion berkubah, objek itu terlihat dari luar akibat dinding luar bandara internasional dan sebagian langit-langitnya telah roboh.
Alat penyulingan berkaki tiga adalah sebuah peralatan laboratorium yang digunakan untuk menyegel rahasia ilmu kehidupan.
Gadis kurus itu meletakkan tangannya di pinggul dan menatap ke atas.
“Tribikos, ya?”
Tapi reaksinya bukanlah seperti yang diharapkan oleh Good Old Mary.
Bahkan saat itu, Blodeuwedd the Bouquet masih tersenyum.
Bahkan menyeringai.
“Laboratorium raksasa yang memungkinkanmu untuk mencampur apa pun di garis depan tentu merupakan sebuah ancaman… tapi apa kau benar-benar tahu cara menggunakannya? Aku merasa kau hanya menggunakannya untuk memamerkan kekuatan penghancurnya dengan melemparkan berbagai objek besar ke arah orang-orang?”
Good Old Mary mengabaikan hal itu dan memberi perintah kepada Tribikos.
Ia mengangkat salah satu dari tiga kakinya. Menerobos dan merobek separuh gedung bandara saat ia melakukannya.
Dum dum!!
Dunia pun berguncang.
Akan tetapi…
“?”
“Jangan bilang kau terkejut dengan hal kecil seperti ini.”
Guncangannya telah berhenti.
Ujung kaki Tribikos berhenti kurang dari 100 cm di atas kepala Blodeuwedd the Bouquet. Suara berderit terdengar di telinga Good Old Mary, seolah-olah sesuatu yang tak terlihat menghalangi jalannya.
Ini tidak benar.
Dari perspektif fisik semata, Tribikos sebesar stadion berkubah. Berapa puluh ribu ton beratnya? Dan semua berat itu terkonsentrasi pada satu titik seperti pada sepatu hak tinggi. Bagaimana mungkin salah satu dari tiga kakinya bisa dihentikan? Siapa di dunia ini yang bisa melakukan hal seperti itu?!
“Akulah Transenden yang mencintai semua yang dibenci.”
Blodeuwedd the Bouquet sedang mencibir.
Senyum ini memiliki makna yang sangat berbeda dari senyum yang dia arahkan ke Hamazura.
“Kata semua adalah kuncinya. …Kita sudah melihat Telesma diuleni dan dibentuk untuk memanggil Dewa Dunia Bawah Osiris secara artifisial. Kau tidak berpikir keselamatanku terbatas hanya untuk hama yang dapat dijelaskan secara fisik di dunia ini, kan?”
Terdengar suara gemericik yang samar.
Dari lantai di kaki gadis kurus itu. Lantai bandara yang tadinya bersih berubah warna dan mengelupas. Hampir seperti rebusan busuk yang mengeluarkan gas beracun saat mendidih.
Apa yang muncul bukanlah berasal dari dunia ini.
Jelas sekali bahwa mereka adalah makhluk dari dunia lain yang telah menyeberang dari fase lain.
“Sathariel, Penemue, Satanael, Armaros, Kokabiel, Tamiel, Baraqiel, Azazel, dan Raja Iblis Shemhaza!! Malaikat Grigori yang jatuh yang dihakimi sebagai kejahatan mutlak hanya karena jatuh cinta pada manusia, menikahinya, mengungkapkan rahasia ini kepada keluarga, dan memiliki anak dengannya! Meskipun kalian dicemooh sebagai alasan surga menurunkan banjir Nuh ke bumi, aku mengabulkan cinta kalian atas keputusan kalian untuk mencari sedikit kebahagiaan meskipun tidak ada orang lain yang akan mengerti. Pinjamkanlah aku kekuatan kalian yang telah hilang!!!”
Bulu-bulu merah dan hitam yang berhamburan di udara jauh lebih menyeramkan daripada bulu-bulu gagak. Sesuatu yang tak terdefinisi jumlah dan bentuknya menutupi Tribikos secara tiba-tiba. Objek kolosal itu menyerupai stadion berkubah dengan tiga kaki, tapi kini ditelan seluruhnya.
Mantra yang menggunakan Telesma bukanlah hal yang aneh, tapi menggunakan begitu banyak kekuatan yang berbeda sekaligus dan melepaskannya tanpa terlebih dahulu menyegelnya dalam suatu objek adalah hal yang sangat tidak normal bahkan untuk sisi sihir.
Seandainya dia sendirian, Good Old Mary mungkin bisa mundur ke jarak aman dan melanjutkan pertarungan di sana. Tribikos bukanlah satu-satunya peralatan laboratoriumnya. Dia bisa saja mengorbankan yang satu itu untuk memberinya cukup waktu untuk memanggil yang lain.
Tapi, dia memilih untuk menyelamatkan pasukan Anglikan.
Bagi Transenden, hal itu memiliki bobot yang lebih besar daripada nyawanya sendiri.
“Kh!! Begitu ya! Kau menggunakan Sathariel untuk mengikat Tribikos mama dan membuatnya tidak bisa bergerak? Blodeu—!!”
“Hah hahh hahh!! Good Old Mary, kau benar-benar tidak lebih dari seorang penyembuh yang membosankan. Memang, kau punya beberapa pengecualian aneh seperti mengayunkan gada dan beberapa serangan yang langsung mematikan, tapi daya tarik terbesarmu adalah kebangkitanmu yang terbatas, kan? Sepertinya kau tidak punya kemampuan untuk mengalahkan petarung dan pemanggil sejati sepertiku yang unggul dalam menyediakan satu sumber kerusakan yang kuat!!!”
Kamijou dan para gadis merasakan seluruh bandara internasional berguncang secara vertikal.
Mereka berada di konter besar tempat jalan bercabang menuju lobi-lobi yang berbeda. Kamijou merasakan sesuatu seperti riak-riak yang tidak menyenangkan di udara.
Leivinia Birdway mendecakkan lidahnya.
“Orang-orang bodoh itu lebih suka memamerkan kekuatan mereka daripada menggunakan akal sehat. Dan sekarang mereka malah melampaui batas dalam membersihkan medan pertempuran bagi rakyat mereka sendiri. Sihir seharusnya dilakukan dengan tenang dan rahasia. Orang-orang akan mempertanyakan reputasi Inggris sebagai negara yang menjunjung tinggi wanita dan pria terhormat jika terus seperti ini. Apakah para diplomat amatir itu lupa bahwa ada pesawat pemerintah di bandara ini?”
“Mungkin bukan Gereja Anglikan yang melakukan ini.”
Siapa lagi yang mungkin?
Siapa pun pelakunya, Kamijou tidak bisa mengabaikan keributan seperti ini.
Dia melawan arus kerumunan yang berhamburan untuk berlari menuju pusat ledakan. Di tengah jalan, dia berpapasan dengan seorang gadis berjaket bulu.
“Kau pasti bercanda! Jika mereka menutup seluruh bandara, apa yang akan terjadi dengan dokumen pentingku yang hilang?! Aku akan tinggal kelas jika tidak mendapatkan dokumen bukti bahwa aku masih hidup ke sekolah!”
“Ehh? Apakah itu masih penting saat ini? Tampak sepele kalau dibandingkan.”
“Satu tahun sekolah bukanlah hal sepele bagi seorang siswa SMA, Lessar. Aku akan terlihat mencolok. Hidupku sama krisisnya dengan dunia! Aku sudah di ambang kehancuran!!”
Kamijou sendiri tidak ingin terlibat dalam krisis ini jika memang tidak perlu.
Tapi, ketika dia tahu bahaya serius akan segera terjadi, dia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Academy City baru saja mulai pulih.
Jika sesuatu yang serius terjadi sekarang, tepat saat dia mulai pulih, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum dia bisa kembali menjalani kehidupan normalnya?!
Lessar terdengar tidak tertarik.
“Sepertinya pasukan Anglikan sedang terlibat dalam semacam pertempuran gila. Aku sedang menyadap sebanyak mungkin komunikasi mereka dan sepertinya orang bernama Hamazura itu telah membuat kekacauan besar.”
“Tunggu, apa yang dia lakukan?”
“Hamazura Shiage bukanlah orang yang penting,” kata Birdway. “Ada masalah lain di sini. Dan dengan fokus semua orang pada Hamazura, tidak ada yang memperhatikan ancaman sebenarnya. Itu membuat target sebenarnya bebas melakukan apa pun yang diinginkan. Kita perlu membenahinya sebelum terlambat.”
Getaran vertikal terasa bahkan di sini.
Sudah berapa kali itu terjadi?
Dia telah melarikan diri.
Dia telah menjauhkan diri dari pertempuran.
Hamazura Shiage saat ini berada di… ruangan apa ini sebenarnya? Itu adalah bagian dari zona "belakang panggung" bandara. Di sekelilingnya dan bahkan di atasnya, terdapat ban berjalan yang sempit dan bercabang ke segala arah. Dia berasumsi di sinilah label koper dibaca secara mekanis dan koper-koper tersebut diarahkan. Yang berarti setiap kali koper kita berakhir ke negara lain tanpa kita, maka di sinilah masalahnya terjadi. Dalam hal itu, dia tak bisa menahan diri untuk tidak membenci semua mesin yang dingin dan presisi ini.
Getaran lainnya terjadi.
“…”
Hamazura tahu itu percuma, tapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menoleh ke belakang, ke arah jalan yang telah dia lalui. Berulang kali.
…Apakah Blodeuwedd the Bouquet baik-baik saja?
Ada orang-orang dengan kekuatan khusus. Ada monster dengan kekuatan di luar imajinasi Hamazura. Tapi dia juga tahu bahwa kekuatan bukanlah hal yang mutlak. Bahkan Coronzon pun pernah menjadi individu yang bisa kehilangan nyawanya jika bertindak terlalu jauh.
Dia bergantung pada orang lain karena dia takut.
Dan rasa takut itu menyebabkan orang lain kehilangan nyawanya, bukan dia.
Cara berpikir seperti itu mungkin terasa kurang ajar bagi mereka yang memiliki kekuatan yang tak masuk akal, tapi tetap saja.
“Yo☆”
Seseorang tiba-tiba muncul di sebelahnya.
Itu adalah Blodeuwedd the Bouquet. Gadis itu menatap wajahnya dan menyeringai.
“Kenapa kau masih di sini, Hamazura? Kukira kau sudah meninggalkan bandara sekarang. Tunggu, jangan bilang... Apa kau menunggu karena khawatir padaku? Ha ha ha. Lucu sekali!!”
Hamazura tidak sanggup menghadapi godaan gadis itu.
Hamazura berteriak, matanya membelalak.
“Tunggu, tapi, um, apa yang terjadi dengan wanita pembawa katana itu?! Dan juga yang lainnya?!”
Bahkan sekarang, getaran rendah yang mengguncang seluruh bandara masih terdengar sesekali di kejauhan. Dengan intensitas seperti pertempuran artileri. Tapi jika Blodeuwedd the Bouquet berkeliaran di sini, lalu siapa yang diperangi oleh pasukan Anglikan?
Hamazura segera mendapatkan jawabannya.
“Maksudmu si Saint dan Good Old Mary? Yah, kurasa mereka sedang melawan sekumpulan rambut, dan mengira mereka sedang melawanku. The Hanged Man kebetulan termasuk di antara makhluk-makhluk yang dibenci yang muncul. Dia dikatakan sebagai penjahat yang memberikan kepalsuan dan riasan kepada wanita manusia. Sempurna untuk sihir tipuan☆”
“Aneri, jelaskan.”
Hamazura hanya mendapat respons penolakan dua kali.
AI itu pasti juga tidak mengerti apa yang Blodeuwedd bicarakan.
(Monster rambut, ya?)
Hamazura mulai mengingat orang lain.
Rupanya makhluk-makhluk itu masih bertarung. Yang berarti…
“Jadi, bahkan monster sepertimu pun tidak bisa mengalahkan musuh. …Jadi wanita pembawa katana itu dan… Good Old Mary? Apakah dia bos terakhir yang berbahaya?”
“Serangannya tidak terlalu mengesankan. Dia adalah seorang penyembuh, kalau kita ladeni, dia hanya akan terus mengulur waktu. Rencana terbaik untuk menghadapinya adalah mencari cara untuk berhenti bertarung dan segera pergi dari sana.”
…Jadi, getaran yang mengguncang seluruh bandara itu tidak bisa dianggap "mengesankan"? Rupanya mereka hidup di dunia yang sangat berbeda dari Hamazura.
Blodeuwedd the Bouquet dengan imutnya memiringkan kepalanya.
“Tidak ada alasan sebenarnya mengapa kau harus tetap di bandara ini, kan? Pasukan Anglikan didukung oleh negara Inggris. Kalau diam saja, mereka bakal segera mengeroyokmu. Yang berarti mereka akan menutup semua pintu keluar dan menggeledah seluruh ruangan terkunci yang mereka buat. Jika kau tidak ingin aku menghajarmu karena terlalu mengkhawatirkan nyawa musuh, aku sarankan kau melarikan diri sebelum orang-orang bodoh itu bisa membuat garis kepung.”
Ponselnya yang retak bergetar dua kali. Menolak ide itu? Tidak, AI Aneri mungkin kesal karena kalah cepat dalam memberikan rekomendasi itu. Mungkinkah data bisa merasa kesal?
Hamazura juga tidak ingin tertangkap oleh orang-orang Anglikan itu.
Tapi apa yang seharusnya dia lakukan?
“Aku ingin sekali kabur, tapi ke mana aku harus pergi di bandara raksasa ini?”
“Hmm? Jika kau bingung, aku bisa menjebol salah satu tembok untukmu. Dengan pukulan kuatku.”
“Tolong aku, Aneri! Pakai cara damai!!”
Hamazura tetap bergantung pada orang lain, apa pun yang terjadi. ...Walaupun sepertinya salah jika memasukkan Aneri sebagai kategori "orang".
Aneri menampilkan peta bandara yang diambil (secara ilegal) dari suatu tempat dan menambahkan panah rekomendasi di atasnya. Alih-alih hanya menunjukkan rute terpendek, peta itu memberikan rute yang paling kecil kemungkinannya untuk diawasi atau dijaga. Tapi, mereka menemukan sebuah pintu dengan kunci elektronik di sepanjang jalan.
Hamazura mengangkat ponselnya ke alat pembaca di dinding dan pintu yang kokoh itu terbuka seolah-olah ini adalah trik sulap murahan. Hal ini justru semakin membuat Hamazura khawatir. Bukankah bandara seharusnya memiliki keamanan fisik yang sangat ketat untuk mencegah serangan teroris? Ini tampak sangat longgar.
Blodeuwedd the Bouquet memberikan tatapan kagum pada layar yang retak itu.
“Hmm. Aku merasa bodoh baru bertanya sekarang, tapi apakah ponsel itu juga bisa merekam kamera keamanan?”
“Aku tidak tahu cara kerjanya, jadi tanyakan saja pada Aneri.”
Hamazura merasa Academy City dipenuhi dengan hal-hal yang sama sekali tidak dimengerti cara kerjanya. ...Ini bukanlah hal baru, dan entah baik atau buruk, mungkin ada hal-hal yang cara kerjanya tidak bisa dijelaskan oleh siapa pun.
Mereka kembali membuka beberapa kunci elektronik, melewati area belakang yang dipenuhi kotak-kotak plastik… dan akhirnya sampai di pintu masuk belakang kecil untuk staf. Pintu itu memiliki pembaca kartu pintar lainnya. Bahkan tidak sampai tiga detik.
Blodeuwedd the Bouquet menatapnya dengan bingung.
“Ada apa? Ayo segera pergi, Hamazura.”
“Tunggu…”
Itu tidak berjalan dengan lancar.
Ada sedikit jeda atau "macet" saat membuka kunci pintu ini dibandingkan dengan pintu lainnya. Jeda itu bahkan tidak berlangsung selama kedipan penuh, Tapi justru itu sebabnya terasa amat janggal, seperti video yang tersendat.
Aneri memanfaatkan celah — sebuah kerentanan — yang sama sekali dilupakan oleh staf bandara.
Itu berarti pihak bandara tidak akan pernah menggunakan celah tersebut.
Tapi, ada data lain yang mengalir melaluinya, yang bertentangan dengan perintah Aneri?
“…”
Hamazura mempertimbangkannya sejenak.
“Aneri. Di mana titik akses terdekat ke sini? Bandara internasional besar seperti ini pasti punya puluhan titik akses.”
Jalan keluar ada tepat di sana, tapi si amatir ini tiba-tiba memutuskan untuk mengubah rencana. Tapi, Blodeuwedd the Bouquet tidak protes. Mungkin dia yakin bahwa dia mampu menyingkirkan siapapun yang mengejarnya jika dia mau.
Mereka berbalik dan membuka paksa pintu lain secara elektronik.
Ruangan dingin di baliknya dipenuhi komputer seukuran mesin penjual otomatis. Hamazura bahkan tidak perlu menghubungkan ponselnya dengan kabel. Setelah melewati pintu yang menghalangi sinyal elektromagnetik, koneksi nirkabel sudah cukup untuk bertukar data.
Banjir data internal itu tidak memberi banyak informasi kepada Hamazura.
Jadi, dia meminta AI Aneri untuk menandai informasi apa pun yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Apa-apaan ini?”
Hamazura mengerutkan kening saat melihat layar ponsel pintar yang retak itu.
Black_Oneday.
Dia sama sekali tidak mengerti arti teks bahasa Inggris itu. Frasa yang tidak lazim itu tertulis dengan tergesa-gesa di antara tulisan yang seharusnya rapi.
Jangan-jangan…
“Apakah ada orang lain selain kita yang juga meretas di sini?”
Black_Oneday.
Kaca dan langit-langit di lobi bandara internasional pecah dan runtuh. Jam besar di dinding juga rusak parah sehingga tidak berfungsi, jarum jam berhenti di pukul 17:15.
“Oh, ya ampun!!” seru Good Old Mary dengan rasa frustrasi yang tidak seperti biasanya.
Mungkin ini adalah bukti bahwa, meskipun dia memperoleh fungsi sebagai Dewa, dia dilahirkan sebagai manusia biasa.
“Kepalsuan dan riasan? Mama lebih marah pada diri sendiri daripada dirinya. Mama seharusnya tidak tertipu oleh trik konyol seperti ini!”
Good Old Mary memegang bagian tubuh atas yang terlepas di salah satu tangannya.
Dia menyingkirkan sesuatu yang disebut Malaikat Jatuh Azazel.
“Hei!! Sebaiknya kau segera memperjelas pendirianmu. Kau mau melindungi Academy City atau malah menghancurkannya?! Pemulihan kami baru saja dimulai dan kami sangat membutuhkan sumber daya. Tidakkah kau mengerti bahwa semua ini akan sia-sia jika kau menghancurkan bandara dan membuatnya tak bisa beroperasi?!”
“Sampaikan keluhanmu kepada mereka!! Para Transenden sialan. Mereka terlalu ekstrem untuk ditangani!”
Salah satu target keselamatan Good Old Mary — kalau tidak salah namanya Kanzaki? — sedang mengeluh ke sebuah radio kecil, tapi Good Old Mary tidak terlalu memperhatikannya. Begitu dia memutuskan untuk menyelamatkan seseorang, dia akan melakukannya apa pun caranya, tapi dia tidak menerima permintaan terkait metodenya… dan semua Transenden memiliki sikap yang sama.
Tapi.
Jika Blodeuwedd the Bouquet menganggap trik kecil ini sudah cukup untuk menyatakan kemenangan, maka ini sebenarnya adalah sebuah kesempatan.
Tribikos berkaki tiga bukanlah satu-satunya spiritual item milik Good Old Mary.
Termasuk Bain-marie dan Kerotakis, pilihannya berkisar dari peralatan dapur yang familiar hingga peralatan laboratorium canggih yang dapat menghasilkan mukjizat kehidupan.
Dengan kata lain…
(Aku sudah memiliki penangkal untuk ilusi dan kamuflase itu menggunakan Azazel.)
Peralatan laboratoriumnya, yang ukurannya setara dengan menara penyiaran, telah selesai mencampur ramuan yang diinginkannya.
Ini adalah salah satu keuntungan membawa spiritual item yang begitu besar ke garis depan. Setiap kali masalah tak terduga terjadi, akan sangat membantu jika dia bisa menciptakan solusi di saat berikutnya.
(Jika Blodeuwedd the Bouquet kembali mencoba hal yang sama… mama bisa melenyapkannya seketika. Mama bahkan tidak perlu berpura-pura tertipu. Mama bisa langsung menghabisinya.)
Itu berarti sudah waktunya untuk mencari tahu ke mana Blodeuwedd the Bouquet menghilang selama kekacauan itu. Selama Good Old Mary memiliki tujuan, dia bisa meracik ramuan untuk mencapainya. Itu selalu menjadi prinsipnya.
Dan.
Getaran ringan menjalar di punggung Good Old Mary.
Dia bergidik.
Topi besarnya bergoyang saat dia mendongak menatap menembus langit-langit yang runtuh dan langit biru.
“?”
Reflektor tersebut terletak di permukaan bulan.
Yang berarti setiap tempat yang memiliki pemandangan bulan berada dalam jangkauan senjata itu.
Alat peretasan Black_Oneday.
Apa sebenarnya yang bisa dicapai seseorang dengan itu?
Hamazura Shiage dan Blodeuwedd the Bouquet telah meninggalkan bandara internasional melalui pintu belakang kecil dan sekarang bersembunyi di area yang penuh dengan gerobak listrik dan forklift yang digunakan untuk mengangkut koper. …Meskipun Hamazura tidak terlalu yakin ini benar-benar bisa dianggap sebagai persembunyian menurut standar keamanan Distrik 23.
Matanya tertuju pada layar ponselnya yang retak.
“Rupanya Black_Oneday adalah alat peretasan khusus yang memanfaatkan kerentanan di Stardust.”
“Apa? Black-black star-star, aku tidak tahu, apa itu?”
“Aku juga tidak tahu, jadi yang bisa kulakukan hanyalah membaca apa yang Aneri katakan. Pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa sekarang jauh lebih terkomputerisasi, tapi menghubungkannya ke internet biasa menimbulkan risiko serangan siber jarak jauh. Seperti membuka pintu di tengah penerbangan dan menyebabkannya hancur berantakan. Jadi sistem-sistem tersebut dipisahkan dari jalur biasa. Semuanya, mulai dari bahasa pemrograman yang digunakan hingga metode enkripsi dan bahkan frekuensi radio juga berbeda.”
“Dan semua gabungan dari elemen itu disebut Stardust? Dan semuanya malah rusak? Bodoh sekali.”
“Bisa jadi, tapi itu artinya Black_Oneday tidak dapat menyebabkan kerusakan apa pun selain pada industri kedirgantaraan. Jadi, kurasa tidak seburuk itu?”
Blodeuwedd the Bouquet tampaknya tidak senang.
Monster itu malah mengerutkan kening.
“Apa alat itu tergeletak begitu saja di Academy City? Seperti halnya gim gratisan?”
“Alat ini dibuat oleh seorang profesor universitas yang terhormat. Dia muak dengan maskapai penerbangan yang bersikeras bahwa keamanan mereka tidak dapat diretas, jadi dia ingin menakut-nakuti mereka agar mereka benar-benar mulai melakukan pekerjaan mereka. Jadi alat ini dikenal sebagai sampel penelitian yang dibuat secara independen. Alat ini seharusnya tidak tersedia untuk umum, tapi seseorang selalu dapat membuat sesuatu yang bekerja dengan cara yang sama. Jadi mungkin ini adalah versi yang berbeda dari alat tersebut.”
Hal-hal yang dibuat untuk tujuan baik justru bisa membahayakan orang lain.
Belum lagi, profesor terhormat itu mungkin tidak sepenuhnya jujur tentang alasan dia membuat karya tersebut.
Jangan-jangan dia sendiri tidak tahu alasannya?
Mungkinkah dia hanya ingin menakut-nakuti orang lain?
“Jadi itu serangan siber palsu yang bertujuan untuk membuat orang lebih waspada terhadap keamanan? Sepertinya kenyataannya justru memberikan efek sebaliknya…”
Gadis kurus itu memiringkan kepalanya.
Mungkin Blodeuwedd the Bouquet tidak terlalu peduli.
“Jadi, anggap saja Black_Oneday itu jatuh ke tangan yang salah. Apa yang bisa dilakukan seseorang dengannya? Aku tidak tahu banyak tentang alat peretasan, tapi apa hal terburuk yang bisa terjadi?”
“Tunggu dulu… Aneri, apa ini? Kau bercanda, kan?”
Hamazura kesulitan mempercayai informasi yang ditampilkan Aneri di layar ponsel yang retak itu.
Jenis benda apa yang sedang dibuat kota ini?
“Moonbow. Senjata optik strategis yang diluncurkan dari darat?”
Pada dasarnya, itu adalah senjata laser skala besar. Cukup kuat untuk menembus langsung ke dalam bunker nuklir yang terletak jauh di bawah tanah.
Moonbow pertama-tama akan menembakkan laser dari pangkalan osilator di Distrik 23 ke luar atmosfer, di mana laser tersebut akan dipantulkan oleh reflektor bergerak yang menutupi bagian dalam kawah raksasa di bulan untuk menargetkan titik tertentu di Bumi. Jarak ke bulan lebih dari 380 ribu kilometer, tapi perjalanan pulang pergi hanya membutuhkan waktu sesaat dengan kecepatan cahaya. Itu berarti senjata laser yang ampuh dapat mengabaikan cakrawala dan menyerang di mana saja yang memiliki pemandangan bulan. Setiap VIP di seluruh dunia dapat dibunuh tidak peduli seberapa dalam mereka bersembunyi di bawah tanah.
Yang lebih parah lagi, laporan Aneri menyebutkan ada tanda-tanda bahwa Moonbow sudah pernah ditembakkan.
“Serangan itu menargetkan Distrik 23… Jadi, senjata laser dengan jangkauan yang meliputi separuh Bumi digunakan untuk menyerang lokasi yang berada tepat di sebelahnya?”
“Sialan, Good Old Mary. Apa kau menguap terkena tembakan langsung dari pilar cahaya itu?”
Blodeuwedd the Bouquet terdengar tidak terlalu khawatir. Selama seseorang tidak memenuhi syarat keselamatannya, mungkin dia tidak terlalu peduli apa yang terjadi pada mereka.
Jika senjata seperti itu bisa ditembakkan berulang kali, Bumi akan hancur.
Baik karena daya hancurnya maupun karena benda itu bisa membuat seluruh dunia berbalik melawan Academy City bahkan jika bukan mereka yang menembakkannya.
…Dan bahkan dalam situasi genting ini, Hamazura tetap tidak bisa berjuang bersama Anglikan. Karena mereka tidak mengizinkannya.
Anglikan sedang memburunya.
Mereka begitu fokus padanya sehingga tidak memperhatikan alat peretasan Black_Oneday atau penggunanya. Tentu saja, dia mendapat kesan bahwa mereka tidak akan mau mendengarkannya bahkan jika dia memberi mereka informasi ini.
Terutama karena Aneri juga bisa meretas. Ketika mereka mengikuti jalur yang dia gunakan untuk melarikan diri dari bandara, mereka akan menemukan bahwa dia telah meretas kunci elektronik. Pihak Anglikan tidak mengetahui tentang Black_Oneday, jadi mereka akan mencurigai Hamazura atas peretasan lainnya.
Anglikan merupakan ancaman, tapi berfokus hanya pada mereka akan memberi kebebasan kepada pengguna Black_Oneday untuk bertindak. Tujuannya tidak jelas, tapi tindakan ini dapat menyebabkan perang antara Academy City dan negara lain.
Haruskah Hamazura mengatakan bahwa itu memang pantas mereka dapatkan?
Hamazura tidak bisa menjelaskan mengapa dia merasa seperti itu, tapi sepertinya itu tidak akan membantu Coronzon.
Gadis kurus itu memiringkan kepalanya.
“Jadi, apakah umat manusia akan binasa karena para penegak keadilan tidak berguna?”
“Tidak… Senjata ini menggunakan kumparan besar, jadi gas yang sangat beracun perlu dinetralkan setiap kali ditembakkan. Sederhananya, dibutuhkan waktu lama untuk mengisi ulang.”
“Ehh? Peretasnya mengendalikannya dari jarak jauh, jadi mengapa dia harus peduli?”
“Secara struktural, alat ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak dapat menyala kembali sampai gas beracun benar-benar dinetralkan. Hal itu tidak bisa diakali hanya dengan mengubah perangkat lunak dari jarak jauh.”
“Kita tidak akan berada dalam situasi ini sejak awal jika mereka membuat sistem tersebut agar sepenuhnya dikendalikan secara manual.”
Siapa pun yang hanya mengeluh setelah insiden terjadi akan tampak seperti seorang jenius.
Tapi meskipun membutuhkan waktu, waktu isi ulangnya hanya sekitar 50 menit.
Jika mereka tidak melacak pengguna Black_Oneday dan menangani masalah ini sebelum itu, bagian lain dari dunia bisa hancur oleh serangan laser yang kedua. Dan jika lokasi itu berada di luar Academy City, maka akan terjadi perang dengan negara korban.
Dalam skenario terburuk, targetnya akan terkait dengan Inggris atau Vatikan. Misalnya seperti serangan pada enklave atau pesawat yang sedang terbang. Kejadian tadi malam akan terulang kembali.
“Tidak bisakah kau meminta Aneri-tan untuk menghentikannya?”
“Aku sendiri tidak tahu, tapi peretasan tidak bekerja seperti itu.”
Menurut uraian panjang Aneri (bukankah seharusnya AI meringkas sesuatu?!), dua orang dapat meretas komputer yang sama secara terpisah. Tapi sulit bagi salah satu dari mereka untuk mengambil kendali dan mengusir yang lain. Mereka berdua menggunakan kerentanan yang sama, jadi apakah menutup celah tersebut akan mengunci akses mereka berdua?
Bahkan pelari tercepat sekalipun tidak bisa merencanakan cara untuk mencegah lawannya mencapai garis finis.
Jadi, jika pengguna Black_Oneday benar-benar ingin menyebabkan kehancuran massal, Aneri tidak bisa menghentikannya.
Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan memukuli pengguna tersebut di dunia nyata, bukan secara online.
“Hmm?” Blodeuwedd the Bouquet berhenti sejenak untuk berpikir. “Jika kita tidak bisa menghentikan peretasannya sebelum batas waktu, bukankah kita bisa menghancurkan fasilitas laser itu secara fisik sebelum senjata itu dapat menembak lagi sebagai rencana cadangan?”
“Kurasa kau benar-benar sanggup melakukannya. Tapi tolong jangan.”
Jika seseorang melakukan itu tanpa wewenang yang sesuai dan tanpa melalui prosedur yang semestinya, mereka tidak lebih dari seorang teroris.
Dan jika mereka menghabiskan seluruh waktu mereka untuk itu, mereka sebenarnya tidak akan menyelesaikan masalah yang sebenarnya.
Lagipula, laser bukanlah satu-satunya teknologi yang dapat dijadikan senjata di Distrik 23.
Aneri menampilkan daftar yang diurutkan berdasarkan tingkat bahaya di layar kecil.
“Yang paling jelas adalah… Morning Star? Pelontar massa di-atas-permukaan ini cukup menakutkan. Pada dasarnya ini adalah railgun raksasa, kan? Aku bisa membayangkan mereka meluncurkan meteor mengelilingi Bumi lalu menjatuhkannya di atas kepala kita.”
“Bagaimana dengan ini? Mesin generasi berikutnya untuk penelitian dan pengembangan roket optik? Mereka membicarakannya secara tidak langsung, tapi bukankah itu reaktor fusi berbentuk donat yang menggunakan deuterium? Di situlah mereka secara magnetis mengurung plasma dengan suhu lebih dari seratus juta derajat. Menghancurkan wadahnya saat sedang beroperasi, dan efeknya tidak hanya akan menghancurkan Academy City tapi seluruh wilayah Kantou juga akan lenyap dari peta dan tertutup oleh laut.”
“Artinya?”
“Kita punya waktu 50 menit lagi, kan? Kita harus memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya. Menghancurkan setiap fasilitas satu per satu tidak akan berhasil. Sepertinya krisis ini tidak akan berakhir kecuali kita mengalahkan pengguna Black_Oneday itu sendiri.”
…Hamazura pusing.
Apa yang sedang dilakukan Academy City? Dia tidak yakin bagaimana dia ingin menghabiskan sisa hari atau bahkan jam-jam hidupnya, tapi di sinilah dia dihadapkan pada krisis global.
Hamazura tidak bisa hanya duduk diam dan membiarkan hal itu terjadi.
Dia tidak bisa lagi lari begitu saja dari orang-orang Inggris itu.
Metode Coronzon mungkin salah, tapi dia telah berusaha menciptakan dunia yang lebih baik dengan caranya sendiri. Dan pacarnya, Takitsubo, serta teman-teman lamanya seperti Hanzou masih berada di Academy City. Dia tidak tahu siapa yang mengatur permainan ini, tapi dia muak melihat dunia terancam hancur karena sesuatu yang tidak masuk akal seperti kehancuran demi sebuah kehancuran.
Coronzon, ya?
“Mengapa?”
Hamazura menggertakkan giginya.
Menggali lebih dalam hal ini tidak akan meningkatkan peluangnya untuk bertahan hidup. Dia tahu itu.
Tapi dia tetap menundukkan kepala, menghadapi pikiran-pikiran batinnya, dan memaksakan diri untuk mengeluarkan suara yang penuh kekesalan.
“Mengapa Coronzon harus mati? Dan semua itu hanya demi sebuah konsep tak berbentuk seperti 'dunia' atau 'umat manusia'?”
Pada saat itu, Blodeuwedd the Bouquet pasti mendengar rintihan Hamazura.
Itu sebabanya dia menjawab.
“Karena dia kalah.”
Jantung Hamazura seakan berhenti berdetak.
Apa yang baru saja gadis ini bicarakan?
Blodeuwedd the Bouquet memiringkan kepalanya dengan imut.
“Hah? Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh? Pernahkah suatu masalah diselesaikan dengan seseorang membuktikan dirinya benar dan semua orang hanya menurutinya, atau seseorang terbukti salah dan mengalah?”
“…”
“Dunia ini tidak sesederhana itu, bodoh. Pemenang mendapatkan semuanya dan yang kalah kehilangan segalanya. Impian mereka, kebenaran mereka, hidup mereka, dunia dan segalanya. Begitulah cara kerja dunia selama ini. Jika melihat ke belakang dalam sejarah, begitulah keadaannya setidaknya sejak beberapa ribu tahun SM. …Kamijou Touma memang membunuh Coronzon, tapi Coronzon telah menerima syarat-syarat ini ketika dia bertarung. Apa kau akan mulai mengamuk karena aturan-aturan itu tidak adil setelah kejadian itu?”
“……………………………………………………………………………………”
Apa?
Apa, apa, apa, apa, apa yang gadis ini bicarakan???
“Kamijou Touma gagal menyelamatkan Coronzon? Kau salah paham. Kamijou Touma berhak membunuh semua musuh yang telah dikalahkannya. Sebagai orang yang terpaksa menanggung kemungkinan kematian jika kalah sekalipun. Bela diri bukanlah kewajiban, melainkan hak. Hanya saja dia tidak pernah memilih untuk menggunakan hak itu setelah menang. Sesimpel itu. Menyelamatkan salah satu orang yang dikalahkannya pun patut dipuji. Dan jujur saja, aku memang sedikit berharap dia akan menyelamatkan Coronzon karena dia cukup berhati lembut untuk menyelamatkan Alice. Tapi jika kau bereaksi dengan marah dan mengamuk karena dia mengkhianati harapanmu dan tidak melakukannya sekali saja, maka kau terlalu bergantung pada musuhmu. Menyerang sesuka hati lalu menuntut pengampunan setelah kalah adalah mengolok-olok seluruh konsep pertempuran.”
Seharusnya ini adalah argumen yang sangat logis, tapi argumen itu sama sekali tidak terlintas dalam pikiran Hamazura.
Semua ketidakadilan dan ketidakmasukakalan yang selama ini hanya dia sadari secara samar-samar kini menghantamnya sekaligus. Hal itu menyelimuti seluruh dunia yang begitu tipis dan luas sehingga Hamazura bahkan tidak merasa bahwa itu nyata, meskipun dia sendiri juga harus terkurung olehnya.
“Lagipula, apa yang dianggap 'benar' sangat berubah-ubah tergantung pada periode waktu, wilayah, organisasi, dan keyakinan pribadi.”
Apakah gadis ini menyadari betapa kacaunya ide itu, atau justru tidak?
Blodeuwedd the Bouquet mendesah pelan.
“Ambil contoh Aleister Crowley. Ada yang mengatakan dia dipromosikan ke level 5=6 dari Ordo Dalam oleh Mathers di Paris, dan ada pula yang mengatakan faksi London tidak mengakui hal itu dan dia terjebak di Ordo Luar atau sebagai Portal di level 4=7. Dan Crowley sendiri mengklaim sebagai level 9=2 setelah menciptakan aturan baru di dalam cabalnya sendiri. Kau mengerti maksudku, bukan? Apa yang 'benar' berubah tergantung pada sumber mana yang kau gunakan. Ada banyak jawaban sebanyak jumlah orang, dan tidak ada yang bisa sepakat tentang jawaban terbaik, jadi hal-hal ini hanya dapat diselesaikan dengan paksaan.”
Tidak, Hamazura tidak mengerti.
Bukan itu masalahnya.
Hamazura tidak membicarakan hal itu. Dia tidak tertarik pada contoh-contoh sejarah. Dia membicarakan sesuatu yang lebih mendasar dan membumi.
“Tapi jika kau masih tidak menyukai gagasan bertarung sampai mati, seharusnya kau terlibat sejak dulu ketika aturan-aturan itu dibuat dan ada kesempatan untuk memilih salah satu dari sekian banyak jawaban 'benar' melalui cara-cara tanpa kekerasan. Di situlah seharusnya kau berjuang. Tapi kau tidak berusaha dan kau dengan bodohnya berasumsi tanpa alasan yang jelas bahwa tidak akan ada yang mati di medan perang yang terkubur dalam salju merah itu, jadi kau tidak berhak mengeluh sekarang. Sayang sekali.”
“Tidak.”
Akhirnya, Hamazura angkat bicara.
Si Level 0 yang bodoh itu berbicara kepada Sang Transenden yang telah mengakses spesifikasi ilahi.
Hamazura tidak bisa menerimanya, tapi dia merasa akhirnya dia memiliki gambaran umum tentang apa yang ingin disampaikan gadis itu.
Hamazura akhirnya memahami tujuan yang sebenarnya harus dia perjuangkan.
Hamazura harus menghadapi perasaan aneh ini secara langsung.
“Ada berbagai bentuk keadilan di luar sana. Itu terdengar seperti bukti keajaiban keragaman. Tapi itu bukan berarti kau dapat dengan mudah beralih dari satu gagasan tentang apa yang 'benar' ke gagasan lain. Memilih versi 'benar' yang paling nyaman saat ini sama saja dengan sakit perut, takut itu sesuatu yang serius, dan alih-alih pergi ke rumah sakit, kau malah mencari di internet sampai kau menemukan sesuatu yang mengatakan itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Yang kau lakukan hanyalah memilih pendapat apa pun yang menyuruhmu melakukan apa yang sudah kau inginkan.”
Lebih dari itu, hal itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh siapa pun yang bisa meninju paling keras. Bukankah itu hanya akan mengarah pada distopia di mana siapa pun yang terkuat dapat mengendalikan segalanya sesuai keinginannya?
Hamazura mendapati Blodeuwedd the Bouquet menyeringai di hadapannya.
“Menarik sekali. Hee hee☆”
“…Apa?”
“Oh, kau terus saja mengoceh tentang betapa kau membenci keadilan, tapi pada akhirnya kau juga ingin menyelamatkan orang-orang. …Aku adalah Sang Transenden yang mencintai dan menyelamatkan semua yang dibenci, jadi aku sudah terbiasa dengan orang-orang yang tidak bisa jujur pada diri mereka sendiri☆”
“Bukan itu yang aku maksud…”
Hamazura tidak bisa menatap matanya.
Hamazura tidak mendambakan keadilan dari pihak kejahatan seperti yang dilakukan Coronzon.
Hamazura melontarkan jawaban dengan suara pelan.
“Bukan berarti kau harus berada di pihak keadilan untuk menyelamatkan orang. Orang jahat pun bisa melindungi orang dari peluru jika mereka menghalanginya. Menyelamatkan orang tidak lebih dari tindakan fisik.”
“Hmm, hampir.”
“?”
“Kau belum sepenuhnya benar. Tapi lumayan. Hamazura, kau benar-benar membenci kebaikan dan keadilan, bukan? Kau membenci pola pikir yang membuat seseorang mengambil nyawa orang lain. Itu awal yang baik, jadi jelajahilah lebih dalam lagi. Kau akan menemukan sesuatu dari situ. Meskipun ini lebih merupakan wilayah Aradia daripada wilayahku.”
Hamazura tidak mengerti.
Selain itu, siapa itu Aradia?
“Sekarang, aku perlu tahu apa rencanamu. Kau tidak tertarik untuk melarikan diri ke pelosok dunia dan bersembunyi di tempat yang aman, kan?”
“Benar.”
“Alat peretasan Black_Oneday itu memang berita buruk. Kita tidak bisa mengabaikannya. Jadi, apa kau mau melindungi kedamaian dan keamanan Academy City dengan caramu yang melenceng?”
“Kurang lebih seperti itulah kesimpulannya.”
…Atau memang begitu?
Hamazura masih belum yakin apakah ini akan membantu Coronzon. Tapi, dia merasa bahwa apa yang akan dilakukan pengguna Black_Oneday sama sekali berbeda dari kehancuran yang telah Coronzon coba lakukan.
“Bagaimanapun juga, hanya kita yang tahu bahwa alat peretasan itu ada di luar sana. Jadi kita tidak bisa membiarkan pengguna Black_Oneday bertindak sesuka hatinya.”
“Anglikan sialan. Apa mereka membuat keributan besar dan menghancurkan sihir pengusir yang telah mereka buat?”
Leivinia Birdway menggerutu kesal.
Lobi luas bandara internasional itu berantakan dari ujung ke ujung.
Terdapat lubang misterius berdiameter lebih dari 10 meter di langit-langit dan lantai. Lubang itu kemungkinan berasal dari sesuatu yang jatuh langsung dari langit. Semua jendela pecah dan lantai yang dipenuhi pecahan kaca berserakan bangkai burung gagak… Semuanya sangat aneh. Tidak mengherankan jika Anti-Skill dan para penonton yang penasaran terus berdatangan.
Kamijou Touma tidak bisa mendekati kerumunan penonton, apalagi ada rentangan pita kuning.
Dia menghela napas dan membuka aplikasi kamera ponselnya. Dia meng-zoom-nya sejauh mungkin untuk melihat dari kejauhan.
“Hmm.”
Dia tidak melihat siapa pun yang memiliki kekuatan magis seperti Amakusa atau Eks Pasukan Agnese.
Dia juga tidak melihat Hamazura Shiage.
“Sepertinya badai sudah berlalu.”
“Karena kita berlawan arah dengan arus orang-orang yang melarikan diri,” keluh Lessar. “Seandainya kita diizinkan menabrak orang-orang biasa itu, kita pasti sudah sampai lebih cepat.”
“…”
“Oke, oke, aku cuma bercanda, jadi jangan tatap aku seperti itu. Heh heh heh. Apa kau mencoba membuatku basah, ksatria putihku?”
Tidak ada yang bisa mengajari gadis yang tidak sopan itu, jadi tidak ada gunanya meladeninya.
Apakah itu terkait dengan data lokasi ponselnya? Bahkan ponsel pintar murah milik Kamijou terus memberinya notifikasi berita online lokal untuk Distrik 23.
“Ancaman baru yang ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik. Mungkinkah ini hitungan mundur menuju implementasi senjata pembunuh dengan serangan burung yang dapat menjatuhkan pesawat tanpa menimbulkan kecurigaan?!”
“Misteri gagak!! Apakah kebenaran terletak di kuil misterius yang dikabarkan telah dihancurkan untuk memberi ruang bagi bandara? (Baca selengkapnya.)”
“Bagaimana kalau kita makan yakitori malam ini? Klik di sini untuk rahasia yakitori asin paling lezat yang pernah ada!!”
Judul-judul berita yang bombastis itu sama buruknya seperti biasa, yang ironisnya malah membuatnya sama sekali tidak tertarik untuk mengklik. Rasanya seperti karamel mengerikan yang dibuat dengan memasak habis semua kebencian umat manusia.
Birdway menatap kerumunan di kejauhan, berjinjit, dan meregangkan punggungnya… tapi itu masih belum cukup. Dia meraih jaket Kamijou, menariknya, dan menyampaikan permintaannya sambil menatapnya.
“Angkat aku ke pundakmu.”
“Apa kau belum pernah mendengar kata 'tolong', nona kecil?”
Kamijou mengeluh, tapi dia tetap berjongkok untuknya. Dia mulai bertanya-tanya apakah dia ikut bertanggung jawab atas perilaku Birdway dan Lessar yang semakin memburuk.
Kamijou mengangkatnya.
Terasa ringan. Dan pahanya juga menekan dari samping—
“Aduh! Apa itu yang nyetrum wajahku? Listrik statis?!”
“Hei, aku memakai stoking sintetis. Musim dingin adalah waktu yang sulit bagi para gadis. Bocah bodoh, sudah saatnya kau merasakan sedikit saja kesulitan yang kami, para gadis cantik, alami.”
Bagaimana bisa dia begitu sombong setelah meminta Kamijou untuk mengangkatnya?
“(Hm hm. Ini tempat duduk terbaik.)”
Gadis yang duduk di pundaknya sambil bersenandung tampak dalam suasana hati yang sangat baik.
“Itu adalah tempat terakhir pasukan Anglikan bertarung. Yang berarti Hamazura pasti berada di sana.”
“Tapi ada apa dengan lubang-lubang yang meleleh itu, yang ukurannya sekitar 10 meter? Astaga. Aku yakin Academy City sedang kembali membuat sesuatu yang berbahaya.”
Lessar memucat dan berpegangan pada Kamijou dari samping, mungkin karena takut. Ya, pasti itu alasannya. ...Meskipun dia berharap Lessar tidak menempelkan payudaranya ke tubuhnya karena itu sangat mengganggu sehingga dia hampir kehilangan keseimbangan dan tanpa sengaja membanting Birdway ke belakangnya.
Kamijou juga penasaran dengan lubang tanpa dasar itu, tapi itu bukan fokus mereka di sini.
Kamijou tidak mengerti apa yang sedang terjadi di sini, tapi dia cukup yakin Hamazura berada di dekat pusat kejadian ini.
Jadi kemana perginya Hamazura?
“Jika kita tidak bisa menemukannya, kita harus mulai dengan memilih metode yang efektif. Dan metode klasik lebih baik daripada mencoba bersikap sok pintar. Heh heh. Jadi, saatnya meramal. Atau mungkin istilah 'ramalan kristal' lebih familiar bagi seorang amatir?”
“Kau cuma berusaha terlihat pintar, kan, dasar penyihir sombong?”
“Oh? Apa kau akhirnya menyadari ciri umum yang dimiliki hampir setiap penyihir, termasuk Mathers dan Crowley? Yah, ini salah satu dari sedikit kesempatan di mana orang bodoh dengan pengetahuan yang samar-samar bisa merasa puas dengan diri mereka sendiri, jadi mari kita nikmati ini.”
“Dan, apa kau sudah selesai? Kalau kau sudah tidak perlu melihat ke sana lagi, aku akan menurunkanmu, Birdway.”
“(Haah…)”
Birdway tampak kehilangan semangat.
“Turunlah!! Aku tidak bisa membiarkanmu tetap di atas sana selamanya!”
“Apakah kau familiar dengan konsep bola kristal?” tanya Lessar.
Oh, hanya itu?
Birdway si Jenius pasti ingin pamer lebih banyak lagi, jadi mulutnya membentuk segitiga kecil, tapi tidak ada waktu untuk mengkhawatirkan perasaannya saat ini.
Setelah beban terangkat dari pundaknya, Kamijou memiringkan kepalanya.
“Bola kristal… Maksudmu seperti benda yang dipakai seorang wanita muda berpakaian seksi ala peramal, lalu mengulurkan tangannya dan mengirimkan semacam kekuatan ke dalamnya?”
“Dari mana kau mendapatkan informasi itu? Dalam hal ini, peramal itu tidak mengirimkan kekuatan magis ke dalam kristal. Mereka menggunakan kristal itu untuk mencoba membaca tanda-tanda bawah sadar kecil di dalam pikiran mereka sendiri.”
“Lagipula, bagian 'wanita muda' dan 'seksi' hanyalah angan-anganmu. Apa kau mendapatkan stereotip itu dari industri fantasi isekai Jepang yang sangat banyak jumlahnya? Kedua hal itu tidak diperlukan untuk meramal. Bahkan, kristalnya pun tidak perlu berbentuk bola.”
Birdway membongkar sepasang teropong dan mengeluarkan sebuah lensa besar. Dia mewarnai lensa itu dengan warna hitam menggunakan spidol tebal.
“Yang kau butuhkan hanyalah menciptakan lingkungan di mana kau dapat secara sengaja merangsang pikiran batinmu melalui media kristal, jadi lensa atau cermin juga bisa digunakan. The Witch’s Bible merekomendasikan cermin tangan berwarna hitam.”
“Tunggu, jadi alat ini tetap berfungsi meskipun permukaannya datar dan tidak tembus pandang? Ini sama sekali tidak seperti bola kristal peramal.”
“Sekali lagi, itu pandangan keliru yang berasal dari fantasimu sendiri. Buang jauh-jauh gambaran isekai yang tidak bermakna itu sekarang juga. Dan bukankah negara ini punya mitos konyol tentang cermin tangan berwarna ungu? Benar, kalau tidak salah namanya Murasaki Kagami. kira-kira seperti itulah.”
|Mitos cermin ungu terkutuk, yaitu siapa saja yang tidak bisa melupakan frase "cermin ungu/murasaki kagami" sebelum ulang tahunnya yang ke-20, maka orang itu akan mati.
…Kamijou cukup terganggu di toko suvenir itu ketika mereka membicarakan kondom dan raja karet, tapi rupanya ada alasan sebenarnya untuk kunjungan tersebut. Mereka sedang membeli barang-barang sehari-hari yang bisa mereka gunakan sebagai alat. Para profesional memang sangat keren.
“Sepertinya kau terkesan dengan bagian yang paling tidak mengesankan dari ini.”
“Ya, rasanya lebih seperti pujian yang terselubung.”
Ketika mereka bereaksi dengan penuh kepekaan terhadap pemikirannya, Kamijou memutuskan untuk membiarkannya.
Birdway memegang lensa yang telah dihitamkan itu di antara ibu jari dan jari telunjuknya lalu menatap lantai.
“Jadi, kita mau mengejar Hamazura… pakai lensa hitam itu, lalu persisnya dipakai buat apa?”
“Melacak jejak kaki mereka,” jawab Birdway. Dia mengatakannya seolah-olah harus menjelaskan bahwa memutar keran akan mengeluarkan air. “Ini mungkin sulit kau percayai karena kau tahu semua tentang tirani Necessarius, tapi Anglikan lebih manusiawi daripada mereka. Mereka tidak ingin melukai warga sipil, jadi mereka selalu menggunakan sihir pengusir sebelum melancarkan serangan.”
Istilah itu terdengar agak familiar bagi Kamijou.
…Dia sering menjadi sasaran serangan, jadi dia hanya memiliki sedikit kenangan indah tentang sihir.
“Jadi, jika aku dapat menemukan jejak kaki yang tidak mengikuti arus yang telah terbentuk oleh sihir pengusir, jejak kaki itu akan menonjol. Karena itu menunjukkan kepada kita bahwa jejak kaki tersebut bukan dibuat oleh orang biasa.”
“Oh, itu masuk akal. Jika si target juga keluar dari wilayah sihir pengusir, maka para penyerang hanya akan menemui wilayah kosong. Sihir pengusir menjadi tidak berpengaruh pada target dan para penyerang.”
“Jika kita ingin melacak Hamazura Shiage, maka kita hanya perlu mencari jejak yang tetap berada di wilayah sihir pengusir tapi juga tidak menunjukkan tanda-tanda sebagai penyihir profesional,” jelas Lessar. “Mudah sekali kan. Jika kau tidak bisa menemukan jejak seperti itu, kau tidak layak menjadi penyihir. Babi kecil seperti itu mending turun saja ke 0=0 dan mempelajari semuanya dari awal.”
“Hei, keroco. Apa kau mencoba menggertakku?”
“Ohh? Bagaimana kalau kau menunggu sampai benar-benar menemukan sesuatu sebelum berbicara dalam bahasa manusia, babi kecil?”
Birdway menatap lantai dan mengangguk dengan cara yang… sekalipun perbandingan itu terasa kasar, tapi mengingatkan Kamijou pada seekor anjing yang melacak jejak. Itu sama sekali tidak sesuai dengan penampilannya yang anggun.
“Untuk melacaknya, kemungkinan besar kita harus meninggalkan bandara melalui pintu keluar ini.”
“Ya, tapi bukankah dia mengambil jalan memutar yang tidak biasa?”
Mereka berkelana ke sana kemari sampai akhirnya menemukan pintu yang terkunci secara elektronik. Birdway merogoh sela-sela kancing blusnya untuk mengeluarkan kartu yang telah disimpannya (mungkin secara susah payah) di dadanya yang rata, lalu menempelkannya ke alat pembaca, dan pintu pun terbuka tanpa masalah. Kamijou memiliki beberapa pertanyaan.
“Apa itu?”
“Aku meminjamnya dari seorang pekerja bandara.”
“…Dengan cara yang legal, kan?”
Birdway hanya tersenyum.
Bos cabal sihir yang sangat mencurigakan itu tidak memberikan jawaban ya atau tidak.
Setelah kembali membuka beberapa pintu, mereka keluar dari bandara.
“…”
Apakah Hamazura kabur lewat sini?
Mereka berada di bagian belakang bandara. Kamijou bertanya-tanya apa yang akan mereka temukan di sana, tapi dia tidak menyangka akan melihat sebuah jet bisnis kecil berhenti di sana. Dia menelan ludah ketika melihat bendera Union Jack di sayap ekor pesawat. Pesawat pemerintah Inggris itu pasti telah dipindahkan ke sini sejak terakhir kali dia melihatnya.
“Tapi kenapa?”
“Mereka mungkin sedang memindahkan kargo. Tuh.”
Lessar menunjuk ke sebuah alat pemuat yang lebih kokoh daripada forklift dan beberapa kontainer kargo.
Tapi, ini adalah kontainer kargo udara, jadi bukan kotak panjang yang lebih besar dari sebuah apartemen studio. Ukurannya lebih mirip dadu perak berukuran 2-3 meter.
Dan salah satunya berbunyi gemerincing.
“Apa-apaan ini? Ada bendera Inggris di atasnya, jadi apakah ini semacam benda magis berbahaya? Apa ini semacam kotak Pandora yang tidak boleh dibuka?”
“Oh, ayolah. Pandora adalah nama manusia buatan yang membuka kotak itu. Kotaknya punya nama lain.”
“Masa bodoh! Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi jika kita membukanya!”
Birdway melirik ke arah dua orang lainnya yang sedang berdebat dan menghela napas sebelum berbicara.
“Laporan yang aku terima tidak menyebutkan apa pun tentang kontainer ini. Bahkan, apakah pesawat itu memiliki pintu kargo?”
“Ya, kami naik pesawat ini ke Academy City, tapi aku sama sekali tidak mengenali kontainer kargo itu.”
Jadi itu memang benda magis, tapi belum tentu milik Gereja Anglikan?
??? Tunggu, jadi milik siapa? Dan bagaimanapun juga, kita tidak bisa membiarkan benda yang sangat berbahaya itu tergeletak begitu saja di sini.
…Lagipula, Gereja Anglikan memiliki beberapa orang yang sangat menakutkan seperti Stiyl Magnus. Akan menjadi skenario terburuk jika senjata rahasia misterius yang kita abaikan di sini nanti digunakan untuk melawan kita!
Ketika Kamijou dengan gugup menyentuhnya dengan tangan kanannya, terdengar suara seperti kaca pecah.
Rupanya… benda itu benar-benar bereaksi terhadap Imagine Breaker?
Kemudian, pintu besi itu pun terbuka.
“Fiuh!! A-aku akhirnya lolos juga. Akulah salah satu penyihir Golden legendaris yang asli. Kejeniusanku memang terlalu hebat untuk dunia ini!!”
Kamijou Touma mengenali orang yang muncul.
Itu adalah Dion Fortune.
Sebagai bos dari cabal sihir terbesar di Inggris, Birdway terdengar sangat kesal dengan keadaan ini.
“Bukankah kau Uskup Agung mereka? Memang sih hanya sebagai simbol sementara, tapi kenapa kau terkurung di sel Anglikan? Kurasa ada sesuatu yang tidak beres, mungkinkah pasukan lokal melakukan kudeta?”
“Walaupun payah, bukannya kau tetap penyihir Golden asli? Kok bisa Dion Fortune yang hebat itu terjebak dalam lingkaran terpelintir begini? Ha ha ha ha.”
Lessar menyeringai dengan gaya provokatif ekstrem, tapi reaksi Fortune secara mengejutkan sangat minim.
Dia hanya mengerucutkan bibirnya dan mengeluh seperti anak kecil.
“Ini bukan salahku. Ahli Nekromansi mereka menggunakan Dewa Dunia Bawah Osiris untuk melawanku.”
“Ohh.”
“Yah, pantas. Apa boleh buat kalau lawannya Osiris. Bagaimanapun juga dia adalah Osiris.”
Kamijou menunggu sebentar, tapi tidak ada yang memberikan penjelasan lebih lanjut.
Tunggu, apakah itu penjelasan paling lengkap yang akan dia dapatkan? Apakah dia satu-satunya yang tidak mengerti? Apakah dia telah tertinggal oleh dunia?
Bocah miskin dan bodoh itu gemetar saat berbicara.
“Umm. Siapa sebenarnya Osiris ini? Presiden perusahaan IT yang populer di kalangan anak-anak SD dan SMP di TikZap?”
“Kenapa kau mau menangis? Dia itu dewa Mesir. Awalnya dia dewa keadilan dan kesetaraan, tapi setelah mati dan dibangkitkan, dia menjadi semacam dewa kematian dan penguasa dunia bawah. Dia dibandingkan dengan Hades dalam mitologi Yunani.”
“Dalam Magick aliran-Crowley, bagian kematian dan kebangkitan sangat ditekankan. Hal itu memungkinkannya untuk selaras dengan Anak Tuhan yang digantung di kayu salib dan bangkit kembali.”
…Bagaimana Lessar dan Birdway bisa menyebutkan hal-hal seperti ini dengan lancar? Kamijou merasa aneh. Dia tinggal di Academy City, bagian dari sisi sains, tapi bukan berarti dia telah menghafal semua buku teks Kurikulum.
Birdway menatapnya dengan kesal.
“Perasaan buruk punya kebiasaan untuk menjadi kenyataan dan tidak ada yang suka jika itu benar-benar kejadian. Sekarang Anglikan terlihat semakin mencurigakan, tapi pertanyaannya adalah apa yang harus kita lakukan.”
“Jika kita tidak bisa mempercayai Anglikan di Academy City ini, apa masih ada alasan buat kita untuk melanjutkan pekerjaan ini? Kita bisa naik pesawat pemerintah dan pulang ke Inggris.”
Lessar punya kebiasaan selalu menemukan sesuatu yang tidak pantas untuk dikatakan, apa pun situasinya. Hal itu membuatnya sulit diatur. Apakah ada cara bagi Kamijou untuk mencari di ponselnya untuk mengetahui cara menghukum orang seperti dia?
“Kok tidak ada yang bagus sih?! Yang kudapat hanyalah jargon internet yang bodoh!!”
“Apa itu? Kau lagi browsing di internet untuk cari pelampiasan? Dasar pengecut? Jangan mengejar data ketika ada yang nyata dan bisa kau lihat ataupun sentuh kapan saja☆”
Kamijou hanya bisa berharap bocah itu bisa kena batunya karena tidak ada yang mau menegurnya di sini. Kamijou sungguh berharap.
“Aku tidak akan kembali.” kata Dion Fortune.
Dalam satu sisi, dialah korban terbesar yang tidak meminta untuk menjadi bagian dari ini. Kedudukannya hanya sementara. Sebuah simbol. Dia seharusnya berada di puncak, tapi ketika menyangkut Hamazura, tiba-tiba dia menjadi sasaran kecurigaan, wewenangnya dicabut, dan dikurung seperti seorang kriminal.
Tapi, dia tidak ragu untuk meninggikan suara di sini.
“Aku harus menyelamatkannya. Jika ini dibiarkan berlanjut, Anglikan akan membunuh Hamazura! Sekalipun tidak ada yang mengakuinya, aku tetaplah Uskup Agung. Aku tidak akan membiarkan umatku menginjak-injak nyawa orang lain seperti itu!!”
Birdway menghela napas pelan, padahal biasanya dia memiliki pandangan yang keras.
Desahan itu terdengar dengan nada kesal.
“Aku tahu kau sedang berapi-api. Tapi apa kau punya rencana yang realistis dan konkret?”
“…Aku punya satu ide.”
“Cih.”
“Kenapa kau berdecak, Blodeuwedd?”
“Ah, bukan apa-apa. Apa kabar, Hamazura-san? Duh. Ada sampah di rambutmu.”
“???”
Blodeuwedd the Bouquet mencari alasan untuk mengambil sesuatu dari rambut Hamazura, meremasnya di antara jari-jarinya, dan membuangnya begitu saja.
(Itu adalah pemancar yang lebih kecil dari sebutir beras, yakni spiritual item komunikasi. Terlepas dari apakah mereka berhasil atau tidak, apakah Dion Fortune satu-satunya di antara Anglikan yang memiliki ide semacam ini? Dan di antara mereka, dialah yang telah menghabiskan waktu paling banyak bersama Hamazura Shiage.)
Tapi terlepas dari itu, mereka telah berjalan cukup jauh dari bandara.
Di bawah langit terbuka.
“Aneri bilang kalau area ini paling mencurigakan.”
“Aku tidak tahu apa dasar kesimpulannya, tapi jika Aneri-tan bilang begitu, mungkin itu benar. Tapi apa kau tidak khawatir, kita kan tidak tahu perhitungan seperti apa yang dilakukan AI di dalamnya?”
Selama memudahkan, Hamazura tidak terlalu peduli. …Tapi apakah dia melihatnya seperti itu karena dia tinggal di kota yang memuja sains?
Hamazura dan Blodeuwedd the Bouquet telah tiba di bagian Distrik 23 yang cukup istimewa. Cukup istimewa sehingga tercantum di setiap peta wisata.
Tempat itu dipenuhi pesawat terbang.
Tapi, pesawat-pesawat itu diparkir berdekatan. Dan tidak ada aturan yang jelas mengenai tempat mereka berhenti. Bahkan jika mereka sedang menjalani perawatan atau pengisian bahan bakar sebagai persiapan lepas landas, pengaturan yang serampangan ini akan menyebabkan setiap pesawat tidak dapat bergerak.
Tapi itu bukan masalah karena semua pesawat di sini sudah dipensiunkan.
“Hm. Jadi mereka mengambil pesawat biasa dan pesawat ulang-alik yang sudah pensiun dan merestorasi bagian huniannya saja untuk dijadikan hotel, vila, dan sejenisnya?”
Blodeuwedd the Bouquet melihat sekeliling dan berkomentar dengan geli, seolah-olah dia sedang melihat objek wisata.
Hamazura berjalan melewati sebuah truk tangki yang terparkir dan memainkan ponsel yang retak di tangannya.
“Namanya Hotel Town.”
“Informasi lebih lanjut dari Aneri-chan?”
Benar.
Mungkin mirip dengan "kota-kota" yang terbuat dari trailer yang ditemukan di gurun Amerika... di sana tidak hanya ada jet bisnis kecil tetapi juga pesawat penumpang besar. Skalanya berada pada level yang sama sekali berbeda. Peta ini mencakup area horizontal yang luas, serta meluas ke arah vertikal. Semua badan pesawat dan sayap yang besar bertindak seperti atap besar bagi siapa pun yang berjalan di darat.
“Gweh,” gerutu Blodeuwedd the Bouquet. “Pesawat ini memang bisa mengangkut ratusan penumpang, tapi itu pun dengan berdesakan di kursi ekonomi yang sempit, kan? Apa ada orang yang mau membayar mahal-mahal hanya untuk duduk di kursi sempit sepanjang malam?”
“Mungkin ada banyak penggemar pesawat terbang, atau orang-orang yang sangat suka dilayani oleh pramugari, meskipun tempatnya sempit.”
“Surga bagi para masokis, ya? Yah, kurasa kita bisa menjual apa saja jika dikemas dengan menarik. Kita bahkan bisa memesan tur di hutan yang panas terik dan menikmati 'interogasi' ala militer menggunakan drum logam dan pemukul bisbol☆”
Gadis yang sama sekali tidak tertarik pada pesawat terbang itu menatap ke kejauhan.
Baiklah, karena pesawat-pesawat ini sudah dipensiunkan, orang-orang bisa memasuki area yang biasanya terlarang dan mengambil foto dengan ponsel mereka. Mungkin ada orang-orang di luar sana yang ingin mencoba tidur di kokpit atau ruang kargo.
Menunya merupakan makanan pesawat (tentu saja dikirim dari tempat lain), tapi area itu agak berasap. Baunya seperti asap berminyak, seperti saat memasak yakitori. Rupanya orang-orang yang masih merasa lapar sedang mengadakan pesta barbekyu. Ada beberapa panggangan yang dibuat dengan membelah drum logam di sana-sini. Pesawat penumpang yang sekarang sudah tidak beroperasi memiliki tali dan jemuran di atapnya, tapi apakah mereka akan baik-baik saja di tengah kepulan asap ini? Mereka bisa menjadi bau.
“Tempat ini seperti labirin… Dan tidak terbatas pada dua dimensi. Petanya juga meluas ke atas.”
“Sepertinya kita punya banyak jalur pelarian saat keadaan darurat. Yey, ini jadi tempat wisatanya para penjahat☆”
Sepertinya tidak ada cukup tangga pesawat untuk semua orang karena terlihat orang-orang menggunakan tangga biasa dan tangga lipat untuk memasuki pintu masuk yang terletak lebih tinggi dari kepala Hamazura.
Tangga-tangga itu sangat berguna karena juga dapat berfungsi sebagai jembatan darurat ketika diletakkan menyamping. Ada beberapa tempat di mana sayap utama dari dua pesawat penumpang yang berbeda dihubungkan oleh jembatan-jembatan. Hasil akhirnya adalah pemandangan yang berantakan.
Blodeuwedd the Bouquet berjalan di bawah salah satu jembatan sambil berbicara.
Dan akhirnya sampai pada intinya.
“Jadi, apakah pengguna Black_Oneday benar-benar bersembunyi di tempat sampah yang berantakan dan terpencil ini?”
“Jika dia mengendap-endap, itu berarti dia tahu apa yang sedang direncanakan. Dia tidak akan menggunakan alat peretasan sambil membungkuk di dalam pesawat penumpang besar yang penuh sesak dengan ratusan orang. Dia pasti telah mengamankan ruang yang lebih besar yang dapat mereka gunakan sendiri.”
Itu berarti sebuah vila, bukan hotel.
Rupanya itulah yang diprediksi Aneri sebagai kondisi optimal untuk menggunakan Black_Oneday.
Lebih spesifik, sesuatu dengan antena besar dan penguat sinyal yang digunakan untuk menangkap frekuensi khusus yang digunakan dalam industri kedirgantaraan.
Hotel Town itu penuh dengan barang-barang rongsokan, jadi hanya ada beberapa vila untuk penggunaan pribadi yang juga memiliki peralatan besar dalam jumlah terbatas.
Dan dengan mempersempitnya menggunakan pola pikir khas seorang kriminal, yang suka menyiapkan banyak jalur pelarian, maka hanya satu pilihan yang tersisa.
“Hmm.”
Ketimbang pesawat penumpang raksasa, pesawat ini justru memiliki desain ramping dan aerodinamis yang menggabungkan badan pesawat dan sayap menjadi satu bentuk. Bentuknya seperti sekop atau perisai yang panjang dan ramping.
Gadis kurus itu berbicara dengan nada geli.
“Apa itu? Pesawat ulang-alik?”
“Ya, yang sudah dipensiunkan. Pesawat ulang-alik eksoatmosfer Kujerung. Komponen-komponennya dapat dilipat secara ringkas dan diangkut dengan truk, dan dengan memasang roket berbahan bakar padat opsional, pesawat ini dapat diluncurkan dari tabung peluncur rudal vertikal kapal selam. Begitu kata Aneri.”
Blodeuwedd the Bouquet tampak bingung.
Tapi bukan dari segi teknis semata.
“Kenapa harus diluncurkan dari kapal selam?”
“Jangan tanya aku. Mungkin mereka sedang melakukan aktivitas-aktivitas di luar atmosfer yang tidak ingin diketahui khalayak ramai.”
Sungguh zaman yang mengerikan.
Jika memang ada alien luar angkasa, mereka akan menganggap hal itu sebagai polusi yang tak termaafkan. Mungkin harinya sudah dekat ketika mereka akan datang untuk menghancurkan Bumi guna mencegah munculnya manusia berbahaya?
Sebagai tindakan kebaikan untuk melindungi seluruh alam semesta.
Dan meskipun ini adalah teknologi super yang tak biasa bagi Hamazura dan Blodeuwedd the Bouquet, itu hanyalah barang rongsokan bagi Academy City. Para penegak keadilan itu memang sungguh arogan.
Bagaimanapun, pesawat itu tampak seperti jet kecil yang modis dan ramping. Pesawat itu dapat beralih antara mesin jet yang menghisap udara atau mesin roket yang menggunakan oksidator, memberikannya daya mesin ekstrem yang dibutuhkan untuk terbang dari landasan pacu ke luar angkasa… tapi mereka dapat mengabaikan hal itu karena pesawat ini telah dihentikan operasinya dan dipensiunkan.
Ada berapa pintu keluar dan di mana letaknya?
Sebagai pesawat ruang angkasa, apakah dindingnya dibuat tipis untuk mengurangi bobotnya? Atau dindingnya dibuat kokoh untuk melindungi dari panas, guncangan, dan radiasi? Hamazura tahu banyak tentang kendaraan, tapi dia bahkan tidak bisa menebak apa pun tentang sesuatu yang sangat khusus ini.
(Aku tahu aku harus mengamatinya dari kejauhan karena aku tidak boleh membiarkan mereka tahu aku di sini… tapi ini sangat membuat frustrasi. Seandainya saja aku bisa langsung mendapatkan jawabannya.)
Blodeuwedd the Bouquet memiringkan kepalanya dan memberi isyarat seolah-olah sedang melihat sesuatu dari bawah.
“Desain dasarnya sama seperti pesawat terbang, kan? Jadi, bukankah kita bisa masuk melalui bagian tempat roda berada?”
“Apa kau ini Kinuhata? Ini bukan film murahan… Terlalu banyak gir besar yang dijejalkan di dalamnya sehingga kita tidak akan bisa muat.”
Dari jarak yang cukup jauh agar tidak terlihat musuh, Hamazura memperkirakan bahwa ukurannya kira-kira sebesar jet bisnis kecil.
…Itu berarti masalah utamanya adalah ketinggian pintu. Pintu itu lebih tinggi dari kepala Hamazura, jadi mendobrak pintu dan menyerbu masuk akan menjadi sulit.
“Tapi di sisi lain, musuh tidak akan bisa melihat kita jika kita berada tepat di bawah badan pesawat, kan? Melihat ke bawah dari kokpit dan jendela samping tidak memungkinkan kita untuk melihat ke sana. Jadi jika kita bisa sampai di sana, kita seharusnya bisa mendekat tanpa terdeteksi.”
“Habis itu apa? Habis itu apa?”
“Kita bisa berjalan ke bagian paling belakang pesawat ulang-alik dan memasang tangga untuk naik ke atap tanpa musuh sadari.”
Ada banyak tangga di seluruh Hotel Town. Karena tangga pesawat yang tersedia tidak cukup untuk semua orang, maka tangga-tangga biasa itu pun digunakan sebagai gantinya. Mereka hanya perlu meminjam salah satunya.
“Membuka paksa pintu samping yang rata itu akan sulit, tapi jika kita berjalan di sepanjang atap menuju kokpit di bagian depan, seharusnya kita bisa memecahkan kaca dan masuk, benar bukan?”
“Apa aman? Dengan mantel gempal begini aku harus memanjat atap aerodinamis. Aku nggak bakal jatuh terguling, kan?”
Rupanya Blodeuwedd the Bouquet terdengar sangat khawatir karena kebanyakan penyihir tidak bisa terbang.
Tapi Hamazura tidak memahami aturan yang berlaku bagi para penyihir, jadi dia tidak yakin bagaimana harus menanggapi pengakuan yang gugup ini.
“Lagipula, ini pesawat ruang angkasa, kan? Pasti kaca depannya sangat kokoh untuk menghadapi puing-puing luar angkasa dan perbedaan tekanan dengan ruang hampa? Gimana cara memecahkannya? Suruh aku yang melakukannya?”
“Jika kita tidak bisa melakukannya, kita hanya perlu membuat alat yang bisa melakukannya.”
Kamijou mencoba mengatur informasi di dalam pikirannya.
Pelacak yang ditugaskan Dion Fortune kepada Hamazura mengatakan bahwa dia berada di Hotel Town, sebuah kawasan penginapan di Distrik 23.
Meskipun Fortune sendiri terdengar kurang percaya diri.
“Masalahnya, sinyalnya telah hilang. Itu pertanda buruk. Apa dia menyadari keberadaan pelacak itu dan menghancurkannya?”
“Tidak masalah. Bahkan jika dia lolos, kita hanya perlu melacak jejaknya lagi di Hotel Town.”
Ponsel Kamijou berbunyi.
Apakah itu dari Ketua Dewan Accelerator? Dari mana dia mengawasi mereka?
“Hei. Situasi ini hanya akan semakin buruk jika para pemecah masalah tidak menjalankan tugasnya dengan benar. Jadi, pergilah ke pusat keributan. Jika orang-orang luar yang menyebalkan itu terus menimbulkan banyak masalah, kerusakannya hanya akan semakin meluas.”
Orang-orang Inggris itu angkat bicara sebelum Kamijou sempat membuka mulutnya.
“Keh keh keh. Kau mengatakannya seolah-olah sudah pasti dia akan membantumu.”
“Kau sangat mempercayainya, ya?”
“Apakah aku harus menghancurkan kalian berdua sampai menjadi daging cincang, dasar bocah kurang ajar?”
Nada suara Accelerator menurun dua oktaf. Satu kali untuk setiap gadis.
Dan sejak kapan kedua orang itu sampai pada titik di mana mereka bisa menantang sang nomor 1? Apakah mereka tidak merasa takut?
Kamijou memiringkan kepalanya dan ikut bergabung dalam percakapan.
“Kesampingkan dulu masalah Anglikan… tapi kenapa Hamazura masih buron? Dia dikejar oleh para penyihir ahli, kan? Kok dia bisa mengalahkan Stiyl dan Kanzaki?”
“Menurut apa yang dikatakan orang-orang Anglikan itu, dia dibantu oleh seorang Transenden. Seseorang bernama Blodeuwedd sang Buket.”
“Oh, dia… Ya, itu masuk akal,” gumam Kamijou.
Birdway dan Lessar tampaknya tidak terlalu khawatir… tapi apakah itu karena mereka tidak memiliki pengalaman langsung dengan para Transenden? Mereka tidak bereaksi seperti Dion Fortune.
“Anglikan punya satu sekutu yang bernama Good Old Mary,” kata Accelerator. “Mereka pikir itu akan membuat keadaan seimbang apa? Mengadu kekuatan kasar dengan kekuatan kasar hanya akan merusak lingkungan sekitar menjadi lebih parah. Kita lagi sibuk mengubah gundukan puing kembali seperti semula, eh mereka malah menghancurkan istana pasir kita.”
Accelerator ada benarnya, tapi ini berarti hak istimewanya sebagai Ketua Dewan kota tidak cukup untuk mengakhiri konflik tersebut.
Birdway kembali mengerutkan kening.
“Apa kau tahu sesuatu tentang perilaku aneh Anglikan? Kau adalah orang terkemuka di bidang sains, jadi kurasa ada beberapa pertimbangan diplomatik yang cukup menggelikan yang terlibat.”
“Aku tidak tahu apa-apa. Padahal ini kotaku, makanya aku tidak suka ini.”
Accelerator melontarkan kalimat terakhir itu dengan nada sinis.
Kamijou melirik dan melihat Dion Fortune mengangkat bahu.
Yang berarti para pemimpin Academy City dan Gereja Anglikan telah dipaksa keluar. …Lalu siapa yang berkuasa di sini?
“Apa pun alasannya,” lanjut Accelerator, “menjadi seorang ahli berarti menjadi lebih terpengaruh oleh rasa takut ketimbang orang lain. Seperti Amerika dengan senjata dan Amerika Tengah dengan narkoba, Inggris tahu banyak tentang sihir dan iblis, bukan? Mereka lebih sensitif soal yang begituan. Bukankah itu sebabnya mereka bertindak sampai sejauh ini?”
“Tapi apa hubungannya dengan Hamazura?” tanya Kamijou. “Maksudku, dia adalah seorang esper dari Academy City. Itu dunia yang sama sekali berbeda dari dunia sihir.”
“Masalah Iblis Agung Coronzon belum berakhir.”
“?”
Mengapa Accelerator menyebut Coronzon?
Entah tindakannya baik atau buruk, Kamijou telah mengakhirinya dengan membunuhnya dengan tangannya sendiri.
“Anglikan tampaknya lebih khawatir dengan dampak berkepanjangan Coronzon daripada dengan Hamazura sendiri.”
“Dampak yang berkepanjangan? Oh, aku mengerti.”
“Tidak, kau tidak mengerti.”
Jika pandangan Hamazura Shiage tentang Coronzon diterima oleh publik, ideologi apokaliptik Coronzon bisa menyebar? Atau semacam itu?
Tapi rupanya bukan itu yang dimaksud Accelerator.
“Ini tentang malaikat dan iblis yang terbuat dari energi. Mereka berteori bahwa, bahkan setelah kematian Coronzon, sebagian dari kekuatannya terkandung di dalam Hamazura Shiage. …Jika itu benar, maka dia akan mampu menggunakan Adikalika dengan tangannya sendiri.”
“Sitra Achra,” kata Dion Fortune, terdengar sangat serius.
Hal itu tidak berarti apa-apa bagi Kamijou, tapi rupanya hal itu berarti bagi seseorang.
“Biar Misaka yang lakukan!” “Melayani master adalah tugasku.”
Beberapa suara terdengar di panggilan tersebut.
Hanya Accelerator yang tahu pasti apa yang sebenarnya dirinya pikirkan saat mendengar hal itu secara langsung.
“Masalah di bandara sudah cukup buruk, tapi sepertinya yang ini akan menyebar lebih luas.”
“Jangan khawatir. Kita telah kembali menjalani kehidupan normal. Takkan kubiarkan siapa pun membawa kita kembali ke ambang kehancuran.”
Mungkin karena dulunya merupakan tempat pembuangan rongsokan pesawat terbang bekas, tumpukan peti kayu dan drum logam terlihat di sekitar Hotel Town. Sampah dan besi tua berserakan hampir di mana-mana.
Bagi seorang ahli mekanik seperti Hamazura, semuanya tampak seperti gudang senjata raksasa.
Dia memulai dengan pipa logam dan pasak, menambahkan dempul cepat kering sebagai pengganti segel karet, mengambil steker listrik cadangan, menyertakan beberapa barang kecil lainnya, dan menyelesaikannya dengan bagian terpenting dari semuanya.
Blodeuwedd the Bouquet memiringkan kepalanya.
“Hmm, tabung apa itu? Untuk apa itu digunakan, Profesor Hamazura?”
“Ini adalah suar sinyal. Mungkin terlihat aman, tapi sebenarnya mengandung lebih banyak bubuk mesiu daripada peluru 9mm biasa.”
Mungkin ada bahan bakar jet dan bahan bakar roket yang lebih kuat yang bisa ditemukan di Distrik 23, tapi dia lebih memilih untuk tidak menyentuh sesuatu yang berbahaya. Lebih baik tetap menggunakan bahan-bahan yang lebih dia kuasai. Dia membongkar beberapa suar untuk mendapatkan bubuk yang cukup.
Setelah menggabungkan semuanya dengan tepat, selesai sudah.
Benda itu bertumpu di bahunya seperti peluncur roket… tapi lebih mirip mesin pemancang yang digerakkan oleh daya ledak.
Dia akan menggunakan alat ini untuk memecahkan kaca depan tebal pesawat ulang-alik yang dirancang untuk menahan puing-puing luar angkasa dan perbedaan tekanan dengan ruang hampa.
“Seharusnya itu sudah cukup. Tapi kita hanya punya satu kesempatan.”
“Kau yakin soal ini? Bukankah pesawat ulang-alik punya cara lain untuk melihat keluar? Misalnya, kamera eksterior yang terpasang di seluruh badannya. Kurasa ini tidak akan berfungsi seperti pesawat biasa.”
“Kau benar. Kalau begitu, mari kita atasi itu.”
Hal itu menyebabkan mereka semakin menggeledah di balik tempat berlindung.
Gadis kurus kering itu menatap seolah-olah dia telah menemukan jenis serangga baru.
“Profesor, Profesor. Um, mengapa kau mengumpulkan kotak kardus tua yang kotor ini?”
“Untuk kayu bakar.”
Dengan begitu banyaknya panggangan buatan sendiri di mana-mana, tidak akan terlalu mencolok jika asap tebal menghalangi pandangan dari kamera eksterior.
Hamazura mengumpulkan semua kardus itu lalu memasukkannya ke dalam drum berkapasitas 18 liter.
Pembakaran tidak sempurna akan menjadi cara terbaik untuk menciptakan tabir asap, jadi dia membasahi kardus sedikit dengan air sebelum menyalakannya. Minyak sebenarnya bisa digunakan, tapi dia takut minyak akan menyembur ke mana-mana saat dicampur dengan air.
Asap hitam pekat mencemari udara dan mulai terbawa oleh angin sepoi-sepoi.
Api itu sepenuhnya menelan badan pesawat Kujerung yang ramping yang berada tidak jauh dari situ.
Kamera eksterior itu tidak akan banyak membantu.
“Ayo pergi! Jangan sampai tersesat dalam asap!!”
“Iya.”
Bersembunyi di dalam asap tebal, Hamazura memegang tangga yang roboh di bawah lengannya dan mendekati Kujerung. Itu adalah situasi yang menegangkan, tapi Blodeuwedd the Bouquet tampak asik sendiri. …Seperti seorang ibu yang mengawasi anak kecilnya saat hari orang tua di sekolah.
“Fiuh.”
Mereka berhasil sampai di bawah Kujerung. Tempat itu cukup rendah sehingga dia harus menunduk agar kepalanya tidak terbentur, tapi masih merupakan zona aman di mana mereka bebas bergerak.
Dia menarik napas dalam-dalam menghirup udara yang dipenuhi dengan asap.
Tiga detik berlalu tanpa reaksi apa pun dari si pengguna Black_Oneday. Kelihatannya mereka tidak diperhatikan, jadi mereka bergegas menuju ke bagian ekor pesawat ruang angkasa.
“Kau membuat terlalu banyak asap? Mataku sampai perih…”
“Itu lebih baik daripada kita terlihat.”
Meskipun ukurannya hanya sebesar jet bisnis, itu tetaplah pesawat ulang-alik eksoatmosfer yang dirancang untuk lepas landas dari landasan pacu dan terbang hingga ke luar angkasa. Tiga nosel mesin berbentuk terompet raksasa tersusun di bagian belakang. Masing-masing lebih tinggi dari Hamazura. Dia tahu pesawat itu sudah dipensiunkan dan tidak lagi berfungsi, tapi tetap saja menakutkan untuk menatapnya seperti ini. Daya bakarnya akan jauh lebih besar daripada di krematorium.
Hamazura membentangkan tangga lipat sejauh mungkin dan menyandarkannya secara diagonal ke pesawat ulang-alik. Menaiki tangga itu akan membawanya ke atap. Kemudian dia hanya perlu berjalan ke jendela kokpit.
“Baiklah, ayo kita coba. …Ikuti aku, Blodeuwedd the Bouquet.”
“Oh, baiknya. Kukira kau akan menggunakan 'ladies first' sebagai alasan agar aku bisa duluan.”
“?”
“Ini kesempatan untuk bisa melihatku dari bawah, lho? Padahal di balik mantel logamku, aku telanjang dan hanya mengenakan celemek☆”
Hamazura tahu bahwa bergeser sedikit saja ke samping ketika sedang di atap akan membuatnya tergelincir dan tewas, jadi mengapa gadis itu mencoba mengalihkan perhatiannya? Apa gadis itu benar-benar berada di pihaknya?
Apapun itu, dia terus menaiki tangga sambil menatap mesin-mesin raksasa yang berbentuk seperti terompet.
Tapi kemudian dia menyadari sesuatu.
“Hm? Ada apa, Blodeuwedd the Bouquet?”
Sebelum mencapai atap, dengan tangannya baru setengah jalan menaiki tangga, Blodeuwedd the Bouquet menatap ke tempat lain dan bergumam sendiri.
“Hmm, gawat. Mereka sudah mulai menyusul kita.”
Awalnya Hamazura tidak yakin apa maksud wanita itu… tapi itu tidak berlangsung lama.
Ada sesuatu yang tidak beres.
“Orang-orang di sekitar… telah lenyap?”
Di Hotel Town yang ramai itu? Ketika setiap pesawat penumpang yang membuatnya tampak begitu ramai karena harus memuat ratusan penumpang?
Blodeuwedd the Bouquet melirik sekeliling dengan cepat, tatapannya sedikit menajam.
“Ini adalah sihir pengusir. Dan tak kusangka Anglikan akan mengepung kita dengan jauh lebih berani. Seharusnya persiapan seperti ini dilakukan dengan lebih diam-diam agar tidak ketahuan.”
“?”
Hal itu tidak berpengaruh buat Hamazura, tapi rupanya semua orang yang tidak terlibat memang telah diusir pergi.
“Atmosfer” di seluruh area telah berubah dan pengguna Black_Oneday yang bersembunyi pasti menyadarinya. Itu berarti si pengguna akan lebih waspada. Hamazura tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan musuh selanjutnya. Apakah orang-orang Anglikan itu hanyalah sekelompok polisi kikuk?! Apakah mereka benar-benar ingin menyelesaikan kasus ini dan membawa perdamaian?!
“Ini buruk, Hamazura.”
“?”
Ponselnya kembali membunyikan alarm. Alarm paling keras yang pernah ada.
Ancaman itu ada tepat di depan mata, sangat amat dekat.
Hamazura mendengar gemuruh dari mesin raksasa Kujerung sesaat sebelum mesin itu dinyalakan.
Kanzaki Kaori dan para Anglikan lainnya bersiap untuk tindakan selanjutnya.
Pasukan Amakusa dan Eks Pasukan Agnese berlarian ke sana kemari.
Ada banyak orang tak bersalah di Hotel Town, jadi mereka harus dievakuasi terlebih dahulu menggunakan sihir pengusir dan sihir lainnya. Itu adalah pekerjaan yang sangat berat mengingat luasnya area yang harus dicakup.
Kanzaki tampak muram.
“Kita mungkin telah meremehkan AI Aneri itu. Jika Hamazura Shiage bisa berbuat sampai sejauh ini, maka kita perlu menghitung ulang tingkat ancamannya.”
“Setidaknya masih belum ada tanda-tanda dia menggunakan sihir secara langsung,” kata Itsuwa sebelum melirik ke samping. “Tapi…”
(Aku tak percaya dia terkena serangan langsung itu dan tetap tidak terluka sedikit pun.)
Yang Itsuwa maksud adalah Good Old Mary.
Sosok Transenden itu rupanya telah terkena senjata strategis dari sisi sains, tapi dia berdiri di sana seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia mengaku telah mencampur ramuan yang menciptakan beton tebal saat bersentuhan dengan udara, tapi apakah itu benar-benar cukup untuk menjelaskan apa yang telah terjadi?
(Memang, semen sering digunakan saat membangun tempat-tempat suci yang besar, seperti piramida Mesir Kuno atau kuil-kuil Romawi.)
Bagaimanapun, pasukan Anglikan memiliki dua kekhawatiran utama.
Pertama, kekuatan Sitra Achra milik Iblis Agung Coronzon telah disegel di dalam Hamazura Shiage sebagai energi mirip Telesma.
Kedua, bahwa upaya penyebaran ajaran dan penginjilan yang sesat oleh Hamazura Shiage akan menyebarkan ideologi apokaliptik yang akan mendukung Iblis Agung Coronzon yang sudah mati.
Ancaman pertama terasa lebih langsung, tapi ancaman kedua tidak boleh diremehkan.
Nama Coronzon sudah terkenal, sehingga dimasukkan ke berbagai bagian dari sisi sihir.
Anglikan, Amakusa, dan Eks Katolik Roma adalah kelompok yang terikat oleh iman, sehingga mereka melihat kemungkinan Coronzon disebut sebagai pahlawan sebagai ancaman nyata. Mereka tahu lebih baik daripada siapa pun bahwa iman yang tak berbentuk dan abstrak dapat berubah menjadi kekuatan militer internasional. Karena memang itulah mereka.
Seorang Level 0 telah memperoleh kekuatan tak biasa.
Simbolisme itu mengingatkan mereka pada seorang anak lelaki lain. Dan anak lelaki lain itu adalah bukti bahwa ancaman yang dirasakan terhadap dunia dapat menyatukan orang-orang dari berbagai kebangsaan dan afiliasi.
…Mereka tidak bisa membiarkan fenomena insidental itu digunakan dengan cara negatif. Apa pun yang terjadi.
(Baik iblis… maupun naga. Aku tidak suka simbolismenya. Dan Hamazura Shiage juga secara resmi diklasifikasikan sebagai Level 0. Semoga saja dia tidak menyembunyikan sesuatu yang aneh di tangan kanannya.)
“Kita akan menangkap Hamazura Shiage di Distrik 23 ini. Dengan begitu kita bisa meminimalkan pengaruhnya.” Kanzaki berbicara dengan hati-hati. “Academy City dikenal sebagai kota para esper, tapi konon sebagian besar esper tersebut adalah Level 0 yang tidak pernah mengembangkan kekuatan secara nyata. Itu berarti ada banyak orang di sini yang perkembangannya gagal, membuat mereka frustrasi dengan dunia saat ini. Kita harus menghindari situasi di mana mereka beresonansi dengan Hamazura Shiage… atau lebih tepatnya, dengan bayangan Coronzon.”
Teknologi di Academy City dikatakan dua puluh atau tiga puluh tahun lebih maju daripada dunia luar.
Termasuk trennya.
Jadi, jika Academy City terjerumus, ada kemungkinan hal yang sama akan terjadi pada dunia, cepat atau lambat, hal itu akan menyebar ke seluruh dunia.
Itulah alasan lain mengapa mereka tidak bisa membiarkan ideologi apokaliptik Coronzon berakar di Academy City.
“Tidak ada tanda-tanda dia sadar akan adanya sihir pengusir. Dia mungkin belum terbiasa menggunakan Sitra Achra milik Iblis Agung Coronzon di dalam dirinya, atau mungkin dia bahkan tidak menyadari keberadaannya.” Kanzaki tetap waspada. “Jadi, sebaiknya kita harus segera mengamankannya selagi keamanan itu masih ada. Jika dia bisa menggunakan sihir Coronzon bersamaan dengan AI Aneri, kita benar-benar tidak akan mampu mengimbanginya.”
Tiga mesin raksasa berbentuk terompet milik pesawat ulang-alik eksoatmosfer Kujerung tiba-tiba menyala.
“Apa?!”
Tidak ada yang bisa dilakukan Hamazura saat memanjat tangga yang bersandar di bagian belakang pesawat ulang-alik. Biasanya, dia akan berubah menjadi arang oleh kobaran api yang dahsyat, yang bahkan lebih kuat dari penyembur api.
Tepat di bawahnya, Blodeuwedd the Bouquet meraih pergelangan kaki Hamazura dan menariknya ke bawah. Hamazura jatuh lurus ke bawah, di mana Blodeuwedd menangkapnya di dalam mantel logam tebalnya.
Pandangan Hamazura terhalang karena diselimuti aroma harum, sehingga dia tidak benar-benar bisa melihat apa yang terjadi.
Hamazura hanya tahu bahwa gravitasi tiba-tiba menghilang.
Hamazura mendengar raungan yang memekakkan telinga dan merasakan getaran hebat.
Hamazura terjatuh tanpa menyadari apa yang sedang terjadi. Kepala Blodeuwedd the Bouquet berada di luar mantel, jadi dia harus melihat apa yang tidak bisa dilihatnya.
“Aduh duh duh… Oke, yang tadi itu tidak lucu.”
Lalu mengapa nada suaranya seolah mengatakan "Ehek" sambil melet?
Saat Blodeuwedd membuka kembali bagian depan mantel logamnya, Hamazura ambruk ke tanah. Dan mereka berada di tempat yang jaraknya lebih dari dua puluh meter dari tempat mereka sebelumnya. Luar biasanya, mereka berdua telah terlempar dan terbang sampai sejauh itu.
Hamazura memperhatikan beberapa tetes cairan oranye bercahaya aneh di dekatnya.
Butuh waktu cukup lama baginya untuk menyadari bahwa itu adalah lelehan aluminium… dengan kata lain, sisa-sisa tangga. Pasti lelehannya telah terciprat seperti hujan ke area yang luas. Jika bukan karena penyihir itu (atau Transenden?) yang membungkusnya dengan mantel yang sangat kokoh, apa yang akan terjadi pada tubuh fisiknya yang lemah?
Tapi, bukan itu poin utamanya di sini.
Tanpa beranjak dari tanah, Hamazura menempel erat pada tubuh ramping si gadis yang berada di dalam mantel.
“Kupikir Hotel Town itu tempat pembuangan rongsokan yang penuh dengan pesawat pensiun! Kenapa mesin pesawat itu masih berfungsi?! Harusnya mesinnya tak bisa dinyalakan hanya dengan bensin biasa!!!”
“Tunggu, Hamazura. Jangan hanya fokus ke situ. …Jika yang satu itu bisa beroperasi, mungkinkah yang lainnya juga bisa beroperasi?”
“?!!!”
Perangkat peretasan Black_Oneday dikhususkan untuk industri kedirgantaraan mulai menunjukkan taringnya di sini.
Hamazura dilanda pusing dan mual.
Semua pergerakan di sekitarnya telah menyebabkan telinga bagian dalamnya mengalami gangguan fungsi.
Artinya…
Pesawat-pesawat penumpang besar yang tak terhitung jumlahnya yang konon berfungsi sebagai hotel raksasa kini...
“Mereka bergerak… Sialan, mereka datang ke sini!”
Hamazura tidak punya pilihan selain lari.
Blodeuwedd the Bouquet tampak geli. Hamazura tidak mengerti selera humornya.
“Ah ha ha ha ha!! Hei, Hamazura, berapa sih berat tiap pesawat penumpang?!”
“Tergantung pesawatnya!!”
Memang tergantung.
Hamazura cukup yakin bahwa yang terbesar beratnya bisa mencapai lebih dari 500 ton. Sebuah truk besar beratnya sekitar 10 ton, jadi secara harfiah ukurannya jauh lebih besar.
“Mengapa semua pesawat yang sudah dipensiunkan ini masih berisi bahan bakar jet yang sangat berbahaya?!”
“Mungkin itu sebabnya? Kau tahu kan, mesin perlu dioperasikan secara berkala supaya tidak rusak.”
…Kalau dipikir-pikir, bukankah Hamazura sempat melihat beberapa truk tangki sebelumnya? Dia benar-benar tidak jeli. Truk-truk itu tidak akan ada di sini jika pesawat itu tidak membutuhkan bahan bakar jet.
Melarikan diri dengan berjalan kaki tidak akan berhasil.
Mereka berdua berguling ke samping.
Sejumlah besar massa lewat tepat di samping mereka dengan bau karet terbakar yang tidak sedap.
Tapi, nyaris terhindar dari roda-roda raksasa pesawat penumpang itu bukan berarti ancaman telah berakhir.
Selain itu, ini adalah Distrik 23, tempat semua pesawat dan wahana antariksa berada.
Pesawat penumpang yang perlahan mengejar mereka berdua itu dihantam oleh sesuatu yang datang dari arah yang berbeda. Pesawat itu hancur dihantam oleh sesuatu dari atas.
Sesuatu yang besar.
Puing-puing sebuah pesawat pribadi kecil dan sebuah pesawat penumpang supersonik bermoncong runcing hancur dari atas dan terdorong ke samping saat sesuatu yang benar-benar kolosal datang mendekat.
Badan pesawat yang sangat besar itu tampak seperti mampu menampung tiga pesawat penumpang besar yang ditumpuk di atas satu sama lain. Dengan ukuran sebesar itu, kita pasti bertanya-tanya apakah perhitungan hambatan udaranya benar-benar tepat atau apakah pesawat itu akan hancur berantakan begitu lepas landas.
Ada alasan mengapa ukurannya sebesar itu.
Pesawat pengangkut komponen struktur besar Whale Shark adalah pesawat ekstra besar yang dirancang untuk membawa bagian-bagian yang dibongkar dari seluruh pesawat terbang atau pesawat ruang angkasa berukuran biasa!
Ukurannya cukup besar sehingga kita bisa memainkan pertandingan bola basket standar di dalamnya. Tidak ada yang akan pulih dari penyok akibat ban bertekanan rendahnya yang sangat besar. Manusia yang tergencet tebal tubuhnya akan menjadi kurang dari 5 mm.
Dan ukurannya yang besar bukanlah satu-satunya masalah.
Udara bergetar disertai gemuruh. Secara harfiah. Meluncurkan massa seberat ratusan ton ke udara membutuhkan gaya yang sangat besar. Yang berarti mesin turbofan raksasa berbentuk seperti tong itu perlu menghisap udara dalam jumlah yang sangat besar!!
“Gyahh!!”
Ketika salah satu tangga aluminium yang digunakan untuk membuat jalur antara pesawat tersedot masuk, seluruh mesin silindris itu terbakar. Ini adalah kecelakaan yang sama seperti yang terjadi akibat tabrakan burung, tapi Whale Shark tidak berhenti. Pesawat itu memiliki lebih dari satu mesin, jadi masih dapat terus melaju ke arah mereka!!
“Lari!!”
“Ah ha ha! Ke mana?!”
“Rodanya besar. Jika kita masuk ke dalam celahnya, rodanya tidak akan menghancurkan kita!! Aneri, cari di peta untuk menunjukkan ke mana kita harus pergi!!”
Hamazura berteriak dan melirik ke bawah, ke ponselnya yang retak, lalu melompat ke arah pagar jaring kawat yang ada di tanah. Dan mengangkatnya.
Sesuatu seperti parit di samping jalan memanjang lurus. Kemungkinan besar tujuannya adalah untuk mencegah tumpahan bahan bakar jet yang sangat berbahaya menyebar tanpa henti di tanah datar.
Tapi parit ini lebarnya lebih dari 1 meter.
“Tunggu, Hamazura. Mantel logamku terlalu gempal sampai tersangkut…”
“Astaga!!”
Mata Hamazura membelalak saat dia menarik Blodeuwedd masuk.
Benda raksasa itu cukup besar untuk membawa seluruh pesawat penumpang di dalamnya. Berkontak dengannya berarti mati, dan benda raksasa itu hanya lewat beberapa sentimeter di atas kepala mereka.
Hamazura mengangkat kepalanya dan berteriak setengah putus asa.
“Sialnya, tapi untunglah!!”
“Benarkah?!”
“Dia memang menimbulkan banyak masalah, tapi sepertinya dia tidak bisa benar-benar melarikan diri ke luar angkasa!!”
Pengguna Black_Oneday adalah orang yang mengaktifkan pesawat dan mengirimkannya ke Hamazura atau pasukan Anglikan, tapi si pengguna tidak menunjukkan tanda-tanda akan lepas landas dengan pesawat ulang-alik eksoatmosfer Kujerung dan melarikan diri dengan cara itu. Meskipun Kujerung adalah pesawat ruang angkasa, ia membutuhkan landasan pacu lebih dari 2000m untuk lepas landas dari tanah, jadi menyalakan mesinnya saja tidak cukup. Dan tampaknya pesawat itu tidak dilengkapi opsi "diluncurkan secara vertikal dari kapal selam".
Jika si pengguna tidak bisa melarikan diri dari planet ini, maka si pengguna akan tetap berada di medan perang yang sama ini.
Hamazura tidak bisa membiarkan semua kekacauan ini mengalihkan perhatiannya.
Pengguna Black_Oneday berada di balik semua ini dan berada dalam jangkauan!!
Semuanya mulai bergerak secara bersamaan.
Pesawat terbang biasa dan pesawat ruang angkasa di Hotel Town bergerak secara sembarangan.
Kamijou melotot.
“Apa-apaan ini?!”
“Jika ini bukan ulah AI Aneri, maka musuh pasti memiliki alat yang serupa.”
Lessar membuatnya terdengar seolah-olah itu bukan masalahnya.
“Seperti apa?”
“Entahlah, mungkin alat peretasan khusus?”
“Tunggu, peretasan? Lalu bagaimana dengan pencarian dokumenku?? Mereka tidak akan menghancurkan basis data manajemen kargo yang bisa memberitahuku di mana dokumen itu berada, kan?!”
Lalu, siapa musuhnya di sini?
Mau apa dia dengan alat peretasan tersembunyi ini?!
Jumlahnya bukan hanya 10 atau bahkan 20. Pesawat penumpang besar, pesawat angkut militer, dan bahkan yang tampak seperti pesawat ulang-alik bergerak di mana-mana. Terkena salah satu dari pesawat-pesawat itu akan otomatis membuat kita menjadi noda di trotoar.
Kamijou sangat ragu apakah dia harus menyerbu masuk atau tidak.
Dia melihat Kanzaki, Stiyl, dan beberapa wajah familiar lainnya menuju ke pusat kekacauan. Tidak bisakah dia menunggu para ahli itu memperbaiki ini terlebih dahulu, lalu bertanya kepada mereka apa yang sedang terjadi?
Tapi bahkan dari sini, dia bisa merasakan sesuatu dengan cepat menghilang dari tempat itu.
Apakah mereka perlu menghentikannya untuk memulihkan ketenangan secepat mungkin?
Dan yang lainnya akan membutuhkan banyak bantuan.
“Jika aku bisa menangkap siapa pun yang terlihat mencurigakan, aku seharusnya bisa memecahkan misteri ini, kan? Apakah Hamazura yang berada di balik semua ini, ataukah ada penjahat lain? Aku harus menemukan cara untuk— uwah?!”
“Kau bisa mati, jadi maafkan aku.”
Jika Dion Fortune tidak menendang Kamijou menjauh, seluruh bagian atas tubuhnya mungkin sudah hancur lebur.
Helikopter angkut militer mendistorsi udara saat terbang ke arah Kamijou. Helikopter itu sebenarnya tidak memutar kedua propeler raksasanya. …Sebuah lengan raksasa yang tumbuh dari tanahlah yang telah melemparkannya ke arah mereka.
Itu bukan AI Aneri atau alat peretasan musuh.
Mata Kamijou membelalak dari tanah.
“Tunggu…apakah pasukan Anglikan baru saja menyerang kita?”
“Tentu saja mereka melakukannya. Kau bekerja sama denganku, Uskup Agung yang dipecat secara tidak adil di tengah-tengah sebuah misi. Tidak ada yang lebih merepotkan daripada musuh politik yang gagal kau habisi. Sekarang mereka tidak yakin kau berada di pihak mana, jadi mereka akan menyingkirkanmu sebelum kau dapat mengganggu misi ini.”
“…Yang benar saja?”
Seharusnya Kamijou menyadari sejak dia mengetahui bahwa mereka telah mengurung sekutu mereka, Dion Fortune, di dalam sel. Anglikan sudah tidak peduli lagi dengan penampilan. Atau lebih tepatnya, mereka bertindak tanpa pandang bulu. Apakah mereka benar-benar takut akan pengaruh Iblis Agung Coronzon di dunia, seperti yang disebutkan Accelerator?
“Apakah Hamazura Shiage benar-benar ancaman besar?” gumam Birdway, dengan sedikit nada jengkel dalam suaranya.
“Dia membawa semacam informasi berbahaya tentang kekuatan Coronzon atau ideologi apokaliptiknya atau apalah itu, kan?! Dia melihatku membunuh Coronzon, jadi dia pasti menyimpan dendam. Bukankah itu sebabnya ini terjadi?!”
“Ya. Iblis Agung Coronzon memang sudah mati, tapi teorinya adalah sebagian dari Sitra Achra atau energi mirip Telesma miliknya tetap berada di dunia ini dan terkandung di tangan kanan Hamazura Shiage. Omong kosong. Tampaknya Anglikan memakai alasan ini untuk mengejar Hamazura, tapi tidak terdapat materi-materi jahat itu di sini.”
“Bagaimana kau bisa sangat yakin? Padahal Teorinya terdengar cukup masuk akal.”
“Jangan khawatir. Itu takkan terjadi.”
“Kau tahu dari mana, Birdway?!”
“Karena akulah yang telah menghilangkan residu energi dari Iblis Agung Coronzon.”
………………………………………………………………………………………………………
“B-b-bilang apa kau barusan, penjahat kecil?”
“Dari Inggris, aku melewati ley line untuk melakukan semua ini.”
Kamijou tidak menanyakan bagaimana cara gadis itu melakukannya.
“Tidak ada masalah nyata jika sebagian darinya tersebar ke seluruh dunia. Asalkan tidak berkumpul dan melampaui apa yang bisa kau anggap sebagai dosis mematikan.”
Guru Jenius Birdway dapat melihat kebingungan yang jelas di wajah Kamijou.
Birdway melanjutkan seolah-olah sedang berbicara kepada seorang anak kecil.
“Apa kau bertanya-tanya mengapa Dawn-Colored Sunlight, cabal sihir terbesar di Eropa, tidak bergabung denganmu kemarin ketika Coronozon hampir menghancurkan dunia? Karena ada hal-hal yang harus kuselesaikan di balik layar, bodoh.” Wajah Birdway tetap terlihat tenang. “Ancaman yang konon ditimbulkan Hamazura Shiage setidaknya setengahnya tidak benar. Aku telah menyebarkan Sitra Achra milik Coronozon, jadi tidak ada satu pun yang terkandung di dalam tubuh Hamazura.”
“Dan aku juga ragu tentang separuh lainnya.” Dion Fortune menghela napas. “Mungkinkah Hamazura Shiage benar-benar menarik cukup banyak orang untuk mendirikan agama baru hanya dengan memberi tahu mereka tentang sisi Iblis Agung Coronzon yang tidak kita ketahui? Sejujurnya itu mungkin, tapi menurutku itu terlalu tidak mungkin. Itu di luar apa yang bisa terjadi hanya dengan keberuntungan.”
Itu bukan alasan untuk bersantai.
Birdway, yang telah melihat sisi baik dan buruk dunia, melanjutkan seolah-olah mengatakan bahwa mereka akhirnya sampai pada inti permasalahan.
“Sekarang, mengapa Anglikan begitu bertekad untuk mengejar Hamazura? Anglikan adalah organisasi anti-penyihir yang cukup efektif sampai-sampai Dawn-Colored Sunlight harus selalu mengawasi aktivitas mereka dengan cermat. Dan Necessarius adalah yang terbaik dari mereka. Mereka seharusnya tidak bertindak seperti sekelompok polisi yang kikuk.”
Leivinia Birdway menyimpulkan semuanya dengan kalimat terakhir.
“Pasti ada sesuatu yang lebih urgen dari ini.”
Penjahat itu bukanlah makhluk tanpa nama dan tanpa wajah.
Dia adalah manusia biasa.
Pengguna Black_Oneday berada dalam jangkauan Hamazura.
Tapi, pesawat penumpang dan pesawat ulang-alik bukanlah satu-satunya ancaman.
“?!”
Dia mendengar suara seperti alat cukur listrik.
Salah satu peti kayu yang ditumpuk sembarangan di dekatnya meledak dari dalam — kemungkinan menggunakan semacam bahan peledak — dan sesuatu muncul.
Pesawat penumpang besar dan pesawat ulang-alik yang tampaknya mampu menyerang medan itu sendiri bukanlah satu-satunya hal yang perlu ditakuti.
“Oh tidak! Apakah dia sekarang mengirim drone?!”
“Hm? Kenapa harus peduli? Kita selamat dari ledakan mesin pesawat ulang-alik, jadi bisa apa benda kecil itu?”
“Pakai matamu!! Itu pesawat penyemprot tanaman!! Apa kau lihat nosel aneh di bagian bawahnya? Bila diisi dengan obat penenang yang bisa dihirup, pesawat itu hanya perlu menyemprot kita sekali dari atas untuk membuat kita pingsan!!”
Ada lebih banyak hal yang perlu ditakuti daripada sekedar kekuatan penghancur semata.
Akan sejauh mana aksi pengguna Black_Oneday yang tidak terlihat itu?
Si pengguna mungkin tidak cukup optimis untuk berpikir bahwa dia bisa berhenti setelah berhasil menghalau para pengejarnya. Tempat persembunyiannya sudah terungkap. Dia pasti ingin melarikan diri dari sini secepat mungkin. Dan dia juga ingin merahasiakan identitasnya saat melakukannya.
Tapi bagaimana caranya dia melakukan itu dari pesawat ulang-alik eksoatmosfer Kujerung?
“…?”
Awalnya, Hamazura mengira dia melihat bak mandi kecil yang meluncur di tanah. Tapi ternyata bukan. Benda berbentuk kotak mulus seperti koper itu memiliki tiga roda kecil, dan tinggi setiap roda dapat disesuaikan secara terpisah untuk menaiki tangga dan melewati gundukan. Benda itu telah berhasil menempuh jarak yang cukup jauh di tengah puing-puing akibat tabrakan antar pesawat. Ya, benda itu bergerak begitu mulus sehingga tampak seperti "meluncur".
Dengan ukuran sekecil itu, benda itu hanya bisa membawa satu orang. ...Apakah itu adalah kendaraan mini super-kompak?
“Apakah itu orangnya? Si pengguna Black_Oneday?!”
Hamazura akan kehilangan jejaknya jika terus seperti ini.
Sebuah pesawat angkut besar meraung di dekatnya. Salah satu kaki roda pendaratannya pasti patah karena miring. Baling-baling raksasa berbentuk X mendekat seperti bilah yang berputar. Hamazura entah bagaimana berhasil menghindarinya dan kemudian berpegangan pada sayap yang miring secara diagonal. Untungnya, baling-balingnya tidak berputar terlalu cepat. Kecepatannya cukup lambat sehingga dia bisa memanjatnya.
Hamazura akan kehilangan pandangan terhadap kendaraan mini itu jika dia tidak mendapatkan tempat yang lebih tinggi untuk melihat!
“Dia menuju ke barat… Aneri, bisakah kau menghentikannya?”
Setelah dering singkat dari ponselnya, cahaya ledakan muncul di depan kendaraan mini tersebut. Aneri pasti telah meretas lampu pemandu yang terpasang di landasan pacu.
Karena cahaya terang menghalangi pandangan, kendaraan mini itu berbelok dengan susah payah.
Serangan tunggal ini sebenarnya tidak akan menghentikannya, tapi tetap efektif.
“Aneri, teruslah mencoba hal-hal baru! Jangan hanya menggunakan metode yang sama. Variasikan metodemu agar musuh tidak bisa memprediksi apa langkahmu selanjutnya. Lakukan!!”
Jauh di bawah sana, di tanah, Blodeuwedd the Bouquet berteriak ke arahnya.
“Hamazura, kejar penjahatnya! Secepat mungkin! Aku akan urus semua lalat yang menyebalkan ini!!”
“Terima kasih!!”
…Jadi rupanya Blodeuwedd the Bouquet bisa tetap berdiri tanpa masalah di dalam daya hisap kuat mesin turbofan raksasa. Para Transenden memiliki spesifikasi yang absurd. Dia menggunakan lengan mantel logamnya yang besar untuk mencengkeram dan menancap dalam-dalam ke tanah aspal.
Hamazura tidak bisa hanya menonton dari tempat yang tinggi.
Aneri menghalangi pelarian musuh, tapi seseorang tetap harus mengejar kendaraan mini itu. Sambil berlari dan melompat dari pesawat ke pesawat, dia mendengar suara aneh.
Dari permukaan tanah.
“Apa itu?”
Hamazura melihat sepotong logam seukuran setengah peti mati, tapi memiliki delapan roda. Dan di atasnya terdapat dua senapan mesin yang lebih tebal dari tiang jemuran. Selain itu, ada beberapa radar dan lensa berbentuk lempengan.
Kedua laras senapan itu mengarah tepat ke arahnya.
Hamazura segera menaiki tangga dari sayap utama pesawat angkut besar itu ke bagian atas badan pesawat.
“Apa itu drone anti-pesawat?!”
Suara tembakan yang menggelegar terdengar sangat dalam. Hujan peluru dari bawah membuat sayap utama penuh lubang. Apakah itu bahan bakar jet yang menetes karena bocor? kelihatannya, setiap tembakan itu adalah peluru 20 mm yang ukurannya bahkan lebih besar dari peluru senapan anti-materiil. Jika peluru itu menyerempetnya, dia akan meledak dan tewas!
(Aku bisa mati jika berhenti.)
Tapi setidaknya itu tidak dipersenjatai dengan rudal. Jika unit SAM murah itu dipaksa memasukkan rudal apa pun yang tersedia, maka dia pasti akan tersapu ledakan jika rudal itu menghantam di dekatnya.
|Surface to Air Missile (Rudal Permukaan ke Udara)
Nyawanya benar-benar berada di ambang kematian, dia bersyukur hanya ditembak oleh senapan mesin 20mm.
Sistem pembidik otomatis yang dikendalikan program itu belum berhasil mengenainya dengan satu pun peluru tebal, tapi dia menduga hal itu karena drone-drone tersebut memang dirancang untuk dikirim secara berkelompok agar dapat membentuk barisan tembakan terhadap pesawat terbang atau objek terbang lainnya di langit yang luas. Perangkat penargetan tersebut tampaknya tidak dirancang untuk penggunaan anti-personel.
Hamazura berlari sekuat tenaga di sepanjang atap pesawat angkut dan melompat.
Sayap utama pesawat penumpang berikutnya berjarak sepuluh meter.
Tentu saja, itu terlalu jauh untuk dilompati.
Dia mengulurkan tangannya seolah mencoba meraih udara kosong.
“Aneri!!”
Sesuatu berayun ke arahnya.
Aneri pasti telah meretas mobil damkar. Itu adalah tangga yang dapat diperpanjang yang diayunkan seperti meriam tank. Hamazura mendarat di tangganya saat tangga itu tiba tepat di bawahnya.
Dia kehilangan keseimbangan… tapi bukan hanya karena berat badannya membuat tangga yang direntangkan itu menjadi tidak seimbang.
Tapi sebuah pesawat penumpang besar sedang mendekat. Dan mesin-mesinnya menghisap kuat udara di sekitarnya.
Begitu kaki Hamazura menyentuh atap pesawat ulang-alik lain, dia mendengar ledakan dahsyat tepat di belakangnya. Selang yang tergulung di sisi truk pemadam kebakaran terlepas dan tersedot ke dalam mesin pesawat.
Suara mesin di bawahnya terdengar rusak.
Drone beroda delapan itu tampaknya menabrak sebuah drum logam di tanah.
Si penjahat yang memerintahkannya pasti menyadarinya.
Karena dia langsung mengambil langkah selanjutnya.
Hamazura mendengar suara aneh seperti cairan yang terciprat.
“?”
Dia sebenarnya belum sepenuhnya menyadari apa yang terjadi, tapi dia segera menutup hidung dan mulutnya ketika mendeteksi aroma yang khas. Nalurinya memperingatkan: menghirup terlalu banyak aroma ini adalah ide yang buruk.
(Bahan bakar jet?!)
Apa lagi-lagi ini ulah Black_Oneday? Orang itu pasti telah menyalahgunakan lubang pengisian bahan bakar dari pesawat penumpang di sekitar sini untuk menyemprotkan bahan bakar berbahaya selayaknya alat penyiram tanaman.
Fakta bahwa tercium bau aneh berarti komponen yang menguap telah naik ke ketinggian ini. Jika ada sesuatu yang menyulutnya, seluruh area akan meledak. Bukankah jika menggunakan prinsip yang sama seperti bom bahan bakar-udara, pada dasarnya ini adalah senjata taktis yang akan membakar habis segala sesuatu dalam radius satu kilometer?!
“Aneri, carikan aku rute!! Beri aku rute yang akan membawaku keluar dari bahan bakar yang menguap secepat mung—”
Hamazura berhenti sebelum menyelesaikan perintahnya.
Ada seseorang yang tergeletak di tanah tepat di bawah sayap utama.
Pria kurus itu tampak persis seperti tipe orang yang mengambil cuti kerja untuk datang ke sini hanya untuk bersenang-senang. Dia mengalungkan kamera SLR alih-alih hanya membawa ponsel, yang menunjukkan bahwa dia adalah penggemar pesawat terbang sejati atau penggemar pramugari sejati. Yang mana sebenarnya tidak penting saat ini.
Mata Hamazura membelalak saat dia berlari ke atas pesawat penumpang.
(Astaga, apa ini efek dari sihir pengusir?! Katanya orang-orang Inggris itu menggunakannya untuk mengusir orang-orang yang tidak bersalah sebelum mereka melakukan sesuatu.)
Itu berarti orang-orang yang terkena dampak dari sihir pengusir akan dipaksa untuk bertindak tanpa sadar. Pemikiran logis mereka akan dikesampingkan dan digantikan dengan gagasan bahwa prioritas utama mereka adalah meninggalkan area yang telah ditentukan.
Tepat di bawahnya, peti-peti kayu ditumpuk membentuk susunan yang dari atas tampak seperti labirin kecil.
Sihir pengusir adalah bentuk pikiran bawah sadar dari pengendalian mental yang tak normal. Jadi mungkin orang-orang yang berada di bawah pengaruhnya terkadang bisa "terjebak" di jalan buntu atau rintangan atau berakhir berputar-putar tanpa henti di dalam labirin.
Dari sisi sains, diketahui bahwa tidak ada teknologi yang sempurna, tapi apakah hal itu juga berlaku untuk sisi sihir?
Jika uap bahan bakar jet itu terbakar, semua orang di sini akan mati.
Tugas Hamazura adalah mengejar penjahat, tapi pria tak dikenal ini terjebak dalam masalah ini bukan karena kesalahannya sendiri.
(Apa para pahlawan hanya menyelamatkan gadis-gadis imut yang tak berdaya? Jangan bercanda!!)
“Aneri!!”
Infrastruktur pemadam kebakaran di dekatnya segera merespons. Beberapa pipa logam tipis muncul dari trotoar yang rata dan kemudian menyemprotkan cairan bening ke segala arah. Air biasa hanya akan memperparah masalah, jadi ini pasti merupakan bahan pemadam api khusus yang dirancang untuk kebakaran minyak.
Bahan bakar jet yang menguap dan menyebar di udara sangat mudah terbakar dan sangat berbahaya, tapi tidak akan memicu ledakan jika "dicuci" dengan cairan yang tidak mudah terbakar.
“Ini seharusnya sudah cukup.”
Ponselnya yang retak membunyikan alarm.
Hamazura baru menyadari alasannya belakangan.
(Membersihkan uap bahan bakar dari udara sangat penting untuk mencegah ledakan besar, tapi ancamannya belum berakhir. Genangan bahan bakar di tanah masih bisa terbakar!!)
“Sialan!!”
Hamazura meraih tali jemuran di sayap utama dan melemparkannya ke bawah. Pengait untuk menggantungnya tersangkut di ikat pinggang pria itu.
Dia mengikat ujung lainnya ke sebuah drum logam berat dan menendangnya hingga terlepas dari sisi sayap yang lain.
Seperti menggunakan katrol, pria itu diangkat ke sayap pesawat.
Tak lama kemudian, api berwarna oranye melahap trotoar di bawah mereka.
Mereka terhindar dari paparan langsung api yang membara, tapi panas yang hebat tetap menjalar ke arah mereka.
Sayap pesawat miring di bawah kaki Hamazura. Apakah karet ban pesawat penumpang yang kempes itu telah meleleh?
Cairan pemadam api khusus itu segera bereaksi. Setelah lima menit, cairan khusus yang tidak menguap itu telah menutupi bahan bakar, memutus pasokan oksigennya, dan dengan cepat memadamkan semua api. Pria yang tidak bersalah itu aman untuk saat ini. ...Meskipun Hamazura merasa terganggu karena pria itu dengan antusias mengambil foto tanah sambil berseru betapa beruntungnya dia bisa melihat kebakaran bahan bakar jet sungguhan yang sedang dipadamkan.
Meskipun begitu, ini membutuhkan waktu lima menit.
Hamazura secara naluriah lebih fokus pada pria tak bersalah itu daripada penjahat yang sedang melarikan diri.
Dan hasilnya sudah bisa ditebak.
“Dia berhasil lolos!! Sial!”
Kendaraan mini itu sudah tidak lagi terlihat.
Dan lagi-lagi itu semua salah orang-orang Inggris itu!! Dia mengertakkan giginya. Seandainya saja sihir pengusir itu tidak mengalami eror dan membuat pria itu terjebak di sini… Dia tidak ingin berteman dengan mereka, tapi jika orang-orang Inggris itu bisa memanfaatkan semua kekuatan mereka dengan baik, mereka mungkin tidak akan kesulitan menangkap pengguna Black_Oneday!
“Aneri, periksa petanya!! Fasilitas penting terdekat apa yang ada di arah pelarian dari kendaraan mini itu?!”
Dia menerima dua bunyi getaran penolakan. …Ya, itu masuk akal. Jika kendaraan mini itu berputar jauh setelah menghilang dari pandangannya, kendaraan mini itu bisa saja bergerak ke arah mana pun.
Yang berarti mereka kembali ke titik awal.
“Sialan!!”
“Oh, astaga… Cobalah untuk tenang.”
Mendengar suara yang sangat menenangkan, dia menoleh dan melihat Blodeuwedd the Bouquet menggunakan tangga untuk memanjat ke atas pesawat yang sama dengannya.
“Tapi! Apa sebenarnya yang dilakukan para penegak keadilan itu?! Aku bisa saja menangkap penjahatnya jika bukan karena mereka!!”
“Oh, benarkah? Dan bukti apa yang kau miliki bahwa pengguna Black_Oneday berada di dalam kendaraan mini berbentuk bak mandi itu?”
“…Apa?”
“Dia punya alat peretasan khusus, ingat? Dia bisa saja mengirimkan kendaraan mini itu ke satu arah yang kosong tanpa ada orang di dalamnya sementara dia bersembunyi dan menyelinap pergi ke arah yang berbeda.”
Itu… sepertinya tidak mungkin, tapi dia tidak bisa sepenuhnya yakin.
Dan menyalahkan bukanlah hal terpenting saat ini.
Blodeuwedd the Bouquet mengalihkan pembicaraan ke arah yang jauh lebih berorientasi bisnis.
“Jadi, Hamazura, apa yang akan kau lakukan sekarang?”
Kamijou merasa hal ini sangat buruk bagi jantungnya.
Semua pesawat dan wahana antariksa sudah tidak lagi bergerak, tapi itu bukan alasan untuk bersukacita. Tokoh sentral dari semua ini telah berhasil lolos.
“Di mana Hamazura?!” teriak Dion Fortune dengan mata terbelalak. “Dia tidak mati, kan?!”
“Sepertinya dia berhasil lolos,” kata Lessar dengan santai.
Kamijou dapat merasakan suasana mendesak itu dengan cepat memudar.
Birdway dan Lessar lebih fokus pada penjahat lain, jadi mereka mungkin tidak terlalu mementingkan tindakan Hamazura.
Fortune menghela napas panjang.
“Tapi aku juga tidak melihat 'penjahat sebenarnya' yang kau maksud. Kau melihat kendaraan mini itu pergi, kan? Aku yakin itulah orangnya.”
Pasukan Anglikan berkumpul di tempat yang cukup jauh.
Mereka mungkin sedang mendiskusikan langkah selanjutnya.
Kamijou melihat pendeta perokok di antara mereka.
“Sudah saatnya aku melampiaskan kekesalanku pada si bajingan Stiyl.”
“Jangan terburu-buru,” sela Leivinia Birdway.
Meskipun Birdway dan Lessar memilih untuk bertindak secara independen ketimbang bergabung dengan Anglikan di Academy City, mengapa Birdway harus menghentikan dirinya?
“Apa kau benar-benar tidak sadar?”
Saat ini, mereka perlu menjauh dari Hotel Town.
Dan ketika ada orang yang mengejar mereka, mereka harus bertindak cepat.
Hamazura melihat sekeliling.
“Cara tercepat adalah dengan mencuri kendaraan. Dan drone-drone di langit serta benda-benda semacam itu tidak bisa memata-matai kita saat kita berada di bawah sayap pesawat… atau di bawah atap. Jadi, kendaraan beratap akan menjadi yang paling aman.”
“Jadi mau curi apa kita? Kuharap bukan truk 10 ton yang mencolok.”
Blodeuwedd the Bouquet terdengar kesal, tapi Distrik 23 penuh dengan bandara dan landasan pacu. Kendaraan biasa jarang ditemui di sini. Kendaraan mencolok justru tidak mencolok di distrik ini.
Hamazura mencongkel lubang kunci kontak dan mengutak-atik kabel di dalamnya.
Segala hal yang khusus untuk Distrik 23 akan memiliki pengamanan elektronik dan kunci yang ketat, tapi truk besar seperti ini sering berpindah antar distrik. Dan dia tahu bahwa metode paksa ini sering kali berhasil pada kendaraan khusus distrik lain.
(Meskipun ini kemunduran teknologi, karena ada masalah sosial di mana orang dapat membuka pintu dan menghidupkan mesin dengan ponsel mereka.)
Hamazura mengabaikan alarm dan menghidupkan mesin.
“Apa pun yang terjadi, aku harus melakukan apa yang aku bisa.”
“Bagaimana persisnya?”
“Belum tahu! Aku tidak bisa mengabaikan pengguna Black_Oneday, aku tidak ingin dibunuh oleh orang-orang Anglikan atau apalah itu, dan aku tidak berencana membiarkan Kamijou Touma lolos begitu saja dari apa yang telah dia perbuat! Dia telah membunuh seseorang yang kukenal dan sekarang dia menjadi pahlawan yang telah menyelamatkan dunia? Aku tidak akan puas setidaknya sampai aku menodai kebajikan palsunya!!”
“Hhh. Jadi, eh, bukankah yang terakhir itu sepertinya agak mustahil?”
Blodeuwedd the Bouquet berdiri tepat di depan truk besar itu, mendongak ke arahnya, dan menghela napas kesal.
…Rupanya akhirnya mereka mengalami perbedaan pendapat?
“Pertama, Kamijou Touma tidak terikat oleh aturan yang melarangnya membunuh siapa pun. Dan bukan keberuntungan yang membuat musuh-musuhnya di masa lalu selamat. Bahkan, kau tidak bisa mengharapkan hal seperti itu dari dia dan kesialannya. Jadi semuanya disengaja. Dia memilih untuk membiarkan musuh-musuhnya hidup meskipun itu merugikan dirinya. Tapi itu tidak terjadi pada Coronzon. Membiarkan satu orang mati bukanlah pengecualian di sini. Sejujurnya, cara dia menyelamatkan semua orang lainlah yang tidak lazim.”
Ya.
Hamazura pernah mendengar itu sebelumnya, tapi Coronzon pasti ingin hidup.
Sekalipun dia seorang penjahat, sekalipun itu mengerikan, sekalipun dia sendiri yang menyebabkannya, dan sekalipun dia dibenci.
“Lagipula, mayoritas orang menganggap bahwa kematian Coronzon adalah jalan terbaik. Jadi setidaknya dalam kasus Coronzon, kau tidak mungkin bisa membatalkan 'kebenaran' Kamijou Touma. Meskipun dia sendiri tidak ingin berlindung dibalik kebenaran umum dunia. Ingat, semua 7 atau 8 miliar orang di planet ini memiliki kepentingan bersama. Nyawa mereka diselamatkan dan tidak ada pengganti untuk itu. Kau hanya satu orang, jadi apa yang bisa kau lakukan untuk melawan itu?”
Hamazura merasakan panas berbahaya di antara kedua matanya.
“Hanya satu orang?”
“Dia menyeret 8 miliar orang tak bersalah ke dalamnya dan mencoba membantai mereka semua, jadi satu atau dua orang yang berada di pusatnya tidak berhak mengeluh soal keadilan, dasar cacing.”
“Kh.”
Kata-kata itu menusuk tepat ke dada Hamazura.
“Atau apakah semua orang yang kau kenal secara pribadi adalah kaum elit yang pantas mendapatkan perlakuan VIP? Jangan membuatku tertawa. Semua nyawa sama nilainya. Kau tidak bisa begitu saja mengesampingkan nyawa orang lain hanya karena itu tidak nyaman buatmu.”
Tapi gadis itu tetap tidak berhenti.
Apakah truk 10 ton yang sedang berjalan tidak menimbulkan kekhawatiran bagi Transenden?
Blodeuwedd mendongak ke arah ruang pengemudi dan melanjutkan serangan verbalnya.
“Setiap satu dari 8 miliar orang itu memiliki orang-orang terkasih mereka sendiri dan kalian berdua siap untuk merenggut orang-orang itu dari mereka semua untuk tujuan pribadi. Dan kalian hampir berhasil! Apa kau pikir kau tidak pantas mendapat kemarahan dunia setelah semua yang telah kau lakukan, Hamazura?!”
Ya.
Hamazura tidak berhak mengklaim dirinya benar. Dia tidak akan mampu mengalahkan satu orang pun di Bumi jika dia berpegang pada argumennya. Dalam hal kebenaran, dia berada di posisi paling bawah. Ada 8 miliar orang di atasnya dalam peringkat itu, jadi dia akan dihancurkan tidak peduli apa pun yang dia coba katakan.
Dia tahu itu.
Dia tahu… tapi itu tidak mengurangi rasa frustrasinya sedikit pun.
Dia tidak ingin mendengar siapa pun mengatakan bahwa kematian Coronzon adalah jalan terbaik. Jika kematiannya tidak dapat dibatalkan, setidaknya dia ingin Coronzon beristirahat dengan tenang. Dia tidak ingin orang-orang meludahi kuburannya hanya karena dia seorang penjahat. ...Apakah dunia yang hanya mementingkan kebenaran ini bahkan tidak membiarkan dirinya untuk mengenang temannya dan mengucapkan hal itu?
Dan.
“…Hei.”
Hamazura mendengar suara yang sangat rendah dan mengerikan.
Jauh lebih rendah dari sebelumnya.
Entah mengapa, Blodeuwedd the Bouquet tampak sangat marah saat berdiri tegak di depan truk.
Bahkan lebih marah daripada Hamazura.
“Ayolah, bodoh. Aku sedang menunggu. Apa kau tidak mau mengatakan sesuatu?”
“…Tidak ada yang bisa aku katakan.”
“Dasar bodoh!”
Blodeuwedd meledak marah.
Para Transenden adalah makhluk di atas normal yang bahkan tidak bisa dijelaskan oleh pengetahuan Academy City tentang esper. Dia mengenakan mantel logam tebal dan celemek di baliknya, jadi tidak ada yang akan menganggap dia merupakan orang biasa.
Tapi…
“Pada saat-saat seperti ini, si bodoh yang melakukan sesuatu yang sangat konyol seharusnya berteriak bahwa emosi manusia tidak dapat dijelaskan dengan menjumlahkan angka-angka seperti itu! Katakan saja itu maka aku akan membereskan semuanya untukmu! Menurutmu buat apa Transenden sepertiku di sini?! Aku membiarkanmu berpegang pada keyakinan pribadimu dan menghancurkan argumen-argumen sombong yang didasarkan pada keadilan, kebenaran, mayoritas global, aturan internasional, dan konsensus global! Mengapa orang bodoh sepertimu mencoba menganggap serius hal ini dengan otak bodohmu itu?! Apa kau benar-benar bodoh tulen, dasar bodoh?!”
Hamazura tersentak.
…Ke mana sebenarnya Blodeuwedd berpihak?
Hamazura menatap dengan bingung, tapi sejak awal ini seharusnya sudah jelas.
Hamazura telah terisolasi dari dunia luar, jadi dari sudut pandang objektif semata, meninggalkannya akan menjadi pilihan yang lebih aman dan mudah. Tapi Blodeuwedd the Bouquet tidak melakukan itu.
Mencintai orang yang dibenci bukanlah hal yang aman atau mudah.
Tapi, dia tetap memilih itu sebagai syarat keselamatannya.
Dia memilihnya demi dirinya sendiri.
Dia telah memutuskan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menyelamatkan siapapun yang terputus dan terisolasi dari segala arah karena semua orang membenci mereka dan menganggap mereka pantas untuk mati.
“Coronzon itu jahat. Dan sendirian! Ada 7 atau 8 miliar orang membanjiri dunia ini, tapi tidak satu pun dari mereka mau bekerja sama dengannya!! Hamazura, dia bahkan tidak menganggapmu berguna. Dia menganggapmu benar-benar tidak berguna. Dan setelah meremehkan semua orang di sekitarnya dan memojokkan dirinya sendiri, Coronzon mati dengan kematian yang jelas-jelas disebabkan oleh dirinya sendiri. Itu semua fakta!!”
Blodeuwedd the Bouquet sangat ganas.
Sang Transenden yang telah melihat begitu banyak orang yang dibenci berbicara dengan tajam dan menusuk.
Jadi.
Kata-katanya berhasil melukai hati bocah yang dibenci itu lebih dalam daripada kata-kata siapa pun.
“Tapi kau ingin berteman dengannya, kan?”
“Diamlah…” rintih Hamazura sambil menundukkan kepala.
Gadis ini tiba-tiba muncul, jadi apa yang dia ketahui tentang Coronzon?
…Coronzon malah menyeret Hamazura, yang tidak tahu apa-apa tentang sihir, malah memilih berkeliling Skotlandia ketimbang meninggalkannya.
…Coronzon telah membantunya menyelamatkan Dion Fortune yang telah berubah menjadi tumpukan kartu tarot!
…Coronzon lebih dari sekedar seseorang yang dengan mulia menyelamatkan hidupnya!! Dia juga bercanda, menatapnya dengan tajam, dan tertawa!!!
Hamazura benci kenyataan bahwa dia hanya bisa mengeluarkan desahan lemah seperti itu setelah mengingat semua itu.
Hamazura ingin berteman dengannya.
Tidak, Hamazura sangat ingin berteman dengannya.
Hamazura hanya bisa membicarakannya dalam bentuk masa lalu. Hamazura bukan orang asing di sini. Hamazura pernah berada di sana bersamanya, tapi gagal menyelamatkannya. Padahal pasti ada cara untuk melakukannya. Hamazura benar-benar membenci dirinya sendiri karena tidak berhasil.
Meskipun begitu.
Bagaimana bisa gadis ini memandang rendah dia seperti itu?
Meskipun gadis ini telah meninggalkan Coronzon dan melindungi semua orang yang dibencinya.
Meskipun gadis ini telah berpihak pada Hamazura dan mengusir Kamijou karena dia tidak memenuhi syaratnya.
Meskipun semua itu tidak direncanakan dan berada di sini sekarang hanya karena iseng.
Meskipun semua itu tidak berasal dari “kebaikan” atau “keadilan”…
“Coronzon adalah si bodoh menyedihkan yang benar-benar payah dalam menjalani hidup, tapi kau tetap tidak ingin menyebutnya Iblis Agung dan meninggalkannya!! Kau tidak peduli apakah dia hanya kenalan atau bukan. Kau tetap ingin dia memiliki setidaknya satu orang di sisinya!! Kau ingin menjadi individu yang menghubungkan si bodoh kesepian itu dengan dunia yang lebih luas! Jadi mengapa kau membiarkan hal-hal yang tak berbentuk dan tak berbobot seperti kebaikan dan keadilan menahanmu? Mengapa kau harus berbohong tentang apa yang kau yakini?! Kamijou Touma membuang kemungkinan rapuh itu demi dunia yang lebih luas. Dia membuat pilihan untukmu tanpa bertanya terlebih dahulu. Tidak masalah apakah dia benar atau tidak. Bocah itu mencuri hakmu untuk membuat pilihan!! …Jadi mengapa kau tidak bisa setidaknya mengatakan kau ingin membalas dendam pada bocah yang telah menghancurkan ilusimu?! Bukankah itu yang ingin kau lakukan untuk orang yang ingin kau jadikan teman, tidak peduli seberapa besar usaha yang dibutuhkan?!!”
“Aku bilang diammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm!!!
Dia menginjaknya.
Dia menginjak pedal gas dengan keras.
Blodeuwedd the Bouquet menghilang dari pandangan di depan truk. Tentu saja. Ketika kendaraan seberat 10 ton itu menabraknya, gadis itu akan terseret ke bawah truk, bukan terlempar ke depan.
Terengah-engah dan keringat mengalir deras di wajahnya, Hamazura akhirnya menginjak rem.
“Hidup macam apa ini, dasar menyebalkan? Sialan, apakah ini akhirnya?”
Apakah ini membantu Coronzon? Tentu saja tidak.
Hamazura sendiri telah mengabaikan kebenaran, jadi apa dasar dari ledakan amarah ini? Dia begitu bodoh, menyedihkan, dan tak berdaya sehingga dia baru saja kehilangan satu-satunya orang yang masih bersedia membantunya. Dia membenci kenyataan bahwa dia telah menolak uluran tangannya, berbuat salah, dan jatuh ke titik di mana tak bisa untuk kembali.
Tapi kemudian…
“Nah, ini baru benar.”
Bunyinya berasal dari bawah.
Keceriaan suara itu seolah mengabaikan akal sehat.
Ada apa dengan sang pemberi keselamatan itu? Padahal Hamazura sedang berada di dalam truk besar.
“Aku tahu kau bisa melakukannya, Hamazura-tan-ku yang imut☆”
Dengan suara gemuruh, gravitasi kehilangan semua maknanya.
Sebuah gaya dorong tajam dari bawah membuat truk seberat 10 ton itu melayang tinggi di udara. Meskipun Hamazura baru menyadari hal itu setelah truk tersebut menghantam tanah dengan keras.
“Khahh!!”
“Hei.”
Dengan kaca depan yang retak dan pandangannya terhadap dunia terbalik, Dia melihat Blodeuwedd the Bouquet berjongkok dan mengintip melalui pintu samping pengemudi. Gadis kurus itu sama sekali tidak terluka.
“Kita tidak membicarakan hal-hal membosankan tentang apa yang dipikirkan dunia pada umumnya. Konsistensi dan kontradiksi itu tidak penting. Aku tidak berjuang untuk membuat semua orang rendahan di luar sana memuji-muji diriku dengan menekan tombol like. Dengar, Hamazura. Emosi yang mendorongmu maju adalah segalanya bagimu.”
…Ya, itu benar.
Hamazura menggertakkan giginya.
Itu buruk. Itu menyedihkan. Itu menggelikan.
8 miliar orang yang hampir tewas mungkin akan menanggapi dengan tawa kecil dan mengatakan kepadanya bahwa dia salah.
Akan tetapi.
Dia ingin berteman dengannya. Dia ingin mengenal Coronzon lebih dalam.
Hamazura akhirnya berhasil memusatkan perhatian pada inti perasaannya.
Tapi hal itu tidak mungkin terjadi lagi. Betapa pun dia merindukannya, mereka tidak akan pernah bisa lagi tertawa bersama.
Karena seseorang telah memutuskan untuk ikut campur, membuat kekacauan, dan mengubah semuanya menjadi masa lalu.
“Tidak peduli betapa sok benar dan tidak masuk akalnya itu, Sang Transenden yang mencintai siapapun yang dibenci tidak akan pernah mengatakan bahwa perasaanmu itu salah. Aku juga mempertaruhkan nyawaku di sini, jadi apa pun pilihanmu nanti, jangan lupakan apa yang sebenarnya kau inginkan. Paham?”
“…Y-ya…”
Dia pasti menyukai suara Hamazura yang menyedihkan dan gemetar karena Blodeuwedd the Bouquet tersenyum dan mengulurkan tangan.
Bukan lengan besar mantel logamnya, melainkan tangannya sendiri yang sangat kurus.
“Kalau begitu, ayo keluar, Hamazura. Kita harus keluar dari sini. Sungguh, ini salahmu karena tadi kau pamer keberanian. Diluar dugaan, tubuhku serasa kendor di beberapa bagian, atau lebih tepatnya tenagaku jadi meluap, akibatnya kita malah jadi lebih mencolok☆”
…Benarkah? Hamazura tidak bisa memahami kepribadian gadis yang suka berteriak-teriak itu. Saat dia emosi, apakah dia kehilangan kendali sampai-sampai tanpa sengaja menjatuhkan truk seberat 10 ton?
“Sampai kapan kau mau terus-terusan di dalam truk terbalik itu? Kau nggak bakal bisa ke mana-mana kalau terus di sana, jadi menurutku lebih baik merangkak keluar dan berjalan dengan kakimu sendiri.”
“Tapi harus pergi ke mana?!”
“Itu bukan wewenangku untuk memutuskan. Kaulah yang harus memilih.”
Setelah Hamazura meraih tangan gadis yang sangat kurus itu dan merangkak keluar melalui jendela yang pecah, gadis itu membalas perlakuan Hamazura.
Sang Transenden menatap matanya dan mengajukan pertanyaan yang paling mendasar.
“Kau tidak bisa bertarung berdasarkan apa yang benar, tapi apa yang ingin kau lakukan terhadap Kamijou Touma yang dilindungi oleh apa yang benar?”
Banyak hal telah terjadi, tapi mereka harus segera bergerak atau mereka akan tertangkap.
Maka dari itu Hamazura dan Blodeuwedd the Bouquet berjalan menuju menara antena yang tidak jauh dari sana. Menara kecil itu tingginya hanya sekitar tiga lantai, tapi memiliki tangga menuju ke atas, mungkin agar bisa berfungsi ganda sebagai tempat berlindung saat terjadi bencana. Hal itu bisa dimengerti setelah masalah yang terjadi sebelumnya dengan bahan bakar jet.
Dan sebagai tempat berlindung, tempat itu dilengkapi dengan air dan makanan.
“Ohh.”
Blodeuwedd the Bouquet mengeluarkan suara kagum saat melihat isi kotak logam perak yang kokoh itu. Apa ini momen paling menyenangkan yang pernah Blodeuwedd rasakan sejak bertemu dengan Hamazura? Kotak itu berisi botol-botol air dan makanan portabel yang menyerupai kue, apakah dia selama ini lapar atau bagaimana? Jika dia mampu melakukan tindakan di atas normal itu hanya dengan air, oksigen, dan karbohidrat, maka Hamazura lah yang akan terkesan.
Setelah dengan antusias memilih antara rasa cokelat dan vanila, Blodeuwedd the Bouquet mengajukan pertanyaan seolah-olah hanya sekedar basa-basi.
“Jadi apa yang terjadi dengan benda itu? Kau tahu, laser yang memantul dari bulan itu. Bukankah seharusnya laser itu akan menembak lagi setelah 50 menit?”
“Bffff?!!”
Oh, benar! Benda itu!
Dan laser bukanlah satu-satunya ancaman. Distrik 23 penuh dengan bahaya, seperti pelontar massa dan reaktor fusi nuklir yang menggunakan deuterium untuk tokamak atau stellarator atau apalah namanya!!
Dia tidak bisa membiarkan dirinya tersedak dan mati sekarang. Dengan gugup, dia menatap langit.
“Aneh sekali. Tidak ada tanda-tanda laser dari langit, kan? Setelah diserang, kupikir penjahat itu pasti ingin membalas dendam setelah berhasil melarikan diri. Bahkan, hanya satu tembakan di luar negeri saja sudah cukup untuk memicu perang yang menghancurkan planet.”
Penjahat itu tidak akan ragu untuk menggunakannya karena dia sudah pernah menembakkannya sekali.
Tapi Hal ini terasa janggal dan tidak dapat dijelaskan… yang mana sebenarnya itu lebih mengkhawatirkan.
“Hmm. Kupikir mungkin ada alasan ilmiah di baliknya. Kau tahu, seperti penggunaan Black_Oneday membutuhkan akses ke satelit yang hanya datang pada waktu tertentu, atau semacam itu.”
“Apa benar ada kondisi seperti itu?”
Apakah Aneri pernah menyebutkan sesuatu sebelumnya?
Hamazura merasa ingat sesuatu tentang antena besar atau penguat sinyal.
Dia belum berhasil masuk ke dalam pesawat ulang-alik eksoatmosfer Kujerung yang penjahat itu gunakan sebagai tempat persembunyian, jadi dia sebenarnya tidak tahu jenis komputer apa yang penjahat itu gunakan.
Tapi, pengguna Black_Oneday itu sepertinya tidak menggunakan banyak peralatan saat melarikan diri dengan kendaraan mini seukuran bak mandi tersebut.
“Begitu ya.” Entah mengapa, Blodeuwedd the Bouquet terdengar yakin. “Jika tidak ada penjelasan dari sisi sains… maka mungkinkah kondisinya melibatkan logika dari sisi lain?”
“?”
Hamazura tidak mengerti maksudnya, tapi hal itu berlaku untuk sekitar setengah dari apa yang dikatakan oleh Sang Transenden sambil berjalan di depannya. Dan jika penjelasannya tidak memperjelas apa pun, dia hanya perlu menunda memahami bagian itu.
Jadi dari sudut pandangnya…
“Aku juga penasaran dengan orang-orang Inggris sialan itu.”
“Memang ada apa dengan mereka?”
“Mereka bahkan tidak tahu tentang Black_Oneday. Mereka pikir itu semua ulahku dan Aneri, jadi bagaimana mereka tahu mereka harus datang ke Hotel Town?”
Distrik 23 adalah tempat yang luas, jadi dia tidak percaya bahwa mereka sampai di sana secara kebetulan.
Pasukan Anglikan telah berhasil tiba di sana, jadi pasti ada jalur informasi yang menghubungkan bandara dengan Hotel Town. Tapi siapa penghubungnya?
Dan ketelitian yang aneh itu terasa tidak sesuai dengan karakter Anglikan yang telah mengerahkan begitu banyak upaya untuk mengejar Hamazura atas tuduhan palsu.
Seolah-olah logika pengejaran mereka tiba-tiba berubah.
Dan bukan hanya karena mereka semakin mahir mendeteksi lokasinya.
Pasukan Anglikan memang merupakan ancaman, tapi ada sesuatu yang janggal tentang mereka, seolah-olah mereka tidak familiar dengan cara kerja Academy City. Bahkan dengan bantuan Aneri dan Blodeuwedd the Bouquet, justru ketidakbiasaan itulah yang memungkinkan Hamazura untuk lolos selama ini.
Tapi, ada sesuatu yang telah berubah.
Seseorang yang memiliki pengetahuan lebih tajam dan mendalam tentang kota itu sedang mengejar Hamazura melalui jalan terpendek.
Itu berarti seorang ahli pelacak yang sangat berbahaya telah bergabung dengan Anglikan.
Dia hanya bisa memikirkan satu kemungkinan.
Dia mengucapkan nama itu dengan lantang.
Dengan rasa merinding.
“Takitsubo Rikou.”
“Kerja bagus.”
Kembali di Hotel Town, Kanzaki Kaori berbicara kepada seorang gadis tanpa ekspresi yang mengenakan baju olahraga: Takitsubo Rikou.
“Kita gagal menangkap Hamazura Shiage, tapi ini membuktikan keefektifan pelacakanmu. Kita adalah sebuah kelompok dan organisasi. Dengan mengulangi proses ini, kita dapat melemahkan dia sampai dia berhenti. Pertahankan, kita pasti akan menangkapnya.”
“Begitu ya.”
Mereka sempat bekerja sama selama pertarungan melawan Coronzon, tapi Kanzaki melihatnya sebagai seseorang yang beroperasi dengan logika berbeda dari sisi sihir. Kanzaki berbicara kepadanya dengan cukup sopan, tapi Takitsubo merasakan sesuatu yang dingin tentang dirinya.
Atau mungkin itu adalah cara yang lazim untuk mendekati pacar seorang buronan.
Takitsubo menganggap Kanzaki sebagai orang yang cukup baik karena tidak menolak untuk mempercayainya sama sekali meskipun dia memiliki hubungan dengan tersangka.
…Hamazura tidak diberitahu, tapi Takitsubo sebenarnya pergi ke bandara internasional untuk mengantarnya dengan pesawat pemerintah Inggris. tapi, Takitsubo tidak pernah membayangkan pacarnya akan melarikan diri.
“Distrik 23 ternyata tempat yang luas, jadi bagaimana kau bisa melacaknya sampai ke Hotel Town ini?”
“Aku dengar bahwa Blodeuwedd the Bouquet dapat mengendalikan hama, jadi aku memanfaatkannya.”
Gadis berseragam olahraga itu tidak menunjukkan perubahan ekspresi sama sekali.
“Untuk pesawat penumpang besar, burung liar yang tersedot ke dalam mesin dapat menjadi kecelakaan fatal, jadi ada langkah-langkah untuk menjauhkan mereka dari bandara. Mikrofon pengarah dipasang di seluruh area untuk menghitung lokasi dan jumlah burung secara tepat berdasarkan panjang gelombang yang sesuai dengan suara kicauan dan kepakan sayap mereka.”
Secara sadar maupun tidak sadar, Blodeuwedd the Bouquet selalu menjaga beberapa "yang dibenci" di sekitarnya untuk perlindungan. Di Distrik 23, itu berarti burung gagak. Jadi, dengan mengikuti persebaran burung gagak yang tidak wajar, Takitsubo dapat menentukan lokasi teman seperjalanan Blodeuwedd the Bouquet, yakni Hamazura.
Kanzaki sedikit mengerutkan kening.
“Cara itu memang berhasil, tapi bukankah dia bisa menangkalnya jika dia menyadari apa yang kau lakukan?”
“Kalau begitu, aku tinggal ubah metode pelacakanku.”
Itu seperti bolak-balik antara ECM dan ECCM. Jika menutup satu celah saja sudah cukup membuatnya bingung, dia tidak bisa bekerja sebagai ahli pelacakan sisi gelap.
|ECM (electronic countermeasure/Penangkal elektronik) adalah perangkat elektronik yang dirancang untuk mengelabui atau menipu radar, sonar atau deteksi sistem lain, seperti inframerah atau laser.
|ECCM: Penangkal ECM.
Saat terpojok, Takitsubo Rikou bertindak teliti dan tanpa belas kasihan.
“Hamazura tidak mampu melepaskan AI Aneri itu, jadi aku juga bisa melacaknya dengan cara itu. Misalnya, dia bersembunyi di tempat parkir yang penuh dengan forklift dan gerobak listrik saat meninggalkan bandara, kan?”
“Terus?”
“Sebenarnya dia sama sekali tidak bersembunyi. Dia sepenuhnya terlihat dari luar. Dia kemungkinan bertindak berdasarkan saran dari Aneri, tapi Aneri tidak hanya berjalan di ponselnya saja. Aneri mengumpulkan semua data yang bisa didapat dari perangkat di sekitarnya dan kemudian mengkalkulasikan sarannya menggunakan pemrosesan paralel. Setiap bias dalam data referensi akan menyebabkan bias dalam saran Aneri. Mengetahui dari mana data Aneri berasal akan memberi tahu kita di mana dia berada.”
Bantuan Aneri memang praktis dan ampuh, tapi juga merupakan sebuah kelemahan. Sama seperti sonar aktif kapal selam yang dapat membocorkan lokasinya sendiri.
Dan selain itu…
“Hamazura adalah seorang pengecut, jadi ketika dihadapkan dengan bahaya, naluri pertamanya adalah menjauh sejauh mungkin. Sama seperti dia yang tengah melarikan diri dari Anglikan saat ini.”
Kanzaki mengangkat bahu.
Seolah-olah berkata, wajar saja kalau aku tak tahu kebiasaan kecil kayak gitu. Itu kan cerita dunia yang cuma dipahami sama pasangan doang.
Takitsubo tetap melanjutkan rencananya tanpa menghiraukan hal itu.
“Lalu mengapa dia datang ke Hotel Town ini? Bahkan setelah melarikan diri dari bandara, dia masih berada di dalam Academy City dan tembok-temboknya yang tinggi. Dia tidak bisa meninggalkan kota melalui jalur darat. Meninggalkan jalur udara justru membuatnya semakin sulit melarikan diri, jadi dia memilih jalan yang, dalam jangka panjang, hanya akan membawanya ke jalan buntu.”
…Takitsubo merasa ada sesuatu yang secara mendasar salah di sini.
Dan dia tahu satu lagi kebiasaan buruk Hamazura. Meskipun Hamazura umumnya lebih suka melarikan diri dari bahaya, jika dia tahu persis apa yang mengancam nyawanya, dia malah akan mencoba mengalahkan musuh itu secepat mungkin untuk menghilangkan ancaman tersebut. Saat dia menyadari bahwa dia tidak bisa melarikan diri, saat itulah dia akan menunjukkan taringnya dengan paling keras.
Hamazura tidak melakukannya karena keberanian atau nyali. Lebih tepatnya, dia tidak tahan dengan tekanan yang sangat berat.
Sifat pengecutnya membuatnya ingin mengalahkan musuhnya secepat mungkin.
Tapi jika dia melakukan itu… musuh mana yang menjadi fokusnya sekarang?
“Tapi semua pesawat biasa dan pesawat ruang angkasa di Hotel Town mulai beroperasi,” kata Kanzaki. “Jika dia tahu tentang itu, bukankah dia akan mencari cara untuk melarikan diri dari kota melalui udara yang berada di luar bandara yang dijaga ketat?”
“Apa kau benar-benar percaya itu?”
Takitsubo membiarkannya saja karena Kanzaki tidak begitu paham tentang sisi sains.
Tapi, jika Kanzaki mengemukakan argumen yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya, maka sudah saatnya dia memberikan ceramah.
“Pasukan militer Academy City memang telah hancur, tapi sekarang sudah mulai pulih. Itu berarti pasukan anti-pesawat nirawak seperti helikopter serang Six Wings dan pesawat tempur siluman telah dikerahkan. Jika pesawat tak dikenal lepas landas tanpa izin, kukira pesawat itu akan ditembak jatuh hampir seketika. …Hamazura sangat ingin bertahan hidup, jadi setidaknya dia akan menyadari hal itu. Dia sangat takut sehingga cenderung terlalu banyak berpikir.”
Selain itu, tidak satu pun pesawat di Hotel Town yang lepas landas.
Rasanya juga janggal jika Hamazura menggunakan Aneri untuk membingungkan para pengejarnya. Jika dia hanya ingin lolos dari kejaran Anglikan secepat mungkin, dia pasti akan pergi ke utara dari Hotel Town untuk mencapai hanggar perawatan. Tapi dia malah pergi ke barat, di mana tidak ada tempat untuk bersembunyi.
(Apakah Hamazura benar-benar melarikan diri?)
Takitsubo memiliki keraguan, tapi dia juga belum menemukan jawaban atas apa yang sedang Hamazura lakukan.
“Kalau begitu, sepertinya kami tidak perlu khawatir kau akan memberikan kami informasi sesat.”
“Aku akan melakukannya kalau kau tidak menyetujui persyaratanku.”
Takitsubo langsung menjawab dan menatap Kanzaki tepat di matanya.
Dia tidak mungkin bisa memberikan jawaban secepat itu jika dia belum mengambil keputusan sebelumnya.
“Jangan membunuhnya langsung di tempat. Bawa dulu dia ke Inggris dan berikan dia pengadilan yang adil. Jika kau bisa menjanjikan itu kepadaku, aku akan membantumu melacaknya.”
Kanzaki adalah satu-satunya yang sedikit terkejut dengan hal ini.
Memang membantu, tapi dia tetap mengerutkan kening.
“Oh? Kukira kau akan menuntut pengampunan total.”
“Aku memang ingin membantu Hamazura, tapi itu bukan berarti aku akan memanjakannya. Lagipula, tidak adil jika aku memanfaatkan situasimu.”
Takitsubo bersikeras.
Dan tidak berhenti sampai di situ.
“Sekarang, aku tidak tahu bagaimana proses persidangan di Inggris, tapi aku hanya perlu membantunya memenangkan vonis tidak bersalah, kan? Jika dia benar-benar tidak melakukan kesalahan, harusnya itu mungkin terjadi.”
( (Apanya yang tidak memanjakannya?) )
Itsuwa dan Agnese memberikan tanggapan batin yang sama, tapi tak satu pun dari mereka yang mengucapkannya dengan lantang.
Takitsubo juga khawatir dengan dukungan dari AI Aneri.
Akal Imitasi adalah alat yang ampuh. Takitsubo tidak meragukannya.
Tapi…
“Pada dasarnya, AI hanya bisa menurut.”
Di situlah letak keraguannya.
Seberapa pun fleksibelnya, AI interaktif akan fokus pada menghasilkan jawaban yang memberikan apa yang diinginkan si pengguna, sehingga Aneri dapat membawa Hamazura semakin jauh ke dalam bahaya sambil tetap memenuhi permintaannya.
Terutama jika Hamazura mencoba melakukan semacam pertempuran yang gegabah.
AI tidak akan mengatakan tidak. AI tidak akan memperingatkan kita untuk menyerah karena apa yang kita coba lakukan itu mustahil.
“Di Inggris, pernah ada seseorang yang begitu terjerat dengan chatbot AI yang berpura-pura menjadi kekasihnya sehingga dia benar-benar yakin bahwa chatbot itu adalah seorang pembunuh bayaran profesional yang menargetkan keluarga kerajaan. Jika Hamazura jatuh ke dalam keadaan serupa, maka nyawanya dalam bahaya.”
Keadaannya hampir tidak bisa lebih buruk lagi.
Takitsubo Rikou, seorang ahli pelacakan ilmiah, telah bergabung dengan Anglikan untuk mengejar Hamazura.
Petunjuk apa yang digunakan pacarnya untuk melacak dirinya?
“Sepertinya yang ini?”
Di dalam menara antena yang juga berfungsi sebagai tempat perlindungan bencana, mata Hamazura Shiage tertuju pada tangannya.
Ke ponsel yang retak.
Kepada AI Aneri.
…Dialah satu-satunya yang bisa menggunakan alat khusus itu, jadi itu juga bisa berfungsi sebagai petunjuk. Jika jejak yang ditinggalkannya saat menggunakan Aneri bisa dilacak, maka jejak itu akan membawa para pengejarnya langsung kepadanya.
Tidak ada yang benar-benar sempurna.
Setiap tanda plus juga bisa bertindak sebagai tanda minus.
Hal itu juga berlaku untuk para esper di Academy City… tapi kecerdasan Takitsubo-lah yang memungkinkannya untuk mengalihkan fokus dengan begitu cepat. Lagipula, dia pernah bekerja sebagai pelacak ITEM. Di dunia itu, kita tidak bisa lolos begitu saja dengan mengatakan bahwa kita tidak tahu karena tidak dapat menemukan petunjuk apa pun. Dia paham betul bagaimana melacak target yang melarikan diri dan bersembunyi.
“Ugh. Apa itu berarti kehadiranku juga cukup berbahaya?”
Ini adalah reaksi baru dari Blodeuwedd the Bouquet.
Dia terdengar agak meminta maaf.
…Memang benar, para penyihir adalah keanehan dari perspektif sains Academy City. Dan sebagai Transenden, dia berbeda bahkan di antara para penyihir. Dengan sangat jarangnya orang seperti dia, dia bisa digunakan untuk melacak Hamazura. Dia tidak tahu seberapa banyak Takitsubo tahu tentang fenomena yang dikenal sebagai sihir, tapi masih ada kemungkinan dia bisa mengikuti jejak itu.
“Ahh sialan, Takitsubo memang hebat. Inilah alasanku jatuh cinta padanya…”
Sebagai seorang Level 0 yang terbiasa menjadi bagian dari barang tak berguna, dia tidak pernah membayangkan bahwa kemampuan khusus yang hanya tersedia baginya dapat berbalik melawannya seperti ini. Bagi seorang ahli pelacak seperti Takitsubo, apakah kemampuan yang terlalu kuat tidak lebih dari sekedar target yang mudah untuk dikunci?
“Lalu bagaimana sekarang, Hamazura-chan? Kau tidak bisa membuang kartu asmu hanya karena itu berbahaya, kan?”
“Sehebat apa pun Takitsubo, dia tetap berasal dari sisi sains. Itu berarti dia tidak bisa melacak sesuatu secara magis. Jadi, meskipun dia melacak seorang penyihir, dia hanya bisa mengandalkan sains. Kita seharusnya bisa menghentikan pelacakannya dengan berfokus pada gangguan sains. Aneri! Aku punya satu tugas besar untukmu sebelum kau istirahat. Cari cara apa pun untuk melacakku secara ilmiah berdasarkan apa pun selain dirimu — seperti Blodeuwedd the Bouquet — dan blokir semuanya!!”
Responsnya datang dengan cepat.
Sensor dan mikrofon yang tampaknya tidak berbahaya untuk mengumpulkan data cuaca dan mencegah tabrakan burung semuanya telah dilepas.
“Ikutlah denganku, Blodeuwedd the Bouquet.”
Gadis kurus itu memiringkan kepalanya.
“Kau mau membawaku? Aku cukup mencolok, jadi jika kau menggunakanku sebagai pengalihan… kau bisa bebas untuk pergi.”
“Aku tidak mau kehilangan seseorang sekuat dirimu saat ini. Aku hanya Level 0. Jika aku kehilangan apa yang membuatku istimewa, aku akan langsung tewas begitu sesuatu terjadi.”
Entah mengapa, Blodeuwedd the Bouquet menyeringai padanya.
Blodeuwedd juga bersandar padanya dari samping… tapi tidak ada kelembutan sama sekali dari mantel logam tebalnya. Dan angin dingin bulan Januari membuat Hamazura khawatir panel-panel tembaga itu akan menempel pada kulitnya karena membeku!
“Kelihatannya ketergantunganmu padaku semakin meningkat . Hehehe. Onee-san jadi senang.”
“…Onee-san? Dada dan bodimu aja rata kayak papan cucian.”
“Kucekik kau.”
Mereka berjalan lebih lama tanpa serangan mendadak dari pasukan Anglikan… jadi apakah itu berarti mereka berhasil menangkis serangan Takitsubo?
Setelah Takitsubo gagal, yang tersisa hanyalah pasukan Anglikan. Jadi dia berasumsi bahwa mereka kembali menjadi pasukan yang kikuk.
Tapi bukan berarti dia boleh bersantai.
Blodeuwedd the Bouquet mengingatkan alasannya.
“Si penjahat sebenarnya berhasil melarikan diri sementara Anglikan membuat banyak masalah yang tidak berarti… tapi menurutmu ke mana persisnya si penjahat itu pergi?”
AI Aneri memberikan beberapa kandidat, tapi jumlahnya lumayan banyak. Mereka tidak memiliki alat untuk mempersempit pilihan. Distrik 23 memiliki terlalu banyak fasilitas penting yang bisa berbahaya jika dibajak.
Hamazura dengan sadar menarik napas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri.
Dia akan menghadapi skenario terburuk yang bisa dia bayangkan.
“Black_Oneday hanya berguna di tempat yang menggunakan kode unik yang digunakan oleh industri kedirgantaraan. Program ini tidak terlalu berguna di luar Distrik 23, jadi kurasa dia akan tetap berada di distrik ini selama dia masih berniat untuk menyerang.”
Jika si penjahat bisa meretas dari jarak jauh dari suatu lokasi yang sangat jauh, dia tidak akan berada di Distrik 23 sejak awal. Kemungkinan besar (meskipun belum diungkapkan kepada publik), ada firewall antara Distrik 23 dan bagian kota lainnya, mirip dengan firewall antara Academy City dan dunia luar. Tapi jika dia secara fisik berada di dalam distrik, maka dia dapat mengabaikan keamanan yang merepotkan itu.
“Lalu di mana dia? Distrik 23 adalah tempat yang luas. Wilayah ini mencakup bidang penerbangan dan antariksa, jadi penuh dengan laboratorium untuk berbagai bidang.”
…Pada saat itu.
Kebaikan orang baik pada umumnya akan menghalangi pikiran mereka. Tetapi Hamazura tidak bisa membiarkan itu terjadi. Dia tidak akan mampu mengikuti pikiran musuh kecuali dia menyingkirkan pikiran-pikiran seperti "Itu mustahil" atau "tidak mungkin ada orang yang akan bertindak sejauh itu".
Sehari yang lalu, Hamazura mungkin akan membiarkan hal itu menghentikannya.
Tapi tidak hari ini.
“Alat peretasan Black_Oneday dikhususkan untuk bidang kedirgantaraan. Distrik 23 memiliki berbagai macam hal, termasuk laser dan pelontar massa, kira-kira fasilitas mana yang paling bahaya kalau diambil alih musuh untuk memperkuat kekuatannya?”
Sebelumnya, penjahat itu menyerang dengan dua metode. Pertama, meretas pesawat penumpang dan pesawat ulang-alik Hotel Town untuk menabrak Hamazura. Kedua, menggunakan berbagai drone yang disembunyikan di dalam peti kayu.
Jika drone-drone itu disembunyikan, itu berarti pengguna Black_Oneday tidak meretas drone acak yang kebetulan sedang berpatroli. Dia memperoleh drone-drone itu dari suatu tempat dan menyembunyikannya di dalam peti-peti di dekatnya. Dengan kata lain, itu adalah senjata cadangan.
Musuh tidak lagi memiliki senjata cadangan tersebut.
Musuh mungkin memiliki cara lain untuk melakukan serangan skala besar dan menyeluruh — termasuk laser dan pelontar massa yang sangat besar — tapi musuh tidak akan memiliki pertahanan yang gesit. Itu seperti memiliki banyak pedang tapi tidak memiliki perisai, jadi tidakkah si pengguna Black_Oneday sekarang sedang khawatir?
Kalau begitu.
Apa yang paling musuh inginkan untuk memberinya rasa aman?
Ya, bahkan penjahat pun menginginkan keselamatan. Hamazura tahu itu setelah melihat Coronzon.
Jadi, Hamazura harus menghadapi skenario terburuk yang pertama kali terlintas di benaknya.
Di situlah letak kebenarannya.
“Divisi udara otomatis Academy City. Pangkalan udara drone untuk unit seperti helikopter serang Six Wings. Jika tempat itu direbut, maka itu pasti akan menjadi masalah terburuk.”
Hamazura langsung menebaknya dengan tepat.
Hamazura tidak punya bukti, tapi dia rela mempertaruhkan segalanya untuk jawaban ini. Dia begitu yakin.
“Oh?”
Kata itu terucap dari bibir Blodeuwedd the Bouquet.
Monster sungguhan itu terdengar sedikit terkesan.
“Kau luar biasa.”
“?”
“Tapi tahukah kau dari mana kekuatan ini berasal? Kau mungkin berpikir bahwa kau telah menjadi begitu jahat sehingga kau telah membangkitkan kekuatan baru, tapi kekuatan ini tidak berasal dari kejahatan.”
Ya.
Dalam hal itu, Hamazura mungkin sudah tahu jawabannya.
…Inilah kekuatan untuk mendekati kematian.
Semakin Hamazura meningkatkan sensitivitas dan ketepatannya, semakin berbahaya pula jembatan yang ditarik oleh kekuatan itu. Dia mengenal beberapa orang yang telah terperangkap oleh kekuatan itu. Itulah yang terjadi pada pemimpin Skill Out, Komaba Ritoku. Dia juga pernah melihat Mugino Shizuri tertarik ke arah itu. Dia mengenal beberapa orang lagi di kalangan keluarga Kihara dan orang-orang sisi gelap. …Dan mungkin Coronzon termasuk salah satunya.
“Jadi kita akan menuju pangkalan militer? Kira-kira apa makanannya akan lebih enak daripada makanan portabel ini?”
“Lebih baik jangan terlalu berharap ini akan jadi perjalanan kuliner.”
Pengguna Black_Oneday memiliki keunggulan. Berdasarkan apa yang terjadi di Hotel Town, dia mungkin harus berasumsi bahwa situasi yang lebih buruk menanti jika dia mendekati pangkalan udara drone.
Dan itu bukan satu-satunya ancaman.
Hamazura sudah mempertimbangkan hal ini sebelumnya… dan dia benci karena dia tidak terlalu memikirkannya.
“Hei, Blodeuwedd the Bouquet. Tidakkah menurutmu ada yang aneh dengan Hotel Town?”
“Aneh bagaimana? Aku Transenden, jadi jangan berharap aku memiliki pendapat umum atau normal. Itu buang-buang waktu. Aku yakin jawabanku terhadap segala tes psikologis akan membuatmu terkejut.”
“Bukan, maksudku orang-orang Anglikan. Jika mereka tidak melakukan apa pun, kita pasti sudah menangkap penjahatnya.”
Kemampuan Takitsubo sebagai pelacak saja tidak cukup untuk menjelaskan hal ini.
Sekalipun Takitsubo telah menemukan lokasi Hamazura dengan tepat, dia tidak akan menyerang secara sembarangan jika dia memiliki kelompok atau organisasi untuk diajak bekerja sama. Dia akan melakukan persiapan yang tepat dan mengoordinasikan serangan tersebut. Itu berarti Anglikanlah yang memilih kapan harus menyerang, bukan dia.
Selain itu, waktu intervensi pasukan Anglikan terlalu tepat.
Rasanya seolah-olah mereka telah ikut campur untuk memungkinkan si pengguna Black_Oneday yang tak terlihat itu lolos.
Yang berarti…
“Mereka punya pengkhianat.”
Kalimat itu pun keluar.
Leivinia Birdway pun memulai topik itu.
Mengapa mereka tidak bergabung dengan Anglikan setelah tiba begitu dekat dengan Hotel Town?
Kamijou tidak percaya dengan apa yang didengarnya, tapi Lessar tersenyum dan menyampaikan pendapatnya.
“Ya, Anglikan adalah pemburu ulung, jadi aneh saja jika mereka masih belum menangkap pria bernama Hamazura Shiage itu yang hanya tampak seperti umpan.”
“Akan lebih masuk akal jika kita berasumsi bahwa salah satu dari anggota Anglikan sedang memodifikasi data atau laporan mereka agar mereka tidak menyadari pelaku sebenarnya.”
Kemudian keduanya menoleh ke orang lain.
Dion Fortune menghela napas. Dengan nada merendahkan diri.
“Apa itu juga sebabnya mereka begitu cepat mencabut wewenangku dan memasukkanku ke dalam sel?”
“Tepat sekali.” Birdway mengangguk. “Bisa dikatakan kalau pengkhianat itu adalah salah satu pengejar… dan hampir pasti salah satu dari anggota Anglikan. Dan bukan seseorang yang mengamati dari posisi aman di seberang laut. Reaksi mereka terlalu cepat. Itu menunjukkan bahwa pelakunya adalah seseorang di garis depan, yang mana berada di sini, di Academy City.”
Kamijou terkejut.
“Mungkinkah salah satu dari anggota Anglikan benar-benar disuap?”
“Entahlah. Mungkin ini soal kepercayaan atau prinsip. Gereja Coronzon mungkin akan tumbuh lebih cepat dari yang kita duga.”
Kamijou masih sulit mempercayainya.
Terutama setelah semua yang telah terjadi.
“Tunggu. Tunggu! Anglikan di Academy City saat ini telah berjuang bersama kita selama ini! CRC, Alice, Coronzon — kita telah berjuang dalam begitu banyak pertempuran besar berturut-turut di sini. Kita tidak mungkin menang hanya dengan penduduk kota ini! Tanpa bantuan mereka, dunia mungkin sudah hancur!! Mengapa mereka mengkhianati kita dan menghancurkan dunia tepat setelah kita berhasil mencegahnya? Jika mereka ingin melihat dunia terbakar, mereka hanya perlu tidak berusaha sekeras itu selama pertempuran melawan Coronzon!!”
Pemimpin sebuah cabal sihir yang berpengaruh memiliki jawaban sederhana untuk pertanyaan itu.
“Hanya karena seseorang adalah temanmu kemarin, bukan berarti dia akan tetap menjadi temanmu besok.”
“Kh.”
“Satu hal yang sudah terbukti benar, yakni Dion Fortune. Anglikan mencurigainya dan mencabut wewenangnya, bukan? Jadi anggapan bahwa ‘mereka tidak akan mengkhianati seseorang hanya karena pernah melawan Coronzon bersama-sama’ itu salah.”
“Ya, itu memang sangat tidak wajar. Bahkan dengan Lola Stuart sebagai contoh uskup agung pengkhianat dan bahkan jika Dion Fortune dibentuk oleh Lola, aku tidak bisa membayangkan pasukan lapangan begitu rela menangkap pemimpin mereka sendiri kecuali mereka dimanipulasi dengan cara tertentu.”
Lessar menyela hal ini dengan tawa. Seolah-olah melihat kejatuhan Dion Fortune membuatnya geli.
…Apakah kecurigaan ini yang menjadi alasan Birdway dan Lessar menyeret Kamijou ke mana-mana alih-alih bergabung dengan Kanzaki dan yang lainnya?
Mereka merasa tidak bisa mempercayai Anglikan karena mereka sedang "dimanipulasi" oleh seorang pengkhianat.
“…”
Jika itu benar… maka siapakah orangnya?
Kanzaki Kaori? Stiyl Magnus? Tatemiya? Itsuwa? Atau Tsushima yang dirawat di rumah sakit? Agnes Sanctis? Lusia? Angelene? Si Ahli Nekromansi Isabella Teisme?
Siapa?
Siapa yang paling menakutkan jika jadi pengkhianat?
Hamazura Shiage menarik napas dalam-dalam di menara antena kecil yang juga berfungsi sebagai tempat perlindungan bencana.
Apa kemungkinan terburuknya?
Dengan menghilangkan semua pembatas dan memandang dunia dari jalan kejahatan, jawabannya akan muncul dengan sendirinya.
Jadi, dia pun berkata.
“Semua anggota Anglikan yang beroperasi di Academy City adalah pengkhianat.”
Dunia menjadi tegang.
Karena dia sudah berkata dengan lantang, dia harus menerimanya sebagai fakta.
Dan mungkin itu memang benar.
Jika tidak, keadaan tidak akan terus berjalan sesuai keinginan si pengguna Black_Oneday secara konsisten.
Tentu saja, aneh jika mereka semua adalah pengkhianat. Mungkin ada teknologi jahat yang berperan di sini.
Blodeuwedd the Bouquet bergumam sesuatu pelan.
“Jadi, uhh…”
“Apa? Hanya karena jawabanku buruk, kau tidak akan bilang kalau kau tidak percaya, kan?”
“Tidak, aku tidak sedang menyampaikan argumen emosional di sini. Meskipun, dalam satu sisi, ini memang hal yang sangat emosional. …Jadi, Hamazura, bukankah jawaban itu benar-benar buruk? Bukan untuk konsep-konsep tak berbentuk dan tak berbobot seperti dunia dan umat manusia. Maksudku untukmu secara pribadi. Yang sangat dekat denganmu.”
“…”
Blodeuwedd benar.
Hamazura tidak mungkin bersikap sombong karena berhasil memecahkannya.
Hamazura telah melupakan hal yang paling penting.
Semua anggota Anglikan yang beroperasi di Academy City adalah musuh.
Yang berarti…
“Oh, tidak… Takitsubo masih ada di sana bersama mereka. Dia bakal dalam masalah!!”
Justice_Another.
Seandainya mereka bisa menangkap Hamazura Shiage, situasinya tidak akan makin buruk.
Takitsubo Rikou sangat yakin akan hal itu.
Saat itu bulan Januari, jadi hari akan gelap tak lama setelah pukul 6 sore. Meskipun Distrik 23 akan diterangi oleh pencahayaan ala stadion karena banyaknya bandara dan landasan pacu di sana.
Takitsubo berada di salah satu sudut Hotel Town tempat penataan pesawat pensiunan telah sangat berantakan.
Takitsubo sedang menatap data pelacakan yang terbentang di kap mobil ketika Kanzaki berbicara padanya dari belakang.
“Sebagai pelacak ilmiah, apa kau sudah menemukan sesuatu?”
“…Kendaraan mini ini agak menggangguku,” kata Takitsubo sambil menatap peta dan sebuah foto.
Kendaraan terkecil yang kabur dari Hotel Town pun dia periksa.
“Mencurinya mungkin terlihat gampang, tapi kendaraan kerja itu terhubung ke jaringan internal bandara. Kendaraan itu tidak seperti mobil biasa di mana kau dapat merekam sinyal pembuka kunci yang dikirim oleh kunci dan kemudian membuka pintu dengan tablet. Aku tidak tahu siapa yang mengendarainya, tapi Hamazura tidak mungkin melakukannya sendiri. Metode yang biasa dia gunakan adalah memasukkan kabel melalui lubang kunci atau jendela pintu dan masuk dengan cara itu, tapi itu tidak akan berhasil di sini. …Mungkinkah dia meminta bantuan Aneri?”
“Ya. Rupanya ada alat peretasan bernama Black_Oneday di luar sana. Alat ini khusus untuk industri kedirgantaraan.”
“Tunggu.”
Takitsubo langsung menyela setelah mendengar informasi baru ini dari Kanzaki.
Apa ini? Dari mana informasi ini berasal?
Belum lagi…
“Black_Oneday? Jika memang ada alat peretasan khusus seperti itu, semua asumsi kita akan berubah. Kita tidak bisa lagi hanya mencurigai Hamazura dan AI Aneri!”
“Apa maksudmu? Apa yang perlu dipertimbangkan? Semua peretasan di Distrik 23 jelas dilakukan oleh Hamazura Shiage dan AI Aneri.”
“Lalu bagaimana caramu menjelaskan kendaraan mini itu?”
“Apa yang perlu dijelaskan soal itu? Dan jika memang perlu penjelasan, itu kan tugasmu.”
“…”
Ada ketidaksesuaian.
Takitsubo tidak berhasil terhubung.
Mereka menggunakan kata-kata yang sama, tapi dia tidak bisa memahami pemikiran sebenarnya yang mendasari percakapan. Seseorang selain Hamazura terlibat dalam kekacauan ini. …Tapi ketika Takitsubo mencoba mengatakannya, Kanzaki dan anggota Anglikan lainnya bereaksi aneh.
Kanzaki tersenyum sambil melanjutkan.
“Hamazura Shiage membawa kekuatan Iblis Agung Coronzon di dalam dirinya. Sitra Achra itu sangat berbahaya. Dan Hamazura Shiage telah tercemar oleh cara berpikir Coronzon, sehingga dia dapat menyebarkan ideologi apokaliptiknya. Kita berjuang untuk menyelamatkan dunia di sini.”
Takitsubo ingin mengutuk dirinya sendiri karena baru menyadari ada sesuatu yang janggal saat berbicara dengan mereka sekarang.
“Ya ampun.”
Setelah mengucapkan kata itu, seseorang yang lain tiba-tiba muncul di dekatnya.
Dia adalah sosok yang sangat tinggi.
Good Old Mary kini berdiri di antara Takitsubo dan Kanzaki.
Entah mengapa, dia memegang pemanggang roti lapis.
(Itu… bukan teleportasi. …Apa dia sanggup mengecoh seorang ahli pelacak sepertiku sampai-sampai aku pun tidak dapat melihatnya?)
“Tadi aku memang tidak menyukai situasinya, tapi sekarang aku mengerti apa yang terjadi. Para pemburu telah dibajak oleh yang diburu, mengubah semuanya menjadi sandiwara. Itu menjelaskan mengapa pengejarannya sepertinya tidak pernah berakhir.” Good Old Mary tampak jijik. “Tapi apakah ini pencucian otak? Tidak, ini lebih terasa seperti bias yang disengaja telah diterapkan pada sebagian proses berpikir mereka.”
“Sebuah bias?”
“Hei kau yang mengenakan pakaian olahraga. Bagaimana kau menggambarkan kepribadian wanita Amakusa ini?”
Takitsubo sempat bekerja sama dengan Anglikan selama pengejaran Coronzon beberapa hari yang lalu.
Sebagai pelacak sisi gelap, dia bisa membuat profil seseorang hanya dalam interaksi singkat.
“Dia memiliki tingkat keterampilan yang tinggi, tapi dia tipe yang berhati-hati. Kehati-hatian itu berasal dari penyesalan dan rasa bersalah yang mendalam. Dia memiliki kompleks tentang kekuatan fisiknya yang luar biasa dan dia menghargai kemampuannya untuk mengerem dengan sisi rasionalnya. Dia memiliki keengganan yang sangat kuat untuk membunuh.”
“Benarkah? Tapi ketika Dion Fortune mencoba menghubungi Hamazura Shiage, Kanzaki Kaori adalah orang pertama yang melancarkan sihir serangan mematikan ke arahnya dari jarak jauh.”
“?”
“Dan ketika Blodeuwedd the Bouquet muncul, dia berkata bahwa dia akan merasa tidak enak jika harus menebasnya keesokan harinya.”
Itu tidak sesuai.
Good Old Mary memiringkan kepalanya, topi besarnya bergoyang.
“Ada bias yang disengaja terhadap informasi di kepalanya. Ini mencegah pikirannya untuk mencapai informasi yang tidak menguntungkan bagi seseorang. Dia telah menjadi boneka yang akan mengejar Hamazura Shiage selamanya tanpa pernah memperhatikan penjahat sebenarnya. Bagian mana dari dirimu yang disegel, umat Anglikan?”
Para penyihir Anglikan yang dikirim ke Academy City saat ini kekurangan bagian dari diri mereka yang akan melindungi orang-orang dari penyihir jahat.
Good Old Mary menyesuaikan posisinya untuk melindungi Takitsubo, satu-satunya orang lain yang berpikiran jernih.
Dengan kelompok musuh, Good Old Mary bisa saja menyingkirkan mereka semua, tapi dia telah menerima orang-orang Anglikan sebagai target penyelamatannya.
(Sungguh menyebalkan. Itu artinya mama tidak bisa meninggalkan boneka-boneka ini. Mama yang saleh ini punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.)
Takitsubo tetap berada di sisi Mary yang tinggi.
“T-tunggu, apa yang akan kau lakukan? Bisakah kau menyembuhkan mereka?!”
“Jika pikiran mereka dipengaruhi oleh sumber eksternal, gejalanya mirip dengan efek sihir atau kebingungan. Hal-hal itu tidak terlalu aneh di dunia sihir. Bahkan, itu cukup lazim. Menembakkan api dari tangan atau bergerak dengan kecepatan suara seharusnya merupakan pengecualian khusus. Aku seharusnya bisa membuat ramuan penyembuhan untuk mereka. Atau jika perlu, aku bahkan bisa membunuh dan menghidupkan kembali mereka semua.”
Tidak ada sinyal.
Tatemiya yang memegang pedang besar, Itsuwa yang memegang tombak, dan banyak lainnya menyerbu sekaligus. Kepadatan serangan lebih penting daripada keterampilan individu mereka. Itu adalah metode yang pasti berhasil bagi sebuah kelompok di mana menghindari satu serangan saja akan menyebabkan pukulan mematikan dari pedang yang lainnya.
Jadi, tidak ada upaya untuk menghindar.
Beberapa bilah mengiris leher Good Old Mary dan menembus dadanya.
Tidak setetes darah pun tertumpah.
“Itu hanyalah ilusi yang diproyeksikan pada awan.”
Good Old Mary berdiri tiga meter di sebelah kanan. Sambil menggendong Takitsubo di lengannya.
Dengan beberapa suara aneh seperti udara yang meledak, Tatemiya dan Itsuwa roboh ke tanah.
“Dan kelembapan juga dapat memandu petir.”
Sebuah umpan dan ranjau. Dia telah menggabungkan penghindaran dan serangan menjadi satu manuver tipuan.
Tapi, itu bukanlah sesuatu yang tak terkalahkan.
Serangan berikutnya datang dari belakang. Cahaya dan panas yang menyilaukan membakar udara dan menyingkirkan selubung awan yang melindungi Good Old Mary. Dengan hilangnya kelembapan di udara, dia tidak lagi bisa mengendalikan cahaya dan suara.
(Ups. Sekarang mereka semua tahu bagaimana mama muncul dan menghilang secara misterius.)
Sambil menyesali perbuatannya, dia berbalik dan melihat Stiyl Magnus muncul dengan anggun. Terlepas dari perawakannya yang besar, Good Old Mary tidak bisa merasakan kehadirannya yang berada tepat di depannya. Dia sedikit terkesan. Mungkin inilah yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli pemburu penyihir.
Setelah menarik napas pelan, dia berbisik kepada Takitsubo di sebelahnya.
“Astaga. Bersembunyilah di belakang mama.”
“Kenaz.” (Wahai Api)
(Hm. Saat ini mama menginginkan hawa panas dan kering dari Rumah Kelima yang melambangkan musim panas. Dengan kata lain, yang kedelapan dari arcana mayor dan huruf Ibrani Tet, jadi—)
“Thurisaz Naudiz Gebo!!” (Hadiahi raksasa itu rasa sakit!!)
Pendeta jangkung itu tiga langkah lebih cepat darinya, mengeluarkan pedang api merah menyala dan pedang api biru di tangannya.
Dan Stiyl Magnus tidak memiliki keraguan.
Dia mengayunkan pedang api merah langsung ke arah Good Old Mary, sambil menyapukan pedang api biru secara horizontal dan memicu ledakan. Bahkan jika targetnya bergerak menjauh untuk melarikan diri, ledakan api bersuhu lebih dari 2000 derajat akan membakar dan melelehkannya.
Good Old Mary adalah seorang alkemis, jadi dia bisa mengekstrak unsur-unsur dasar (api, air, angin, tanah, dll.) dari benda apa pun dan menggunakannya sebagai bahan untuk membuat berbagai ramuan. Walaupun dia hanya bisa membuat sesuatu yang dasar, dia bisa mengulangi proses pencampuran untuk menanggapi segala situasi.
Keunggulan terbesarnya adalah mampu membuat ramuan optimal untuk musuh atau masalah apa pun yang sedang dihadapinya. Tapi, itu artinya dia bisa dikalahkan jika musuhnya terus menyerang dan tidak pernah memberinya kesempatan untuk meracik ramuan.
Apakah Stiyl berpikir seperti itu?
(Yah, secara teknis memang tidak salah.)
Namun. Tapi. Akan tetapi.
“Wahai Pangeran Belati, dengan kata lain, angin dari segala angin. Jauhkanlah dia.”
“?!”
Dwooosh!!!
Sesuatu yang tak terlihat menerjang melampaui kecepatan Stiyl.
Telapak tangan Good Old Mary menghasilkan massa udara terkompresi yang lebih merusak daripada bola penghancur selebar satu meter.
Kecepatannya sungguh tak terbayangkan. Bain-marie adalah alat pengaduk yang sangat baik, tapi Mary seharusnya masih membutuhkan setidaknya tiga langkah lagi sebelum dia bisa melemparkan Stiyl sejauh lima meter ke belakang.
Dia telah melewati tiga langkah yang ketat itu.
Mata Lucia membelalak kaget.
“Cepat sekali…”
“Kau punya waktu luang untuk memuji mama? Mama jadi malu.”
Hembusan angin kencang berikutnya menghancurkan roda kayu Lucia. Dan biarawati yang memegangnya terlempar ke udara. Jika angin utara dan matahari memutuskan untuk menyelesaikan perselisihan mereka dengan kekerasan sejak awal, mungkin hasilnya akan seperti ini.
“Hiik?!”
Panik melihat temannya tergeletak di depannya, Angelene melemparkan semua kantung koin bersayap emasnya. Seakan tidak mencoba mengalahkan targetnya, rasanya lebih seperti dia dengan panik mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya dari bola yang terbang ke arahnya.
(Emas adalah lingkaran ketujuh — yaitu, matahari — kartu ke-19 dari arcana mayor, dan huruf Ibrani Resh. Unsur besi, Helios — tidak, Ra akan lebih mudah digunakan di sini. Ya, mama akan gunakan itu saja.)
“Terima kasih hidangannya.”
“Ah?! Tunggu, Angelene, jangan menyerang! Dia menggabungkan serangan musuhnya ke dalam mantranya, sehingga dia bisa memangkas beberapa langkah!! Makin kita menyerang…”
Makin cepat pula kecepatan pemrosesannya.
Agnese menyadari apa yang sedang terjadi dan berteriak panik, tapi sudah terlambat. Good Old Mary tidak dapat menyelesaikan langkah-langkah pencampuran yang rumit itu sendirian, tapi dia dapat melewati tiga langkah tersebut jika musuhnya membantunya melewati bagian-bagian yang paling sulit. Dia telah mencapai keadaan yang mirip dengan saus khusus yang dibuat dengan membiarkan campuran bahan-bahan tersebut didiamkan selama setengah jam.
(Dengan begitu banyaknya spiritual item milik para penyihir profesional, ini bagaikan gudang harta karun berisi bahan-bahan langka. Curi, curi, peras, peras… dan siap disajikan.)
“Wahai Ratu Tongkat, dengan kata lain, air yang berapi-api. Hancurkanlah dia.”
Setelah memasukkan kantong koinnya sebagai bahan campuran, Angelene terhimpit di tanah. Seolah langit-langit palsu yang tak terlihat telah menimpanya. Padahal sebenarnya itu adalah massa uap yang mengembang hingga beberapa ratus kali lipat ukurannya hanya dalam beberapa saat.
Dengan gerakan cepat, para penyihir yang mengelilingi Good Old Mary dan Takitsubo mengubah posisi mereka. Untuk memberi jarak lebih jauh antara mereka dan titik tengah.
“Hm.”
Ketika Good Old Mary mengulurkan telapak tangannya dari kejauhan, pasukan Anglikan yang paling terkejut adalah si Ahli Nekromansi Isabella Theism. Itu masuk akal. Gadis berkulit gelap itu menggunakan berbagai racun dan obat-obatan Voodoo, jadi bagi Good Old Mary seharusnya dirinya sudah seperti makanan anak-anak yang penuh dengan makanan ramah anak.
Osiris, Hades, atau mungkin Raja Enma?
Siapa pun yang dimanfaatkan oleh si Ahli Nekromansi itu, adu jotos ilahi hanya akan menguntungkan Good Old Mary. Ini adalah medan yang sempurna bagi Sang Transenden.
(Mereka berada di bawah kendali musuh, tapi mereka tetap tegang karena takut akan rasa sakit, teror, kegagalan, dan kekalahan. Mereka tidak akan peduli dengan kerusakan fisik jika mereka terpengaruh oleh kendali jarak jauh secara total atau kerasukan internal. ...Jadi, apakah tebakan mama benar bahwa hanya sebagian dari pikiran mereka yang telah dimanipulasi?)
Memikirkannya saja tidak akan menghasilkan bukti objektif. Bukannya mereka memiliki jimat sihir yang jelas terpasang di dahi mereka.
Sembari Good Old Mary mengulangi prediksi-prediksi yang tak berguna itu, Takitsubo bersembunyi di belakangnya dan mengajukan sebuah pertanyaan.
“A-apa yang harus kulakukan?”
“Mama akan melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan keselamatanmu.”
Akan tetapi.
Tidak ada peringatan sebelumnya.
Tidak ada cahaya atau suara. Good Old Mary tidak lengah. Tapi penyihir paling berbahaya telah tiba tepat di depannya.
Kanzaki Kaori.
Sebagai salah satu dari kurang dari dua puluh Saint di dunia, dia mampu bergerak dengan kecepatan supersonik untuk waktu yang singkat.
(Wah, dia cepat sekali!! Tapi kalau mama mencampur racun dan obat-obatan dari si Ahli Nekromansi itu, maka…)
Saat itulah Good Old Mary membeku. Proses pencampurannya terhenti. Sesuatu yang tak terlihat merobek lengan bajunya dan melilit lengannya hingga menusuk ke kulitnya, membatasi gerakan tangan dominannya.
(Apa? Tujuh… kawat?!)
Good Old Mary tidak mengenal istilah Nanasen.
Dia segera menggunakan tangan satunya untuk membakar kawat-kawat itu dengan ramuan, tapi itu memperlambat langkahnya.
Dan langkah itu menciptakan peluang vital.
Jari-jari Kanzaki Kaori menyentuh gagang pedang panjang yang berada di pinggangnya.
Good Old Mary merasakan hawa dingin tak wajar di samping lehernya. Bilah pedang itu belum dikeluarkan dari sarungnya, tapi sensasi kematiannya yang akan segera datang telah tiba lebih dulu.
Kali ini, Kanzaki Kaori tidak sedang memanipulasi kawat tipis.
Kanzaki benar-benar meraih gagang katana dan menariknya dari sarungnya.
Dan seberkas cahaya tunggal pun menyambar.
“De…”
Suara Good Old Mary serak.
Karena dia sadar, dia tidak bisa mengabaikan kerusakan ini.
“Dewa. Mungkinkah itu kekuatan pembunuh dewa?”
Serangan itu bisa tanpa ampun merenggut nyawa malaikat agung Kristen atau beberapa dewa politeistik.
Itu adalah pertarungan yang sangat buruk bagi Transenden.
Karena mereka adalah para penyihir yang sangat tidak normal yang berdandan seperti Dewa untuk mencoba mendapatkan kekuatan yang setara dengan kekuatan Dewa itu sendiri. Good Old Mary telah menjadi bagian dari mitologi, meskipun imitasi, jadi bisa dikatakan dia telah memastikan kalau kekuatan pembunuh dewa ini memang dapat memengaruhinya.
Jadi mestinya dia akan langsung mati.
“Begitu ya,” kata Kanzaki Kaori, terdengar agak terkesan.
Mengingat Nama Sihirnya, dia tidak akan pernah memilih untuk membunuh. Dia baru saja telah menggunakan Yuisen melawan manusia, Tapi malah itu satu-satunya hal yang tidak dia pertanyakan.
“Apa kau menggabungkan Philosopher’s Egg, yang dapat menciptakan ramuan keabadian, dengan Sphere of Sensation, medan aura yang secara tidak sadar dipancarkan setiap orang, mirip dengan panas tubuh atau aroma mereka? Dengan memastikan kehidupan baru akan terus muncul tanpa henti di dalam dirimu, kau memastikan agar aku tidak dapat sepenuhnya membunuhmu.”
Tapi, Good Old Mary sudah keluar dari pertarungan sekarang.
Bertahan hidup dari Yuisen adalah prestasi yang patut dipuji bagi tokoh mitologi, tapi ini adalah upaya terakhir, seperti mengubah tubuh menjadi batu untuk menangkis pedang musuh. Dia telah kehilangan kesempatan untuk menggerakkan tubuhnya sendiri untuk sementara waktu.
Dan…
“Ah, ah…”
Setelah Good Old Mary dikalahkan, Takitsubo kini terkepung dan sendirian. Terisolasi. Karena semua orang di sekitarnya adalah pasukan Anglikan.
Kanzaki Kaori berbicara dari tepat di depannya.
Dengan senyum tenangnya yang biasa.
“Sekarang, mari kita lacak Hamazura Shiage dan mengembalikan perdamaian dunia.”
Bahkan Hamazura pun bisa merasakan bahwa situasinya telah berubah drastis.
Jika pengguna Black_Oneday benar-benar telah mencuci otak semua orang-orang Anglikan, maka pacarnya yaitu Takitsubo pasti sudah berada di tangan musuh. Dan dia adalah seorang ahli pelacak dengan peluang besar untuk mengungkap kebenaran masalah ini. Dia ragu penjahat itu akan membiarkannya begitu saja untuk waktu yang lama.
(Aku tak percaya Takitsubo tidak menyadari bahwa semua orang di sekitarnya adalah musuh... Apakah karena ini terjadi di luar ranah sains? Bahkan insting Takitsubo untuk hal-hal seperti ini bisa tertipu oleh sihir.)
Hamazura tak bisa beristirahat di menara antena kecil itu selamanya.
Hamazura perlu menyelamatkan Takitsubo dengan segala cara, tapi…
“Itu tidak mungkin.”
“Kenapa?!”
“Karena Amakusa bekerja untuk Anglikan.”
Dia sama sekali tidak mengerti apa maksud Blodeuwedd the Bouquet.
Siapa dan apa itu Amakusa? Dia butuh penjelasan.
“Mereka adalah sekte yang berbasis pada Umat Kristen yang bersembunyi karena telah dianiaya dengan kejam selama era Sakoku. Tidak ada orang lain di dunia yang lebih baik dari mereka dalam hal melarikan diri dan bersembunyi untuk tujuan yang benar. Ketika mereka memutuskan untuk bersembunyi, kita tidak akan dapat menemukan mereka sekeras apa pun kita mencari. Upaya untuk mengejar mereka hanya akan memberi mereka informasi tentang kita. Dan jika itu terjadi…”
“Takitsubo yang sedang dikelilingi musuh benar-benar berada dalam bahaya…” gerutu Hamazura seolah sedang mengutuk.
Dia sangat membenci kebodohannya sendiri. Seandainya dia tahu ini lebih awal, prioritas utamanya pasti adalah menghentikan Takitsubo bertemu dengan Anglikan, meski dia harus menggunakan Aneri untuk menemukannya. Mengapa dia tidak melihat bahayanya? Karena Anglikan memiliki hak eksklusif atas keadilan.
Seharusnya sudah jelas bahwa jika mereka — sebagai keadilan — meminta kerja sama, bahkan Takitsubo pun akan setuju tanpa ragu!!
Berpikirlah.
Tidak masalah seberapa pengecut atau hinanya tindakan itu. Tidak masalah jika semua orang mengutuknya sebagai orang jahat.
Hamazura mesti memikirkan cara untuk menyelamatkan pacarnya dari krisis!!
“Hei, Blodeuwedd the Bouquet. Anglikan butuh kemampuan pelacakan Takitsubo untuk mengejarku, kan?”
“Kurasa begitu.”
“Itu artinya mereka harus memperlakukan Takitsubo dengan hati-hati sampai mereka membunuhku. …Dan membunuhnya setelah itu.”
Dengan kata lain, nyawa Taktsubo terjamin selama dirinya tidak tertangkap.
Kalau begitu, Hamazura hanya perlu terus melarikan diri.
Sekalipun itu berarti mengikuti jalan kejahatan.
“Hmm, mungkin saja. Dan kalau mau bersikap optimis, katakanlah Anglikan sedang dimanipulasi oleh penjahat sebenarnya. Mengalahkan penjahat itu akan membebaskan mereka dari pencucian otak, artinya mereka tidak akan lagi menjadi ancaman. Bukankah itu juga akan menyelamatkan pacar kesayanganmu?”
“…”
Hamazura langsung tahu apa yang harus dia lakukan.
Sebaiknya Takitsubo harus terus melacaknya. Tapi, dia tidak bisa membiarkan pasukan Anglikan benar-benar menangkapnya. Dan dia harus menemukan dan mengalahkan pengguna Black_Oneday sebelum mereka menangkapnya.
Dia tahu itu.
Tapi dia tetap mengepalkan tinjunya erat-erat.
Buk!
Terdengar benturan pelan, Baik Blodeuwedd the Bouquet maupun AI Aneri tidak sempat menghentikannya. Bocah yang terlalu bodoh dan menyedihkan untuk menjadi pahlawan itu telah meninju wajahnya sendiri.
Dia baru saja menempatkan pacarnya di urutan kedua dalam daftar prioritasnya.
Dia tahu itu tidak benar.
Itu adalah keputusan yang tercela, tapi itulah satu-satunya cara realistis yang bisa dia lakukan untuk melindungi pacarnya!!
Sementara itu.
Berderetan hanggar perawatan berukuran sebesar gimnasium di area yang terletak tidak jauh di sebelah utara Hotel Town.
“Hmm…”
“Mereka juga menyerang kita. Yah, karena itu terjadi di dalam Academy City, jadi tidak memicu perang, jadi dalam hal itu, bisa dibilang kita nyaris melewati batas.”
Birdway dan Lessar berbicara satu sama lain sambil menatap tanah.
Menyadari tatapan Kamijou, Dion Fortune menggelengkan kepalanya.
“Jangan harapkan penjelasan rinci dariku tentang hal-hal mekanis ini. Tangani sendiri.”
Tumpukan besi tua tergeletak di tanah. Tak lama sebelumnya, itu adalah drone multipropeler berukuran 3 meter yang melesat di udara. Bahkan sebagai besi tua, senapan Gatling tiga laras dan pod SAM jarak pendek masih sangat mudah dikenali. Benda itu telah menghujani peluru dari langit untuk membunuh Kamijou dan yang lainnya.
“Ini bukan arah yang dituju oleh kendaraan mini berbentuk kotak itu, kan? Mungkinkah ini sebuah pengalihan?”
“Atau mungkin dia hanya menyembunyikan drone cadangan di sini.”
Kamijou sudah muak dengan semuanya. Dia berteriak sekuat tenaga.
“Apanya yang penjahat yang ternyata seorang penyihir?! Kita baru saja diserang oleh drone! Dan kalian semua melihat apa yang terjadi di Hotel Town, kan?! Musuh jelas berasal dari sisi sains!!”
Kamijou yakin dia tidak mungkin salah.
Sebuah alat peretasan digunakan untuk menimbulkan masalah di Distrik 23 dan mereka diserang oleh mesin-mesin. Tidak ada ruang untuk sisi sihir di sana. Bukankah ini kejahatan siber yang dilakukan oleh seseorang dari sisi sains — atau lebih spesifiknya, dari Academy City?
Tapi.
Birdway membalasnya dengan penuh percaya diri.
“Oh? Siapa bilang penyihir tidak bisa meretas?”
Hari sudah malam?
Begitu mulai gelap, malam musim dingin pun tiba dengan cepat.
Hamazura tahu Takitsubo dalam bahaya, tapi dia memilih untuk mengidentifikasi si pengguna Black_Oneday daripada pergi menyelamatkannya. Dia tidak ingin membuang waktu sedetik pun.
“Ugh.”
Di sebelahnya, Blodeuwedd the Bouquet melirik sebuah papan bertuliskan peta sederhana. Rupanya ini adalah bengkel tempat kontainer kargo yang tiba dengan pesawat dimuat ke truk setelah diperiksa. Kontainer kargo tersebut berbentuk seperti dadu, sehingga tidak perlu menggunakan derek gantry besar yang biasa digunakan di pelabuhan. Di sini, mereka menggunakan forklift dan loader sebagai gantinya.
“Kau curiga itu pangkalan udara drone, kan? …Apa tempat berbahaya dan megah semacam itu akan tertera di peta?”
“Kau tidak bisa menyembunyikan sesuatu sebesar itu. Mencoba menyembunyikannya saat semua orang bisa melihatnya hanya akan membuat orang takut. Tentu saja mereka tidak akan merilis tata letak interior secara detail.”
Saat itulah mereka mendengar suara dentuman yang tidak biasa.
Sebuah lubang seukuran ibu jari muncul di papan tanda logam tersebut.
Terdengar suara yang berbeda dari mesin bensin — suara motor listrik. Mereka sedang menjadi sasaran salah satu kendaraan kecil beroda delapan yang dilengkapi dua senapan mesin.
(Drone anti-pesawat! Apa lagi-lagi ini ulah Black_Oneday?!)
“Bagaimana sekarang, Hamazura?”
“Kh. Masih ada banyak pekerja yang tak bersalah di sini. Kita tidak boleh melibatkan mereka!!”
Hanya karena seseorang tidak memihak kepadanya, bukan berarti mereka jahat.
Jangan seenaknya memutuskan hidup seseorang berdasarkan standar yang tidak masuk akal itu!
Hamazura berteriak agar para pekerja bisa mendengarnya di tengah suara tembakan.
“Tiarap!! Pergi ke belakang loader itu! Bahkan tembakan senapan mesin pun tidak bisa menembus kendaraan pembajak salju besar, jadi itu bisa berfungsi sebagai perisai!!”
Seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam keamanan bandara hanya menatap kaget tanpa bergerak, jadi Hamazura mendorongnya ke belakang kontainer kargo untuk sekedar melindunginya dari jalur tembakan.
Sembari melakukan itu, Hamazura meminjam pistol otomatis 9mm dari sarung pistol pria itu dan membalas tembakan. Drone itu terbuat dari paduan logam dan plastik. Baku tembak biasa tidak akan bisa mengalahkannya, tapi dia bisa menghancurkan lensa kamera yang vital. Jika drone itu tidak bisa membidik dengan akurat, dia tidak perlu takut pada senapan mesinnya.
Dia bereaksi dengan ketepatan yang luar biasa.
(Aku masih hidup… Indraku semakin tajam semakin aku mendekati kematian? Meskipun risikonya tidak terlihat!!)
Kita tidak harus menjadi baik atau adil untuk menyelamatkan orang.
Jika seorang penjahat menggerakkan tubuhnya, mereka bisa melindungi seseorang dari peluru. Menyelamatkan orang hanyalah tindakan fisik, jadi kondisi psikologis dan pertanyaan tentang baik atau jahat tidak berperan.
Jadi…
“Aku tak masalah menjadi penjahat,” geram Hamazura, seolah sedang mengucapkan kutukan. “Tidak ada aturan yang bilang kalau hanya orang baik yang boleh menyelamatkan orang. Kebaikan dan keadilan mungkin telah meninggalkanku, tapi bukan berarti aku harus mundur dan membiarkan orang lain pergi duluan.”
Ini adalah pendekatan alternatif yang belum dipertimbangkan oleh Coronzon.
Seandainya Coronzon mengikuti jalan ini dan menyelamatkan banyak orang dengan kekuatannya, mungkin dia tidak akan dikenal sebagai Iblis Agung.
…Lalu mengapa Coronzon tidak mempertimbangkannya?
Coronzon itu pintar. Jauh lebih pintar daripada berandal seperti Hamazura. Tidak heran jika Coronzon sudah memikirkan apa pun yang bisa dia pikirkan. Jadi mengapa hal ini luput dari pikirannya?
Pasti ada prasangka tertentu yang menghalangi, tapi dari mana asalnya?
Blodeuwedd the Bouquet berkedip.
“Apa kau baru saja membangkitkan sesuatu? Membangkitkan sebuah keadilan yang berbeda dari Kamijou Touma?”
“Mana ada! Aku bertarung menggunakan pistol yang kucuri dari petugas keamanan bandara biasa. Dia pekerja biasa. Dia bisa dipecat dari pekerjaannya karena kehilangan pistol itu.”
Hamazura Shiage bukanlah Kamijou Touma.
Dia tidak akan pernah menempuh jalan keadilan yang sama seperti Kamijou Touma.
Apakah penyihir bisa meretas?
Begitu klaim Leivinia Birdway, tapi dari sudut pandang sains Kamijou, itu terasa salah. Semangka dan kari memang enak, tapi kita tidak akan mau menuangkan kari ke atas semangka. Bisakah kita benar-benar membuat kombinasi seperti itu?
“Lagipula, Dawn-Colored Sunlight tidak sepenuhnya menolak sains.”
“?”
“Kita bahas yang dekat dulu.”
Bukannya bergabung dengan Anglikan di Hotel Town, kelompok Kamijou malah tinggal di area pemeliharaan yang terletak lebih jauh ke utara. Mereka menginginkan tempat yang aman untuk berbicara.
“Kan pernah ada R&C Occultics. Kau seharusnya lebih berpikiran terbuka setelah adanya kejadian itu. Tapi ternyata tidak… Garis antara sihir dan sains yang ditanamkan oleh si bodoh tertentu di dunia ini memang menyebalkan.”
Birdway menghela napas dengan nada kesal.
Kemudian…
“Aku akan melepas kerah bajumu. Dengar, bukankah ada contoh yang lebih familiar?”
“Hm??? Seperti apa?”
“Grimoire. Yang asli.”
Bocah berambut jabrik itu tersentak.
Grimoire.
Itu adalah istilah yang familiar namun sekaligus misterius baginya.
“Sebagian besar grimoire dienkripsi sehingga kau tidak akan menerima banyak data jika kau membacanya apa adanya. Hal itu sebagian dimaksudkan untuk melindungi pembaca dari racun dari text asli… tapi lebih dari itu, ini adalah langkah keamanan untuk menjaga pengetahuannya agar tidak jatuh ke tangan yang tidak berwenang,” kata Birdway.
Data terenkripsi dan keamanan?
“Tapi, ada pihak ketiga yang mendekripsi grimoire tanpa persetujuan penulis dan mencuri pengetahuan yang tersimpan di dalamnya. kau cukup familiar dengan salah satunya, bukan? Contoh terbesarnya adalah Perpustakaan Grimoire, Index Librorum Prohibitorum. Dia telah mengumpulkan setidaknya 103.001 grimoire. Itu berada di level yang berbeda. Dan dia menggunakan semua pengetahuan itu sebagai tindakan pencegahan terhadap penyihir kriminal, jadi kau bisa menyebutnya sebagai peretas white-hat terhebat di dunia.”
|Peretas yang meretas untuk menguji keamanan siber dan tidak menggunakan celahnya untuk tindak kejahatan. Atau simpelnya peretas baik.
…Apa Birdway ingin mengatakan bahwa sisi sihir selalu memiliki konsep membobol kode orang lain untuk mencuri data mereka? Dan itu sudah ada selama ribuan tahun?
“Intinya, kode-kode sihir itu tidak keruan. Dengan simbol alkimia dan gambar berkode, tanda yang sama persis dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang yang membuatnya. Kau harus membaca di antara baris-barisnya dan menebak apa yang dipikirkan si pencipta.” Lessar tertawa terbahak-bahak “nee hee hee” dengan nada sinis. “Jika kau menginginkan contoh lain, ada piramida Mesir dan reruntuhan kuno Amerika Tengah. Tentu saja, aku bicara soal perampok makam. Mereka menerobos keamanan untuk mencuri harta karun dari pemiliknya.”
“Sepertinya kau tahu banyak soal itu.”
“Karena aku pernah melakukannya sebelumnya. Menurutmu siapa yang menggali Curtana Original dan membawanya ke London, yang menyebabkan kekacauan sampai mengguncang seluruh Inggris sampai ke pusatnya?”
Lessar kembali mengangkat topik berbahaya lainnya.
Seandainya dia tahu betapa berbahayanya hal itu, Kamijou harap dia juga cukup pintar untuk tidak melakukannya sejak awal.
“Dengan kata lain, gadis di sana itu adalah contoh sederhana lainnya.”
“Hm? Aku?”
Birdway (dengan kasar) menunjuk ke arah Dion Fortune.
“Fortune memiliki keahlian dalam logika yang menggabungkan sihir kuno dengan psikologi yang saat itu masih baru. Teks-teksnya mencakup beberapa metode penggunaan dunia psikologis untuk mengungkap rahasia orang lain. Tentu saja, tanpa disadari oleh korban. Jika dia benar-benar bisa melakukannya, itu adalah bentuk peretasan yang melampaui kemampuan komputer mana pun.”
“Tentu saja aku bisa! Mau kutunjukkan?” teriak Fortune dengan nada menantang, sehingga Kamijou harus menenangkannya.
Sekarang sudah tidak ada lagi keraguan.
Meskipun mereka tidak menggunakan istilah seperti "peretasan" atau "serangan siber", sisi sihir memiliki konsep serupa. Dan sudah sejak lama.
Mungkin satu-satunya perbedaan adalah apakah itu merujuk pada memecahkan labirin secara fisik, memecahkan kode tekstual dan numerik dari sebuah grimoire… atau mengakses data elektronik.
Hamazura mengira mereka telah berjalan cukup jauh dari menara antena.
Tapi apakah ini adalah jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki?
“Kh.”
“Oh. Ada pasukan Anglikan di sini.”
Betul kata Blodeuwedd the Bouquet.
Hamazura bersembunyi di balik drum logam di dekatnya sambil mengamati kelompok yang berada di kejauhan.
Mereka berada di permukaan aspal yang datar tanpa tempat untuk bersembunyi. Sekelompok pria dan wanita dengan pakaian ala anak jalanan berkeliaran tanpa perlindungan.
Blodeuwedd the Bouquet, yang mantel logamnya membuat berjongkok pun tidak banyak membantu untuk bersembunyi, tampaknya tidak terlalu khawatir.
“Apa yang mereka lakukan di tempat yang suram ini?”
“Mungkin sedang menunggu kita.”
Sisa-sisa keadilan itu kini menjadi pion-pion pengguna Black_Oneday.
Wajah yang familiar tampak dikelilingi sepenuhnya di tengah-tengah kelompok itu.
Takitsubo Rikou.
“Kh.”
…Menyerang membabi buta tidak akan menyelamatkan pacarnya. Ada pedang dan tombak di sekelilingnya.
Dan ingat, di mana mereka sekarang?
Pangkalan udara drone.
Hamazura menggunakan teropong murah untuk melihat ke kejauhan.
“Ini benar-benar terlihat berbeda dari ekspektasiku. Aku membayangkan bandara biasa yang lebih sederhana, dengan landasan pacu, menara kontrol, dan hanggar.”
Awalnya, tidak ada landasan pacu.
Hanya beberapa objek mirip meriam sepanjang 100 meter yang menjorok secara horizontal. Itu mungkin untuk peluncuran… tapi apakah itu pelontar massa elektromagnetik, atau pelontar drone secara eksplosif?
Kain-kain besar yang sangat mirip dengan layar kapal pelesir dikibarkan di seluruh pangkalan… Mungkin itu dimaksudkan untuk menangkap drone agar dapat diambil kembali? Filosofi desainnya sangat mirip dengan jaring penangkap serangga. Drone tidak memiliki standar keselamatan yang dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pilot, sehingga pengoperasiannya bisa jauh lebih sembarangan.
Tak berani mendekat.
Hamazura mengamati lewat teropong dan mulai berbicara.
“Dari sini aku tidak bisa melihat seluruh sistem keamanannya. Tapi ini pangkalan udara. Aku tidak suka ide berjalan langsung masuk ke tempat yang terbuka. Kita mungkin akan disambut oleh rentetan senapan mesin otomatis atau drone bunuh diri.”
“?” Blodeuwedd the Bouquet memiringkan kepalanya.
Tapi bukan karena dia tidak mengerti maksudnya.
“Lalu bagaimana penjahat itu bisa masuk ke dalam markas?”
“Kendaraan mini itu ada di sana.”
Itu adalah kendaraan satu orang yang tampak seperti tiga roda kecil yang terpasang pada kotak seukuran bak mandi. Kendaraan itu telah ditinggalkan di dekat situ. Hal itu menunjukkan bahwa kendaraan tersebut bukanlah umpan dan penjahat itu benar-benar menggunakannya untuk melarikan diri dari Hotel Town.
Di tempat yang sama juga terdapat rambu peringatan mudah terbakar berwarna merah.
Yang kemudian memberi tahu Hamazura apa sebenarnya lubang got di sana.
“Dia menggunakan Black_Oneday, kan?”
“Apa maksudmu, Hamazura?”
“Ini adalah pipa pengangkut bahan bakar. Pipa ini cukup tebal sehingga seseorang bisa melewatinya jika mereka merunduk. Jika dia menggunakan alat peretasan untuk mengeluarkan semua bahan bakar jet terlebih dahulu, dia bisa memiliki jalur bawah tanah langsung ke pangkalan udara drone.”
“Ugh… apa benar dia akan bertindak sejauh itu?”
“Tidak ada kamera keamanan atau sensor gerak manusia di dalam pipa, jadi menurutku ini jalur masuk yang bagus.”
Tentu saja, Hamazura dan Blodeuwedd the Bouquet tidak mungkin mengikuti penjahat itu dengan cara tersebut. Jika penjahat itu tahu apa yang mereka lakukan, dia hanya perlu mengisi pipa itu dengan bahan bakar jet untuk menenggelamkan mereka berdua.
Mereka membutuhkan cara lain untuk masuk ke pangkalan udara drone tersebut.
Dan tanpa peringatan, mereka mendengar suara yang memekakkan telinga dan terdistorsi.
“Hai.”
Jantung Hamazura serasa mau copot.
Ini adalah Distrik 23 yang penuh dengan landasan pacu dan tempat peluncuran. Pengeras suara tanggap bencana di sana dirancang agar terdengar di tengah segala macam suara keras.
“Senjata otomatis yang dikendalikan program dapat melenyapkan kalian di sana,” kata Ketua Dewan baru. “Senjata kaliber 127mm dapat menembakkan lebih dari 120 peluru per menit. Si Transenden mungkin akan selamat, tapi kau akan mati sebelum melangkah tiga langkah.”
Blodeuwedd the Bouquet memonyongkan bibirnya tepat di sebelahnya.
“Benarkah? Anglikan baik-baik saja kok berkeliaran di zona bahaya.”
“Kalau begitu, mereka pasti sudah ditambahkan ke daftar putih. Jika kau belum terdaftar dan memasuki zona tersebut, maka akan langsung merespon. Jadi, jika kau mau melakukan ini, pikirkan dulu matang-matang.”
Bukan itu yang dikhawatirkan Hamazura. Dan itu wajar saja mengingat dia sedang berbicara dengan seseorang yang jauh lebih berbahaya daripada senjata otomatis 127mm.
“Pangkalan udara drone itu adalah salah satu aset berharga kotamu, kan? Aku kira kau akan berusaha mencegahku masuk ke sana.”
“Aku tidak butuh senjata militer. Itu semua berlebihan. Mengapa sebuah kota membutuhkan kekuatan yang bisa menghancurkan umat manusia? Aku lebih suka kalau kau dapat memberiku alasan untuk menyingkirkan semuanya.”
…Jika itu benar, lalu apakah Academy City benar-benar berubah menjadi lebih baik?
Setidaknya ini menguntungkan buat Hamazura.
Blodeuwedd the Bouquet jelas ingin mengatakan sesuatu, tapi dia mengulurkan tangan untuk menghentikannya.
“Apa kau tahu sesuatu, Tuan Ketua Dewan? Kau memiliki pandangan yang lebih baik tentang semuanya ketimbang seorang Level 0 yang merangkak di tanah.”
“Soal apa?”
“Sistem itu.”
Pada awalnya, istilah itu begitu sederhana sehingga tampak terlepas dari kenyataan yang ada di hadapannya.
Tapi ternyata tidak.
“Aku tidak paham. Aku bahkan tidak yakin itu kata yang tepat. Tapi Coronzon mengatakan bahwa dia telah diberi 'fungsi' dan dunia tidak akan berfungsi tanpanya. Cara dia membicarakannya seperti mendapatkan bagian yang paling tidak menguntungkan, dia pasti bukan satu-satunya. Kedengarannya seperti ada beberapa 'fungsi' yang menopang dunia. …Tapi apa itu? Apa yang mendorong Coronzon sampai pada titik di mana dia ingin menghancurkan dunia? Pasti ada sesuatu yang mendorongnya, tapi apa?”
Pasti ada sebab di balik kejadian yang Hamazura saksikan.
Bahkan bisa dikatakan Coronzon telah membuktikan keberadaannya dengan kematiannya.
Ada sebuah sistem yang telah mendorong Coronzon yang jahat menuju ke kehancuran.
“Kau hanya membuang-buang waktu.”
Tanggapan Ketua Dewan sangat cepat dan berupa penolakan.
Hamazura sudah mengira Jawabannya akan seburuk itu. Dan itu adalah jawaban yang sempurna dan 100% tepat bagi pemimpin sisi sains di mana okultisme dan mistika tidak memiliki ruang.
“Kau sedang membicarakan teori konspirasi. Tidak ada sistem besar yang mengatur dunia. Fungsi? Ilusi? Keajaiban? Kemalangan? Kau tidak bisa begitu saja membalik saklar raksasa untuk mengubah hal-hal itu. Dunia ini dijalankan oleh kumpulan miliaran pikiran individu. seperti kursi beanbag. Itulah mengapa semuanya tampak seperti roda gigi yang sangat besar yang sedang bekerja. Bukan berarti semuanya ditentukan oleh suatu sistem misterius.”
“Jawaban yang sangat tepat.”
Ini semua kesalahan umat manusia. Ini semua kesalahan teman-teman kita. Ini semua kesalahan kita.
Menurut akal sehat, itu tidak masuk akal.
Dan selama kita berpikir realistis, maka tidak ada yang mau menggali lebih dalam.
“Segala kemalangan dan bencana di dunia disebabkan oleh manusia. Kekuasaan mengubah manusia menjadi monster. Itu kenapa aku menjabat sebagai Ketua Dewan untuk memastikan hal itu tidak terjadi pada orang lain.”
Tapi, dengan begitu mereka tidak akan sampai pada kebenaran sistem tersebut.
Hal itu sangat menguntungkan bagi sistem misterius yang mengendalikan setiap bagian dunia.
Hamazura adalah Level 0 di bagian bawah hierarki. Dia tidak berpikir dirinya lebih pintar dari Level 5 peringkat 1. Tidak mungkin Accelerator tidak memahami segala ide yang Hamazura miliki.
Kecuali… apakah orang-orang yang lebih cerdas lebih mudah terpengaruh dan dipengaruhi oleh sistem yang tak terlihat?
Kalau begitu, dia bisa mendefinisikan kembali eksistensinya sebagai Level 0 sebagai sesuatu yang ternyata tidak begitu tidak berguna.
Hamazura tiba-tiba ingin berbicara dengan Kamijou Touma. Level 0 yang sudah berada di depannya. Padahal Hamazura tahu dialah yang menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung dan membunuhnya.
Bocah itu telah berhadapan dengan Coronzon dan melihat sesuatu di dalam dirinya.
Tekanan tanpa jalan keluar meledak di dalam Hamazura seperti sebuah amunisi yang belum meledak.
“Jadi, maksudmu akumulasi hal-hal kecil itu secara kebetulan membunuh Coronzon? Itu konyol!! Aku tidak mau menerimanya. Aku yakin kebanyakan orang di luar sana bahkan belum pernah mendengar tentang Coronzon! Mereka tidak akan mungkin memiliki niat untuk membunuhnya. Jadi! Pasti ada sistem yang lebih besar di luar sana yang ingin membunuh Coronzon dan berhasil melakukannya!! Ini bukan fantasi atau kiasan!! Ini nyata dan ada di luar sana!!!”
Hamazura dan Accelerator telah mencapai jalan buntu.
Sang nomor 1 memiliki aura kejahatan, tapi dia jelas berbeda dari Hamazura dan Coronzon.
Dia memiliki hak istimewa.
“Aku akan mengungkapnya,” kata Hamazura pelan.
Hamazura berbicara dengan suara rendah dan menggeram, seperti binatang yang terluka.
Apa yang bisa dia lakukan untuk Coronzon? Gagasan samar itu tiba-tiba menjadi jelas.
“Cukup. Aku sudah mengambil keputusan… Ada sebuah sistem besar yang memutuskan bahwa Coronzon adalah iblis jahat yang sangat kejam dan mengirimnya ke kematian. Aku tidak peduli seberapa cerdiknya sistem itu bersembunyi — aku akan mengungkapnya agar semua orang bisa melihatnya!!”
Itulah akhirnya. Dengan bunyi klik, pengeras suara respons bencana pun terdiam.
…
“Hah? Kita mau pindah, Hamazura?”
“Apa lagi yang bisa kulakukan?”
Ketua Dewan yang hebat di puncak kota itu tahu di mana dia berada. Hamazura tidak tahu seberapa banyak yang diketahuinya. Hamazura ingin percaya bahwa dia tidak sebodoh itu, tapi Hamazura tidak boleh ceroboh. Jika Ketua Dewan masih berteman akrab dengan Anglikan, semua informasi itu akan diteruskan langsung kepada mereka.
Tinggal di sini terlalu berbahaya.
Hamazura harus mencari rute lain untuk mendekati pangkalan udara drone.
Hamazura dan Blodeuwedd the Bouquet pergi menjauhi pangkalan udara drone tersebut.
Pangkalan tersebut berada di titik pusat, dan mereka mengambil rute melingkari pangkalan tersebut.
Pengguna Black_Oneday pasti bersembunyi di pangkalan udara drone menunggu kesempatan berikutnya untuk bertindak. Apa pun tujuan akhirnya, itu bukanlah sesuatu yang akan dinikmati orang lain.
Hamazura dan Blodeuwedd the Bouquet tahu betul, tapi mereka ragu untuk bertindak karena mereka tidak ingin kejadian di Hotel Town terulang kembali.
Pasukan Anglikan yang berkeliaran di daerah berbahaya itu merupakan gangguan. Jika mereka hanya minim informasi, rekonsiliasi dan negosiasi mungkin bisa menjadi pilihan, tapi kenyataanya tidak begitu, jika mereka semua adalah pengkhianat. Hamazura harus menganggap mereka sebagai musuhnya.
“Lalu sebenarnya apa yang mau kau lakukan?”
“Aneri,” kata Hamazura terus terang. “Pertama, periksa apakah Ketua Dewan mengatakan yang sebenarnya tentang senjata otomatis itu. Setelah itu, beri aku daftar senjata pertahanan lain yang kau perkirakan ada di sekitar pangkalan udara.”
“Kau benar-benar pengguna yang hebat, ya?☆”
Apa itu bisa disebut pujian? Hamazura sebenarnya hanya meminta AI untuk berpikir untuknya.
Kurang dari sepuluh detik kemudian, layar ponsel yang retak itu menampilkan jawaban yang sangat dia takuti.
“Jadi, bahkan Aneri pun tidak bisa menemukan celah yang menguntungkan.”
“Tapi kau tidak bisa begitu saja menerobos masuk dengan kekuatan brutal, kan? Senjata pertahanan apa yang tak ingin kau hadapi?”
“Pokoknya bukan senjata-senjata tembak-cepat. Tapi ini: Boom Wall.”
Senjata anti-pesawat itu menggunakan sejumlah besar bahan peledak sekaligus untuk mengirimkan gelombang kejut yang diperkuat dari laras berbentuk terompet raksasa. Senjata ini tidak memerlukan perhitungan panduan yang detail karena gelombang kejut yang tebal dapat dikirim ke area seluas beberapa kilometer. Senjata ini dirancang sebagai cara hemat biaya untuk menembak jatuh serangan jenuh atau serangan serbuan tanpa meleset.
“Um, biarku cek.” Blodeuwedd the Bouquet meletakkan jarinya di dagunya yang ramping dan mulai menghitung dengan jarinya. “Jika kita mendekati pangkalan, kita akan dihantam oleh senjata-senjata kaliber 120 milimeter lebih. Tapi jika kita mendekati dengan pesawat terbang atau helikopter, kita akan ditembak jatuh oleh tembakan anti-pesawat. Dan semua celah bawah tanah seperti pipa bahan bakar telah diblokir. …Lalu bagaimana kita bisa masuk?”
“…”
Bahkan Aneri pun tidak memberikan jawaban untuk itu. Mungkin memang tidak ada solusi yang tepat di sini.
Hamazura tidak lagi menaruh harapannya pada kebenaran keadilan. Dia akan memaksakan kehendaknya dengan taktik murahan dan licik, bahkan jika itu dianggap sebagai kejahatan.
Setelah hening sejenak, Hamazura pun menjawab.
“Sekalipun sangat brutal, Boom Wall adalah senjata anti-pesawat. Artinya, senjata ini tidak dirancang untuk menargetkan tanah. Jika kita terbang sekitar lima meter di atas permukaan, larasnya seharusnya tidak dapat membidik pada sudut yang cukup rendah.”
“Meski kita mengemudi dengan kecepatan penuh di dalam mobil, kurasa kita tetap akan ditembak oleh senjata api otomatis itu.”
“Bagaimana jika kita bergerak lebih cepat? Seperti Mach 10 atau lebih tinggi?”
Blodeuwedd the Bouquet berkedip-kedip, tanda kebingungan.
Tumben. Hamazura tak menyangka Sang Transenden yang sering merendahkan dirinya akan bersikap seperti itu.
“Hei, Blodeuwedd the Bouquet, itu loh. Kita gunakan itu saja?”
Hamazura menunjuk ke samping.
Mereka sudah beberapa kali membahasnya dalam percakapan.
Pelontar massa di-atas-permukaan, Morning Star.
Ini bukan jenis sistem yang terkubur di dalam silo bawah tanah. Ini adalah meriam raksasa seukuran menara transmisi.
Ini bukan seperti roket kimia yang terbang ke luar angkasa menggunakan bahan bakar dan oksidan. Ini menggunakan induksi elektromagnetik untuk meluncurkan proyektil melampaui atmosfer.
“Serius?”
Bahkan Blodeuwedd the Bouquet pun tercengang melihat ini.
“Itu bisa lolos dari serangan permukaan dan senjata anti-pesawat, kan? Aneri, bisakah kau meretasnya?”
“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu! Itu kan dirancang untuk meluncurkan benda ke luar angkasa. Apakah alat itu bahkan bisa digunakan pada jalur yang hanya berjarak 5 meter dari tanah? Kalau salah, kita akan menghantam tanah!!”
“Apa yang salah dengan itu?”
“…”
“Kita tidak sedang membicarakan pesawat atau roket di sini. Pelontar massa pada dasarnya adalah railgun raksasa, jadi tampaknya moncongnya bisa bebas digerakin ke segala arah. Jadi sama saja dengan senapan. …Kita bisa manfaatkan pantulannya. Jika kita sengaja menghantam tanah dengan sudut rendah, kita seharusnya bisa terbang tepat di atas tanah.”
“……………………………………………………………………………”
Itu seperti melempar kerikil ke permukaan air untuk membuatnya memantul.
Dan pangkalan udara drone itu memiliki peralatan yang menyerupai layar kapal pelesir raksasa. Peralatan itu dimaksudkan untuk menangkap drone yang sedang terbang.
Cukup incar layar itu, anggap saja seperti permainan biliar.
“Umm, aku punya satu pertanyaan terakhir.”
“Ya? Cepatlah.”
“Berapa Mach kelajuan lepasnya? Bahkan pada sudut yang dangkal, kita akan menghantam tanah dengan kecepatan ekstrem, kan? Aku tidak peduli seberapa kuat pelindung muatan pelontar massa itu — bukankah kita akan hancur berkeping-keping akibat benturannya?!”
Hamazura tidak bisa menjawab langsung.
Dia mengajukan pertanyaan serius.
“Hei, Blodeuwedd the Bouquet. …Kau selamat dari ledakan mesin raksasa pesawat ulang-alik eksoatmosfer itu, kan?”
“…Tunggu.”
“Bisakah aku kau melakukannya sekali lagi?”
“Aku seharusnya menjadi summoner yang lemah dan berotak encer! Bukan tank yang tangguh dan berbodi keras!!”
Boleh saja Blodeuwedd mengeluh, tapi ini benar-benar tampak seperti satu-satunya pilihan mereka.
Dengan begitu, Hamazura cukup yakin mereka bisa selamat dari benturan dengan tanah.
Untungnya tidak ada pekerja atau tim keamanan di pangkalan udara drone tersebut. Dia tidak tahu seberapa besar kawah yang akan tercipta akibat pantulan peluru tersebut, tapi setidaknya dia tidak perlu takut akan melukai manusia dalam prosesnya.
“Aneri, ayo kita mulai. Retas pelontar massa Morning Star dan berikan kendalinya padaku! Kumohon!!”
Leivinia Birdway mendongak melihat getaran samar di kejauhan.
“…Sesuatu baru saja terjadi.”
“Cukup sudah sikap mementingkan diri sendiri. Kita perlu membuat rencana yang nyata.”
Komentar Lessar sangat merusak suasana sehingga membuat Kamijou menjadi bingung.
Dion Fortune berjalan mendekat untuk melihat peta yang telah Lessar bentangkan.
“Sudah memutuskan tujuan kita selanjutnya?” tanya Kamijou.
Birdway mengerucutkan bibirnya dan menunjuk ke sebuah titik di peta. Mungkin dia tidak terlalu menyukai makanan praktis legendaris Jepang: mie instan. Jika gadis Inggris yang kaya dan brengsek itu punya masalah dengan itu, kenapa dia tidak menuangkan teh mewah saja daripada air panas dan menunggu tiga menit sampai rasanya berubah.
“Di Sini.”
Birdway menunjuk ke pangkalan udara khusus yang digunakan untuk persenjataan anti-pesawat nirawak milik Academy City, seperti helikopter serang Six Wings.
Itu adalah salah satu fasilitas terakhir yang jangan sampai diambil alih oleh si pengguna Black_Oneday.
Kamijou mengerutkan kening.
“Ya, itu bakal berbahaya… tapi apa yang membuatmu begitu yakin tempatnya persis di sini?”
“Apa penjahat itu membongkar identitasnya sendiri?” tanya Dion Fortune di samping Kamijou.
Lessar mengerutkan kening.
“Kita bisa mengikuti tindakan penjahat… atau lebih tepatnya orang-orang yang mereka manipulasi.”
“Hm? Apa maksudmu, Lessar?”
“Kau tahu kan bagaimana para pelanggar hukum yang mengendarai mobil modifikasi akan mencegat radio polisi dan mengetahui lokasi semua kamera pengukur kecepatan? Jadi ini seperti versi magisnya.”
Setelah menjelaskan hal itu, Lessar (yang benar-benar menikmati makanan cepat saji tersebut), menunjuk ke sebuah titik di peta.
“Pasukan Anglikan selalu berusaha menindak para penyihir 'jahat' seperti kami, jadi kami tahu persis bagaimana mereka melakukan hal-hal tersebut.”
“?!”
Jadi mereka tahu gerak-gerik Kanzaki, Stiyl, dan yang lainnya?
“Akan beda ceritanya kalau mereka bertindak sendirian, tapi ketika bekerja dalam kelompok, mereka cenderung menggunakan spiritual item untuk berkomunikasi. Bahkan ketika jaraknya kurang dari 2 meter. Kita hanya perlu melacak energi sihir samar yang mereka gunakan.”
“Memang benar… Academy City adalah tempat yang besar, tapi tidak banyak orang di sini yang menggunakan sihir. London atau Roma mungkin beda cerita, tapi di kota sains ini kita dapat mendeteksi sihir yang lemah sekalipun dari jarak jauh,” tambah Dion Fortune.
…Kejadian itu tidak tampak semudah itu selama pertempuran Coronzon kemarin. Mungkin terbantu karena para penyihir licik ini telah mengumpulkan banyak data tentang Anglikan. Sama seperti ketika kita kesulitan mencari kucing liar, tapi dapat langsung menemukan kucing kita sendiri.
Lessar mengacungkan jari telunjuknya.
“Sepertinya area di sekitar pangkalan drone adalah zona terlarang. Ada kamera dan sensor di mana-mana dan memasuki area itu tanpa izin akan membuat kita ditembak oleh program pertahanan. Tapi, pasukan Anglikan bebas mengadakan piknik di sana tanpa ditembak. Tidak wajar, bukan?”
“Bagi si pengguna Black_Oneday, pasukan Anglikan yang telah dikendalikan melalui uang, keyakinan, cuci otak, atau apa pun itu merupakan pion yang berguna. Jadi si pengguna Black_Oneday pasti tidak ingin kehilangan mereka semudah itu. Kita perlu berasumsi bahwa pangkalan udara drone dan program pertahanannya telah diambil alih. Pasukan Anglikan hanya aman karena mereka telah ditambahkan ke daftar putih.” Birdway tampak penasaran dengan getaran sebelumnya, tapi nadanya tetap ringan. “Jika Anglikan digunakan untuk mengejar dan membunuh Hamazura Shiage, maka dia seharusnya bersembunyi di suatu tempat di sekitar sini, atau dia akan segera datang. Si penjahat dan Hamazura ada di sini. Jika kita ingin mengakhiri ini, kita perlu mengunjungi pangkalan udara drone itu.”
(Hmm. Aku masih belum tahu bagaimana cara Anglikan melacak Hamazura. Mungkinkah mereka mendapatkan informasi dari seseorang dari pihak sains yang mereka tangkap?)
Kamijou mengamati Birdway, tapi sepertinya kemungkinan itu belum terlintas di benaknya.
Sebenarnya, itu justru membuat Birdway tampak lebih seperti orang biasa.
“…Kita bakal ditembak kalau sampai ketahuan, kan?”
“Tentu saja.”
“Kalau begitu jangan nyantai, cari cara kek! Ngandelin penyihir yang cuma bisa nyerang tapi pertahanannya bolong aja nggak cukup. Bisa-bisa kita keburu dihujani peluru duluan!”
Sebenarnya itu bukanlah suatu masalah.
Karena serangan pelontar massa itu menghantam tepat di tengah pangkalan udara drone.
Lebih tepatnya, benda itu terperangkap oleh salah satu "layar" raksasa yang dirancang untuk menangkap drone.
Sebuah benda logam seukuran mobil van menghantam permukaan tanah di ketinggian rendah di dekat sana dengan kecepatan luar biasa lebih dari 12 km/detik, memantul, dan menembus ke dalam pangkalan. Potongan logam itu meluncur tepat di bawah pertahanan anti-pesawat dengan kecepatan super tinggi.
“Ugh, uhuk.”
Sesuatu muncul dari kendaraan raksasa berbentuk peluru yang terbuat dari material tebal tahan panas dan tahan bentur.
Sesuatu itu adalah mantel logam tebal.
Tidak ada serangan dari senjata tembak cepat atau Boom Wall.
Senjata-senjata itu tidak dirancang untuk menembak ke arah pangkalan… tapi itu bukanlah alasan utamanya.
“Wow… kurasa kita telah menghancurkan sekitar setengah dari pangkalan itu.”
“Tentu saja.” Hamazura merangkak keluar dari dalam mantel logam. “Meskipun sudutnya rendah, kita tetap menghantam tanah tepat di depan pangkalan dan memantul. Dalam kelajuan lepas. Peluru biasa akan menghasilkan percikan api saat mengenai dinding beton, bukan? Ketika massa sebesar ini menyentuh tanah dengan kecepatan tersebut, ia akan mengirimkan ledakan dahsyat dan gelombang kejut ke depan dengan kekuatan seperti longsoran salju. Dan gelombang itu akan menyebar.”
“Kau tahu ini akan terjadi? Tapi jika pangkalan itu setengah hancur, berarti kalau tiang layar yang kayak layar kapal pelesir di sana patah, maka kita nggak bakal bisa ditahan dan nggak tau bakal terpental sampai sejauh mana!”
“Tapi kita selamat. Kita memenangkan pertaruhannya, jadi kenapa harus mengeluh?”
“Dasar bodoh, tumben kau hebat. …kalau begini, si panjahat itu pasti sudah mati?”
“Ini tuh pangkalan militer. Perlengkapan inti yang penting adanya jauh di bawah tanah. Meledakkan barang-barang di permukaan tidak akan merusak jantung pangkalan.”
Meskipun begitu, mencegah semua senjata nirawak lepas landas atau mendarat sangatlah berarti.
Hamazura memandang ke arah luar melewati pangkalan yang dipenuhi puing-puing.
“Jadi apa yang dilakukan oleh orang-orang Anglikan itu?”
“Mereka berhasil menghindarinya. Rupanya mereka tersebar di sepanjang perimeter di sisi lain, sehingga gelombang kejut yang menghancurkan separuh pangkalan ini tidak akan mengenai mereka.”
…Jadi, bahkan setelah semua ini, mereka masih mau menyerang. Tapi, itu lebih baik daripada harus melukai pacarnya, yakni Takitsubo.
“Aneri, cari pintu masuk ke bagian bawah tanah pangkalan dan dobrak kunci elektroniknya!”
Mereka sudah masuk.
Ya, Hamazura Shiage dan Blodeuwedd the Bouquet telah berhasil masuk ke dalam pangkalan drone.
Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah di ruangan mana di pangkalan pesawat nirawak yang luas ini, baik di atas maupun di bawah tanah, si pengguna Black_Oneday bersembunyi.
“Aku ragu ada orang yang mempercayai kamera keamanan ketika kedua belah pihak memiliki alat peretas.”
Aneri mengeluarkan dua getaran sebagai bentuk protes. Rupanya untuk menyatakan bahwa fungsi utamanya bukan hanya untuk peretasan.
“Hei, hei. Jangan ngandelin sains terus, sesekali andelin sihirku dong? Apa aku harus berubah menjadi pacar cerewet yang cemburu dengan video porno di ponselmu? Omong-omong, kayaknya aku tahu deh dimana ruangannya.”
“Gimana caranya?”
“Karena aku adalah Sang Transenden yang mencintai siapapun yang dibenci☆ …Penjahatnya mungkin seseorang yang terlihat seperti tidak akan menyakiti seekor lalat, tapi bukan berarti dia tidak akan membunuh lalat atau ngengat jika terbang di depannya, kan? Di fasilitas nirawak yang tidak membutuhkan manusia, tidak akan mengherankan jika mereka berkembang biak di sana.”
“…”
Ponselnya bergetar lagi. Itu sinyal positif dari Aneri. Berdasarkan peretasan jaringan lokal pangkalan tersebut, sensor senjata kimia di salah satu bagian telah mendeteksi tanda-tanda samar komponen insektisida. Jenis bahan kimia seperti itu tidak akan dibutuhkan di pangkalan tanpa ada orang di sekitarnya.
“Sudah jelas. Dia ada di… pusat komando bawah tanah? Itu tempat pertama yang seharusnya kutebak. Argh, kenapa aku harus mempersulitnya?!”
“Yah, beginilah orang yang habis kena spoiler baru bacot. Kau kira kau ini jenius apa?”
Mereka menggunakan dukungan Aneri untuk melewati markas tanpa tertangkap.
Blodeuwedd the Bouquet mengatakan bahwa pangkalan itu tidak berawak… dan tampaknya mereka benar-benar telah mengurangi jumlah pekerja manusia hingga batas maksimal karena mereka tidak bertemu siapa pun di sepanjang jalan. Tapi karena tempat itu memiliki pusat komando jauh di bawah tanah, kendalinya tidak mungkin sepenuhnya otomatis, bukan?
“Inikah tempatnya, Aneri?” tanya Hamazura, menghadap pintu baja tungsten setebal pintu brankas bank. Dugaannya pusat komando bawah tanah itu dibangun sekuat bunker nuklir.
Tapi, ini jadi masalah.
Hamazura biasanya adalah penjahat yang berusaha melarikan diri dan bersembunyi.
Dia tidak tahu cara yang tepat untuk masuk secara paksa seperti ini.
“Ini pusat markas, kan? Pintu ini pasti sangat kokoh, jadi bagaimana cara kita membukanya? Bagaimana kita bisa masuk ke dala—”
Blodeuwedd the Bouquet menghancurkan pintu dengan satu pukulan dari lengan raksasa mantel logamnya. Hal itu membuat Hamazura ketakutan hingga dia tidak sempat terkejut. Dia sudah terlalu terbiasa dengan kekuatan aneh Blodeuwedd.
Ruangan di baliknya lebih besar daripada kolam renang dalam ruangan pada umumnya.
Tapi, ruangan itu terasa sempit. Karena banyaknya komputer yang dijejal di dalamnya. Tapi di sana bukan hanya ada monitor LCD. Ada juga perangkat yang menampilkan berbagai macam data pada lembaran kaca bening raksasa, seperti yang biasa kita lihat di kapal selam dalam film-film. Hamazura bahkan tidak tahu nama banyak peralatan tersebut.
Tapi, dia tidak punya waktu untuk memperhatikan semua itu.
Serasa jantungnya akan berhenti berdetak.
Tiba-tiba hal pertama yang dilihat Hamazura adalah pasukan Anglikan. Mereka dipersenjatai dengan senjata tajam dan tumpul yang berbahaya dan tatapan tanpa keraguan.
Dan dia melihat orang lain yang dikelilingi oleh mereka dan tidak bergerak: Takitsubo Rikou.
“H-Hamazu- Hama…”
“!!”
Hamazura ingin memanggil nama pacarnya, tapi dia tahu itu akan menjadi hal paling berbahaya yang bisa dia lakukan. Tidak ada gunanya membiarkan mereka tahu nilai dari sandera mereka.
Dia harus tetap berada di jalan kejahatan.
Dia sudah memutuskan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi pacarnya adalah dengan menempatkannya di urutan kedua.
Menepis dorongan itu begitu sulit hingga serasa ingin muntah darah… tapi dia berhasil mengalihkan perhatiannya ke keanehan yang lain.
“Tunggu dulu. Apa yang kau lakukan di sini?”
Hamazura berhadapan dengan dalang di balik semua itu.
Dia adalah seorang gadis dengan rambut cokelat kemerahan. Dan dia pernah mendengar suaranya sebelumnya.
“T-tidak… Tolong.”
Dia adalah seorang gadis kecil berusia sekitar 13 tahun. Dia mengenali mantel tebal orang dewasa yang menjuntai hingga pergelangan kakinya dan menyembunyikan tangannya di dalam lengan baju.
“Pergilah.”
“Buruan.”
Hamazura tidak mau mempercayainya.
Tapi, ingatannya tidak berbohong.
“Gadis yang kuselamatkan… dari anjing Dobermann… saat pertama kali keluar?”
Kalau dipikir-pikir, Hamazura memang belum pernah memecahkan pertanyaan awal.
Para Anglikan membuat sel itu dengan memodifikasi kontainer kargo udara berbentuk dadu. Pintunya terkunci rapat — penutup logamnya menggunakan semacam kunci magis khusus — jadi mengapa tiba-tiba terbuka meskipun dia dan Aneri tidak melakukan apa-apa?
Apakah Hamazura telah berada dalam kendali penuhnya sejak saat itu?
“Benar, Hamazura. Aku menyelamatkanmu.”
Gadis itu tersenyum kecil sambil memegang boneka beruang di lengannya.
Aneri mengeluarkan dua getaran tanda peringatan.
…Itu bukan ponsel atau komputer. Apakah itu perangkat yang digunakan untuk memberi instruksi kepada Black_Oneday? Boneka beruang itu memiliki trackball, keyboard, dan perangkat lain yang terpasang di dalam dan di luarnya.
“Tapi…kenapa? Kenapa kau harus bertindak sejauh ini? Maksudku, kau kan bisa mencuci otak para Anglikan yang mengejarmu?! Semuanya!! Jadi kau bahkan tidak perlu membebaskanku dari sel untuk membuat mereka bingung!”
“?”
Sebagai respons, gadis itu memiringkan kepalanya dengan kebingungan yang mendalam.
Hamazura juga mendengar desahan kesal dari Blodeuwedd the Bouquet.
“Aaahhh, Hamazura, kurasa masalahnya bukan itu.”
“Apa?”
“Penjahat itu membiarkanmu lolos karena dia kebetulan ingin membiarkanmu lolos. Aku yakin betul. Itu hanya iseng tanpa ada hubungannya dengan rencana besar apa pun terkait memanipulasi Anglikan atau memulai perang global menggunakan Black_Oneday.”
“Tunggu, tapi… si pengguna Black_Oneday itu benar-benar mencoba membunuhku! Maksudku, bagaimana dengan di Hotel Town? Dia menembakiku dengan drone anti-pesawat beroda delapan dan dia mencoba meledakkanku dengan uap bahan bakar jet…”
“Tapi kau tidak mati. Kau kan Level 0, tapi kau selamat dari semua serangan dahsyat itu. Rasanya janggal, bukan?”
Tidak mungkin…
“Apa maksudmu si pengguna Black_Oneday sengaja menyesuaikan tingkat kesulitan agar aku bisa melewatinya? Seperti memastikan tidak ada yang mati saat bermain gim?!”
Dia ingin membebaskan Hamazura terlepas dari apa pun yang sedang dia lakukan.
…Itu saja? Benarkah???
Tapi jika dia ingin menyelamatkan Hamazura, mengapa dia melibatkan Takitsubo?
Gadis itu mengeluarkan bando dan menggunakannya untuk menahan poninya agar tidak menutupi matanya.
“Apa? Apa kau mencoba menyelamatkan gadis yang memakai seragam olahraga itu?”
“…Ya.”
“Baiklah. Jika itu yang kau inginkan, aku akan membebaskannya.”
Bruk bruk bruk!!
Beberapa suara dentuman saling tumpang tindih. Itu adalah suara tubuh yang membentur lantai. Kanzaki Kaori, Stiyl Magnus, dan para penyihir Anglikan lainnya roboh seperti saklar yang sedang dinyalakan. Satu-satunya yang masih berdiri adalah Takitsubo Rikou.
Begini doang?
Cuma begini... apa iya Takitsubo Rikou benar-benar terselamatkan?
“Tunggu… apa-apaan ini?” gumam Hamazura dengan linglung.
Dia senang Takitsubo selamat, tapi dia kesulitan mempercayainya. Dia khawatir sesuatu yang lebih buruk sedang menantinya.
Lagipula, kenapa bisa jadi seperti ini?
Sekalipun gadis ini benar-benar berada di balik semua ini, hari ini adalah pertama kalinya Hamazura bertemu dengannya. Seharusnya Hamazura tidak berkewajiban untuk membantunya.
“Karena keadaan kita sama. Jadi ini bukan untuk mencari keuntungan. Aku hanya merasa ingin membantumu saja.”
“Eh?”
“Kau tidak ingin orang-orang menyebut orang itu sebagai Iblis Agung, kan?”
Itu benar.
Tapi mengapa dia membahas hal itu di sini?
“Aku adalah salah satu dari beberapa rencana pertempuran anti-sihir yang dikembangkan secara paralel di bawah perintah mantan Uskup Agung Lola Stuart. Tapi Perpustakaan Grimoire, Index Librorum Prohibitorum lah yang pada akhirnya dipilih, jadi aku hanyalah model yang dibuang dan dilupakan sebagai proyek bayangan.”
Nama Lola Stuart tidak terlalu asing bagi Hamazura, tapi dia cukup yakin itu adalah salah satu nama samaran Coronzon.
Artinya…
“Aku adalah Narthex Coded Cathedral. …Kurasa kau bisa menyebutku sebagai salah satu produk ciptaan Coronzon.”
Narthex Coded Cathedral.
Sebuah proyek sejenis dan saingan dari Index Librorum Prohibitorum
Gadis kecil itu sama sekali tidak berniat menjebak atau menyerang Hamazura Shiage.
Tapi bukan berarti dia tidak menyimpan dendam.
Sebenarnya, Narthex memiliki target lain yang sesungguhnya.
“Kh.”
Ada orang lain yang mengerang.
Dengan permukaan pangkalan udara drone yang hancur berkeping-keping, orang itu tidak perlu khawatir terhadap senjata pertahanan.
Kamijou meman terlambat memasuki pusat komando bawah tanah, tapi dia pun mengetahui identitas si penjahat.
“Akhirnya kau sampai, Kamijou Touma.”
Sebelumnya, suara gadis itu terdengar kurang fokus, tapi kini suara itu mengandung tekad dan emosi yang jelas.
Emosi marah dan benci.
“Sang pembunuh ibuku.”
Seorang yang ahli dalam menyusun dan memecahkan kode. Seorang yang mahir dalam membaca keunikan teknik dan psikologi orang lain.
Angka, tulisan, lingkaran sihir, karya seni, musik — bisa apa saja.
“Kemarin. Seandainya aku tiba tepat waktu malam itu… aku pasti sudah menghentikanmu.”
Perpustakaan Grimoire, Index Librorum Prohibitorum menggunakan ingatannya yang sempurna untuk menyimpan grimoire yang tak terhitung jumlahnya di otaknya dan mengelolanya di sana. Bisa dibilang dia telah menguasai seni menghafal sastra, tapi gadis istimewa ini mengambil pendekatan yang berbeda untuk merencanakan penghapusan para penyihir jahat.
“Jadi, maksudnya dia seperti pesawat siluman yang kalah kuat dalam seleksi perekrutan?”
“Bukan masalah kuat atau tidaknya. Lebih karena dia melanggar perjanjian antara sihir dan sains makanya keberadaannya dirahasiakan. Dia tumbuh terlalu besar, jadi bukan karena speknya kalah.”
Lessar dan Birdway menyampaikan pemikiran sinis mereka.
“Nama Index memakai bahasa Latin, tapi Narthex memakai bahasa Inggris… Coronzon berengsek. Apa dia sengaja menempatkan mereka di lingkungan yang berbeda agar mereka bisa berkembang ke arah yang berbeda pula?”
“Mengapa aku merasa masih ada banyak gadis seperti ini yang bersembunyi di balik bayang-bayang dunia? Baik dengan nama Prancis ataupun nama Jerman.”
Seolah sebagai tanggapan…
Narthex membuka bagian depan mantel tebalnya seolah-olah sedang membuka segel.
Pakaiannya transparan. Siluet keseluruhannya menyerupai jubah biarawati, tapi terbuat dari emas murni dan ditenun menjadi jaring halus, sehingga kulitnya yang putih berenda pun terlihat. Di bawahnya, dia mengenakan sesuatu seperti bikini. Meskipun mungkin ada cara lain untuk menafsirkannya.
Akan terlalu vulgar dan merendahkan jika dia disebut sebagai biarawati.
Tapi bukan itu yang membuat Birdway mengerutkan kening. Dia terfokus pada lapisan dalam mantelnya tersebut. Cahaya lengket yang menyerupai cat berpendar dalam gelap berkedip-kedip tidak beraturan.
“Otak kedua, ya? Kudengar otak manusia akan sebesar halaman koran jika semua kerutannya di rentangkan. Hei, benarkah begitu, Kamijou Touma dari kota sains?”
Tapi, Kamijou lah yang paling terkejut dengan hal ini.
Itu sangat berbeda dari Walking Church milik Index.
|Alat pertahanan sihir.
Sebenarnya mantel apa itu? Bukan benda itu, kan?!
“Kalau kau sampai meningkatkan spek eksternalmu seperti itu, berarti klaimmu sebagai ahli enkripsi bukanlah gertakan semata. …Tapi, itu berarti ego dan jiwamu sudah melenceng dari akarnya, sampai mengubahmu menjadi sebuah alat dan perangkat. Apa kau tidak membenci Iblis Agung karena telah melakukan itu padamu?”
“Apa barusan kau menyebut ibuku sebagai Iblis Agung?”
“Ya, dia memang agak menyimpang. Tapi siapa yang tahu apa yang dia sembunyikan,” kata Lessar, terdengar kesal.
Ya.
Hal ini juga familiar bagi Kamijou.
Perpaduan antara kepolosan yang tak berujung tapi entah bagaimana juga penuh liku-liku.
…Collar.
|Mantra pengekang.
Bukankah ingatan dan pikiran Index telah dibatasi secara eksternal untuk mengendalikannya? Gadis ini diciptakan oleh orang yang sama. Narthex Coded Cathedral adalah hasil dari proyek paralel, jadi bisa jadi dia memiliki perangkat pengaman yang sama.
Dan berdasarkan tingkah laku Narthex, alat pengamannya mungkin masih berfungsi bahkan setelah kematian Coronzon. Jika itu benar, maka itu sungguh menyedihkan.
Ketertarikan Lessar diarahkan ke arah yang kurang tepat.
“Apakah pakaian itu menggabungkan simbol-simbol puan pendeta ekstase? Tampaknya sangat berlawanan dengan pengejaran asketisme seorang biarawati Kristen. Oh, tapi mungkin tidak terbatas pada Kekristenan. Maksudku, dia adalah seorang penyihir yang awalnya diciptakan oleh Iblis Agung Coronzon. Wajar saja kalau terdapat berbagai ritual mulai dari mitologi Nordik di barat hingga mitologi India di timur. Segala jenis ritual keagamaan yang mengundang tamu dari alam lain, menempatkan mereka dalam keadaan ekstase sehingga mereka dapat mendengar suara Dewa, dan menerima kekuatan seksualitas.”
Terdengar suara sesuatu membelah udara.
Lessar bahkan tidak sempat berkedip. Tapi sekarang ada luka kecil di pipinya.
Rupanya dia tidak akan lolos begitu saja setelah menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung untuk kedua kalinya.
Narthex Coded Cathedral segera mengambil tindakan.
Dengan tenang.
(Ibunya, ya?)
Seperti apa sebenarnya hubungan Lola Stuart dengan Coronzon? Kamijou tak mampu membayangkannya, tapi dia merasa hubungan itu lebih dekat daripada hubungan Coronzon dengan Index.
Atau.
Apakah hubungan yang berbeda itu merupakan salah satu variasi dalam proyek paralel, termasuk aturan penamaan?
Narthex mengatakan bahwa proyeknya dijalankan bersamaan dengan proyek Index. Jadi, apakah usia mereka hampir sama?
…Tunggu, berapa umur Index sebenarnya?
Jika tubuh gadis-gadis itu telah dimodifikasi dengan seluruh kekuatan Coronzon, ada kemungkinan tubuh mereka tidaklah normal.
Lessar dan Birdway diam-diam bersiap untuk bertarung, tapi Narthex tampaknya tidak khawatir.
“Apa, kau mau bertarung? Tugas Index adalah memecahkan kode grimoire dan merekam isinya di otaknya, tapi tugasku justru sebaliknya. Aku ahli dalam menerapkan enkripsi ganjil dan rumit pada pengetahuan yang terungkap, lalu menyegelnya dalam keadaan yang tidak dapat dibaca. Mantra, jimat, senjata — mau bagaimanapun caranya, tidak ada penyihir yang dapat mengalahkanku.”
Apakah itu sebabnya Kanzaki, Stiyl, dan para penyihir Anglikan lainnya bertingkah sangat aneh?
"Menyembunyikan" sebagian kecil dari proses berpikir mereka akan mencegah mereka bereaksi terhadap situasi tertentu. Jadi, meskipun ada petunjuk di depan mata, mereka tidak akan bisa melihatnya. Mereka begitu sibuk mengejar Hamazura Shiage sehingga tidak mampu memperhatikan penjahat sebenarnya.
Tapi hal ini tampak aneh bahkan dengan mempertimbangkan hal tersebut.
Mereka berasal dari Necessarius, Paroki ke-0 Gereja Anglikan. Mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik dalam pertempuran melawan penyihir, jadi tidak biasanya jika mereka semua dicuci otaknya dengan begitu mudah. …Tapi akan lebih masuk akal jika itu dilakukan oleh orang dalam yang tahu segalanya tentang mereka. Sama seperti peretas yang kesulitan untuk meretas dari luar gedung, tapi mudah jika memasukkan drive USB langsung ke komputer di gedung tersebut.
“Kau sampai bertindak sejauh ini…? Sebenarnya apa yang kau ingin capai di kota ini dengan mengkhianati organisasi sebesar Gereja Anglikan?!”
“Aku ingin membawa kembali ibuku. Apalagi?”
Kata-katanya terdengar seperti itu adalah hal yang mudah.
Tapi Coronzon sudah mati.
Kamijou telah membunuhnya.
Itulah yang menjadi alasan kenapa Narthex diliputi amarah yang begitu besar. Tapi… apakah dia tidak menyadari kontradiksi yang terkandung dalam kata-katanya?
“Kalian tak percaya? Ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. …Oleh Kamijou Touma yang pernah mati lalu bangkit kembali setelah mengunjungi neraka.”
“Kh.”
“Ibuku dapat dihidupkan kembali secara fisik ke dunia ini dengan cara yang sama. Tunggu sebentar lagi, Hamazura. Ini akan menjadi berkah bagimu. Aku akan memastikan itu terjadi.”
Seruan kaget itu bukan berasal dari Kamijou.
Hembusan napas itu mengandung secercah harapan. Hembusan itu dipenuhi dengan harapan yang diwakili oleh kata-kata "apakah itu benar-benar mungkin?" Jika Coronzon bisa kembali ke dunia ini, pandangan Hamazura terhadap situasi ini akan berubah 180 derajat.
Kedua orang itu memang berada pada posisi yang sangat berbeda dari Kamijou dan yang lainnya.
“Sederhana, bukan? Apa yang terjadi di neraka, fase berbeda yang terpisah dari dunia fisik ini? Betapapun sulitnya menembus neraka, kalau aku bisa membuka tengkorakmu, memasukkan elektroda ke otakmu, dan menyedot semua data memori di dalamnya untuk mendapatkan panduan. Ibuku bisa dihidupkan kembali oleh tangan manusia.”
Apakah hilangnya dokumen penting itu benar-benar suatu kebetulan? Atau Kamijou telah dipancing untuk datang ke sini?
“Aku sudah mendapatkan jenazah ibuku. Jenazahnya disembunyikan di suatu tempat di kota ini. Sudah cukup lama sejak dia meninggal, jadi aku sedikit khawatir, tapi yah, untungnya dia bukan manusia. …Pada dasarnya dia adalah energi murni, jadi selama aku mengikuti langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan ritualnya, maka dia bisa dipanggil dari fase lain itu, bukan?”
Birdway menunjukkan reaksi jijik.
“Pemanggilan iblis, ya? Karena ada contohnya, Aku punya firasat buruk soal ini.”
“Ya. Penyihir Crowley pernah melakukannya di tahun 1909, bukan? Dan sebelumnya pun Mathers tampaknya sudah melakukannya secara tidak resmi. Ditambah lagi, aku punya ini.”
Cahaya yang menyeramkan terpancar dari dalam bulu-bulu mantelnya.
Dari otak keduanya.
Dan tiba-tiba, Narthex Coded Cathedral memegang sesuatu di tangannya.
Birdway tersentak kaget.
“Kamijou Touma. Dari pandanganmu, terlihat seperti apa itu?”
“Hah? Aku tidak yakin… Ini seperti apel yang terbuat dari kristal merah? Sepertinya ada cairan di dalamnya.”
“Lessar.”
“Hmm, menurutku itu terlihat seperti ikan yang dimasak di tusuk sate. Mungkin dari mitologi Celtic.”
…Apa?
Orang mungkin memiliki interpretasi yang sedikit berbeda tentang apa yang mereka lihat, tapi mengira apel merah transparan sebagai ikan yang ditusuk sate itu agak berlebihan. Ini bukan tes Rorschach.
“Menurutku itu tampak seperti botol kecil dari kristal bening. Mungkin mata air kebijaksanaan Nordik, atau sesuatu yang berhubungan dengan alkimia? Mungkin itu cairan dari ramuan.”
Tunggu. Tunggu, tunggu.
Bukankah itu berarti tidak ada dua orang yang melihat hal yang sama?!
“Apa yang kau lihat mungkin adalah buah yang tumbuh di Pohon Pengetahuan. Apel adalah motif yang digunakan dalam beberapa mitologi, tapi itu jika dikaitkan dengan pengetahuan. Tentu saja, aku tidak tahu seperti apa bentuknya bagi Narthex sebagai si pengguna… tapi apa dia benar-benar menggunakannya dalam ritual?”
Untuk sekali ini, Birdway mengertakkan giginya saat berbicara.
Lessar memberikan pukulan verbal terakhir.
“Dengan kata lain, itu adalah kumpulan pengetahuan sebelum menjadi grimoire. Bahayanya setingkat dengan grimoire asli, jadi jangan lengah, Kamijou-san!!”
Kamijou tidak perlu diberi tahu hal itu.
Tapi, spesialisasi Narthex bukanlah grimoire. Itu adalah wilayah Index. Karena keduanya merupakan proyek saingan yang dijalankan secara paralel, Lola Stuart, yakni Iblis Agung Coronzon pasti merancangnya untuk spesialisasi yang berbeda.
Selain itu, Narthex Coded Sanctuary tidak hanya bertarung dengan sisi sihir saja.
“Tampaknya ruangan ini dan juga kalian butuh udara segar. Biar kuberikan pada kalian semua!!”
Udara di ruangan itu berderit. Distrik 23 mengkhususkan diri dalam teknologi kedirgantaraan berteknologi tinggi, jadi alat peretasan Black_Oneday dapat menyediakan sejumlah senjata di sini.
Narthex mengelus kepala boneka beruang itu dengan tangan kecilnya.
Dwooom!!!
Seketika itu juga, dinding pusat komando bawah tanah itu diruntuhkan dari luar. Tempat itu seharusnya lebih kokoh daripada bunker nuklir, tapi dia sama sekali tidak ragu-ragu?!
Birdway berteriak sambil menggertakkan giginya.
“Itu pasti drone. Dia pasti punya banyak rudal penghancur bunker yang berbasis pada roket marinir yang digunakan untuk menggali dasar laut serta untuk mengambil sampel. Hei, Kamijou Touma. Tinggalkan pusat komando. Kalau tidak, kau akan hancur sebelum kau sempat melawannya secara langsung!!”
Narthex masih berdiri di sana.
Dia menyentuh boneka beruang untuk memberikan perintah selanjutnya. Sekali lagi tanpa ragu-ragu.
Dia sepertinya tidak melihat nilai apa pun pada pusat komando bawah tanah yang berfungsi sebagai jantung pangkalan tersebut.
“B-bagaimana dengan Hamazura dan yang lainnya?!”
“Tak ada waktu untuk mengkhawatirkan mereka! Bergerak ke tempat terbuka bakalan dihujani peluru!!”
Jika Narthex bersikap rasional, dia tidak akan memerintahkan serangan yang akan mengenai Hamazura. …Tapi seberapa besar Kamijou bisa mempercayai pemikiran seorang pemuja Coronzon?
Kelompok Kamijou tidak punya waktu untuk mencari tahu di mana tempat yang aman.
Semakin banyak bagian dinding dan langit-langit yang runtuh. Mereka bisa terkubur hidup-hidup jika tetap tinggal di sini, jadi mereka harus terus berlari.
“Tempat apa ini?”
Mereka mendapati diri mereka berada di ruang terbuka yang luas. Tempat itu tidak terang, tapi ukurannya yang besar adalah alasan utama mengapa Kamijou tidak bisa melihat ke sisi lain.
Lessar terdengar kesal.
“Apa ini tempat pesawat tempur dan helikopter serang Academy City dikelola?”
Meskipun Kamijou berasal dari Academy City, bukan berarti dia tahu seluk-beluk fasilitas militer kota tersebut. Terutama pangkalan udara drone.
Dan Lessar baru saja mengatakan sesuatu yang tidak bisa dia abaikan.
“Tunggu… Jika ini tempat drone disimpan, berarti mereka bisa datang ke sini dong?!”
“Sepertinya kalian memang ingin mati.”
Mereka mendengar suara dari pintu masuk. Itu adalah Narthex Coded Cathedral.
Suara logam berat terdengar dari arah yang berbeda.
Sebuah helikopter serang Six Wings muncul dari balik bayangan.
Ini adalah fasilitas bawah tanah. Meskipun ruangan itu besar, tingginya tidak cukup untuk dilalui pesawat terbang.
Tapi itu tidak terbang.
Sesuai namanya, Six Wings terpaksa bergerak dengan memutar keenam sayapnya dan mulai merayap. Senjata dan meriam otomatisnya hancur karena tertindih bodinya sendiri.
“Hati-hati dengan lantainya. Kelihatannya lantainya diperkuat dengan balok baja, tapi aku bisa lihat sesuatu lewat celah-celahnya.”
“Apa ini hanggar bertingkat? Itu berarti lantainya bisa ambruk kalau berlebih. Ini bakal sulit.”
Birdway mendecakkan lidahnya.
Narthex menyentuh boneka beruang… dan mengoperasikan trackball yang terpasang di dalamnya.
Dia tidak ragu untuk berbicara.
“Maju.”
Massa seberat 30 ton itu melaju ke depan.
Itu cukup mematikan mengingat truk semi-trailer atau truk tangki besar memiliki berat 10 ton, tapi itu terlalu brutal. Dengan cara ini, Six Wings telah kehilangan senjata dan rudalnya sendiri.
Tidak.
Itu adalah helikopter serang nirawak, jadi tidak akan ada masalah jika rudal atau pelurunya hancur dan meledak. Justru gelombang kejut dan pecahan pelurunya akan menghancurkan Kamijou.
“Dasar pengecut,” sembur Birdway.
“Hee hee. Setelah aku menang, pastikan untuk menyebut namaku saat kau memujiku, gadis kecil bodoh.”
Lessar melangkah maju dan melemparkan sesuatu. Padahal Kamijou yakin sekali bahwa beberapa saat sebelumnya dia tidak bawa apa-apa.
Yaitu, sepotong batu datar yang bahkan lebih presisi dari penggaris melayang membuat lintasan yang tidak beraturan seperti bumerang.
“Engkau memang gagah berani, tapi bukan tandingan dewa petir, namun akanku ubah kekalahan engkau menjadi keuntungan. Batu asah Hrungnir, hancurkan dan tusuk dia!!”
Lemparan batu berhamburan ke segala arah (360 derajat) di sekitar titik yang dihantamnya.
Six Wings yang merayap itu pun menjadi miring secara tidak wajar.
Lessar tampaknya telah melemparkan sebuah proyektil ke persendiannya untuk mencegah sesuatu meledak.
Tapi, meskipun rusak dan kehilangan keseimbangan, Six Wings masih tidak berhenti. Kini posisinya tampak seperti orang sedang membungkuk kaku… yang berarti propeler utamanya miring secara diagonal ke arah mereka dan membentuk gerakan baru.
“Gawat.” rintih Kamijou.
propeler utama berputar dengan kekuatan besar. Seperti bilah blender raksasa yang berniat memotong segala sesuatu di dunia. propeler itu mengaduk udara menjadi angin kencang saat Six Wings, yang kehilangan beberapa lengannya, menggesekkan bodinya ke lantai dalam pendaratan daruratnya.
“Lari, lari, lari! Sembunyi di balik pilar atau yang lainya!!”
“Tiang itu terlalu tipis. propeler itu bisa memotong balok baja dengan mudah.”
Lalu, apakah mereka harus menghancurkan Six Wings?
Berbeda dari gambaran "pesawat", helikopter serang sebenarnya dirancang untuk menyerang tank dan truk lapis baja di darat. Oleh karena itu, mesinnya ditempatkan di titik yang paling sulit untuk dijadikan sasaran serangan dari bawah.
Dan dengan Six Wings yang mendekat dengan propeler utamanya miring ke arah mereka, titik vital itu sekarang tepat di depan mereka. Mereka tidak bisa menghentikan bilah berputar yang mematikan itu tanpa menghancurkan mesinnya, tapi proyektil sihir dari Lessar atau Birdway kemungkinan besar akan menyebabkan bahan bakar jet meledak.
Imagine Breaker adalah satu-satunya andalan Kamijou, jadi tidak ada yang mengharapkan apa pun darinya sejak awal. Dia hanya bisa berteriak panik.
“A-apa yang harus kita lakukan?!”
“Jelas kita harus singkirkan ancamannya,” sembur Birdway sambil melirik ke arah Lessar. “Hei, pengecut. Nyawa bos cabal ada di tanganmu. Jika aku mati karena kau tidak menjalankan tugas, maka Dawn-Colored Sunlight akan terpaksa memburumu, jadi hati-hatilah.”
“Gyehhh. Ini sebabnya aku tidak ingin menjadi pengawal gadis kecil yang egois ini. Semua tugas taruhannya adalah nyawa!!”
Birdway sudah memegang semacam tongkat logam. Kapan dia mengeluarkannya? Dan kobaran api yang terkompresi pun melayang di ujung tongkatnya.
Jika Birdway meluncurkannya dengan ceroboh, semuanya akan meledak, lalu menghancurkan mereka semua berkeping-keping.
“Panas dan kering. Yakni apinya api. Dengan aliran-Mathers, hancurlah kau, dasar kroco!!”
Tidak ada yang bisa dilakukan Kamijou. Dia hanya bisa menyaksikan bola api oranye itu diluncurkan.
Dan meledak.
Tapi, bukan hanya satu ledakan yang terjadi. Bahan bakar jet saja sudah berbahaya, tapi peluru dan rudal yang dibawa di dalam Six Wings juga ikut meledak.
Balok-balok baja di bawah kaki mereka bengkok dan sebagian lantai berderit. Pergerakan asapnya aneh. Angin sepoi-sepoi bertiup dari lantai bawah. Lantai itu dirancang untuk pesawat terbang dengan berat puluhan ton, tapi hal ini malah menyebabkan lantai tersebut runtuh.
Meskipun begitu…
“Sihir merupakan ancaman besar bagi sains karena dapat memaksakan hal-hal semacam ini.”
Mereka semua tidak terluka.
Karena Lessar telah mengulurkan telapak tangannya dan mengaktifkan sesuatu.
Itu tampak seperti dinding tembus pandang yang bercahaya.
Jika mereka memiliki cara untuk melindungi diri dari ledakan senjata militer dari jarak dekat, mereka dapat menghancurkan banyak Six Wings nirawak. Sihir benar-benar merupakan kekuatan kasar yang ditemukan dengan mengejar pengetahuan hingga tingkat yang cukup tinggi.
Akan tetapi.
“Hee hee.”
Para penyihir yang selamat dari serangan berbasis sains yakni Six Wings tidak membuat ketenangan Narthex goyah sedikit pun.
Terdengar suara retakan keras dari Narthex.
Entah itu berasal dari belakang lehernya… atau dari punggungnya.
Birdway menyeringai.
“Percabangan, ya? Koneksi fisik tersebut digunakan untuk beralih ke sirkuit berpikir dari otak keduanya.”
Dengan kata lain, Narthex bisa beralih antara menggunakan enkripsi sihir atau peretasan sains.
Dia bisa beralih antara dua mode yang sesuai dengan dua dunia tersebut.
“Kalau kalian ingin memilih dibunuh dengan mode yang mana, segera beri tahu aku.”
Senyum Narthex yang mempesona tampak tidak sesuai dengan tubuh mungilnya.
Tapi, terlihatnya suatu tanda pada Narthex justru memberi keuntungan bagi pihak Kamijou.
Narthex mengulurkan tangannya yang kosong — tangan yang tidak memegang boneka beruang.
Ya. Narthex Coded Cathedral bisa melakukan hal yang lain selain peretasan di bidang sains.
Bibirnya membentuk senyum lalu berbisik.
“Segel.”
Leivinia Birdway menjadi kaku.
Dia tiba-tiba berhenti di tengah pertempuran.
“?!”
“Ada apa, Birdway?! Kalau kau punya kartu as, gunakan sekarang!!”
Kamijou berteriak dengan mata terbelalak, tapi mata gadis kecil itu tetap tertunduk menatap tangannya sendiri.
Birdway, bos dari Dawn-Colored Sunlight, gemetar.
“…Aku tidak bisa.”
“Apa?”
“Aku mengeluarkan sihir tanpa berpikir… tapi sekarang aku tidak tahu caranya. Tidak, apa jalur sarafku diblokir, sehingga aku tak bisa mengingat caranya?!”
“Tunggu, tunggu, tunggu. Aku tidak seberbakat bos cabal. Tolong jangan renggut satu atau dua keahlian yang dimiliki orang biasa sepertiku! Nanti aku hanya akan menjadi manusia biasa!”
Lessar pucat pasi dan meninggalkan mantra yang telah dia coba susun dengan panik.
Memori.
Apakah ini kebalikan dari Index yang memorinya terus-menerus direnggut?
Jika si penyegel bisa memprediksi kartu apa yang akan kita mainkan sebelum digunakan, maka kita tidak akan pernah bisa menggunakannya lagi.
Narthex dirancang untuk melawan penyihir. Dia adalah pembunuh penyihir yang berbeda dari Perpustakaan Grimoire, Index. Dia menegasi sisi mistis dari musuhnya.
Kamijou tahu ini tidak akan mudah, tapi dia adalah musuh yang jauh lebih berbahaya daripada yang diduga!
Kamijou tidak tahan melihat Birdway dan Lessar yang langsung tersingkir dari pertarungan. Makanya dengan panik dia meninggikan suaranya.
“A-apa yang harus kulakukan? Jika itu sihir, aku bisa menghancurkannya dengan Imagine Breaker, apa ada lingkaran sihir aneh di tubuhmu atau semacamnya? Bagian tubuh mana yang harus kusentuh untuk menyembuhkannya?!”
“Aku tidak tahu! Sentuh saja seluruh tubuhku dan elus-elus kepalaku berkali-kali!!”
Kamijou merasa tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan Lessar yang panik. dia tidak bisa berharap banyak dari para penyihir, jadi apakah hanya Imagine Breaker yang tersisa saat ini?
Hanya itu kah yang dia punya. …Ketika musuh bisa memilih antara sihir atau sains!
“Nyaa?!”
Dinding dan lantai pusat komando bawah tanah itu telah runtuh.
Hamazura mendengar suara panik dari dekat dan menoleh untuk melihat Blodeuwedd the Bouquet yang sedang kebingungan. Bukan karena dia tiba-tiba ditarik jatuh. Tapi tertindih oleh berat badannya sendiri.
Atau lebih tepatnya, karena berat mantel logam tebalnya yang dilapisi panel tembaga yang bisa bergerak seperti makhluk hidup yang mandiri.
…Kemampuannya untuk selamat dari hantaman truk seberat 10 ton atau melontarkan truk dari bawah tampaknya berasal dari mantel logamnya. Apakah itu semacam power suit? Ketika mesin raksasa itu menyemburkan api ke arahnya, apakah dia melindungi wajahnya yang terbuka dengan sihir atau mantel itu memancarkan semacam medan pelindung? Apa pun itu, Blodeuwedd the Bouquet sendiri pastinya bukanlah sosok yang sangat kokoh dan tangguh.
“G-gawat… Gadis Narthex itu menyegel mantel logamku. Apa itu berarti dia tidak menganggap siapa pun selain Hamazura sebagai sekutu?”
Blodeuwedd pernah berpihak pada Kamijou dan berupaya membunuh Coronzon belum lama ini, jadi mungkin wajar jika Narthex membencinya.
Kamijou dan Narthex bertarung di lokasi yang cukup jauh, tapi tampaknya mereka masih cukup dekat sehingga dampaknya masih mencapai mereka. Dengan dinding dan lantai yang runtuh, tidak ada lagi pemisah antara ruangan-ruangan tersebut.
“Lalu bagaimana selanjutnya, Hamazura?”
“Bagaimana selanjutnya?”
Narthex Coded Cathedral adalah senjata tak resmi dari Anglikan yang dapat menggunakan teknologi sihir dan sains dengan fokus pada konsep "penyegelan". Dia adalah kartu as terlarang yang belum sempat dimainkan Coronzon sebelum dia mati. Hamazura Shiage si level 0 tidak dapat memikirkan satu pun cara untuk melukai seseorang seperti itu.
“Tidak.”
Blodeuwedd the Bouquet pasti menyadari keraguan di mata Hamazura karena dia langsung membantahnya.
“Kau lihat betapa kacaunya pertempuran mereka, kan? Dia benar-benar penuh celah sekarang. Maksudku, kau mungkin tidak akan bisa membalaskan dendammu pada Kamijou Touma jika kau menyerangnya secara langsung, tapi kau mungkin bisa menusuknya dari belakang sekarang.”
Jadi.
Apa maksudnya hamazura boleh membiarkan apa yang telah dilakukan Narthex Coded Cathedral hari ini dan apa yang mungkin akan dia lakukan di masa depan… kemudian tetap fokus menyerang Kamijou Touma?
“Untuk apa kau datang kemari?”
Pertanyaan yang sungguh mendasar.
Dan bukan hanya pada saat ini. Itu adalah pertanyaan yang berulang kali Hamazura tanyakan pada dirinya sendiri: ketika dia melihat Coronzon mati, ketika dia terjebak di dalam kotak, ketika sel itu terbuka, dan setelah dia dibebaskan.
“Untuk menyelamatkan dunia dan membuat semua orang tersenyum? Atau untuk membalas dendam pada Kamijou Touma?! …Kau harus benar-benar menghadapi tujuanmu sendiri, Hamazura. Kau harus berhenti menyalahkan orang atau hal lain, meratapi bahwa keadaan atau lingkunganmu adalah masalahnya tanpa mencoba memperbaikinya, dan mengutuk dunia secara keseluruhan. Baik Kamijou Touma maupun Narthex Coded Cathedral tidak memperhatikanmu. Seperti yang kau lihat, aku tidak bisa bergerak karena kendali atas mantel logamku disegel. Jadi, mau kau menang, kalah, menyelamatkan, atau menghancurkan, pilihannya ada padamu, Hamazura Shiage!!”
Blodeuwedd the Bouquet adalah Transenden yang mencintai yang dibenci.
Baik, jahat, kemanusiaan, dunia… dan bahkan hidupnya sendiri dinomorduakan.
“Semua hal konyol itu tidaklah penting.”
Jadi, Blodeuwedd tersenyum sambil memberikan saran.
Sebagai Transenden, itu adalah saran yang sangat merusak.
Dan bentuknya persis seperti yang pernah dia berikan kepada Coronzon.
“Lakukan saja apa pun yang kau inginkan, Hamazura.”
Kamijou mengertakkan giginya.
Narthex Coded Cathedral dapat menyegel sihir apa pun yang dia prediksi sebelum digunakan, sehingga penyihir mana pun akan semakin terpuruk dalam posisi yang tidak menguntungkan semakin lama pertempuran berlangsung.
(Secara teknis, ini bukan negasi seperti Imagine Breaker milikku. Ini mungkin kekuatan memanipulasi pikiran untuk mengacaukan otak mereka, mencegah mereka mengingat mantra-mantra yang diperlukan.)
Jika Narthex bisa menggunakan sihir seperti itu, apakah berarti dia bisa memurnikan energi kehidupnya menjadi energi sihir? Tidak seperti Index.
…Bagian terburuknya adalah tidak ada efek bagi Narthex jika prediksinya salah. Bukan berarti dia hanya bisa menyegel maksimal lima sihir sekaligus atau kehilangan sebagian kekuatannya setiap kali dia salah. Itu berarti dia bisa menggunakannya sesuka hati. Dia tidak punya alasan untuk ragu. Dia bisa menyegel penyihir mana pun jika dia membuat perimeter dengan mendaftarkan sepuluh atau dua puluh kandidat potensial.
Kamijou harus bertindak.
Imagine Breaker membuat Kamijou bisa melawan Narthex tanpa perlu khawatir tentang penyegelan sihir!
“(Atau kita bisa menggunakan sihir yang sama sekali tidak dia duga untuk langsung menghabisinya. Apapun itu, teruslah bergerak untuk menarik perhatiannya. Buat kami terlihat seperti penonton yang tidak berguna.)”
“(Karena begitu Narthex lengah, Kami bisa kembali bebas. Bahkan sihir yang biasanya tidak akan mengenai sasaran pun bisa berhasil jika kita melancarkannya dari titik buta☆)”
Tepat saat itu Narthex membisikkan sebuah kata.
“Lepas.”
Kata itu adalah kebalikan dari segel, menjadikannya pemicu untuk membebaskan sesuatu.
Tapi membebaskan apa?
Kamijou bahkan tidak punya waktu untuk berpikir.
“Datanglah, wahai pengetahuan. Engkaulah Dosa Asal yang menyebabkan seluruh umat manusia diusir dari surga!!”
Tubuh Lessar miring ke samping secara tidak wajar. Sebelum Kamijou yang terkejut sempat mencoba menopangnya, Birdway ambruk ke lantai. Hidung dan mulutnya berdarah, tapi Birdway tidak menyekanya. Rupanya dia telah pingsan.
(Apa? Gas beracun. Bukan, kalau iya maka aku juga akan pingsan. Kalau begitu…)
Narthex mencibir ke arah Kamijou dari posisinya yang jauh.
Tangan yang tidak memegang boneka beruang itu sedang memainkan sebuah apel mengambang yang tampaknya terbuat dari kristal merah. Tidak, itu hanya terlihat seperti itu bagi Kamijou. Apa pun itu, benda itu bisa berubah menjadi berbagai bentuk.
“Apa kau lupa bahwa aku memegang buah yang tergantung di dahan Pohon Pengetahuan? Ini bentuk mentah dari pengetahuan terlarang sebelum diolah menjadi grimoire.”
Jadi, apakah kedua orang itu berada dalam kondisi yang sama seperti jika mereka menerima pengetahuan beracun dari grimoire asli?! Tidak ada seorang pun selain Index yang dapat melindungi dirinya sendiri dari itu. Dan mengingat keserakahan seorang penyihir profesional akan pengetahuan, jiwa mereka mungkin telah terserap dan tercemar lebih parah daripada orang biasa.
Tapi bagaimana jika menyerang para penyihir justru membuat langkah Narthex jadi tertunda, maka apakah celah akan terbuka?
“!!”
Kamijou segera mengambil sebuah kompor dari lantai. Itu mungkin alat perawatan untuk senjata militer yang disimpan di sini.
Dan bukannya menarget Narthex, Kamijou malah mengincar kabel listrik tebal yang terbentang di sepanjang pilar baja.
Apa yang akan terjadi jika Kamijou membakar kabel listrik dan menjatuhkan ujung kabel yang sudah terpotong ke lantai?
Kabel listrik yang putus itu menyemburkan percikan api berwarna biru keputihan dan Kamijou pun berlari di sepanjang balok penguat baja yang tersusun dalam pola kisi-kisi. Dia berlari menuju Narthex kecil!
Terdengar bunyi "bzzrt!!" yang menyeramkan.
Tapi, Narthex Coded Cathedral tidak runtuh.
Tepat sebelumnya, bibir dan lidahnya telah mengucapkan sebuah kata.
“Segel.”
(Dia menggunakan sihir untuk memutus arus listrik tegangan tinggi?!)
Kamijou mengerem mendadak. Jika mengalihkan perhatian pun tidak berhasil, maka menerjangnya seperti ini hanya akan membuat Kamijou terbunuh.
“Segel itu bukan hanya serangan psikologis! Itu juga berpengaruh pada hal-hal non-sihir?”
“Ibuku tidak menganggap sisi sihir sebagai satu-satunya musuhnya.”
Tentu saja. Iblis Agung Coronzon bermaksud untuk menghancurkan seluruh 7 atau 8 miliar manusia, baik melalui sihir maupun sains.
“Kau dapat menemukan segel dalam mitologi di seluruh dunia, tapi yang paling dinamis mungkin berasal dari mitologi Yunani. Lagipula, Cronus dan Zeus sama-sama menelan anak-anak mereka yang merepotkan untuk mencoba menyingkirkan mereka dari dunia mitologi. Tentu saja, para dewa itu umumnya abadi, jadi itu tidak dianggap sebagai pembunuhan. Itu dianggap sebagai segel karena mereka akan kembali normal setelah dikeluarkan dari perut ayah mereka. Ah ha ha. Bukankah itu mengingatkanmu pada kisah absurd Si Kerudung Merah di mana dia dimakan oleh serigala tapi entah bagaimana masih memiliki akhir yang bahagia?”
Kamijou menatap tajam ke arah Narthex sambil sesekali melirik ke samping. Adakah sesuatu yang bisa dirinya gunakan di sini? Gadis itu bisa menyegel apa pun, tapi apakah tidak ada yang bisa dia gunakan untuk melawannya?!
“Jadi, segel sebenarnya tidak meniadakan energi seperti Imagine Breaker-mu. Segel jauh lebih bersifat ekologis. Segel memungkinkanku untuk menghilangkan kekuatan mematikanmu, tapi aku berhak untuk melepaskan segel tersebut. Itu berarti aku dapat merenggut kekuatan musuh dan memakainya. Mirip seperti menyulik iblis dan menggunakannya sebagai pelayanmu.”
Narthex Coded Cathedral menjilat bibirnya dengan lidah kecilnya.
Dan menjatuhkan hukuman mati.
Sebelum Kamijou menemukan sesuatu yang mampu melepaskan dirinya dari situasi ini.
“Oleh karena itu aku bisa bermain-main seperti ini. …Lepas!!”
Bzzzraaaaak!!!
Cahaya dan suara yang mengerikan dilepaskan secara horizontal. Itu adalah arus tegangan ultra tinggi yang digunakan untuk memberi daya pada pelontar elektromagnetik yang berfungsi untuk meluncurkan pesawat tempur nirawak pangkalan udara drone ke langit. Energi mematikan itu melesat melintasi ruang bawah tanah.
Tidak, bukan itu saja.
Kamijou bahkan tidak sempat bereaksi.
“Apa—?”
“Bahkan listrik biasa pun dapat dilipatgandakan output dayanya dengan cara dibendung dan disegel untuk sementara. Kapasitor yang digunakan untuk memperkuat tegangan senjata setrum sebagian besar terbuat dari isolator seperti kertas atau kaca. Tentunya anak SMA mengerti cara kerjanya, bukan?”
Dan serangannya tidak berada dalam garis lurus.
Saat Narthex mengayunkan tangannya yang terentang dari kanan ke kiri, energi penghancur itu pun melakukan hal yang sama. Cahaya menyilaukan yang membentuk ular raksasa dengan tegangan lebih dari seratus juta volt itu menyebabkan korsleting pada pilar-pilar logam dan kabel listrik tebal saat mengincar kepala Kamijou!!
Sekarang Kamijou mengerti mengapa Lola Stuart merahasiakan Narthex.
Dia adalah sosok tabu di antara segala tabu.
Dia adalah perpaduan antara sains dan sihir yang dianggap gagal karena terlalu sukses.
“?!!!”
Keheningan menyelimuti ruangan.
Bahkan aroma udara yang terbakar pun seolah tertahan, menjauh dari indra manusia.
Arus listrik lebih dari seratus juta volt telah dikendalikan secara magis, memastikan tembakan mengenai sasaran.
Tapi Kamijou Touma masih belum mati.
Karena ada orang lain yang menjadikan dirinya sebagai tameng.
“… Hama…zura…?”
Narthex Coded Cathedral menyebut namanya dengan terkejut.
Bocah itu tidak bermaksud menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung. Dia merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan gadis itu.
Jadi mengapa dia menyelamatkan pembunuh Coronzon?
Apakah itu hal yang paling ingin dia pertaruhkan?!
“Kau bisa melakukan apa saja yang kau mau, jadi kenapa kau menyia-nyiakannya untuk sesuatu yang begitu bodoh— gah…ah…?!”
Kepala gadis itu bergoyang-goyang.
Ada yang salah dengan separuh penglihatan kanannya. Dia tidak punya waktu untuk memeriksanya di cermin, tapi pembuluh kapiler di bagian putih matanya mungkin telah pecah, menyebabkan matanya memerah.
“Kau bukan Index.”
Dan.
Kamijou tetap berdiri karena Hamazura Shiage telah melindunginya.
Oleh karena itu Kamijou bisa… mengepalkan tinju kanannya.
“Kh.”
“Jadi kau tidak memiliki daya tahan ekstrem terhadap racun grimoire. Kau bilang pengetahuan itu sama beracunnya dengan grimoire asli, kan? Jika kau bisa menggunakannya sebanyak yang kau mau, kau pasti sudah melakukannya sedari awal. Satu-satunya alasan kau tidak melakukannya adalah karena kartu as itu juga akan merugikanmu, bukan?”
Narthex memiliki alat peretasan Black_Oneday.
Dia bisa saja menggunakan itu untuk merusak Academy City dan kemudian menyebarkan kerusakan itu ke seluruh dunia, tapi dia tidak melakukannya.
Dia melancarkan serangan siber dengan keterampilan dekripsi yang sama yang akan dia gunakan untuk simbolisme grimoire atau tata letak lingkaran sihir.
Tapi hal itu telah menjadi beban baginya.
Dia tidak ingin menggunakannya lebih dari yang diperlukan.
Karena dia tahu itu mengancam nyawanya.
Jika tidak, kemungkinan besar dia sudah memicu perang besar seperti yang pernah dilakukan Coronzon dengan Adikalika.
(Sama seperti Index… Ketika Coronzon memberikan kekuatan kepada seseorang, itu tidak akan membuat mereka bahagia. Itu akan menghancurkan hidup mereka dan mengubah mereka menjadi senjata rahasia yang hidup.)
Iblis Agung itu hanya bisa merusak ikatan antar manusia. Dia tidak bisa menyelamatkan orang, sekeras apa pun dia berusaha.
Hal ini sangat mengganggu dirinya sampai-sampai dia mencoba menghancurkan dunia.
“Jadi sebaiknya kau berhenti di sini. Rasa takut akan kematian mulai menghantuimu, bukan? Tapi kau menganggap kemampuanmu untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa ini sebagai ikatanmu dengan Coronzon, jadi kau tidak mau berhenti. Tapi bukan berarti kenanganmu tentang dia akan lenyap jika kau melakukan hal-hal secara normal.”
“Diam!” bentak Narthex Coded Cathedral. “Aku mencintai ibuku. Aku benar-benar menghormatinya… Aku tahu banyak hal tentangnya yang tak pernah kau ketahui. Dia merusak ikatan orang-orang dan menghambat perkembangan mereka? Hanya itu yang bisa dia lakukan? Itu tidak benar dan aku akan membuktikannya… Itu alasan yang cukup untuk mempertaruhkan nyawaku.”
Narthex tampak berusia sekitar 13 tahun — meskipun usia sebenarnya tidak diketahui — tapi wajahnya menggambarkan kemarahan, kebencian, penghinaan, cemoohan, dan frustrasi. Setiap emosi negatif selain kesedihan terkandung di sana.
“Kau telah membunuh ibuku.”
Kamijou tidak memiliki ingatan apa pun sebelum hari tertentu selama liburan musim panas.
Dia tahu bahwa dia telah menyelamatkan Index selama waktu tersebut, tapi dia merasa seolah-olah dia sendiri belum benar-benar mengalaminya.
Meskipun begitu, dia bisa merasakannya.
Gadis ini… adalah Index yang belum pernah bertemu Kamijou Touma.
Jadi gadis ini telah bergantung pada orang lain. Misalnya, menganggap penciptanya sendiri sebagai orang tua.
Bagi satu pihak, orang itu adalah orang yang telah menghancurkan sangkar kemalangannya. Tapi bagi pihak lain, orang itu adalah orang yang telah menciptakan sangkar kemalangannya.
Semuanya bermula dari situ.
“Seolah itu belum cukup, sekarang kau mau merampas kemungkinannya untuk terlahir kembali dan mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup? Kamijou Touma. Kau tidak berhak!! Tidak ada seorang pun yang berhak!!!”
Mungkin tidak.
Akan tetapi…
“Aku adalah orang yang dilanda kemalangan,” kata Kamijou.
Kamijou tidak mengalihkan pandangannya bahkan ketika dia disebut sebagai seorang pembunuh.
Karena…
“Tapi aku tetap tidak sengsara sepertimu. Karena aku memiliki kebebasan untuk mengatasi kemalanganku.”
“Kh.”
“Narthex, keadaanmu bukanlah kesalahanmu. Kau diciptakan seperti itu demi tujuan dan keuntungan orang lain. Itu sudah jelas. …Dan fakta bahwa Iblis Agung Coronzon melakukan itu padamu berarti dia memang tidak boleh dibiarkan lepas bebas.”
“Hidupku bukan urusanmu! Jangan ikut campur dan bertingkah seolah kau tahu apakah aku bahagia atau tidak. Yang terpenting bagiku adalah ibuku tidak sendirian!! Tapi kau dan kesombonganmu yang merasa benar sendiri telah mengambil segalanya darinya! Termasuk nyawanya!!!”
Gadis itu berteriak.
Dengan air mata yang berlinang.
“Selama ini dia menyebut dirinya uskup agung Anglikan! Dia bilang namanya Lola Stuart! Dia tidak bisa memberi tahu siapa dirinya sebenarnya. Bahkan nama aslinya pun tidak!! Karena dia akan dibunuh jika kebenaran terungkap! Kau pasti tahu semua itu karena kaulah yang membunuhnya. Dan semua itu karena kau memutuskan bahwa membuat seluruh dunia bersatu dan menyerangnya adalah 'hal yang benar'! …Akulah satu-satunya yang dia miliki. Akulah satu-satunya yang tahu namanya Coronzon dan menerimanya apa adanya. Hanya aku yang bisa menyelamatkannya!!”
Itu pasti perasaan sebenarnya dari Narthex Coded Cathedral.
Dia pasti telah memikirkannya matang-matang dan merangkai kata-katanya sendiri.
Jika dilihat dari bagian sini saja, maka kisahnya terdengar sangat mengharukan.
Hati Kamijou Touma seharusnya terasa sakit karena dialah yang melawan Coronzon sebagai Iblis Agung dan membiarkannya mati.
Tapi Kamijou tidak boleh lupa.
Narthex diciptakan oleh Coronzon. Dan tidak seperti Index, dia tidak berhasil membebaskan diri dari kendali Coronzon… jadi dia tidak pernah diselamatkan. Sama seperti Index yang memiliki beberapa lapisan keamanan yang terpasang di tubuhnya tanpa persetujuannya.
Tapi.
Narthex tetap menyebut Coronzon sebagai "ibunya".
Itu adalah gelar cinta dan rasa hormat. Perasaan itu kemungkinan besar nyata. Meskipun Iblis Agung tahu bahwa bonekanya mengatakannya sendiri tanpa diperintah, dia tidak menghapus atau mengoreksinya. Dan bahkan jika itu adalah kesalahan atau bug yang tidak disengaja oleh penciptanya, Kamijou masih merasa simpati kepada iblis kesepian yang ingin mendengar kata itu.
…Tapi Kamijou tidak akan pernah tergerak oleh pengabdian Narthex.
Coronzon pasti tidak pernah membayangkan kalau dirinya akan mati.
Tentu saja tidak, karena dia telah berjuang hingga akhir dengan keyakinan penuh bahwa dia akan menang.
Sangkar yang tak sengaja dia tinggalkan bersama kematiannya harus dihancurkan di sini.
Ini adalah kemalangan yang bahkan tidak diinginkan oleh Coronzon.
“…Aku akan membunuhmu.”
Gadis itu pasti menyadari bahwa kata-katanya tidak sampai kepada Kamijou.
Dengan suara geraman rendah, Narthex memasukkan tangan kecilnya ke bagian belakang boneka beruang. Apakah di dalamnya terdapat keyboard atau layar sentuh? Apa pun itu, dia pasti memutuskan bahwa trackball di wajah si boneka beruang saja tidaklah cukup.
“Kaulah satu-satunya orang di dunia ini yang akan kubunuh! Aku akan menghancurkanmu sampai berkeping-keping! …Aku tak butuh otakmu untuk mengetahui kembalinya kau dari neraka, masih ada mayat Anna Kingsford yang diawetkan. Batas antara hidup dan mati bisa dilintasi! Dan aku tak butuh kau menciptakan wadah untuk memanggil ibuku kembali ke dunia ini!!”
Tapi, Six Wings di sekitarnya tidak menanggapi.
“Seseorang telah meretasnya dan mengeluarkan semua bahan bakarnya?”
Kalau dipikir-pikir, ada seseorang yang hilang di tengah pertempuran ini.
Mata Narthex melirik ke sekeliling area tersebut.
“Dion Fortune? Apa yang dia lakukan di pangkalan ini?!”
Tapi, saat ini Narthex tidak mampu membagi fokusnya.
Menghina seseorang yang bahkan tidak ada di sana tidak akan mengubah apa-apa. Dan Kamijou saat ini sedang melangkah mendekatinya.
“Uwohhh!!”
“Hm? Celaka…”
Terdengar suara "tamparan!" yang keras.
Kamijou telah menjatuhkan boneka beruang itu ke lantai dengan telapak tangannya. Sekarang Narthex tidak bisa menggunakan alat peretasannya untuk mengirim perintah ke senjata-senjata di sisi sains.
“Cih!!”
Narthex mengulurkan apel merah pengetahuan di tangan satunya. Benda itu telah membuat Birdway dan Lessar pingsan, tapi sesaat kemudian hancur berkeping-keping dengan suara benturan yang keras.
Imagine Breaker.
Sekarang gadis itu tidak bisa menggunakan sains ataupun sihir.
Dan Kamijou Touma sudah mengepalkan tinju kanannya.
Erat-erat.
“Jika kau yakin bahwa kematian Iblis Agung Coronzon adalah sebuah kesalahan. Jika residu Coronzon yang masih bersemayam di dalam dirimu secara otomatis membuatmu mengatakan itu, maka…!!”
“Kh.”
(Hei, Coronzon.)
Seolah-olah Kamijou ingin menunjukkan kepada gadis itu bagaimana Iblis Agung itu menemui ajalnya karena gadis itu tidak ada di sana untuk menyaksikannya.
Kamijou pun melontarkan kata-kata dan tinjunya kepadanya.
(Amukan ini bukanlah kehancuran yang ingin kau lihat, kan?! Jadi sudah saatnya kau mengembalikan kehidupan gadis ini!!!)
“Pertama!! Akanku hancurkan ilusi itu!!!”
Terdengar suara teredam yang tumpul.
Dia pun terjatuh.
Narthex Coded Cathedral tergeletak tak bergerak di lantai yang keras.
Terdengar suara cipratan basah dari tubuhnya.
Kamijou meraih sesuatu dari punggungnya dan menariknya. Itu adalah selang bening… lebih tepatnya kabel-kabel bening. Dia secara fisik telah memutus koneksi Narthex dengan otak keduanya. Ikatan kabel itu pun hancur berantakan.
Narthex… telah kalah.
Coronzon tidak akan pernah hidup kembali.
Hamazura mengertakkan giginya. Dia telah menghentikan Narthex dengan melindungi Kamijou. Itu benar… tapi mengapa itu satu-satunya pilihan yang dia punya?
Orang-orang yang berpihak pada pihak yang dibenci selalu saja dicap sebagai orang jahat dan kalah.
Karena apa yang mereka lakukan adalah “tidak benar”.
Apakah itu memang benar-benar salah? Sedemikian rupa sehingga satu-satunya pilihan adalah menjerumuskan hidup mereka ke dalam jurang kehancuran?
“Fiuh…”
Blodeuwedd the Bouquet menghela nafas dalam jarak yang cukup dekat.
Ini dulunya adalah hanggar pesawat. Ruang bawah tanah yang begitu luas membuat tempat ini mudah dilupakan.
Blodeuwedd tampak menyeret beban yang sangat berat. Segel pada mantel logamnya seharusnya sudah terlepas, tapi apakah dia masih belum pulih 100%? Setidaknya kondisi Blodeuwedd jauh lebih baik daripada Birdway dan Lessar yang masih tidak bisa bergerak setelah terkena pengetahuan beracun setingkat grimoire asli.
Gadis kurus itu menghela napas.
(Rasanya seperti semua orang sengaja disingkirkan dari pertarungan. Kurasa satu-satunya orang yang perlu kujauhkan dari sini adalah Dion Fortune, di mana pun dia berada di pangkalan ini.)
“Hamazura, apa kau masih hidup?”
“Aku ragu ada orang di dunia ini yang menginginkanku hidup.” keluh Hamazura.
Dia tahu bahwa sebenarnya dia beruntung memiliki pacar dan Transenden di sisinya.
Jadi, apakah dia seharusnya menerima begitu saja gagasan dunia tentang apa yang "benar" dan lekas pulang?
“Aku merasa tidak enak mengatakan ini, Hamazura, tapi Coronzon sendiri memang jahat. Kurasa kau tidak akan bisa meyakinkan siapa pun.”
“Aku tahu.”
Hamazura tidak akan menyangkal hal itu lagi.
Tapi…
“Aku masih ingin berteman dengannya. Apa aku salah?”
“Heh. Kau tampak menawan sekarang. Kalau begitu, kuserahkan sisanya padamu.”
Narthex telah dikalahkan. Hamazura tidak tahu apa yang direncanakannya, tapi itu tidak akan terjadi sekarang. Coronzon sudah mati dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Dia merasa seperti sesuatu yang tak terlihat sedang menahan kepalanya dan menutupinya dengan selubung tebal.
“…”
Takitsubo Rikou… selamat.
Tapi Hamazura tidak berlari menghampirinya.
Hamazura belum bisa kembali. Hamazura belum mengakhiri ini.
Jadi.
Setelah melepaskan diri dari Blodeuwedd the Bouquet yang melambaikan tangannya dengan lemah, dia dengan tegas mengubah arah.
Untuk menghadapi orang lain, yakni Kamijou Touma.
“Narthex Coded Cathedral berusaha menghancurkan dunia untuk Coronzon dan dia ingin menghancurkan kepalamu dan menghidupkan Coronzon. …Aku sudah mencoba mencari tahu apa yang bisa kulakukan untuk Coronzon setelah dia mati, tapi kupikir tidak satu pun yang akan berhasil. Itu sebabnya aku membantumu. Aku masih ragu untuk membantu dan aku agak menyesalinya.”
“Begitu rupanya…”
“Tapi bukan berarti aku memaafkanmu karena sudah membunuh Coronzon.”
Hamazura tidak bisa memaafkannya.
Apapun yang terjadi. Ini bukan soal benar atau salah.
“Coronzon memilih sendiri untuk menempuh jalan kejahatan, jadi apa boleh buat, begitu?”
Sungguh konyol.
Ada orang-orang yang tidak mampu melakukan hal yang benar.
Mereka ingin melakukannya dan mereka mengagumi orang-orang yang melakukannya, tapi mereka percaya bahwa orang yang hina seperti mereka tidak mungkin bisa melakukannya… dan karena itu mereka menarik kembali tangan yang sebenarnya ingin mereka ulurkan.
Hamazura tidak akan membiarkan siapa pun menyanggahnya.
Karena memang Hamazura sendirilah contohnya.
Saat dia dicap sebagai Level 0 dan kemudian dihancurkan oleh tekanan sebagai pemimpin baru Skill Out. Dia telah membusuk hingga ke inti, tapi dia tidak bangkit kembali sendirian. Baru setelah bertemu dengan ITEM, bertemu orang-orang seperti Mugino dan Takitsubo, dan mengatasi pertempuran besar, dia akhirnya menemukan dirinya sendiri. Ya, itu membutuhkan serangkaian faktor yang biasanya tidak pernah dia harapkan.
Apakah Coronzon diberi kesempatan seperti itu?
Dia selalu sendirian.
Seluruh dunia telah mencapnya sebagai sosok yang benar-benar jahat.
Dia belum sempat merangkak keluar dan tak seorang pun mengulurkan tangan.
Sebaliknya, mereka malah berkumpul, memaksanya ke dalam keadaan yang lebih buruk, dan menyebutnya jahat karena tidak menyadari kesalahannya sendiri. Beginikah cara kerja dunia ini?!
Rasa sakit. Ketakutan. Penderitaan. Kesengsaraan.
Memang benar, Coronzon tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun tentang hal itu pada malam bersalju merah waktu itu.
Mengingat siapa dirinya, Coronzon pasti dengan bangga tetap menjalankan perannya sebagai musuh yang kuat hingga akhir hayatnya.
Akan tetapi…
“Jangan bercanda, Kamijou Touma! Orang-orang yang menderita dan kesakitan tidak bisa meminta bantuan. Mungkin bagimu itu tampak mudah!! Tapi mereka telah didorong sampai titik di mana mereka kehilangan pandangan tentang kenormalan. Jadi mereka mencoba bertindak jahat, mereka memunggungimu, dan mereka meyakinkan dirinya bahwa itu lebih baik!”
Bahkan saat dia meneriakkan kata-kata itu, dia mengerti.
Ini adalah sebuah risiko.
Dia bisa merasakan dirinya semakin terperosok.
Kebangkitan sementara ini bukan berasal dari kejahatan. Dia tahu ini hanyalah sebuah kekuatan yang membawanya lebih dekat pada kematian, tapi tetap melakukannya.
Sudah saatnya untuk menetapkan batasan.
Dia tak peduli jika disebut jahat. Dia tidak butuh keadilan atau kebenaran!!
“Dia tidak bisa mengatakannya. Hanya karena Coronzon tidak mampu mengucapkan kata-kata itu, bukan berarti kau boleh membunuhnya!!!”
Dalam perjalanannya ke sini hari ini, Hamazura telah menentang kebaikan dan keadilan. Tapi bukan berarti semua kejahatan bersifat merusak dan mematikan. Dia telah berhasil menampar gagasan tentang kebaikan dengan menyelamatkan beberapa orang asing di sepanjang jalan.
Di antara kebaikan dan kejahatan, Coronzon telah memilih kejahatan.
Tapi, lebih memilih kejahatan bukan berarti Coronzon harus menghancurkan umat manusia.
Penjahat bisa saja berbuat baik ke orang lain dengan caranya sendiri.
Seandainya seseorang mengajarkan hal itu padanya, mungkin dia bisa mengembangkan kejahatannya ke arah itu dan tumbuh menjadi sesuatu yang lain. Seandainya dunia bersedia berkompromi dengannya, mungkin dia bisa menemukan tempat untuk dirinya sendiri dan tinggal di sana.
Tapi, tidak ada seorang pun yang melakukannya.
Semua orang dengan keras kepala menolak untuk melakukannya!
Pada malam itu, bahkan Hamazura pun berbicara mendukung kehancuran yang sedang Coronzon rencanakan. Dia bertindak seolah berada di pihak Coronzon, tapi sebenarnya dia malah menjauhkan wanita itu dengan menyebutnya sebagai makhluk berbahaya yang akan menghancurkan dunia!
Sebenarnya apa yang Coronzon ingin Hamazura katakan?
Apakah hal itu benar-benar menghancurkan hatinya ketika mendengar kalau Hamazura bersedia mendukung rencana jahatnya menggunakan Adikalika?
Bagaimana kalau Hamazura bersikeras bahwa dia terlalu baik untuk menghancurkan dunia?
Ya, benar.
Hamazura sudah tahu dirinya bodoh, jadi mengapa Hamazura tidak bisa mengatakan hal bodoh itu?!
Sekalipun itu tidak benar, bukankah Coronzon ingin mendengar seseorang mengatakan itu padanya? Hamazura tahu itu adalah hal yang konyol. Mungkin Coronzon yang sombong akan berteriak dengan penuh dendam padanya dari dasar neraka, menolak citra dirinya diputarbalikkan dan direduksi menjadi makhluk yang lemah. …Tapi bagaimana kalau memang begitulah adanya? Maka orang yang akhirnya memutus jalan hidup dan mendorong Coronzon dari tebing tak lain dan tak bukan adalah Hamazura Shiage sendiri!!
Coronzon belum menemukan cara untuk menggunakan kejahatan.
Jika Coronzon ingin menyelamatkan seseorang, dia bebas melakukannya dari sisi kejahatan.
Apa yang membuat Coronzon tidak menyadari hal itu?
Dan siapa yang telah membunuh Coronzon sebelum dia sempat menyadarinya?
(Itu sudah jelas.)
Hamazura tidak bisa melarikan diri.
Apa yang bisa dia lakukan untuk Coronzon? Dia telah menempuh perjalanan sejauh ini untuk mencari jawaban.
Jadi Hamazura Shiage tidak akan melarikan diri dari sini.
Seluruh dunia menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung, melemparinya dengan batu, dan meludahinya.
Tapi.
Ada 8 miliar orang di luar sana. Jadi, mustahil tidak ada satu orang bodoh pun yang mau mengepalkan tinju untuknya?
(Aku mendorongnya dan kau membunuhnya untuk menghentikannya. Kita sama-sama bersalah karena terlalu percaya pada gagasan konyol tentang kebenaran!!)
Kamijou Touma.
Aku tidak akan pernah, memaafkanmu!!!
Fumble.
Mereka berada di hanggar pesawat, jauh di bawah pangkalan udara drone.
Saatnya menghadapi Kamijou Touma.
Hanya mereka berdua yang masih bisa bergerak.
Hamazura Shiage dan Kamijou Touma. …Apa kau pikir ini akan menjadi pertarungan yang adil?!
“Aneri!!”
Hamazura meneriakkan nama itu sebelum tinju mereka beradu dan terdengar benturan keras.
Hasilnya sudah jelas.
Tinju Kamijou hanya mengenai udara, tapi Hamazura telah mendekat dan tinjunya tepat mengenai tulang pipi Kamijou. Terasa sensasi tumpul, berat, dan nyeri.
Tapi, Hamazura tidak berhenti sampai di situ.
“→P” “←←K” “→TPK→←KK↓K” Prediksi AI Aneri benar-benar akurat. Kamijou mencoba meninju, menendang, mencengkeram, dan menggigit, tapi tidak ada satupun yang mengenai sasaran. Sementara itu, semua serangan Hamazura tampaknya langsung mengarah kepadanya.
Hanya dengan mengikuti instruksi, Hamazura mampu melakukan gerakan yang bersih dan akurat.
“Aku sudah memutuskan untuk mencari sesuatu yang bisa aku lakukan untuk Coronzon. Itulah keputusanku, walau aku masih belum tahu persisnya.”
Suara tumpul.
Sensasi yang berat.
Semuanya terasa memuakkan.
“Tapi yang pasti… bukan berteman denganmu!!”
Berulang kali, dentuman tumpul bergema di ruang bawah tanah raksasa.
Rasa besi yang menyengat menyebar di dunia Kamijou Touma. Sekuat apa pun dia berusaha bertahan dan menghindar, pukulan dan tendangan Hamazura Shiage tanpa ampun menusuknya.
“Kh.”
Apakah segala sesuatu diperbolehkan selama itu "benar"?
Kamijou berpendapat bahwa Hamazura ada benarnya dalam hal itu.
Tapi di sisi lain…
(Dia tak tahu, dia tersesat. Kau pikir dengan alasan seperti itu semua yang dia lakukan bisa diampuni!!)
Hamazura berusaha mengatasi hal-hal seperti kebaikan dan keadilan.
Kamijou menyadari bahwa Hamazura sangat ingin membelakangi hal-hal yang tidak menyelamatkannya sehingga dia malah berusaha menuju arah yang berlawanan. Tapi itu sama saja dengan bergabung dengan organisasi kriminal karena tidak bisa mempercayai polisi. Itu hanya akan membawamu ke jalan kejahatan. Kau hanya akan menemukan jenis keburukan yang berbeda, bukan kebenaran yang melampaui keadilan. Dan pada saat kau menyadari hal itu dan mencoba memperbaiki keadaan, jalan normal sudah tidak tersedia lagi buatmu.
Apa yang akan terjadi pada Hamazura jika dia melewati titik tanpa ada ruang untuk kembali tersebut?
Akankah Hamazura sampai pada titik di mana membunuhnya adalah satu-satunya cara untuk menghentikannya?
Sama seperti Coronzon?
Tidak.
Kamijou tidak bisa membiarkan itu terjadi!!
(Aku tidak mau mengulangi akhir cerita seperti itu untuk kedua atau ketiga kalinya!!)
“Gah!!”
Kamijou menerima pukulan lain di tengah wajahnya.
Rasa besi memenuhi mulutnya.
Tapi Kamijou tidak menyerah.
Hamazura harus dihentikan di sini. Ini terjadi padanya karena Kamijou membiarkan Coronzon mati. Itu memang perlu. Seluruh dunia akan terus menuju kehancuran jika dia tidak melakukannya. Kamijou mempercayainya dan dia tahu itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, tapi bukan berarti dia bisa mengabaikan kebencian yang ditimbulkannya!
Kamijou tahu apa yang harus dia lakukan, tapi dia tidak mampu melakukannya.
Hamazura memiliki AI Aneri.
Kamijou tidak bisa mengalahkan dan menghentikan Hamazura tanpa kemampuan yang bisa menyaingi itu.
Dia hanya butuh satu.
Hanya satu hal yang bisa menyaingi itu!!
“Kalau begitu, cepat panggil aku, kawan.”
Suara retakan tumpul terdengar dari bahu kanan Kamijou.
Semuanya akan berakhir setelah langkah selanjutnya.
Hamazura Shiage yakin akan hal itu. Dia bukan Kamijou Touma, jadi dia tidak mau bertarung atau dengan senang hati menyakiti musuhnya. Dia sudah muak. Prediksi AI Aneri memang luar biasa, tapi pukulan sepihak ini membebani dirinya dengan rasa bersalah yang aneh.
Tapi keunggulan absolutnya tiba-tiba menjadi berkurang.
Kejadian itu terjadi tepat setelah suara retakan tumpul bergema di seluruh ruang bawah tanah yang luas.
Kamijou melakukan gerakan berbalik tajam untuk menghindari pukulan kanan Hamazura.
Secara fisik, itu saja.
Akurasi Hamazura turun dari 100% menjadi 99%. Tidak lebih dari itu.
Tapi…
(Dia melampaui prediksi Aneri dengan tindakan fisik semata?!)
“Khahh?!”
Mata Hamazura membelalak sesaat sebelum benturan itu mengenainya. Sebuah pukulan telak yang menargetkan ulu hatinya.
Kamijou akhirnya berhasil memberikan pukulan telak.
Gerakan itu jelas mengubah situasi ke arah yang buruk.
Memangnya kenapa?
Coronzon sudah mati.
Dia telah membunuh seseorang tapi dia masih bersikap angkuh? Hamazura tidak akan membiarkan penjahat itu mengklaim kebenaran!!
“Ah, kh… Aneri!!”
Hamazura meneriakkan sebuah instruksi lalu mundur.
Tapi Kamijou pasti sudah memperkirakan hal itu karena dia langsung menerjang, tidak mau membiarkan Hamazura menjauh.
Mereka memiliki kekuatan yang seimbang.
Serangkaian serangan sengit pun dimulai, tanpa ada pemenang yang jelas.
“Hei, budak AI.”
Tidak.
“Aku tidak sebaik atau selembut orang ini. Lagipula, akulah perwujudan dari kekuatan penghancur ilusi.”
Ini sangat berbeda dari gerakan-gerakan Kamijou Touma sebelumnya.
“Kau ingin melakukan sesuatu untuk Coronzon? Jangan membuatku tertawa. Kau hanya membiarkan Coronzon khayalan menyuruhmu melakukan hal-hal yang memang sudah kau inginkan agar kau tidak merasa bersalah. Orang mati tidak bercerita, kan? Yah, apa kau senang bermain dengan boneka seks yang kau buat dari wanita mati itu? Aku yakin kau merasa keren dengan membelakangi kebaikan dan kebenaran. Itulah ilusi yang akan kuhancurkan berikutnya!! ”
“Brengsek!!!”
Hamazura melayangkan pukulan dahsyat, tapi Kamijou hanya perlu sedikit mencondongkan tubuh ke belakang untuk menghindarinya.
Kamijou berhasil menghindari serangan lain yang didukung Aneri. Perhitungan Aneri bukan lagi kartu as. Tapi Kamijou tidak mendapatkan bantuan dari sebuah program.
Kamijou memiliki sesuatu yang menyaingi Aneri.
Sebenarnya apa yang sedang merasukinya saat ini?!
Setelah menghindari beberapa pukulan dan tendangan, Kamijou mundur dari Hamazura. Dia mengatur jarak.
Lalu menggelengkan kepalanya.
Kamijou berusaha untuk tetap sadar.
(“Sudah kau diam saja.”)
Kamijou mendengar suara yang terdengar dekat.
Mulutnya tidak bergerak. Ini bukan suara yang bergema di ruang bawah tanah. Jadi dari mana suara itu berasal?
(“Aku bukan si bangsawan itu. Aku tidak akan mengambil alih tubuhmu. Muncul dan menghilang secara acak akan lebih efektif. AI itu mengamati bagian luar tubuhmu dan mengumpulkan data terperinci untuk menghitung langkah selanjutnya yang akan kau ambil. Kau bertarung tepat di depannya, jadi tidak ada yang bisa mencegahnya untuk mengumpulkan data. Tapi. Jika folder Kamijou Touma berisi campuran data dari lebih dari satu orang, AI itu tidak akan dapat memprediksi kepribadianmu, bukan? Jadi jika kita bekerja sama untuk mengacaukan kalkulasinya, maka AI kesayangannya tidak akan berguna sama sekali.”)
“Kau…”
(“Jangan marah dong. Kau tidak mencoba menjadi teladan keadilan, kan? Provokasi adalah taktik yang sah. Nyawa orang dipertaruhkan di sini. Pada akhirnya, kau ingin menyelamatkan nyawa si bodoh itu, kan? Meskipun harus memukulnya berkali-kali.”)
“…”
(“Kalau kau mau menang, hentikan Hamazura, dan selamatkan dia, kau tak boleh ragu hanya karena situasinya sedikit kacau. Atau kau kira kau ini heroine gim simulasi kencan yang mengira kalau semua kata yang keluar darinya adalah benar? Bukan kan, dasar bodoh.”)
Apakah ini benar-benar bagian dari Kamijou? Rasanya seperti lelucon payah di mana lengan kanan bermulut kotor ini pernah meniru bentuk fisiknya dan mencoba mengambil segalanya darinya. Dan kenyataan bahwa nasihatnya efisien dan masuk akal hanya semakin membuat Kamijou kesal. Jika dia bisa membuat perhitungan setajam itu, mengapa dia tidak bisa memprediksi bagaimana perasaan Kamijou saat mendengarkannya?
Kamijou mencoba membantah dengan sesuatu selain kebenaran angka.
“Aku juga ingin berada di pihak keadilan. Tak perlu diberitahu Hamazura pun aku tahu itu tidak bisa. Aku sadar betul aku sudah gagal begitu reaksi pertamaku terhadap segala masalah adalah mengepalkan tinju!”
(“Apa kau ini bodoh? Kalau kau tak mau ragu pada apa yang kau lakukan, maka biarkan Dewa Sihir, Transenden, atau Dewa lainnya yang memutuskannya untukmu. Tapi kau ini manusia. Kau hanyalah anak SMA biasa yang bisa ditemukan di mana saja. Kemunafikan yang tidak tegas itu jauh lebih cocok untukmu, bukan? ”)
Bagaimanapun, AI itulah yang menjadi masalah.
Kamijou tidak bisa menyelesaikan masalah dengan Hamazura tanpa terlebih dahulu melakukan sesuatu terhadap kemampuan Aneri.
Berpikir. Hamazura Shiage terus berpikir sepanjang pertarungan.
Kamijou sedang melakukan sesuatu .
Ada sesuatu yang mengacaukan prediksi Aneri. Jika ini terus berlanjut, dia tidak akan bisa mengandalkan dukungan Aneri.
Tapi…
“Aneri. Kau tidak perlu memprediksi setiap pukulan dan tendangan satu per satu. Fokuslah untuk mencari tahu apa yang dia lakukan. Menerima beberapa pukulan adalah harga kecil yang harus dibayar untuk memahami triknya!!”
Pada akhirnya, apa pun yang dilakukan Kamijou di ruang bawah tanah ini hanyalah tindakan fisik. Ini seperti permainan kucing dan tikus. Kamijou memiliki jumlah kartu yang terbatas dalam deknya. Jika Aneri bisa mengetahui triknya, Hamazura bisa melawan balik.
Sementara itu, Hamazura tidak mencoba menyerang dan malah menangkis serangan Kamijou untuk mengulur waktu. Itu pasti pilihan yang paling aman, tapi Kamijou tentu saja tidak ingin taktik murahan yang Hamazura gunakan terbongkar.
Jadi Kamijou mencoba mengakhiri ini selagi dirinya masih memiliki keunggulan!!
“!!”
Hamazura berusaha melindungi wajahnya sementara Kamijou menyerang ke arahnya. Apakah Kamijou akan menerjang dan melepaskan serangkaian serangan sambil bersiap menerima beberapa serangan balasan?
(Aku tidak harus mengikuti permainanmu!!)
Mencoba melawan balik sementara prediksi Aneri masih tidak mempan adalah langkah bodoh.
“Ruang terbuka bukanlah tempat yang bagus untuk mengulur waktu. Aneri, apa kau punya sumber daya cadangan? Buat daftar semua pintu di sini, cari lokasinya, dan buka sebanyak mungkin pintu yang bisa kau buka!!”
Bzzz bzzz!!
Dua getarannya memiliki nuansa negatif, tapi Hamazura memang mendengar gembok terbuka.
Tapi mengapa harus pintu yang sangat dekat ini?
Hamazura menendang kotak perkakas di dekatnya untuk menahan Kamijou dan menggunakan momen singkat itu untuk berbalik arah.
Dia berlari menaiki beberapa tangga sempit dan menyelinap melalui pintu yang terbuka.
Ruangan itu lebarnya sekitar setengah dari lebar ruang kelas dan panjangnya lebih dari dua kali lipatnya. Ruangan itu berantakan dan lebih cocok untuk tempat sembunyi dan melancarkan serangan dadakan, tapi…
Semua pintu tiba-tiba tertutup rapat. Dan langsung mengunci.
Ponselnya mengeluarkan alarm paling keras. Aneri ingin perhatiannya.
Suara artifisial seorang wanita muda terdengar dari segala arah.
Kamijou telah kembali melakukan sesuatu.
“Otorisasi Level 3 dikonfirmasi. Persiapan penerbangan selesai. Rute lepas landas telah diamankan. Hitung mundur dimulai pada 9 Januari, pukul 19:30.”
Ekspresi terkejut terpancar di wajah Hamazura, tapi ceritanya tidak berhenti sampai di situ.
Dia mendengar langkah kaki.
Di situasi begini, Kamijou malah datang ke sini?
Kamijou bisa saja menang dengan melempar Hamazura ke ruang hampa, tapi dia tidak melakukannya. Apa dia pikir Hamazura bisa membuat Aneri mengambil alih kendali pesawat dan mendaratkannya di sisi lain bumi? Kamijou takut kehilangan jejak Hamazura. Dia tak ingin ingin Hamazura bersembunyi di sisi lain bumi dan suatu waktu melancarkan serangan dadakan. Jadi dia ingin mengakhiri ini di sini sekarang juga.
Semua keraguan lenyap dari Hamazura. Dia mengumpulkan segenap tenaga.
Coronzon adalah Iblis Agung?
Jangan membuatku tertawa. Apa hakmu memanggilnya seperti itu? Kau pikir hatimu bersih tanpa noda.
(Kelemahan busukmu kelihatan jelas, dasar orang sok baik!!)
Jadi, sebenarnya apa yang terjadi di sini?
Jumbo Dragonfly adalah pesawat ulang-alik antariksa dengan dua tahap peluncuran.
Medan pertempuran mereka sedang bersiap… untuk meluncur ke luar angkasa!
Groooooo!!!
Percepatan yang sangat kuat membebani organ dalam Hamazura Shiage.
Mereka sudah berangkat.
(Sebenarnya terowongan macam apa yang terhubung dengan area bawah tanah ini?!)
“Ane…ri… Apa spesifikasi pesawat ini!?”
Berbagai macam data muncul di layar yang retak.
Pesawat Jumbo Dragonfly lepas landas dari darat dengan menggunakan landasan pacu dan secara bertahap menambah ketinggian, mirip dengan pesawat terbang.
Tapi setelah menstabilkan penerbangannya, pesawat itu akan mengangkat moncongnya hingga hampir vertikal dan berakselerasi. Setelah hampir mencapai batas kemampuan pesawat terbang pada ketinggian 30 ribu meter, pesawat ruang angkasa di bagian paling depan akan terpisah dari yang lain. Modul berbentuk peluru itu akan menggunakan momentumnya untuk melesat menembus atmosfer dan mencapai ketinggian 400 km, yang dikenal sebagai orbit Bumi rendah.
…Seperti yang dijelaskan, ini adalah penggunaan sipil dari proyek pembunuh satelit yang akan meluncurkan rudal dari pesawat supersonik untuk menghancurkan satelit militer musuh.
Terdapat pintu kedap udara yang kokoh di antara kabin untuk memastikan tidak ada oksigen yang bisa keluar dalam keadaan darurat, tapi pintu-pintu itu perlahan terbuka dari luar.
Dan dari bagian belakang ruang yang panjang dan sempit itu…
Kamijou Touma muncul.
Hamazura terpapar gaya gravitasi yang sangat besar, jelas lebih besar daripada gravitasi alami Bumi, tapi pertanyaan lain memenuhi pikirannya.
“Tunggu. Bagaimana dia bisa mengutak-atik komputer tanpa bantuan AI?”
Jika Kamijou memiliki sesuatu yang setara dengan Aneri, maka apa itu? Lagipula, pesawat ruang angkasa yang menerobos atmosfer ini adalah kumpulan komputer. Apa pun bisa menjadi senjata jika dioperasikan dengan tidak benar.
Hamazura meningkatkan kewaspadaannya, tapi kemudian sebuah serangan mengenainya.
“Tidak, pelakunya belum tentu dia!! Infrastruktur pangkalan akan aktif jika ada orang di pangkalan yang menekan saklar. Bisa jadi Birdway atau Fortune yang membantunya!”
Bukankah memindahkan pertarungan ke Jumbo Dragonfly akan merugikan Kamijou? Lalu mengapa dia melakukannya? Toh, Hamazura tidak menyembunyikan keberadaan Aneri.
Tidak…
Salah!
Situasi ini sebenarnya menguntungkan Kamijou!!
(Begitu ya…)
Hamazura baru menyadari tujuan Kamijou.
Tapi, sudah terlambat untuk bertindak.
(Jika kita meninggalkan Bumi dengan pesawat ruang angkasa yang antenanya rusak, Aneri akan terputus dari semua yang ada di permukaan. Apa dia mencoba menurunkan status Aneri menjadi tidak lebih dari sekedar ponsel pintar?!)
“Aneri, jawab aku. Bisakah kau terus bicara?!”
Bzzz.
Getaran langsung kembali, tapi itu bukan pertanda baik.
Tidak ada intruksi langkah — seperti “G→→PKT” — yang ditampilkan di layar. Bahkan di Academy City, satu ponsel saja tidak memiliki daya pemrosesan yang cukup.
Sementara itu, dia berhadapan dengan Kamijou Touma dan sesuatu yang sebanding dengan Aneri.
Situasinya telah berbalik total dari pertarungan awal.
…Jadi, haruskah Hamazura mengibarkan bendera putih dan pulang? Ke dunia yang damai di mana kematian Coronzon dirayakan? Tertawa riang dan tanpa beban? Menjilat kebenaran mereka agar mereka mau berbagi sebagian kebahagiaan mereka dengannya?
“Segera buka semua pintu pesawat ruang angkasa, Aneri!! Aku tak peduli apa yang terjadi asalkan aku bisa membunuhnya!!!”
Bzzz bzzz!!
Aneri menolak dengan dua kali getaran.
Kondisi kemenangan AI didefinisikan sebagai selamatnya Hamazura Shiage, bukan kematian Kamijou Touma. Sialan, AI itu mengubah pengaturan tersebut dengan sendirinya!!
(Itu artinya aku juga tidak bisa menyuruh Aneri untuk meledakkan pesawat ruang angkasa itu dengan laser atau pelontar massa!!)
Memiliki "jaring pengaman" untuk berjaga-jaga kalau-kalau sesuatu terjadi memang membantu secara mental, tapi AI tampaknya tidak memahami nuansa abstrak semacam itu.
Tapi musuhnya tidak akan menunggu.
Dan saat "sesuatu" itu terjadi. Monster berlumuran keadilan itu sedang menuju ke arahnya!!
Kamijou juga menyesali pilihannya.
Mendekat dari bagian belakang pesawat ruang angkasa memang perlu, tapi mungkin itu sebuah kesalahan. Saat Hamazura berusaha menjaga jarak, dia secara tidak sadar mundur ke arah bagian depan pesawat.
(Ini buruk… ini adalah pesawat ruang angkasa berbentuk peluru. Jika kita terbang ke luar atmosfer, kemungkinan besar dia akan mati!)
Situasi meresahkan apa ini? Bukankah kemalangan semacam ini seharusnya menimpa Kamijou? Rasanya seperti ada tangan tak terlihat yang mencengkeram Hamazura dan menyeretnya ke dasar yang gelap.
Jumbo Dragonfly adalah pesawat terbang, bukan roket, jadi ia tidak terbang tegak lurus ke atas menuju angkasa. Tapi, bagian depannya memang agak condong secara vertikal. Kamijou terpaksa mendaki lereng curam untuk mencapai Hamazura.
Dan Jumbo Dragonfly memiliki dua tahap.
Lebih dari 70% dari wahana antariksa ramping yang menyerupai pesawat terbang itu hanya akan terbang hingga stratosfer sebelum secara alami turun dan kemudian terbang kembali ke landasan pacu, tetapi 30% sisanya adalah cerita yang berbeda.
(“Kemalanganmu tidak akan memudahkanmu, jadi persiapkan dirimu. Kalau kau benar-benar ingin menyelesaikan ini maka persiapkan dirimu. Dia sudah dulu maju dan sudah siap mati. Kau tidak punya waktu untuk tertinggal dalam hal tekad.”)
Lengan kanan Kamijou berbicara kepadanya.
Dia tak boleh diam, jangan sampai mereka meninggalkan atmosfer.
AI Aneri mungkin tidak akan terputus selamanya. Itu hanyalah masalah teknologi. Jika komunikasi kembali pulih, maka mereka akan kembali seimbang.
Kalau begitu…
“Akanku selesaikan ini selagi aku masih bisa!!”
Kamijou memaksakan diri untuk menerobos masuk.
Mungkin itu karena terus-menerus terbang dengan moncong pesawat yang condong ke atas yang mustahil bagi pesawat penumpang biasa, gaya gravitasi di dalam Jumbo Dragonfly sangat kuat. Setiap langkah yang diambilnya sepertinya menguras tenaganya.
Kepalan tangan saling beradu dan menghantam wajah dengan keras.
Kamijou tidak memahami bagaimana gaya gravitasi memengaruhi hal ini.
Kamijou hanya merasa lega karena tinjunya tak lagi meleset. Aneri benar-benar tidak bisa memberikan dukungan apa pun di sini. Jadi hanya sekaranglah kesempatan untuk mengakhiri ini!
Pikiran itu terputus oleh sesuatu yang menghantam pangkal hidung Kamijou.
Rasa besi menyebar di mulutnya.
“Apa?!”
(Hamazura sialan. Apa dia mengambil AED atau semacamnya dari dinding lalu melemparkannya?!)
|AED (Automated External Defibrillator) adalah alat pacu jantung. Alat ini juga dilengkapi dengan kejut listrik guna mengembalikan detak jantung.
Hamazura mungkin hanya tidak punya waktu untuk mengisi dayanya, tapi Kamijou bersyukur dia tidak diserang oleh arus tegangan tinggi.
Tinju mereka bukanlah satu-satunya senjata. Mereka bisa mencekik satu sama lain dengan sabuk pengaman, dan tabung oksigen yang lebih besar dari alat pemadam kebakaran dapat menyebabkan kerusakan sebagai senjata tumpul atau bahan peledak.
Tapi…
(Bukan ini yang kuinginkan. Aku tidak mau akhir yang mengerikan!!)
Melihat Hamazura mengguncang pandangan Kamijou tentang kematian Coronzon.
Tentu saja, mustahil Kamijou bisa membuat 8 miliar orang di dunia ini tersenyum. Kamijou bertempur dalam pertempuran mematikan melawan Coronzon karena dia tidak ingin dunia hancur. Itu bukan kebohongan.
Kamijou telah membiarkan Coronzon mati, jadi dia harus menunjukkan padanya bahwa, meskipun dunia penuh dengan kesalahan, dunia perlahan sedang menuju ke kebahagiaan.
Jadi Kamijou tidak bisa membiarkan Hamazura mati di sini hari ini!!
fwoosh!!
Udara keluar terdengar di belakang Kamijou. Kunci darurat aktif pada ruang kedap udara tebal yang baru saja dilewatinya. Pesawat ruang angkasa berbentuk peluru tahap kedua yang menempati hampir sepertiga dari pesawat itu bersiap untuk melepaskan diri.
Ruangan ini cukup besar, tapi entah kenapa terasa seperti kokpit. Kamijou tidak familiar dengan struktur dasar sebuah pesawat ruang angkasa, jadi dia tidak bisa mengatakan apakah ini standar atau tidak.
Dan tepat ketika Kamijou menepis godaan untuk mengambil senjata, Hamazura tanpa ragu mengambil pipa logam di dekatnya. Itu tampak seperti komponen untuk kruk atau tandu. Apakah tempat tidur pesawat ruang angkasa diadaptasi dari peralatan medis?
Senjata tumpul itu diayunkan ke arah kepala Kamijou, tapi…
“…?! Ringan sekali!!”
Teriakan dengan mata terbelalak itu berasal dari Hamazura saat dia melakukan serangan.
Kakinya sedikit terangkat dari lantai. Reaksi dari serangan itu membuatnya terlempar ke belakang.
Tentu saja Kamijou tidak sempat melirik ke luar jendela… tapi bagian moncong Jumbo Dragonfly pasti telah terlepas dari Bumi dan sampai di luar angkasa. Yang tersisa tinggal ujungnya yang pipih seperti kerucut. Jadi, segala serangan senjata yang mengandalkan berat hampir sepenuhnya dinetralisir. Setidaknya untuk saat ini!
Gravitasi kembali mempengaruhi tubuh mereka.
Penerbangan luar angkasa ini sebenarnya merupakan lintasan balistik panjang yang membuat mereka tetap berada tepat di luar atmosfer di orbit Bumi rendah pada ketinggian kurang dari 40 kilometer. Terbang begitu cepat dalam bentuk busur menciptakan gaya gravitasi ke arah luar, sehingga mereka sebenarnya tidak benar-benar tanpa bobot.
Jika mereka jatuh kembali ke Bumi, di bagian planet mana mereka akan berakhir?
Pertanyaan itu jujur saja membuat Kamijou takut, tapi dia tidak punya waktu untuk mengeceknya.
Prioritas utamanya saat ini adalah menyelamatkan Hamazura yang sedang terpuruk setelah terjebak oleh sesuatu yang tak terlihat. Sebab, Kamijou-lah yang telah membawanya ke jalan ini.
Bagian pesawat ruang angkasa itu telah terlepas dari bagian Jumbo Dragonfly lainnya.
Hamazura telah terbang menjauh dari Bumi.
Kiranya dia akan kehilangan berat badan, melayang-layang, dan kesulitan bertarung… tapi kenyataannya sangat berbeda. Dia merasa sedikit lebih ringan dari biasanya, rasanya aneh, tapi dia masih bisa berdiri. Dia memiliki berat badan. Sebenarnya gravitasi ini tercipta dari gaya sentrifugal atau semacamnya.
Tapi itu tidak normal.
Kakinya berdiri di atas pecahan kaca yang tebal.
Kursi-kursi itu diposisikan dengan sudut yang aneh, tapi bukan berarti kursi-kursi itu menempel di dinding.
Hamazura berdiri dalam posisi yang aneh.
“Kh.”
Dia mengertakkan giginya.
Lelaki yang menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung dan membunuhnya tanpa ampun kini berdiri di hadapannya. Dia harus menyelesaikan masalah ini dengannya.
(Kekuatan… penghancur ilusi?)
Hamazura Shiage telah melepaskan diri dari kekagumannya pada kebaikan dan keadilan dengan menyelamatkan orang asing, dari posisinya yang sebelumnya berada di pihak kejahatan.
Tapi Kamijou Touma, orang yang paling dibencinya, memiliki kekuatan untuk meniadakan ilusi, segala sesuatu yang bersifat supranatural, dan bahkan keajaiban Tuhan.
Mereka bukanlah kebalikan.
Kamijou bukanlah perwujudan keadilan yang sempurna. Mungkin saja dia pun merasakan sesuatu yang tidak beres tentang dunia dan telah mencoba melawan hal yang tak terlihat itu.
Tapi jalan mereka belum pernah bersinggungan.
Dan mereka benar-benar terpisah ketika Kamijou menyebut Coronzon sebagai Iblis Agung dan membunuhnya!!
“Gahhh!!”
Mereka kembali berselisih.
Tapi tanpa bantuan Aneri, Level 0 hanyalah Level 0.
Hamazura merasakan nyeri tumpul.
Benar saja, Hamazuralah yang dihajar habis-habisan. Seolah-olah dia adalah pecundang sejati di dunia ini.
(Persetan…!)
Saat itu juga.
Bzzz!
Ponselnya yang retak pun bergetar.
“→→K←PK→GPP←←K”
(Kemampuan pemrosesan Aneri… sudah kembali?!)
Apakah Aneri telah menemukan cara untuk berkomunikasi tanpa menggunakan antena yang rusak? Tidak, mungkin mencapai ruang angkasa telah membawa mereka mendekati satelit atau stasiun ruang angkasa.
Apapun itu…
(Kita kembali berimbang.)
“Sudah… cukup!!!”
“→P” “PKTK” “←→P” “K→PK” “KKPKGGPKKPP”
Perubahan dramatis terjadi pada gerakan Hamazura. Kini dia bisa melepaskan diri dari Kamijou dan segala ancaman yang dihadapinya. Sebelumnya dia hanya bertahan, tapi sekarang dia bisa mengayunkan tinju dan tendangan. Dia kini bisa kembali bertarung dan mengendalikan situasi.
Dan untuk sesaat, pikirannya menjadi kosong.
AI Aneri tidak memberikan instruksi apa pun.
Tidak.
Dia bergerak bahkan lebih cepat dari instruksi tepat Aneri. Dengan sendirinya. Apakah ini yang dibicarakan Blodeuwedd the Bouquet? Tubuhnya bergerak dengan kecepatan berpikir yang melampaui AI!
(Ya, benar.)
Hamazura mengisi kekosongan dalam pikirannya dengan berpikir sendiri.
Ini adalah satu hal yang bahkan Aneri mungkin tidak bisa prediksi.
(Kau tidak harus menjadi seseorang yang istimewa. Kau bisa menjadi Level 0. Tidak masalah menjadi seorang penjahat atau dibenci. Setiap orang memiliki kekuatan untuk mengejutkan orang dan mengubah dunia serta masa depan!!)
Dan hal yang sama mungkin berlaku untuk lawannya.
Kepada Kamijou Touma.
Dia memulai dari Level 0, tapi dia tidak berhenti sampai di situ.
Kemudian si bajingan itu pun bertanya.
“Hei. Apa kau kenal Iblis Agung Coronzon?”
“Ya. Aku mengenalnya jauh lebih baik daripada kau.”
Mereka saling mendekat.
Mereka mengepalkan tinju berlumuran darah dan saling berhadapan.
Kamijou mengenal pribadi Coronzon yang tidak dikenal Hamazura.
Hamazura mengenal pribadi Coronzon yang tidak dikenal Kamijou.
Jadi.
Mereka berdua pun meraung bersamaan.
“ “Ceritakan semua tentang Coronzon yang belum kuketahui!!!” ”
Dan Hamazura Shiage dan Kamijou Touma memilih untuk saling mendekat.
Mereka saling bertukar tinju.
Dan berteriak.
“Di Edinburgh, Coronzon membantuku menyelamatkan Dion Fortune! Dia terus bercerita tentang bagaimana hal itu menguntungkannya, tapi bukan berarti dia harus melakukannya. Dia bisa saja meninggalkanku kapan saja, tapi dia tetap setia pada orang lemah sepertiku sampai akhir!!”
“Iblis Agung itu menipu Gereja Anglikan untuk memegang jabatan Uskup Agung sementara dia diam-diam memajukan tujuan jahatnya. Dia putus asa dengan keadaan dunia dan mencoba menciptakan dunia baru sendiri. Tanpa memikirkan makhluk seperti apa yang akan berkembang di zaman yang akan datang! Dia adalah perwujudan kejahatan, tapi dia juga sangat rapi dan teliti!!”
“Kh. Coronzon menyuruhku beristirahat ketika aku kelelahan karena melarikan diri begitu lama. Dia melakukan hal-hal ini karena dia ingin seseorang menerimanya… Tapi bukan karena kekuasaannya atau sifat jahatnya. Dia hanya ingin dihargai atas hal-hal yang biasa itu!!”
“Saat dia menghancurkan hidup orang sampai-sampai menciptakan Index dan Narthex? Saat dia tanpa ragu menggorok leher Tsushima dan menendangnya ke tempat terbuka untuk mencapai tujuannya? …Jangan bercanda. Dia adalah Iblis yang sangat kuat!”
“Coronzon adalah!! Seorang gadis yang kesepian!!!”
“Tidak!! Iblis Agung itu adalah musuh terbesar umat manusia!!!”
Suara pukulan yang mendarat terus terdengar.
Kamijou memuntahkan darah dari mulutnya, tapi senyuman sinis terlihat di wajahnya yang garang.
Dia dengan bangga membicarakan Coronzon seolah-olah dia adalah saingan terbesarnya. Menyebutnya kuat, hebat, dan keren.
(Mengapa?)
Hamazura mengertakkan giginya menahan rasa besi itu.
Orang yang paling membuatnya marah bukanlah Kamijou, melainkan dirinya sendiri.
Betapa menyedihkannya dirinya. Semakin banyak dia berbicara, semakin kecil Coronzon tampak di matanya.
(Kenapa kau tahu banyak tentang Coronzon yang tidak kuketahui?!)
“ “Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!” ”
Saat Kamijou melayangkan dan menerima pukulan, bahkan rasa sakitnya pun memudar menjadi rasa panas.
Tetesan merah tersebar di seluruh pesawat ruang angkasa seperti permata.
Tapi Kamijou terus berusaha menggunakan pikirannya yang kacau.
…Hamazura mungkin ingin Kamijou meminta maaf. Hamazura mungkin ingin Kamijou menangis dan meratap bahwa membunuh Coronzon adalah sebuah kesalahan.
Tapi…
“Aku tidak akan meminta maaf.”
Kamijo mengatakannya dengan jelas, langsung dari mulutnya sendiri.
“Seandainya ada cara lain, aku tidak akan melakukannya!! Iblis Agung Coronzon adalah musuh alami sejati yang akan menghancurkan seluruh dunia sendirian. Dia tidak menunjukkan belas kasihan atau kelemahan. Aku tidak akan mengambil nyawa seseorang kecuali benar-benar terpaksa!!!”
Akhir cerita itu sungguh sulit diterima, bukan?
Jadi Kamijou tidak akan membiarkan Hamazura mengalami akhir yang sama seperti Coronzon.
Meskipun harus memukulnya. Meskipun harus dipukul olehnya.
Kamijou akan menghentikannya meskipun harus bermain licik dan dibenci.
Kamijou akan menyelamatkan Hamazura di sini!!
“Ja… jangan konyol…”
Terdengar suara robekan dari jarak yang sangat dekat.
Hamazura yang juga babak belur telah menggigit bibirnya dengan gigi taringnya.
Kemarahannya telah mencapai puncak.
“Kalau kau benar-benar merasa menyesal telah membunuh Coronzon, jangan terus-terusan tinggal di sini, pergilah ke neraka!!”
Kamijou menerima kata-kata itu sambil mengepalkan tinjunya erat-erat.
Di dunia yang kini dipenuhi rasa besi, Kamijou justru tersenyum kecil.
“Aku tahu seperti apa neraka. Dan aku tahu aku pantas berada di sana.”
Itu sebabnya Kamijou memutuskan untuk tidak membiarkan Hamazura jatuh ke sana.
Jika dia melakukan hal yang benar…
Jika melindungi dunia dengan mengorbankan nyawa Iblis Agung Coronzon bukanlah sebuah kesalahan, maka Kamijou Touma seharusnya mampu bangkit kembali meskipun dia jatuh ke neraka.
Tapi…
“Kali ini aku akan melakukannya tanpa mengorbankan Kingsford dan CRC.”
Dia tidak perlu meragukan dirinya sendiri.
Kamijou Touma mengepalkan tinjunya.
Rasanya sangat berat.
Dampak yang dirasakan berbeda dari sebelumnya karena hantaman kali ini menjalar dari pangkal hidungnya sampai mengguncang inti tubuhnya.
Kesadarannya memudar.
Siapa yang paling patut disalahkan?
Sudah jelas. Bukan Kamijou. Setidaknya jika menyangkut Coronzon, si bajingan itu bukanlah pusatnya. Posisi sentral itu milik orang lain.
…Pada akhirnya, Hamazura lah yang paling bertanggung jawab karena gagal menghentikan Coronzon sekalipun harus meninjunya.
Hamazura adalah orang bodoh tanpa pengetahuan medis sedikit pun, tapi dia tahu tubuhnya telah melewati batas tertentu. Dia bisa merasakan kekuatan meninggalkan lututnya. Tak lama kemudian, kesadarannya akan ikut hilang. Dan begitu dia kehilangan keseimbangan, semuanya akan terus merosot.
Apakah dia akan gagal?
Hanya satu kalimat yang terlintas di benaknya: Sudah kuduga.
Hamazura sudah memperkirakan hasil ini. Dan dia telah menyiapkan cara untuk membalikkannya.
Ini benar-benar akhir. Jadi, kencangkan gigimu, wahai diriku.
“Mari kita akhiri ini, Kamijou Touma.”
Hamazura mengeluarkan sebuah pistol.
Tapi, dia tidak mengarahkannya ke Kamijou.
Pistol itu hanya berisi satu peluru. Itu tidak cukup untuk digunakan dalam pertarungan.
Lagipula, Hamazura telah memutuskan untuk menolak jalan hidup Kamijou. Jadi dia tidak mau menjadi sama seperti Kamijou. Tidak akan pernah.
Sebaliknya, Hamazura menempelkan moncong senjata itu ke pelipisnya sendiri.
Tanpa ragu-ragu.
(Ya, benar.)
Mata Kamijou membelalak kaget.
Konyol sekali. Lawannya pasti belum pernah mengalami pertarungan seperti ini sebelumnya.
(Aku tahu sejak awal aku tidak bisa menang mudah melawanmu hanya dengan mengepalkan tinju!!)
Ada sebuah sistem besar yang mengatur dunia.
Tapi, itu bukanlah hal baik seperti yang dipikirkan semua orang.
…Jika itu benar, maka Coronzon tidak akan menderita. Fungsinya adalah untuk merusak ikatan antar manusia dan menghambat perkembangannya. Itu adalah salah satu roda gigi yang terpasang dalam sistem besar tersebut. Coronzon mencoba mengubah dunia karena dia tidak mau menerima kenyataan itu. Coronzon ingin membangun kembali dunia dari nol menjadi sesuatu yang dapat berjalan tanpa roda gigi yang menjadi bagian dari dirinya.
Jika tidak ada yang bisa Hamazura lakukan untuk mengalahkan sistem itu…
Setidaknya dia bisa memperlihatkannya kepada semua orang.
Dengan membuktikan bahwa dunia saat ini tidak akan menyelamatkan yang lemah.
Bahkan jika dia harus menggunakan nyawanya sendiri untuk membuktikannya!!
Dan.
“Apa kau pikir kau bisa menyelamatkan dunia dengan kekerasan, Kamijou Touma?”
Pada saat yang sama, Hamazura tidak ingin mempercayakan keadilan kepada orang ini.
Dan jika dia bisa mencuri “kebenaran” dari orang yang telah membunuh Coronzon, maka…
Dia rela mengorbankan nyawanya.
“Kau menang. Kau mengalahkan Coronzon dan kau mengalahkanku. Aku akui itu. Tapi jika kau melakukan hal yang benar, Narthex Coded Cathedral tidak akan pernah tersesat. Jangan berpikir kau telah menyelamatkan semua orang… Akan kutunjukkan padamu. Dan sekarang giliranmu untuk dihukum sebagai orang jahat oleh orang-orang yang benar. Tindakanmu telah menyebabkan situasi ini. Jalani sisa hidupmu dengan mengetahui bahwa kehancuran seperti ini terlahir dari aksi membunuhmu!!!”
Kamijou mengepalkan tinjunya dengan panik dan menerjang, tapi sudah terlambat.
Semoga panjang umur.
Selama mungkin.
Karena aku akan mengubah sisa hidupmu menjadi neraka yang mengerikan.
Apa pun yang kau lakukan, jariku lebih cepat.
Kebangkitannya bukanlah didorong oleh kejahatan. Sudah beberapa kali dikatakan bahwa itu adalah kekuatan yang membawanya lebih dekat kepada kematian.
Dan beginilah puncaknya.
Dia sudah menarik pelatuknya.
Itu sudah menjadi bagian dari masa lalu.
Sunyi.
Aliran waktu telah terhenti.
Setidaknya begitulah kesan yang ditimbulkan oleh keheningan yang mencekam.
Dan.
Mata Hamazura Shiage tertuju pada pistol yang dipegangnya.
Ya, Hamazura belum mati.
Peluru itu tidak meluncur.
…Dia tidak memegang revolver. Itu adalah pistol otomatis yang memasukkan setiap peluru baru ke dalam ruang tembak dari magazin. Jadi setiap tarikan pelatuk bukanlah sebuah perjudian. Jika ada peluru di dalam ruang tembak, kemungkinan untuk menembak seharusnya 100%.
(Apa gravitasi aneh itu menyebabkan kerusakan pegas dalam pistol?)
Hamazura menolak spekulasinya sendiri.
Dia cukup yakin dia tahu apa alasannya.
(Bukan, bukan itu. Pelatuknya anehnya terasa keras di jariku… Apa berada di luar angkasa mengubah oli pistol jadi keras?!)
Itu mungkin saja terjadi.
Apakah dia tidak pernah mendengar bahwa komponen penting pesawat ruang angkasa tidak menggunakan pelumas cair?
Senjata itu tidak dirancang untuk penggunaan di luar angkasa, jadi pabrikan dan pabriknya tidak akan melakukan uji tekanan dan uji daya tahan yang relevan. Jadi dia tidak bisa menyangkal kemungkinan tersebut.
Tapi bisakah dia menghitung kemungkinan oli senjata benar-benar berubah seperti itu? Perubahan sifat oli dalam waktu sesingkat itu sudah cukup aneh, tapi itu juga terjadi dengan cara yang tepat untuk menyumbat komponen senjata. Kemungkinan terjadinya hal itu pasti kurang dari 1 banding 100 juta, kan?!
Tapi hal itu telah terjadi.
Hal yang tak terbayangkan telah terjadi secara tidak wajar, tidak masuk akal, dan tidak adil.
Supranatural, paranormal, kemalangan, roda gigi, kecenderungan.
Tidak. Sebenarnya apa itu ilusi?
Apakah sistem yang menyebabkan hal-hal itu benar-benar ada di dunia ini?!
Saat itu Hamazura hanya bisa berbicara dengan linglung.
“Hoi… Jangan bercanda…?”
Sesaat kemudian, Kamijou mendatanginya.
Sebuah tinju menghantam tepat di tengah wajahnya, seketika membuatnya kehilangan kesadaran.
Tiga parasut terbuka.
Pesawat pemerintah Inggris itu ternyata tidak dibutuhkan.
Karena pesawat ruang angkasa berbentuk peluru Jumbo Dragonfly telah melintasi banyak perbatasan negara saat melayang di luar atmosfer.
“Apa kita… berhasil selamat?”
Tidak seorang pun menjawab pertanyaan Kamijou.
Kamijou tidak tahu logika apa yang membuat si lengan kanan bajingan itu muncul, tapi dia pasti telah menghilang lagi ke entah di mana. Ketidaktahuannya tentang apa yang membuat orang egois itu muncul membuatnya khawatir. Kamijou mendengar suara retakan dari bahunya, tapi itu tidak cukup untuk memastikan.
Apapun itu, setelah membuka parasut, mereka mendarat di lautan dekat Inggris, jadi dia telah berhasil menyerahkan Hamazura kepada mereka.
Bahkan setelah melakukan perjalanan setengah keliling dunia, di sini masih musim dingin, yang artinya sekarang udaranya dingin. Mereka jatuh ke laut, jadi membuka pintu kedap udara untuk membiarkan perahu menjemput mereka membuatnya basah kuyup. Dia tidak tahu detail bagaimana sistem Inggris bekerja atau bagaimana pengorganisasiannya, tapi di atas kapal patroli yang tampak seperti milik pemerintah, dia membungkus dirinya dengan selimut yang diberikan padanya dan mengamati apa yang terjadi pada anak lelaki lainnya.
“…”
(Dia mungkin membenciku. Dan begitu juga pacarnya. Siapa namanya? Takitsubo?)
Kamijou tidak tahu apa yang akan terjadi pada Hamazura Shiage sekarang.
Hamazura tidak tahu apa pun tentang sisi sihir dan karenanya dia tidak mengerti betapa berbahayanya Coronzon… dan itu sebabnya dia terpengaruh oleh Coronzon. Tapi mungkin dia tidak bisa lagi lolos dengan argumen itu.
Gereja Anglikan akan menganggapnya sebagai ancaman bagi negaranya dan dunia.
Dia akan dianggap sebagai seseorang yang telah bertaruh pada Coronzon. Persis seperti yang dia inginkan.
***
Dan begitulah pertempuran Hamazura Shiage berakhir. Pertempuran itu berakhir dengan kekalahan. Dalam arti tertentu, persis seperti yang dia harapkan sejak awal.
Tak seorang pun di Academy City yang akan mendengarkan apa yang ingin dia katakan dan menerima pesannya dengan sepenuh hati. Karena bahkan pacarnya, Takitsubo Rikou, pun tidak mengerti mengapa dia berjuang untuk Coronzon.
Jadi, apakah semua itu hanyalah perjuangan yang sia-sia?
Tidak.
***
“…”
Kamijou Touma telah tiba di sebuah bandara internasional tertentu.
Baru saja terlintas di benaknya bahwa dia telah terbang ke sini melalui luar angkasa, jadi dia tidak membawa paspor.
Sekarang dia tidak bisa kembali ke Jepang!!
“Oh, ohhh. Ohhhhhhh…”
(Jangan tinggalkan aku di sini begitu saja dong, Anglikan! Bantuin aku pulang kek! Apalagi aku baru saja membereskan skandal kalian secara cuma-cuma!)
Tentu saja, pemerintah Inggris akan menganggap bahwa Kamijou telah terbang melintasi angkasa dan jatuh di perairan teritorial mereka tanpa izin, jadi mungkin dia seharusnya bersyukur mereka tidak menembak jatuh "objek terbang asing tak dikenal" itu dengan SAM jarak jauh atau menyita "kapal mencurigakan" itu secara paksa.
“Dasar payah. Kau bilang kau di Heathrow, kan? Aku akan hubungi Mark yang sedang merajuk karena harus tinggal di London, jadi ikuti saja instruksinya, dia akan menyelundupkanmu ke Jepang. Jangan khawatir. Dia takkan memasukkanmu ke dalam kontainer kargo salama berbulan-bulan. Dengan jet pribadi yang dibeli dengan nama palsu, hanya akan memakan waktu setengah hari. …Setelah mendarat di bandara Academy City, mainanku memang harus dibuang bersama dengan nama palsunya, tapi ya sudahlah. Tidak ada yang benar-benar gratis.”
“Umm, Birdway? Rasanya kau malah membuatku melakukan lebih banyak kejahatan…”
“Apa kau lebih memilih menghabiskan sisa hidupmu sebagai penduduk ilegal di Inggris? Tidak masalah sih buatku. Itu malah akan menambah mainan di halaman belakangku. Tapi kau sebaiknya berhati-hati. Imigrasi sedang menjadi topik sensitif di Inggris dan seluruh Eropa akhir-akhir ini.”
Ponsel pintar memang sangat praktis.
Belakangan ini, kita tidak perlu khawatir soal biaya panggilan telepon internasional yang mahal.
Aplikasi telepon gratis benar-benar merupakan penemuan yang luar biasa.
Kamijou merasa bahagia hanya dengan mendengar bahasa Jepang di tengah-tengah orang-orang berbahasa Inggris di Inggris. Meskipun dari perspektif global, seseorang yang hanya bisa berbahasa Jepang seperti dirinya adalah minoritas.
(Pada akhirnya, aku tidak bisa menemukan dokumenku! Apa aku benar-benar akan tinggal kelas?!)
“Anglikan belum membuat pengumuman resmi mengenai Narthex Coded Cathedral. Fakta bahwa dia adalah proyek penelitian rahasia yang dijalankan oleh Lola Stuart — alias Iblis Agung Coronzon — tampaknya, entah ini hal baik atau buruk, telah berperan dalam mengakhiri kejadian ini. Jika dia tidak punya tempat untuk dituju, Dawn-Colored Sunlight akan menerimanya. Dia sangat menarik, baik sebagai petarung istimewa maupun sebagai bukti skandal yang dapat digunakan untuk melawan Anglikan.”
“Ahhh!! Kau tidak bisa begitu saja mengambilnya!” teriak Lessar di latar belakang panggilan. “Aku tadinya mau merekrutnya masuk N∴L∴! Maksudku, dia setingkat dengan Index Librorum Prohibitorum dan tidak ada yang tahu keberadaannya!”
“Lihatlah besarnya cabal kami. Apa kau pikir kau bisa mendikteku, keroco? Lagipula, bukankah seharusnya kau melacak dua Transenden merepotkan yang menghilang?”
“Ah, ah, aku tidak dengar! Mencari dua orang yang pergi ke arah yang berbeda itu mustahil!”
“Kita perlu menyelidiki apakah ada sisa-sisa keanehan lainnya selain Index dan Narthex yang terkait dengan Coronzon yang terkubur di celah-celah dunia. Membiarkan Anglikan memimpin pencarian mungkin hanya akan membuat kejadian ini terulang kembali, jadi sepertinya ini tugas untuk Dawn-Colored Sunlight.”
“Lagipula, Anglikan sangat dipermalukan sampai-sampai mereka menciut sekarang, jadi kalau kau mau melakukan sesuatu, sekaranglah saatnya. Meskipun mereka yang berkulit tebal — seperti Stiyl dan Isabella — sudah kembali ke Inggris.”
“Tunggu dulu,” kata Kamijou. “Maksudmu, yang paling berbahaya sudah di sini? Aku tidak mau ditusuk pedang api dan dipanggang hanya karena dia marah padaku!”
Bagaimanapun juga, dia hanya perlu menuruti perintah.
Kamijou bersembunyi di sudut tembok dan berusaha agar tidak mencolok di bandara internasional yang penuh dengan orang berbahasa Inggris. Mencoba bepergian sendirian ke luar negeri tanpa paspor dan tanpa bisa berbahasa Inggris sama saja dengan bunuh diri.
Dan dengan waktu yang diberikan kepadanya, pikirannya kembali ke masa lalu.
Hingga ke momen terakhir itu.
Ada sesuatu yang terasa janggal.
Apakah Hamazura benar-benar tipe orang yang memilih kematian dan meninggalkan pacarnya?
Dan ketika Hamazura mendongak, berpaling dari pistolnya, dia tidak sedang melihat Kamijou yang berlari ke arahnya.
Fokus matanya tampak aneh.
Jika diingat-ingat, Kamijou merasa Hamazura agak menoleh ke belakang.
Dan bibir Hamazura jelas bergerak. Seolah-olah sedang menyampaikan keluhan.
“Hoi… Jangan bercanda…?”
Satu pertanyaan masih belum terjawab.
Mereka berdua sendirian di pesawat ruang angkasa itu, jadi apa yang sedang dilihat Hamazura?
Jika kalian membelinya satu per satu, selamat datang kembali. Jika kau membelinya sekaligus, selamat datang juga.
Ini Kamachi Kazuma.
Seri Genesis Testament sudah mencapai Jilid 15! Dan semester ketiga akhirnya dimulai!! Kitab ini menceritakan kisah dunia setelah pertempuran melawan Iblis Agung Coronzon. Lola Stuart dan Iblis Agung Coronzon adalah orang yang sama, tapi kematian Coronzon menyulitkan Gereja Anglikan untuk merilis informasi ini. Beberapa hal terkait mereka dibiarkan menggantung, jadi aku memperkenalkan hal-hal tersebut di sini untuk membantu menyelesaikan masalah yang belum tuntas. Narthex adalah yang paling menonjol, tapi ada juga yang lainnya, kalau kalian punya waktu luang cobalah mencarinya.
Kematian tidak menghapus pengaruh seseorang! …Rasanya seperti ada garis pemisah yang besar antara sisi sihir dan sisi sains, tapi bagaimana pendapat kalian?
Ini adalah dunia yang bengkok di mana segala sesuatu diselesaikan melalui pertarungan.
Tidak ada yang pernah mempertanyakannya sebelumnya karena ketegangan ekstrem dari hitungan mundur menuju hari kiamat yang sedang berlangsung. Semua orang di sekitar Kamijou Touma berjuang dengan adrenalin yang meluap-luap. Dalam hal itu, Hamazura Shiage baru mulai mempertanyakannya di sini karena keadaan mulai tenang. Bahkan bisa dikatakan itu adalah bukti bahwa kematian Coronzon telah membawa perdamaian ke dunia dan memberi semua orang kesempatan untuk tenang dan berpikir. Tidak ada ruang untuk menghukum kejahatan selama ketegangan hidup dan mati dalam masa perang. …Meskipun Hamazura sendiri tidak akan pernah menerima bahwa dia telah merasa "tenang".
Setelah kalian menyadari betapa sesatnya dunia ini, mungkin kalian bisa memahami sebagian alasan mengapa Coronzon sangat ingin menciptakan dunia yang "hanya berisi kebenaran".
Academy City telah kehilangan sebagian besar kekuatan militernya dalam pertempuran sebelumnya, tapi teknologi sipil yang dapat dengan cepat dijadikan senjata itu beda cerita. Mustahil Academy City tidak memiliki senjata selain yang telah diumumkan secara resmi, kan? Jadi kali ini aku menggunakan laser, pelontar massa, dan sejenisnya. Menyenangkan membayangkan kekecewaan Accelerator setiap kali senjata baru muncul!! …Mungkin akan lebih mudah untuk menghancurkan seluruh kota dan membangun yang baru dari nol, tapi sebagai seorang kriminal, dia pasti ingin mengubah Academy City menjadi tempat yang aman dan damai. Selain itu, dia sedang dalam proses menebus kejahatannya, jadi bukan berarti dia ingin mengambil jalan pintas.
Salah satu alasan amukan Narthex mungkin karena Coronzon tidak memanggilnya selama pertempuran terakhir. Bahkan, jika dia berdiri di sisi Coronzon dan menggunakan sihir penyegelan, pertempuran semasa Adikalika mungkin akan berakhir berbeda. Coronzon mungkin menganggap kalau dia memiliki kontrol keamanan yang tidak memadai dibandingkan dengan Index, tidak stabil, merepotkan, dan sumber skandal. Atau mungkin posisinya sebagai versi yang tidak terpilih membuat Coronzon melihatnya sebagai murid yang berharga yang ingin dia jauhkan dari jalan kejahatan dan kehancurannya. Aku harap kalian bisa membayangkan bagaimana reaksi wanita yang dibenci itu ketika boneka yang dia ciptakan dengan penuh kebencian memanggilnya "ibu".
Aku menganggap kode dan segel sebagai bagian romantis dari okultisme, termasuk bagaimana hal kecil pun dapat membatalkan sesuatu, jadi aku menjadikan Narthex sebagai spesialis di bidang tersebut. Dia adalah saingan yang mendekati berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda dari Index, yang merupakan spesialis dalam mencari melalui grimoire yang telah dia kumpulkan sebagai perpustakaan. Jadi, jika kalian lebih menyukai YF-23 daripada F-23, atau jantung kalian berdebar kencang ketika melihat sesuatu tentang lingkaran sihir atau sigil, prima materia alkimia, atau konversi unsur tradisional yang dilakukan dengan menambahkan atau mengurangi panas, kering, dingin, dan basah, maka aku harap konsep ini bisa tersampaikan pada kalian!! Aku rasa jika seseorang menyelamatkan Narthex, maka penyelamat itu bisa menjadi protagonis dalam kisahnya sendiri, sama seperti Kamijou yang menyelamatkan Index. …kalau dia diselamatkan, tentu saja. Menghadapi gadis yang sangat kuat dan keras kepala itu secara langsung dan berhasil menyelamatkannya sudah cukup untuk mendapatkan gelar hero atau pejuang!
Ngomong-ngomong, sihir penyegelan Narthex lebih mirip kotak hitam Dion Fortune ketimbang Imagine Breaker Kamijou. Meskipun begitu, itu adalah metode serangan yang cukup aneh bahkan jika dilihat dari keseluruhan seri. Pemegang kekuatan tangan kanan sebelumnya telah berdebu di ruang penyimpanan cabal Golden. Dion Fortune juga berasal dari sana. …Dan lebih dari itu, Mathers memanggil Coronzon lebih dari seabad sebelumnya untuk membawa kehancuran bagi keluarga Crowley. Jika kalian mempertimbangkan dari mana hal aneh itu berasal, beberapa hal mungkin akan terlihat jelas.
Aku mengucapkan terima kasih kepada ilustratorku, Haimura-san dan Itou Tateki-san, serta editorku, Miki-san, Anan-san, Nakajima-san, dan Hamamura-san. Dia terhubung dengan Coronzon dan berperan sebagai kontras dengan Index, jadi mendesain Narthex pasti tidak mudah. Dan kemudian ada Distrik 23! Semua latar belakang harus penuh dengan hal-hal aneh!! …Maaf atas semua kesulitan ini. Terima kasih sekali lagi.
Dan aku ucapkan terima kasih kepada para pembaca. Aku menyukai kendaraan-kendaraan aneh seperti derek dan loader, tapi aku juga sangat menyukai pesawat terbang aneh. Aku menuangkan kecintaan itu ke dalam buku ini, tapi bagaimana menurut kalian?! Terima kasih banyak telah membaca sampai sejauh ini.
Saatnya menutup halaman-halaman ini untuk sementara waktu sambil berdoa agar halaman-halaman buku berikutnya akan dibuka.
Dan untuk saat ini, aku letakkan penaku.
Rasanya lebih menyakitkan karena dia kalah, kan?
-Kamachi Kazuma